|
|
|
|||||||
| PORTAL | FORUM | RULES | Register | FAQ | Members List | Calendar | ARCADE | Search | Today's Posts | Mark Forums Read |
| Kesehatan Diskusi kesehatan, kebugaran dan dunia medis. |
|
Selamat Datang di KompasForum! Saat ini Anda masih berstatus tamu di KompasForum dan hanya mendapatkan akses terbatas pada diskusi, fasilitas serta layanan yang ada. Dengan menjadi anggota KompasForum, Anda dapat berinteraksi dan berpartisipasi secara aktif, serta memanfaatkan seluruh fitur yang ada. Proses registrasinya mudah, cepat, dan gratis. Jadi tunggu apalagi, klik disini untuk daftar menjadi member KompasForum!. |
![]() |
|
|
LinkBack | Thread Tools | Display Modes |
|
|||
|
Perihal penjualan organ tubuh manusia di Indonesia, masalah ini sepertinya bukan merupakan sesuatu yang baru, setidaknya demikianlah kesimpulan yang saya tarik ketika mendengarkan acara interaktif di FM 89.60. Namun bagi saya, topik yang dipandu oleh Putri Suhendro dan bung Rafiq ini tetap saja membuat saya berfikir-fikir dan tetap tidak habis fikir, apa memang sudah sedemikian parahnya kah situasi orang perorang bangsa ini sehingga kemudian "menghalalkan" apa saja cara untuk memperoleh sejumlah uang.
Dalam acara tersebut, si penjual yang bernama Hendra tersebut adalah juga sekaligus sebagi pemilik ginjal. Yang bersangkutan hendak menjual sebelah ginjalnya karena butuh uang untuk menutupi hutang yang harus dia lunasi paling lambat pada awal Juli ini. Ginjal tersebut ditawarkan seharga delapan puluh lima juta rupiah. Ginjal miliknya tersebut terpaksa dijual karena memang sudah tidak punya pilihan lain lagi dimana menurut yang bersangkutan yang juga dibenarkan oleh saudara perempuannya, rumah keluarga dan harat lainnya pun sudah terjual gara-gara harus menutupi hutang akibat tertipu orang lain. Forumers yang terhormat, kira-kira menurut rekan rekan, terlepas dari persoalan hukum yang tidak mengijinkan penjualan organ tubuh dimaksud, apakah langkah saudara Hendra tersebut menurut kawan kawan bisa diterima dan kita execuse?.... Last edited by Baragas; 06-26-2008 at 02:05 PM.. |
|
|||
|
Ada kaitannya kali dengan cerita / kisah dokter RS. Mount Elisabeth Singapore yang tempohari ya, trus sama anak yang korban mutilasi beberapa waktu lalu, kan organ tubuhnya ada yang hilang....
|
|
||||
|
Mungkin perlu perjanjian tertulis di hadapan notaris dan kepolisian agar tidak menjadi ilegal..
Ambil contoh ada seseorang yg sangat butuh uang untuk operasi anaknya segera. Jika tidak nyawa anaknya tdk tertolong dan hanya dg menjual ginjal dia bisa mendapat uang..?! |
|
||||
|
Yup, gw setuju...kalo yang mau mendonorin iklas, dan yang di donorkan iklas keluarin duit yah sah2 aja..walau secara hukum salah. Tapi kan nga ada yang tau kalo nga pada banyak bacot. Dan kalo lo kasih sukarela tuh sebenarnya sah yah tanpa duit lah. Hr gini mau ginjal gratis? muke gile aje
|
|
|||
|
Menurut sy boleh saja asal dengan iklas karena akan saling membantu mungkin bahasa " Mau atau siap jadi donor ginjal".
|
|
||||
|
Yang saya tahu, orang itu boleh mendonorkan organ tubuh (ginjal, kornea, jantung dll) kalau orang itu sudah meninggal.
Kalau masih hidup, katanya sih malah illegal. |
|
|||
|
kq ilegal? yg dijual itu miliknya sendiri, bukan milik org lain. klo begitu bagaimana dengan org yg menjual tubuh nya untuk bertahan hidup?
menurut gw sech itu sah2 ajah, terlebih lagi memang ada yg membutuhkan ginjal dia, apa masih kurang baik, kan dihitung2 dia juga membantu yg membutuhkan. klo misalnya mengambil ginjal org lain secara paksa, trus menjual nya itu baru ilegal. |
![]() |
| Bookmarks |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|