
Originally Posted by
yudie alan
Semua orang tua pasti sayang pada anaknya dan tidak ingin mereka celaka. Untuk itu diperlukan kesabaran dan usaha keras dari setiap orang tua dalam memdidik anak. Apalagi anak yang menjelang dewasa, mereka cenderung tidak mau diatur dan susah dikekang. Mereka biasanya ingin bebas, tanpa batasan dan aturan. Walaupun demikian, kita harus memberi mereka perhatian yang wajar tanpa mengekang kebebasan anak.
Biarkan anak mengekspresikan diri sesuai keinginannya. Tapi kita harus mengontrolnya agar tidak keluar jalur dan batasan norma-norma agama. Imbangi kegiatan anak di luar dengan kesibukan di rumah. Carikan lingkungan yang kondusif bagi perkembangannya. Sekali-kali ajak anak kita ke pengajian, atau ke panti asuhan kalau memungkinkan, agar anak tahu dan mengerti bahwa kebebasan yang diberikan orang tua itu tidak untuk disalahgunakan.
Memang benar, kalau kita bergaul dengan penjual minyak wangi maka akan terbawa harum, tapi bila bergaul dengan pandai besi maka akan tercium bau pembakaran. Artinya, keterampilan apapun untuk mendidik anak harus kita bayar berapapun harganya dan berapapun besarnya tenaga yang harus kita keluarkan.
Secara umum ada empat hal yang harus diperhatikan orang tua dalam mendidik anaknya.
Pertama, harus ada suri teladan atau contoh kebaikan dari orang tua. Bila kita menginginkan anak yang berakhlak mulia, maka kita sebagai orang tuanya harus terlebih dulu menjadi orang yang berakhlak mulia.
Kedua, anak harus dibina dalam lingkungan atau pelatihan yang sistematis dan berkesinambungan, seperti pesantren kilat. Tapi jangan hanya sekali mengikuti pesantren kilat tersebut.
Ketiga, masukkan ia ke dalam lingkungan yang kondusif dan sarat akan nilai kebaikan.
Empat, kukuhkan dengan taburan doa dari ibu bapaknya. Itulah konsep yang insya Allah akan membawa dan membuka jalan yang tepat bagi anak-anak kita untuk menjadi orang yang ber-akhlakul karimah.
Bookmarks