|
|
|
|||||||
| PORTAL | FORUM | RULES | Register | FAQ | Members List | Calendar | ARCADE | Search | Today's Posts | Mark Forums Read |
| Kesehatan Diskusi kesehatan, kebugaran dan dunia medis. |
|
Selamat Datang di KompasForum! Saat ini Anda masih berstatus tamu di KompasForum dan hanya mendapatkan akses terbatas pada diskusi, fasilitas serta layanan yang ada. Dengan menjadi anggota KompasForum, Anda dapat berinteraksi dan berpartisipasi secara aktif, serta memanfaatkan seluruh fitur yang ada. Proses registrasinya mudah, cepat, dan gratis. Jadi tunggu apalagi, klik disini untuk daftar menjadi member KompasForum!. |
![]() |
|
|
LinkBack | Thread Tools | Display Modes |
|
||||
|
kalau aborsi terpaksa dilakukan demi keselamat nyawa sang ibu.. atau karena dikhawatirkan jika kehamilan diteruskan sang bayi akan lahir cacat yang nantinya malah menyusahkan sang jabang bayi... keknya masih boleh ditoleransi
![]()
__________________
c yau
|
|
||||
|
Kisah berikut ini dikutip dari buku "Gifts From The Heart for Women" karangan Karen Kingsbury.
Buku ini dapat Anda peroleh di toko buku Gramedia, maupun toko buku lainnya. Inti ceritanya kira-kira sbb : Ada pasangan suami isteri yang sudah hidup beberapa lama tetapi belum mepunyai keturunan. Sejak 10 tahun yang lalu, sang istri terlibat aktif dalam kegiatan untuk menentang ABORSI,karena menurut pandangannya, aborsi berarti membunuh seorang bayi. Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang istri hamil, sehingga pasangan tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan kabar baik ini kepada famili, teman2 dan sahabat2, dan lingkungan sekitarnya. Semua orang ikut bersukacita dengan mereka. Dokter menemukan bayi kembar dalam perutnya, seorang bayi laki2 dan perempuan.Tetapi setelah beberapa bulan, sesuatu yang buruk terjadi. Tetapi bayi perempuan mengalami kelainan, dan ia mungkin tidak bisa hidup sampai masa kelahiran tiba. Dan kondisinya juga dapat mempengaruhi kondisi bayi laki2. Jadi dokter menyarankan untuk dilakukan aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki2 nya. Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik. Baik sang suami maupun sang istri mengalami depressi. Pasangan ini bersikeras untuk tidak menggugurkan bayi perempuannya (membunuh bayi tsb), tetapi juga kuatir terhadap kesehatan bayi laki2nya. "Saya bisa merasakan keberadaannya, dia sedang tidur yenyak", kata sang ibu di sela tangisannya. Lingkungan sekitarnya memberikan dukungan moral kepada pasangan tersebut,dengan mengatakan bahwa ini adalah kehendak Tuhan. Ketika sang istri semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, tiba-tiba dia tersadar bahwa Tuhan pasti memiliki rencanaNya dibalik semua ini. Hal ini membuatnya lebih tabah.Pasangan ini berusaha keras untuk menerima fakta ini.. Mereka mencari informasi di internet, pergi ke perpustakaan, bertemu dengan banyak dokter, untuk mempelajari lebih banyak tentang masalah bayi mereka. Satu hal yang mereka temukan adalah bahwa mereka tidak sendirian. Banyak pasangan lainnya yang juga mengalami situasi yang sama, dimana bayi mereka tidak dapat hidup lama. Mereka juga menemukan bahwa beberapa bayi akan mampu bertahan hidup, bila mereka mampu memperoleh donor organ dari bayi lainnya. Sebuah peluang yang sangat langka. Siapa yang mau mendonorkan organ bayinya ke orang lain ? Jauh sebelum bayi mereka lahir, pasangan ini menamakan bayinya, Jeffrey dan Anne. Mereka terus bersujud kepada Tuhan. Pada mulanya,mereka memohon keajaiban supaya bayinya sembuh. Kemudian mereka tahu, bahwa mereka seharusnya memohon agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi, karena mereka yakin Tuhan punya rencanaNya sendiri. Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Anne cukup sehat untuk dilahirkan, tetapi ia tidak akan bertahan hidup lebih dari 2 jam. Sang istri kemudian berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika sesuatu yang buruk terjadi pada Anne , mereka akan mendonorkan organnya. Ada dua bayi yang sedang berjuang hidup dan sekarat, yang sedang menunggu donor organ bayi. Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata. Mereka menangis dalam posisi sebagai orang tua, dimana mereka bahkan tidak mampu menyelamatkan Anne. Pasangan ini bertekad untuk tabah menghadapi kenyataan yg akan terjadi. Hari kelahiran tiba. Sang istri berhasil melahirkan kedua bayinya dengan selamat. Pada momen yang sangat berharga tersebut, sang suami menggendong Anne dengan sangat hati-hati, Anne menatap ayahnya, dan tersenyum dengan manis. Senyuman Anne yang imut tak akan pernah terlupakan dalam hidupnya. Tidak ada kata2 di dunia ini yang mampu menggambarkan perasaan pasangan tersebut pada saat itu. Mereka sangat bangga bahwa mereka sudah melakukan pilihan yang tepat (dengan tidak mengaborsi Anne ),mereka sangat bahagia melihat Anne yang begitu mungil tersenyum pada mereka, mereka sangat sedih karena kebahagiaan ini akan berakhir dalam beberapa jam saja. Sungguh tidak ada kata2 yang dapat mewakili perasaan pasangan tersebut. Mungkin hanya dengan air mata yang terus jatuh mengalir, air mata yang berasal dari jiwa mereka yang terluka. Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat famili memiliki kesempatan untuk melihat Anne . Keajaiban terjadi lagi, Anne tetap bertahan hidup setelah lewat 2 jam. Memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi keluarga tersebut untuk saling berbagi kebahagiaan. Tetapi Anne tidak mampu bertahan setelah enam jam..... Para dokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur pendonoran organ. Setelah beberapa minggu, dokter menghubungi pasangan tsb bahwa donor tsb berhasil. Dua bayi berhasil diselamatkan dari kematian. Pasangan tersebut sekarang sadar akan kehendak Tuhan. Walaupun Anne hanya hidup selama 6 jam, tetapi dia berhasil menyelamatkan dua nyawa. Bagi pasangan tersebut, Anne adalah pahlawan mereka, dan sang Anne yang mungil akan hidup dalam hati mereka selamanya... Ada 3 point penting yang dapat kita renungkan dari kisah ini : 1. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama kita hidup, satu hari ataupun bahkan seratus tahun. Hal yang benar2 penting adalah apa yang kita telah kita lakukan selama hidup kita, yang bermanfaat bagi orang lain. 2. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama perusahaan kita telah berdiri, satu tahun ataupun bahkan dua ratus tahun. Hal yang benar2 penting adalah apa yang dilakukan perusahaan kita selama ini, yang bermanfaat bagi orang lain. 3. Ibu Anne mengatakan "Hal terpenting bagi orang tua bukanlah mengenai bagaimana karier anaknya di masa mendatang, dimana mereka tinggal, maupun berapa banyak uang yang mampu mereka hasilkan. Tetapi hal terpenting bagi kita sebagai orang tua adalah untuk memastikan bahwa anak2 kita melakukan hal2 terpuji selama hidupnya, sehingga ketika kematian menjemput mereka, mereka akan menuju surga". |
|
||||
|
Quote:
setauku__ alasan aborsi secara medis ya ini but klo ad alasan2 lain dluar itu kan malpraktek cm yg paling menyedihkan tu aborsi krn kehamilan yg tdk diinginkan heran aza ![]() hare gene koq gak bs jaga diri sendiri pdhal klo trjadi kehamilan dluar nikah yg plg beresiko pihak cewek, yg mlendung=cewek, abortus=cewk, klo ad ap2 pasca abortus=cewk,,, nah____bg pelakon neh drpd ad korban yg tdk diinginkan pakelah pengaman,,,,biar mperkecil kasus aborsi di indonesia nek___ ![]() |
|
||||
|
Hargailah segala kehidupan.
Aku rela, tanamanku dimakan ulat kepompong, kalo dulu aku matiin, sekarang, aku biarin, karena aku tau itu sebuah kehidupan, dan akan berlanjut menjadi kupu2. kalo saya sadar, saya nggak akan nepuk nyamuk yg hinggap di tangan, karena itu nyamuk emang sudah diciptakan tuk itu. kalo nggak sadar, plok, mampus juga itu nyamuk.. hehehe. untuk aborsi, saya mendukung! bukan cumen aborsi karena masalah medis. maaf seribu maaf, dari pada kelahiran tersebut mungkin akan menimbulkan masalah sosial, dll. Hargailah kehidupan, dan anda tidak akan memerlukan aborsi lagi. |
|
||||
|
Quote:
Dan masalah sosial seperti apa yg anda maksud ? Apakah ada jaminan bahwa seorang janin yg di nilai sehat dan layak di lahirkan tidak akan menimbulkan masalah sosial kelak dia menjadi manusia dewasa nanti ? |
|
||||
|
Quote:
Anak tersebut menderita down syndrome dan crab syndrome. Jadi udah IQ nya rendah, jarinya cuma punya empat, dan kakinya hampir ngga ada. Tapi kemampuan bermain pianonya telah memukau dunia. Sungguh luar biasa, melihat apa yg bisa anak itu bawa untuk dunia. Saya sampai speechless dan meneteskan air mata melihat keberhasilan seorang manusia yg di lahirkan dengan begitu banyak sekali kekurangan. |
|
||||
|
Quote:
tapi kita juga mesti lihat, orang cacat yang masih hidup,.. anak paman saya,.. skarang udah 26 tahun, bukan hanya DS, tapi jalan, ngomong, pun ngak bisa,... waktu dari umur 2 tahun karna step....badan panas.. berobat sudah dari amerika, jepang, sampai ke jogya ( alternatif)... Tiap kali orang tuanya pergi pasti ngak bisa lama, karna kasian dia sendirian dirumah,... mandi aja dimandiin.... Di sport club tempat saya berenang, juga ada 1 anak yg udah 20an... terapi dengan berenang,.....uhhhhhh, biasanya saya ngak berani dekat, ngak tahan lihatnya,... kasian banget,..... tiap kali gue liat dia, gue merasa sangat bersyukur..... |
|
||||
|
Quote:
Anak2x yg di lahirkan sehat juga, bisa kena musibah terkena penyakit2x yg seperti anda ceritakan. Dan akhirnya mereka harus hidup sebagai manusia yg memerlukan perlakuan khusus. Termasuk kita juga yg hari ini sehat, eh besok lusa kena stroke ato ketabrak becak yg akhir ya membuat kita kaga bisa berjalan ato melakukan aktifitas seperti kebanyakan orang lainnya, 'kan itu semua mungkin aja terjadi. Ada satu cerita di alkitab, saya ngga hafal persis, cuma kurang lebih ceritanya begini. Ketika itu Yesus berjalan bersama murid2x, dan bertemulah mereka dengan orang yg buta sejak lahir. Maka bertanyalah orang2x itu kepada Yesus, "Salah siapa kah anak ini di lahirkan buta ? Atas dosa siapakah dia harus menanggungnya ?" Maka Yesus menjawab "bukan karena kesalahan dan dosa orang tua ato dia, orang ini di lahirkan buta, akan tetapi agar pekerjaan Tuhan di nyatakan melalui dia" Lalu Yesus menyembukan orang buta itu. Nah Mr.Shock, ketika kita melihat relawan2x ato ortu2x yg dengan penuh kesabaran dan kasih sayang merawat orang yg di sebut cacat. Di sanalah anda bisa melihat kasih Tuhan yg tulus itu ada. Believe it or not, secacat apapun seorang di lahirkan, dia membawa satu misi untuk ortu dan orang di lingkungan dia. Memang kalo di Indonesia perlakuan masyarakat kepada orang yg memerlukan perlakuan khusus alias cacat fisik dan mental masih sangat memprihatinkan. Kebanyakan orang beranggapan bahwa aib sedang menimpa orang ato keluarganya. Daripada menolong, malah seringnya mengolok2x. Padahal kalo kita lihat mereka sebagai manusia, mereka juga bisa menangis dan tertawa, bersedih dan berbahagia. Cuma bedanya mereka memerlukan bantuan kita untuk bisa berkarya dan tentunya sikap kita untuk menerima mereka apa adanya. |
![]() |
| Bookmarks |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|