Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 10 of 13
  1. #1
    Member dr_nandy's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Location
    bergen, norwegia
    Posts
    509
    Rep Power
    4

    Demam Berdarah Dengue

    Musim hujan dimulai, mari waspada Demam Berdarah, terutama pada awal dan akhir musim penghujan, untuk itu mari kita bahas penyakit ini

    Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Sejak tahun 1968 jumlah kasusnya cenderung meningkat dan penyebarannya bertambah luas. Keadaan ini erat kaitannya dengan mobilitas penduduk sejalan dengan semakin lancarnya hubungan transportasi serta tersebar luasnya virus dengue dan nyamuk penularnya di berbagai wilayah di Indonesia.

    Obat untuk membasmi virus dan vaksin pencegah DBD hingga saat ini belum tersedia. Pengobatan terhadap penderita DBD hanya bersifat simtomatis dan suportif dan penatalaksanaan penderita DBD didasarkan pada perubahan utama yang terjadi pada penderita utama yang terjadi pada penderita, yaitu adanya kerusakan sistem vaskuler dengan akibat meningkatnya permeabilitas dinding pembuluh darah. Keadaan ini menyebabkan terjadinya kebocoran plasma, maka dari itu pengobatannya mencakup: pemberian cairan yang memadai, perbaikan perubahan asam - basa yang terjadi dan mengatasi komplikasi.

    DBD adalah penyakit yang ditandai dengan:

    1. Demam tinggi mendadak tanpa sebab yang jelas, berlangsung terus menerus selama 2 - 7 hari. Panas dapat turun pada hari ke-3 yang kemudian naik lagi, dan pada hari ke-6 dan ke-7 panas mendadak turun.
    2. Ada manifestasi perdarahan --> ada bintik kemerahan pada kulit, mimisan, dsb
    3. Pada pemeriksaan Lab: trombosit turun < 100.000/pl; kadar hematokrit meningkat > 20%
    4. Bisa disertai dengan pembesaran hati
    DBD pada umumnya menyerang anak - anak, tetapi dalam dekade terakhir terlihat adanya kecenderungan kenaikan proporsi pada kelompok umur dewasa.

    Penularan DBD pada umumnya melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti, meskipun dapat juga ditularkan oleh Aedes Albopictus yang biasanya hidup di kebun - kebun. Nyamuk penular DBD ini hampir terdapat di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat - tempat dengan ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut.

    Pasien yang dinyatakan positif DBD: disarankan untuk minum banyak, 1.5 liter perhari, kontrol rutin sampai demam turun (apabila tidak rawat inap).

    Yang perlu diperhatikan adalah apabila timbul tanda2 syok yaitu gelisah, lemah, kaki/tangan dingin, sakit perut, berak hitam, buang air kecil kurang, segera bawa ke rumah sakit


    Semoga bermanfaat

    Sumber Pustaka:
    Pencegahan dan Pemberantasan Demam Berdarah Dengue di Indonesia, Depkes RI, 2005
    mortui vivos docent
    _________________
    yang hidup belajar dari yang mati

  2. #2
    Member dr_nandy's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Location
    bergen, norwegia
    Posts
    509
    Rep Power
    4

    Re: Demam Berdarah Dengue

    Memberantas DBD kita harus memahami perjalanan alamiah penyakit dengan menggunakan segitiga penyakit yaitu:

    • Host: manusia yang positif sebagai penderita DBD dan manusia yang beresiko tinggi hidup di daerah endemis DBD
    Apabila kita mengintervensi manusia, maka kita menunggu sampai individu itu sakit. Individu resiko tinggi hendaknya menyadari untuk melakukan intervensi lingkungan

    • Agent: virus dengue dari strain 1 sampai strain 4
    Seperti yang sudah disebut, belum ada obat maupun vaksin yang spesifik untuk virus dengue

    • Environment: lingkungan tempat kita tinggal, dalam hal ini adalah lingkungan yang potensial timbul jentik, padat penduduk

    Selama ini DBD cenderung menjadi masalah kesehatan, sehingga penanganannya pun menjadi tanggung jawab petugas kesehatan. Padahal jika kita mau menilik lebih dalam bahwa permasalahan DBD bukan semata menjadi tanggung jawab petugas kesehatan.

    Sebagaimana yang kita ketahui, pemerintah sudah mengeluarkan Jargon 3M (menguras, menutup, dan mengubur), apakah salah? Jargon tersebut tidaklah salah tetapi memerlukan kebersamaan baik pemerintah maupun masyarakat untuk sadar memiliki komitmen 3M. Fungsi pengawasan juga harus dimiliki oleh masyarakat, sebagai misal kita sudah melakukan 3M, untuk meminimalisir perindukan nyamuk di tempat2 penampungan air kita, tapi rumah sebelah kita adalah rumah kosong yg tidak ada penghuninya, maka fungsi masyarakat perlu utk mewaspadai hal tersebut. Kemudian keberadaan tempat2 yang potensial timbul jentik hendaknya selalu menjadi pengawasan, seperti bak mandi yang sebaiknya selain dikuras juga disikat (karena telur nyamuk mampu menempel di dinding bak mandi) dan menurut teori transovarial, telur nyamuk dari nyamuk infeksius begitu menetas menjadi nyamuk yang infeksius juga, sehingga fogging (membunuh nyamuk dewasa) bukan menjadi satu2nya solusi.
    Prinsip dari pengendalian DBD adalah mengurangi tempat2 potensial perindukan: bak mandi, talang air, gentong penyimpanan, dan tempat potensial lain; bila perlu kita sudah memulai untuk tidak menggunakan bak mandi, tetapi shower yang langsung dialirkan dari water tower. Untuk air bersih massal, pipanisasi dari pemerintah yang terjamin layak konsumsi, ketersediaan dan pasokannya (jangan seperti stigma PDAM selama ini yang tidak lancar dan bau karat). Perubahan perilaku nyamuk juga perlu kita waspadai yang bisa jadi berkaitan dengan perubahan cara kita memperlakukan lingkungan yang tidak baik, sehingga iklim kita makin tidak menentu. Sebagai misal, jika dahulu kita mengenal bahwa penyebar utama DBD adalah aedes aegepty yang terkenal sebagai nyamuk rumahan, maka ternya a. albopictus yang sifatnya outdoor juga bisa menyebarkan. Kemudian nyamuk yang tidak suka pada ketinggian lebih dari 3 meter, apabila kita melakukan 3M dibawah, maka talang air perlu kita waspadai juga sebagai tempat perindukan. Yang jelas kewaspadaan dari aparat pemerintah, tidak cuma sektor kesehatan, tapi bisa melibatkan pendidikan (sekolah sekolah), dinas pasar, PU (sarana prasarana penunjang) dan kewaspadaan masyarakat yang harus dilandasi KOMITMEN, KEBERSAMAAN, dan GAIRAH dalam memberantas DBD.
    Last edited by dr_nandy; 03-12-09 at 08:37 PM.
    mortui vivos docent
    _________________
    yang hidup belajar dari yang mati

  3. #3
    Junior Member
    Join Date
    Mar 2010
    Posts
    14
    Rep Power
    0

    FYI- Semua Hal Tentang DBD

    copas dari forum tetangga supaya kita2 lebih waspada

    Quote Originally Posted by kombinatorik View Post
    Siang agan2...

    Mo sharing info neh di lounge...

    Kmrn hri rabu ato kamis gtu ane bru denger dri temen ane, dia cerita2 katanya ad anak yang meninggal gara DBD, kedengerannya biasa aja ya?

    Tapi yg nakutin itu katanya DBD dia hampir gk ad gejala, jadi tiba2 pembuluh darahnya pecah, dan orangnya meninggal, jadi virus DBD udah mulai mutasi gtu gan, dlu juga pas ane kena gk keliatan gejala aneh2, cuma panas (tapi gk naek turun kya yg di iklan) tiba2 didiagnosa kena DBD, untung ketauan...

    Eh, yg lebih ngeri lagi ternyata orang yang meninggal itu temen ane sendiri gan satu sekolahan, adek kelas, masih kelas X

    Ane aj ampe kaget gk nyangka masih muda gtu...

    Kalo Tuhan udah berkehendak, ya kita gk bsa apa2 lagi

    Ane aj tau pas d FB ud mulai gnt status duka cita...

    Ckck...

    Ati2 deh gan, jaman sekarang penyakit uda makin ganas, jaga kesehatan gan... :medicine:
    =======
    Jadi bagian dari Gerakan Nasional Cegah DB

    FB Group:
    Gerakan Nasional Cegah DB | Facebook

    FB Page:
    Gerakan Nasional Cegah DB | Facebook

    Twitter:
    Cegah Demam Berdarah (cegahdb) on Twitter

  4. #4
    Junior Member
    Join Date
    Mar 2010
    Posts
    14
    Rep Power
    0

    DBD Masih Jadi Ancaman Serius

    Yogyakarta, Perubahan iklim dan pemanasan global dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan insidensi penyakit tropis. Peningkatan suhu udara dunia juga berperan dalam penyebaran penyakit tropis dan vektor penyakit.

    Beberapa penyakit tropis tersebut diantaranya diare yang disebabkan rotavirus, penyakit kaki gajah (filaria), lepra, DBD, malaria, flu, TBC, hepatitis dan penyakit Jamur.

    Hal itu diungkapkan pakar mikrobiologi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM), dr Abu Tholib, M.Sc, Ph.D, dalam acara Simposium Internasional Ilmu Kedokteran Molekuler daerah Tropis, di kampus Bulaksumur, Yogyakarta, Rabu (17/3/2010).

    "Penyakit seperti itu biasanya kita jumpai terutama di negara-negara miskin dan terpinggirkan," katanya.

    Menurut Tholib, penyakit TBC merupakan penyakit tropis yang masih tinggi angka kejadiannya di dalam negeri. Bahkan merupakan penyakit tertinggi ketiga di dunia.

    Berdasarkan penelitian para pakar, beberapa jenis penyakit TBC saat ini ada yang resisten terhadap obat yang biasa digunakan selama ini.

    "TBC yang resisten ini muncul sudah cukup lama, dan obatnya masih sangat terbatas karena harganya cukup mahal," katanya.

    Selain TBC kata dia, penyakit tropis lainnya seperti DBD masih menjadi ancaman kematian. Dalam kurun waktu 50 tahun terakhir belum juga ditemukan vaksinnya.

    "DBD sangat ruwet, menyerang anak kecil sekarang menyerang usia dewasa. DBD belum ada vaksinnya dan obatnya belum ada. Selama ini hanya diantisipasi shocknya, sementara virusnya sendiri diatasi oleh tubuhnya," katanya.

    Hal senada juga diungkapkan dr. Tri wibawa, Ph.D bahwa dalam kurun waktu 30 tahun terakhir tingkat kejadian kasus DBD meningkat hingga 50 kali lipat.

    Menurut Tri, saat ini terdapat 1.400 macam obat yang terdaftar pada otoritas-otoritas obat dan kesehatan dunia. Namun, proporsi obat untuk penyakit tropis hanyalah kurang dari satu persen dari jumlah seluruh obat yang ada di dunia.

    =======
    Jadi bagian dari Gerakan Nasional Cegah DB

    FB Group:
    Gerakan Nasional Cegah DB | Facebook

    FB Page:
    Gerakan Nasional Cegah DB | Facebook

    Twitter:
    Cegah Demam Berdarah (cegahdb) on Twitter

  5. #5
    Junior Member
    Join Date
    Mar 2010
    Posts
    14
    Rep Power
    0

    Trombosit Turun Belum Tentu DBD


    Keping darah



    Keping darah, lempeng darah, trombosit (en: platelet, thrombocyte) (el:θρόμβος - "klot" dan κύτος - "sel") adalah sel anuclear (tidak mempunyai nukleus pada DNA-nya) dengan bentuk tak beraturan dengan ukuran diameter 2-3 µm[1] yang merupakan fragmentasi dari megakariosit (en:megakaryocyte) pendahulunya. Keping darah tersirkulasi dalam darah dan terlibat dalam mekanisme hemostasis tingkat sel yang menimbulkan pembekuan darah (trombus). Disfungsi atau jumlah keping darah yang sedikit dapat menyebabkan pendarahan, sedangkan jumlah yang tinggi dapat meningkatkan risiko trombosis. trombosit memiliki bentuk yang tidak teratur, tidak berwarna, tidak berinti, berukuran lebih kesil dari eritrosit dan leukosit, dan mudah pecah bila tersentuh benda kasar. jumlah trombosit adalah 200000-300000 keping/mm³ darah. Fungsi Keping darah adalah dalam proses pembekuan darah.

    Penjelasan singkat mengenai DBD

    Perlu diketahui bahwa diagnosa DBD (Demam Berdarah Dengue) ditegakkan atas dasar:
    > Demam 2-7 hari yang tidak spesifik.
    > Tanda tanda perdarahan terutama pada hari ke 2 hingga hari ke 5 demam, misalnya: bintik merah dibawah kulit, mimisan, dll.
    > Tanda-tanda syok hipovolemik terutama saat terjadi plasma leakage pada hari 3-5.

    Tanda-tanda tersebut dibagi menjadi 4 tingkat (stadium) berdasarkan berat ringannya penyakit.

    Pemeriksaan penunjang laboratorium yang lazim digunakan saat ini di Indonesia (berdasarkan protokol penatalaksanaan DBD), adalah:
    1) Trombosit
    2) Hematokrit (PCV).

    Dikatakan DBD, jika:
    > Ada tanda-tanda klinis (demam, tanda perdarahan, dll).
    > Trombosit kurang dari 100.000 (seratus ribu) dan Hematokrit meningkat 20 % atau lebih.

    Jika tidak memenuhi kriteria di atas, maka BUKAN DBD.
    Perlu diketahui bahwa diagnosa "Gejala DBD" tidak ada. Yang ada, DBD atau bukan DBD. Kalaupun curiga DBD maka diagnosanya adalah suspect (curiga) DBD. Jika dalam perawatan ternyata terjadi penurunan trombosit hingga kurang dari 100.000, maka diagnosa akhir adalah DBD.
    Dan jika selama perawatan hingga sembuh, jumlah trombosit tidak pernah turun hingga di bawah 100.000, maka pasti BUKAN DBD.

    Pada penderita DBD, trombosit akan naik dengan sendirinya menjadi normal setelah sembuh.
    penjelasan singkat tentang ITP(Immunologic Thrombocytopenia Purpura)

    WHAT IS ITP?
    ITP adalah singkatan dari Idiopathic Thrombocytopenic Purpura. 'Idiopathic'
    berarti 'tidak diketahui penyebabnya'. 'Thrombocytopenic' berarti 'darah
    yang tidak cukup memiliki sel darah merah (trombosit). 'Purpura' berarti
    seseorang memiliki luka memar yang banyak (berlebihan). Anda mungkin juga
    mendengar istilah ITP ini sebagai singkatan dari 'Immune Thrombocytopenic
    Purpura'.

    Dalam tubuh seseorang yang menderita ITP, sel-sel darahnya kecuali sel darah
    merah berada dalam jumlah yang normal. Sel darah merah (Platelets) adalah
    sel-sel sangat kecil yang menutupi area tubuh paska luka atau akibat
    teriris/terpotong dan kemudian membentuk bekuan darah. Seseorang dengan sel
    darah merah yang terlalu sedikit dalam tubuhnya akan sangat mudah mengalami
    luka memar dan bahkan mengalami perdarahan dalam periode cukup lama setelah
    mengalami trauma luka. Kadang bintik-bintik kecil merah (disebut Petechiae)
    muncul pula pada permukaan kulitnya. Jika jumlah sel darah merah ini sangat
    rendah, penderita ITP bisa juga mengalami mimisan yang sukar berhenti, atau
    mengalami perdarahan dalam organ ususnya.

    WHAT CAUSES ITP?
    Penyebab ITP ini tidak diketahui. Seseorang yang menderita ITP, dalam
    tubuhnya membentuk antibodi yang mampu menghancurkan sel-sel darah
    merahnya. Dalam kondisi normal, antibodi adalah respons tubuh yang sehat
    terhadap bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh. Tetapi untuk
    penderita ITP, antibodinya bahkan menyerang sel-sel darah merah tubuhnya
    sendiri.

    WHO GETS ITP?
    Ada 2 tipe ITP. Tipe pertama umumnya menyerang kalangan anak-anak,
    sedangkan tipe lainnya menyerang orang dewasa. Anak-anak berusia 2 hingga 4
    tahun yang umumnya menderita penyakit ini. Sedangkan ITP untuk orang
    dewasa, sebagian besar dialami oleh wanita muda, tapi dapat pula terjadi
    pada siapa saja. ITP bukanlah penyakit keturunan.

    HOW DOES ITP AFFECT CHILDREN?
    ITP yang dialami anak-anak berbeda dengan yang dialami oleh orang
    dewasa. Sebagian besar anak yang menderita ITP membiliki jumlah sel darah
    merah yang sangat rendah dalam tubuhnya, yang menyebabkan terjadinya
    perdarahan tiba-tiba. Gejala-gejala yang umumnya muncul di antaranya luka
    memar dan bintik-bintik kecil berwarna merah di permukaan kulitnya. Selain
    itu juga mimisan dan gusi berdarah.

    HOW IS ITP DIAGNOSED?
    Dokter Anda dapat mendiagnosa penyakit ITP ini dengan melalui beberapa
    pertanyaan yang diajukan kepada penderita (atau keluarga) penderita serta
    melalui pemeriksaan fisik. Beliau juga akan menganalisa hasil pemeriksaan
    laboratorium terhadap sampel darah penderita.

    HOW IS ITP TREATED IN CHILDREN?
    Karena sebagian besar anak penderita ITP dapat pulih tanpa penanganan medis,
    banyak dokter yang merekomendasikan untuk melakukan observasi ketat dan
    sangat hati-hati terhadap penderita serta penanganan terhadap gejala-gejala
    perdarahannya. Penderita tidak perlu dirawat di Rumah Sakit jika penanganan
    dan perawatan intensif dan baik ini tersedia di rumah. Akan tetapi,
    beberapa dokter merekomendasikan penanganan medis singkat dengan pengobatan
    oral _Prednisone_ atau pemasangan infus (masuk ke urat darah halus)
    berisikan zat gamma globulin untuk meningkatkan jumlah sel darah merah
    penderita dengan cepat. Kedua jenis obat ini memiliki beberapa efek
    samping.

    HOW DOES ITP AFFECT ADULTS?
    Penyakit ITP untuk penderita orang dewasa dapat berlangsung lebih lama
    dibandingkan yang dialami anak-anak. Pada saat dilakukan diagnosa, sebagian
    besar penderita dewasa ITP umumnya telah mengalami adanya perdarahan yang
    terus meningkat dan mudah sekali mengalami luka memar dalam kurun waktu
    beberapa minggu,atau bahkan bulan. Untuk pasien wanita, meningkatnya aliran
    darah menstruasi juga merupakan tanda-tanda utama.
    Banyak orang dewasa yang mengalami thrombocytopenia (jumlah sel darah merah
    dalam darah relatif sedikit) yang tidak terlalu parah. Pada kenyataannya,
    sebagian kecil orang bahkan tidak mengalami gejala-gejala
    perdarahan. Kalangan ini umumnya didiagnosa ITP saat melakukan tes
    pemeriksaan darah untuk suatu keperluan, dan ternyata salah satu hasilnya
    menunjukkan jumlah sel darah merah yang sedikit.

    HOW IS ITP TREATED IN ADULTS?
    Penanganan medis terhadap penyakit ITP yang diderita orang dewasa lebih
    ditujukan untuk meningkatkan jumlah sel darah merahnya. Ini tidak sama
    dengan menyembuhkan penyakit ITP-nya. Penderita ITP mungkin diharuskan
    untuk mengkonsumsi obat Prednisone selama beberapa minggu, atau bahkan lebih
    lama. Akan tetapi, saat pengobatan oral ini dihentikan, jumlah sel darah
    merah dalam tubuh penderita mungkin saja akan rendah kembali.
    Jika pengobatan _Prednisone _ tidak juga banyak membantu, organ limpa
    penderita mungkin akan dikeluarkan melalui tindakan operasi. Organ ini yang
    memproduksi sebagian besar antibodi yang selama ini menghancurkan sel-sel
    darah merah dalam tubuhnya sendiri. Organ ini juga berfungsi untuk
    menghancurkan sel-sel darah yang tua atau rusak. Di lain pihak, bagi orang
    dewasa yang sehat, tindakan operasi pengeluaran organ limpa bukanlah
    kategori tindakan medis yang serius.

    WHAT ABOUT ITP IN PREGNANT WOMEN?
    Diagnosa ITP selama kehamilan cukup sulit dilakukan, karena jumlah sel-sel
    darah merah pada wanita hamil memang cukup rendah. Sekitar 5% wanita hamil
    memiliki jumlah sel darah merah yang normalnya juga cukup rendah di masa
    kehamilan tuanya. Penyebabnya juga tidak diketahui. Tetapi kondisi ini akan
    kembali normal sesaat setelah proses bersalin dilakukan.
    Bayi yang lahir dari seorang ibu yang menderita ITP kemungkinan juga
    memiliki jumlah sel darah merah yang rendah dalam tubuhnya. Kodisi ini bisa
    berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu setelah ia
    dilahirkan. Setelah lahir, bayi umumnya tetap dirawat di rumah sakit untuk
    keperluan observasi beberapa hari. Sampai diperoleh kepastian bahwa tidak
    ada masalah, bayi boleh dibawa pulang ke rumah.
    ingin melihat cerita pengalaman seseorang yang terkena liat di link ini!
    Trombosit Turun Tak Selalu Demam Berdarah « Welcome & Joining Pediatric Hematology Oncology in Indonesian language
    =======
    Jadi bagian dari Gerakan Nasional Cegah DB

    FB Page:
    Gerakan Nasional Cegah DB | Facebook

    Twitter:
    Cegah Demam Berdarah (cegahdb) on Twitter

  6. #6
    Advisor maspras's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    lombok
    Posts
    13,073
    Rep Power
    20

    re: FYI- Semua Hal Tentang DBD

    menurut saya artikel informasi diatas sangat bermanfaat.
    tapi sayangnya, seakan2 sudah terpatri bahwa:
    jika trombosit turun = DBD

    semoga dokter dan paramedis bisa turut menginformasikan hal ini kepada siapapun.
    Lomba Adu Gombal di Kompas Forum: klik yang ini

  7. #7
    syx
    syx is offline
    Senior Member syx's Avatar
    Join Date
    Mar 2008
    Posts
    1,180
    Rep Power
    5

    re: FYI- Semua Hal Tentang DBD

    sebelum ada bukti ato informasi yang akurat emang biasanya beberapa gejala segera didiagnosa pendahuluan sebagai DBD mengingat begitu bahayanya penyakit ini. jadi mending salah diagnosa dengan penanganan yang segera ketimbang berakibat fatal.
    jadi jangan salahkan dokter ya kalo semula dinyatakan DBD tapi ternyata bukan. ini masalah waktu dan nyawa.

  8. #8
    Junior Member
    Join Date
    Mar 2010
    Posts
    14
    Rep Power
    0

    Re: FYI- Semua Hal Tentang DBD

    Berdasarkan pengalaman dari seorang anak laki-laki yang telah sembuh dari penyakit demam berdarah setelah sebelumnya mengalami masa kritis di ICU ketika trombositnya mencapai angka 15 dan menghabiskan 15 liter tranfusi darah.

    Ayah dari anak tersebut mendapatkan rekomendasi dari temannya tentang Juice Daun Pepaya Mentah. Setelah minum juice tersebut, trombosit temannya yang semula 45 dengan 25 liter tranfusi darah naik dengan cepat menjadi 135.. Hal ini membuat dokter dan perawat terkejut. Bahkan keesokan harinya, temannya itu sudah tidak diberikan tranfusi lagi.



    Cara membuat Juice tersebut:
    ♣ 2 helai daun pepaya dibersihkan, ditumbuk dan diperas dengan saringan kain
    ♣ Akan didapatkan 1 sendok makan per helai daun
    ♣ Takarannya 2 sendok makan 1 kali sehari
    ♣ Daun jangan dimasak, direbus atau dicuci dengan air panas karena khasiatnya akan hilang
    ♣ Ingat: hanya daunnya saja, bukan batangnya atau getahnya..
    ♣ Rasanya memang pahit sekali, tetapi tetap harus diminum

    Pengalaman lain tentang juice daun pepaya mentah ini didapat oleh seseorang dengan kondisi yang sangat parah. Orang ini keadaannya sangat kritis, di mana paru-parunya telah mulai diisi air karena angka trombositnya yang sangat rendah.. Sampai-sampai dia kesulitan untuk bernafas.
    Dokter hanya bisa berkata bahwa kekebalan tubuhnya yang akan bisa membuat dia bertahan. Untungnya, ibu mertua dari pasien tersebut mendengar tentang juice daun pepaya mentah tersebut. Setelah diberikan kepada pasien, keesokan hari, trombositnya mulai naik dan demamnya mulai hilang. Juice itu terus diberikan dan 3 hari berikutnya dia dinyatakan sembuh.Tolong sebarkan informasi ini karena belakangan ini banyak sekali kasus penyakit demam berdarah.Dengan kontribusi anda, banyak nyawa dapat diselamatkan !!

    Sumber: 6 Manfaat dari daun pepaya untuk tubuh manusia

    =======
    Jadi bagian dari Gerakan Nasional Cegah DB

    FB Page:
    Gerakan Nasional Cegah DB | Facebook

    Twitter:
    Cegah Demam Berdarah (cegahdb) on Twitter

  9. #9
    Member
    Join Date
    Mar 2008
    Posts
    516
    Rep Power
    4

    Re: FYI- Semua Hal Tentang DBD

    Kadar trombosit pada DBD akan meningkat dengan sendirinya sesuai perjalanan penyakitnya.
    Namun ada beberapa cara alternatif untuk mempercepat proses tersebut.
    Salah satunya dengan daun pepaya. Bisa juga dengan daun jambu.
    Dan ada juga obat China yang bisa membantu, namanya Fufang Ejiao Jiang.
    Have u made your heavenly Father smile today???

  10. #10
    Member
    Join Date
    Aug 2008
    Location
    yogyakarta
    Posts
    183
    Rep Power
    4

    Re: FYI- Semua Hal Tentang DBD

    sepertinya sari kurma juga bagus tuh untuk meningkatkan jumlah trombosit... CMIIW

Page 1 of 2 12 LastLast

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •