Usaha membuat mie berbahan baku sayur yang ditekuni Wilis Setio Agus dan Ageng Sulistiana, yang dirintis sejak 2007 silam kini telah menggurita. Hasil produknya sudah merambah sejumlah pulau di luar Jawa. Padahal, semula usaha mie sayur ini hanya dikerjakan kakak beradik ini. Tetapi dalam perkembangannya mampu menampung 40 tenaga kerja.

Bisnis mie sayur yang mulai dikenal ini, kini membuat Agus harus fokus mengurusi keuangan. Sedangkan Ageng lebih berkonsentrasi mencari terobosan jenis produk Bio-Mie dan tetap harus mengawasi puluhan pekerjanya memproduksi mie berbahan bayam, sawi, tomat, wortel seledri, dan aneka jenis sayur lainnya, di rumahnya di Jalan Raya Lebo KM 6, Desa Lebo Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo.

Menurut Ageng, usaha itu dirintis dengan coba-coba, setelah hampir setahun melakukan pengamatan pasar. Itu setelah ia mundur dari pekerjaannya di pabrik mie di Sidoarjo karena ingin berusaha Mandiri. "Saat itu kami mencoba, setelah tahu jarang ada produk mie berbahan sayur yang beredar di pasar," ucap Ageng seperti dikutip dari Tribunnews.

Jika pun ada, kebanyakan mie berbahan sayur itu produk impor, misalnya dari China. Karena produk impor, harganya relatif masih mahal. Kondisi itulah yang menggerakkan Ageng memulai usaha rumahan, dengan membuat mie berbahan sayur. "Dibantu kakak saya, Agus, saya mulai coba-coba membuat mie sayur ini," beber Ageng, yang menyiapkan Rp 60 juta sebagai modal awal.

Berbekal pengalaman pernah bekerja di pabrik mie di Sidoarjo, Ageng pun melangkah. Dibantu kakak dan istrinya, Kusniyah, tamatan STM Pembangunan Temanggung Jawa Tengah jurusan Teknologi Hasil Pangan ini mulai membuat mie dari bahan sayuran, mulai bayam, sawi, tomat, wortel dan jenis sayur lainnya.

"Semula ya hanya buat beberapa kilogram saja karena kami kerjakan bertiga," cetus pria kelahiran Magelang ini. Kini, produksinya hingga 500 kilogram-550 kilogram dalam sehari, dengan menggunakan dua unit mesin produksi.

Ageng dan Agus mengaku, mie sayur itu lebih banyak diminati kalangan menengah ke atas. Sebab bahan baku utama mie berasal dari sejumlah ragam sayuran hasil pertanian yang dikelola dengan pola tanam organik. "Ada konsep pola hidup sehat dengan mengonsumsi mie sayur ini. Makanya cenderung diminati kalangan menengah ke atas," tandas Ageng.

Mie berbahan tomat misalnya, banyak diminati karena dapat mengatasi gangguan pencernaan misalnya perut kembung dan menambah nafsu makan. Sedang mie berbahan wortel, bermanfaat menjaga kesehatan mata. "Secara umum ya ada tambahan nilai gizi dari mie sayur ini karena bahan bakunya sayur," jelas Ageng.

Sumber: ciputra