View Poll Results: Anak yang kreatif adalah....

Voters
8. You may not vote on this poll
  • Suka menciptakan dan melakukan Hal-hal yang baru

    8 100.00%
  • Bandel

    0 0%
  • Tidak bisa diem

    0 0%
  • Rajin belajar

    0 0%
Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 10 of 15

Thread: Agar Anak Kreatif, Sebaiknya Ortu Jangan…….

  1. #1
    Junior Member KakZepe's Avatar
    Join Date
    Dec 2010
    Location
    Jakarta
    Posts
    173
    Rep Power
    2

    Agar Anak Kreatif, Sebaiknya Ortu Jangan…….

    Agar Punya Anak Yang Kreatif, Sebaiknya Ortu Jangan…….
    1. Terlalu Mendikte atau Melarang
    Terlalu banyak mendikte atau melarang ternyata tidak baik untuk perkembangan sang anak. Hal ini bisa membuat seorang anak tidak punya inisiatif. Anak yang tidak punya inisiatif, bisa juga berdampak pada lemahnya kreatifitas sang anak. Padahal kreatifitas sangatlah penting bagi masa depan sang anak di masa yang akan datang. Anak yang terlalu banyak didikte dan dilarang bisa menjadikan anak lebih tertutup dan susah bergaul. Dalam hal ini, sebagai orang tua, kita harus lebih banyak membimbing pada saat anak-anak melakukan hal-hal yang baru, dan menasihati mereka bila melakukan kesalahan. Seorang anak juga harus belajar dari kesalahan, agar mereka tahu sebab dan akibat dari apa yang mereka lakukan. Dan hal yang paling pokok dalam memberikan kebebasan kepada sang anak adalah supaya mereka bisa belajar bertanggungjawab, terutama terhadap apa yang telah mereka kerjakan.

    2. Terlalu Membatasi ide dan opini
    Setiap anak pasti memiliki ide-ide saat sebelum mereka melakukan sesuatu. Misalnya, pada saat mereka bermain sebuah permaian puzzle. Mereka mungkin akan menyusun puzzle hingga membentuk sebuah gedung yang sangat tinggi. Bila melihat hal ini, maka yang terbaik yang bisa anda lakukan adalah menasihati dengan mengatakan,”Nak… Kalau kamu menyusun puzzle sampai setinggi itu, bisa jatuh. Kalau jatuh, nanti puzzlenya bisa cepet rusak. Kalau rusak, Papa nggak akan beliin yang baru lagi lho ya… Lalu kalau menjatuhi kepala adikmu kan kasihan… . “. Biarkan anak mengerti segala konsekuensinya saja, tanpa kita harus melarangnya. Dan kalau buah hati anda tetap keras kepala, biarkan saja. Biarkan anak belajar dari apa yang telah mereka lakukan. Hal ini akan lebih bermanfaat, daripada anda membatasi dengan segala larangan-larangan yang tidak berdasar. Dalam hal ini, tentu kita juga harus lebih cerdas untuk mengerti seberapa batas “kesabaran” yang kita berikan bagi berikan kepada buah hati kita. Bila buah hati kita sudah melakukan hal-hal yang berbahaya, tentu penanganannya sudah berbeda pula. Misalnya, pada saat buah hati kita bermain dengan colokan listrik yang terhubung dengan kabel beraliran listrik. Mungkin anda harus bertindak cepat supaya buah hati anda tidak kesetrum. Hal terpenting yang ditekankan di sini adalah tidak “terlalu” membatasi ide dan pendapat anak, sehingga tidak mematikan ide-ide kreatif mereka yang sedang berkembang dan jangan sampai buah hati kita memandang kita sebagai seorang “mandor” yang sedikit-sedikit marah dan melarangnya melakukan sesuatu yang baru.

    3. Mengejek dan Mencela
    Buah hati kita adalah pribadi yang sedang berkembang dan masih banyak membutuhkan waktu untuk belajar. Dalam hal ini, tentu apa yang mereka lakukan dan mereka buat, tidak sebaik dengan apa yang kita lakukan dan apa yang kita buat. Misalnya, pada saat buah hati kita sedang melukis seekor burung. Mungkin burung tersebut lebih mirip seekor cacing. Janganlah mengejek hasil karya buah hati kita tersebut, dengan kata-kata yang menyakitkan, karena bisa berdampak buruk bagi semangatnya untuk mau berkreasi. Akibat yang lain lagi adalah tumbuhnya sikap pemalu dan minder. Maka lebih banyaklah memberikan pujian. Dan bila anda merasa hasil karya buah hati kita belum baik, kita harus terus memberikan motivasi. Akan lebih baik lagi bila anda mau membimbing dan mengajar sang buah hati, agar bisa berkarya lebih baik lagi.

    4. Menakut-nakuti Anak
    Meskipun kita sendiri takut terhadap sesuatu jangan sampai kita menunjukkan rasa takut yang berlebihan. Misalnya pada saat kita melihat kecoa (dan kita sangat gelid an takut bila melihat kecoa), yang terbaik anda lakukan pertama kali adalah mencoba menghindarinya saja tanpa membiarkan anak takut. Jangan sampai kita menunjukkan reaksi yang berlebihan dengan berteriak, dan membunuh kecoa tersebut. Dan bila buah hati kita sudah terlanjur tahu keberadaan kecoak tersebut, cukuplah anda berkata,”Say… Ada kecoak tuh. Kecoak itu binatang yang jorok, hidupnya di comberan. Yuk kita masuk ke kamar saja.”. Dan berusahalah melakukan dengan tenang, tanpa membuat anak juga merasa ketakutan.

    5. Membenci Anak
    Meskipun buah hati kita sering melakukan kesalahan dan sering membuat kita jengkel, namun tetaplah menjadi orang tua yang sabar. Jangan sampai didikan yang kita lakukan dilandasi dengan kebencian. Melainkan tetap berpikir bahwa apa pun yang kita lakukan adalah demi kebaikan buah hati kita, dan karena kita begitu menyayanginya. Sebagai orang tua, dan tentu saja sebagai orang yang jauh lebih dewasa, kita tentu wajib untuk bisa mengontrol emosi kita. Buah hati kita, adalah pribadi yang masih sangat sensitif, sehingga bila kita sudah mulai melakukan hal-hal yang “diluar batas”, bisa jadi luka-luka itu terbawa hingga buah hati anda beranjak dewasa, dan membawa sifat bawaan yang anda “teladankan” kepada buah hati anda. Nasihatilah buah hati anda dengan cinta, dan bila anda harus marah, marahlah dengan cinta. Sehingga buah hati kita tidak akan merasakan kemarahan kita sebagai sebagai hukuman, melainkan sebagai wujud ungkapan cinta kita kepada buah hati kita, karena kita ingin buah hati kita tumbuh menjadi manusia yang lebih baik. Sehingga bila buah hati kita berubah bukan karena rasa takut kepada kita, melainkan sebuah perasaan cinta pula dan karena buah hati kita tidak ingin membuat kita kecewa dan bersedih. (Ditulis oleh: Kak Zepe, Pencipta Lagu Anak)

    Baca Juga:
    Daftar TK PAUD Di Seluruh Indonesia
    Kumpulan Dongeng Pendidikan
    Belajar Bahasa Inggris Sambil Nyanyi (Buat Anak2)
    Logo+Zepe.jpg
    Last edited by KakZepe; 17-08-11 at 08:45 AM.

  2. #2
    Moderator Fikri.hidayat's Avatar
    Join Date
    Jul 2010
    Location
    Indonesia
    Posts
    684
    Rep Power
    5

    Re: Agar Anak Kreatif, Sebaiknya Ortu Jangan…….

    Terima kasih postingannya Pengin tahu bagaimana menangani anak yang hiperaktif? saya butuh masukan...salam
    "Mamut menteng ureh utus ku isen mulang jete penyangku"

  3. #3
    Junior Member
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    16
    Rep Power
    0

    Re: Agar Anak Kreatif, Sebaiknya Ortu Jangan…….

    terima kasih atas infonya ...lebih baik menjadi anak yang kreatif daripada menjadi anak yg diam belajar dan menerapkan teori saja...

  4. #4
    Junior Member
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7
    Rep Power
    0

    Re: Agar Anak Kreatif, Sebaiknya Ortu Jangan…….

    untuk mempunyai anak yg kreatif sebaiknya orang tua membebaskan anaknya untuk mengekspresikan minat atau hobbynya masing....selain itu juga memberikan mereka sarana atau fasilitas yg dpt membuat mereka kreatif..contonya membelikan mainan edukasi yg dapat melatih daya kreatifitas anak

  5. #5
    Junior Member KakZepe's Avatar
    Join Date
    Dec 2010
    Location
    Jakarta
    Posts
    173
    Rep Power
    2

    Lagu, musik, youtube, MP3, MP4, download, Lagu anak-anak, lagu anak, taman kakak

    Thx ya...
    artikel2 saya yang lain ada di:

    http://www.lagu2anak.blogspot.com

  6. #6
    Junior Member
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    3
    Rep Power
    0

    Thumbs up Re: Agar Anak Kreatif, Sebaiknya Ortu Jangan…….

    setuju sekali dgn artikel tersebut
    anak yg kreatif juga selalu diperkenalkan dengan hal-hal baru untuk merangsang imajinasinya dan bantu mereka mewujudkan ide kreatif mereka!

  7. #7
    Junior Member
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5
    Rep Power
    0

    Re: Agar Anak Kreatif, Sebaiknya Ortu Jangan…….

    Thanks for the tips! )

    Quote Originally Posted by KakZepe View Post
    Agar Punya Anak Yang Kreatif, Sebaiknya Ortu Jangan…….
    1. Terlalu Mendikte atau Melarang
    Terlalu banyak mendikte atau melarang ternyata tidak baik untuk perkembangan sang anak. Hal ini bisa membuat seorang anak tidak punya inisiatif. Anak yang tidak punya inisiatif, bisa juga berdampak pada lemahnya kreatifitas sang anak. Padahal kreatifitas sangatlah penting bagi masa depan sang anak di masa yang akan datang. Anak yang terlalu banyak didikte dan dilarang bisa menjadikan anak lebih tertutup dan susah bergaul. Dalam hal ini, sebagai orang tua, kita harus lebih banyak membimbing pada saat anak-anak melakukan hal-hal yang baru, dan menasihati mereka bila melakukan kesalahan. Seorang anak juga harus belajar dari kesalahan, agar mereka tahu sebab dan akibat dari apa yang mereka lakukan. Dan hal yang paling pokok dalam memberikan kebebasan kepada sang anak adalah supaya mereka bisa belajar bertanggungjawab, terutama terhadap apa yang telah mereka kerjakan.

    2. Terlalu Membatasi ide dan opini
    Setiap anak pasti memiliki ide-ide saat sebelum mereka melakukan sesuatu. Misalnya, pada saat mereka bermain sebuah permaian puzzle. Mereka mungkin akan menyusun puzzle hingga membentuk sebuah gedung yang sangat tinggi. Bila melihat hal ini, maka yang terbaik yang bisa anda lakukan adalah menasihati dengan mengatakan,”Nak… Kalau kamu menyusun puzzle sampai setinggi itu, bisa jatuh. Kalau jatuh, nanti puzzlenya bisa cepet rusak. Kalau rusak, Papa nggak akan beliin yang baru lagi lho ya… Lalu kalau menjatuhi kepala adikmu kan kasihan… . “. Biarkan anak mengerti segala konsekuensinya saja, tanpa kita harus melarangnya. Dan kalau buah hati anda tetap keras kepala, biarkan saja. Biarkan anak belajar dari apa yang telah mereka lakukan. Hal ini akan lebih bermanfaat, daripada anda membatasi dengan segala larangan-larangan yang tidak berdasar. Dalam hal ini, tentu kita juga harus lebih cerdas untuk mengerti seberapa batas “kesabaran” yang kita berikan bagi berikan kepada buah hati kita. Bila buah hati kita sudah melakukan hal-hal yang berbahaya, tentu penanganannya sudah berbeda pula. Misalnya, pada saat buah hati kita bermain dengan colokan listrik yang terhubung dengan kabel beraliran listrik. Mungkin anda harus bertindak cepat supaya buah hati anda tidak kesetrum. Hal terpenting yang ditekankan di sini adalah tidak “terlalu” membatasi ide dan pendapat anak, sehingga tidak mematikan ide-ide kreatif mereka yang sedang berkembang dan jangan sampai buah hati kita memandang kita sebagai seorang “mandor” yang sedikit-sedikit marah dan melarangnya melakukan sesuatu yang baru.

    3. Mengejek dan Mencela
    Buah hati kita adalah pribadi yang sedang berkembang dan masih banyak membutuhkan waktu untuk belajar. Dalam hal ini, tentu apa yang mereka lakukan dan mereka buat, tidak sebaik dengan apa yang kita lakukan dan apa yang kita buat. Misalnya, pada saat buah hati kita sedang melukis seekor burung. Mungkin burung tersebut lebih mirip seekor cacing. Janganlah mengejek hasil karya buah hati kita tersebut, dengan kata-kata yang menyakitkan, karena bisa berdampak buruk bagi semangatnya untuk mau berkreasi. Akibat yang lain lagi adalah tumbuhnya sikap pemalu dan minder. Maka lebih banyaklah memberikan pujian. Dan bila anda merasa hasil karya buah hati kita belum baik, kita harus terus memberikan motivasi. Akan lebih baik lagi bila anda mau membimbing dan mengajar sang buah hati, agar bisa berkarya lebih baik lagi.

    4. Menakut-nakuti Anak
    Meskipun kita sendiri takut terhadap sesuatu jangan sampai kita menunjukkan rasa takut yang berlebihan. Misalnya pada saat kita melihat kecoa (dan kita sangat gelid an takut bila melihat kecoa), yang terbaik anda lakukan pertama kali adalah mencoba menghindarinya saja tanpa membiarkan anak takut. Jangan sampai kita menunjukkan reaksi yang berlebihan dengan berteriak, dan membunuh kecoa tersebut. Dan bila buah hati kita sudah terlanjur tahu keberadaan kecoak tersebut, cukuplah anda berkata,”Say… Ada kecoak tuh. Kecoak itu binatang yang jorok, hidupnya di comberan. Yuk kita masuk ke kamar saja.”. Dan berusahalah melakukan dengan tenang, tanpa membuat anak juga merasa ketakutan.

    5. Membenci Anak
    Meskipun buah hati kita sering melakukan kesalahan dan sering membuat kita jengkel, namun tetaplah menjadi orang tua yang sabar. Jangan sampai didikan yang kita lakukan dilandasi dengan kebencian. Melainkan tetap berpikir bahwa apa pun yang kita lakukan adalah demi kebaikan buah hati kita, dan karena kita begitu menyayanginya. Sebagai orang tua, dan tentu saja sebagai orang yang jauh lebih dewasa, kita tentu wajib untuk bisa mengontrol emosi kita. Buah hati kita, adalah pribadi yang masih sangat sensitif, sehingga bila kita sudah mulai melakukan hal-hal yang “diluar batas”, bisa jadi luka-luka itu terbawa hingga buah hati anda beranjak dewasa, dan membawa sifat bawaan yang anda “teladankan” kepada buah hati anda. Nasihatilah buah hati anda dengan cinta, dan bila anda harus marah, marahlah dengan cinta. Sehingga buah hati kita tidak akan merasakan kemarahan kita sebagai sebagai hukuman, melainkan sebagai wujud ungkapan cinta kita kepada buah hati kita, karena kita ingin buah hati kita tumbuh menjadi manusia yang lebih baik. Sehingga bila buah hati kita berubah bukan karena rasa takut kepada kita, melainkan sebuah perasaan cinta pula dan karena buah hati kita tidak ingin membuat kita kecewa dan bersedih. (Ditulis oleh: Kak Zepe, Pencipta Lagu Anak)



    Logo+Zepe.jpg

  8. #8
    Junior Member KakZepe's Avatar
    Join Date
    Dec 2010
    Location
    Jakarta
    Posts
    173
    Rep Power
    2

    Re: Agar Anak Kreatif, Sebaiknya Ortu Jangan…….

    Sama2 semua... Orang tua perlu tahu hal2 di atas...Agar buah hatinya bisa tumbuh cerdas dan kreatif..

  9. #9
    Beginner
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    batavia
    Posts
    81
    Rep Power
    1

    Re: Agar Anak Kreatif, Sebaiknya Ortu Jangan…….

    thanks ya trit nya.. jd merefleksi diri.. apakah sy ibu yg baik?

  10. #10
    Junior Member manful's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    bintaro
    Posts
    315
    Rep Power
    0

    Re: Agar Anak Kreatif, Sebaiknya Ortu Jangan…….

    wah.....penting banget ni......thank u banget ya TS..


    kunjungi juga TOUR HOLYLAND

Page 1 of 2 12 LastLast

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0