Demam pada anak merupakan 15% dari kunjungan pasien di poliklinik dan 15% kunjungan di UGD. Sebagian besar berumur kurang dari 3 tahun, Umumnya penyebab demam diidentifikasi dari wawancara dokter dengan pasien maupun orang tuanya. Umumnya demam pada anak disebabkan oleh virus yang sembuh sendiri. Tetapi sebagian kecil dapat berua infeksi bakteri serius diantaranya meningitis bakterialis, bakterimia, pneumonia bakterialis, infeksi saluran kemih, enteritis bakteri, infeksi tulang dan sendi.
· Demam dengan pola khas
1. Demam mendadak tinggi, intermitten (berlangsung beberapa jam di antara episode demam dan suhu badan normal), menggigil, suhu turn secara drastis, setelah serangan demam penderita merasa lelah.
- Serangan demam tiap 2 x 24 jam (misal: Minggu – Selasa – Kamis) maka pikirkan kemungkinan malaria tertiana
- Serangan demam tiap 3 x 24 jam (misal: Minggu – Rabu – Sabtu) maka pikirkan kemungkinan malaria kuartana
Malaria sekarang sudah jarang di kota-kota besar di Indonesia, hanya saja pada beberapa daerah di Indonesia, malaria masih menjadi endemis. Pada daerah endemis, pola demam malaria sudah tidak khas. Warga asli bisa saja beraktifitas seperti biasa, tapi sesungguhnya dia sudah terkena malaria.
2. Demam naik turun
- Remitten: demam > 7 hari, pada minggu pertama demam subfebril (kenaikan suhu tidak tinggi), puncak demam makin lama makin tinggi, siang hari suhu badan turun, tapi tidak mencapai normal dan meninggi pada malam hari, anak lesu, tidur mengigau, BAB cair; pada minggu kedua demam tinggi terus-menerus à maka pikirkan demam tifoid. Faktor resiko lingkungan yang memudahkan waterborn disease akan semakin memperkuat dugaan ke arah demam tifoid.
- Demam beberapa hari dengan grafik seperti punggung unta Afrika, nyeri otot, rasa kaku di kuduk/punggung, anak tidak dapat mencium lututnya pada posisi duduk (biasanya bisa), maka pikirkan kemungkinan poliomielitis yaitu penyakit terkait kelumpuhan. Faktor resiko: belum pernah imunisasi polio dan adanya kasus polop di wilayah tempat tinggal semakin mendukung dugaan kita.
- Pola demam seperti pelana kuda à demam dengue. Tap bisa juga polanya tidak khas sama sekali.
· Demam tinggi terus menerus
1. Berbagai infeksi akut ditandai dengan demam tinggi terus menerus, pikirkan kemungkinan demam dengue, demam berdarah dengue, malaria tropika, sepsis. Faktor resiko individual, perjalanan penyakit, adanya outbreak, dan daerah endemis menjadi penting dipertimbangkan, seperti:
- Orang yang tinggal di daerah endemis malaria à pikirkan malaria
- Saat outbreak dengue à pikirkan demam dengue, demam berdarah dengue, chikungunya
- Ledakan timbul setelah banjir à pikirkan leptospirosis
- Tinggal di daerah peternakan à pikirkan antraks, flu burung
2. Demam dengan keluhan pada organ tertentu
- Rasa tak enak di tenggorokan, ada nyeri menelan, dengan maupun tanpa batuk à pikirkan faringitis (radang tenggorokan)
- Terutama pada bayi yang menderita infeksi di daerah hidung/tenggorok, demam meninggi, anak menjadi rewel, gelisah à pikirkan otitis media akut (infeksi akut pada telinga)
- Dengan nyeri telinga terutama jika tersentuh (biasanya belum keluar cairan) à pikirkan otitis eksterna akut (ini juga infeksi telinga)
- Nyeri pada beberapa sendi, bengkak, berpindah-pindah (migran), kambuh-kambuhan, waktu kumat gerak sendi terbatas sampai tidak dapat berjalan dan sendi kembali dapat bergerak bebas sat gejala menghilang, mungkin disertai dengan rasa tidak enak di tenggorokan, infeksi kulit, karies gigi à ada kemungkinan demam rematik
- Sendi bengkak, nyeri dan gangguan fungsi gerak, kambuh-kambuhan atau kronik, mengenai banyak sendi, non migran, mungkin sudah ada perubahan anatomi dan fungsi sendi diluar waktu kambuh à pikirkan Juvenile Rheumatoid Arthritis (rematik yang menyerang pada usia kanak-kanak)
- Suhu meningkat sedikit atau tinggi, nyeri saat berkemih, dapat disertai perubahan warna urin à pikirkan Infeksi Saluran Kemih (ISK). Pada anak perempuan memiliki resiko lebih tinggi dibanding anak laki-laki. Faktor resiko lain yang perlu dipikirkan adalah pada penderita batu saluran kemih, diabetes, dan orang yang suka menahan kencing.
- Dengan/tanpa demam, nyeri perut kanan bawah, posisi membungkuk lebih enak daripada ketika berjalan atau tiduran, dapat disertai muntah à pikirkan usus buntu, infeksi daerah panggul
- Dengan nyeri pada perut bagian kanan atas, ada sakit kuning yang nyata maupun tidak à pikirkan hepatitis, abses hati (hatinya nanahan), radang kantung saluran empedu
- Dengan nyeri perut yang kita tidak dapat menunjuk (pointing), tapi memegang perut dengan telapak tangan terbuka, dengan/tanpa muntah à pikirkan peritonitis
- Biasanya demam tinggi, luka/infeksi kulit yang dikelilingi warna kemerahan yang luas yang nyeri, dan nyeri jika disentuh à pikirkan erisipelas
3. Demam tinggi dengan peningkatan denyut jantung dan peningkatan frekuensi nafas à pikirkan sepsis
4. Demam tinggi yang timbul pada hari ketiga atau lebih setelah perawatan di rumah sakit à pikirkan telah terjadi infeksi nosokomial (infeksi yang didapat justru dari rumah sakit, karena sesungguhnya di RS kuman bertebaran)


LinkBack URL
About LinkBacks




Reply With Quote

Bookmarks