Results 1 to 2 of 2

Thread: Mari Mengenali Demam pada Anak

  1. #1
    Member dr_nandy's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Location
    manila
    Posts
    530
    Rep Power
    5

    Mari Mengenali Demam pada Anak

    Demam pada anak merupakan 15% dari kunjungan pasien di poliklinik dan 15% kunjungan di UGD. Sebagian besar berumur kurang dari 3 tahun, Umumnya penyebab demam diidentifikasi dari wawancara dokter dengan pasien maupun orang tuanya. Umumnya demam pada anak disebabkan oleh virus yang sembuh sendiri. Tetapi sebagian kecil dapat berua infeksi bakteri serius diantaranya meningitis bakterialis, bakterimia, pneumonia bakterialis, infeksi saluran kemih, enteritis bakteri, infeksi tulang dan sendi.

    · Demam dengan pola khas
    1. Demam mendadak tinggi, intermitten (berlangsung beberapa jam di antara episode demam dan suhu badan normal), menggigil, suhu turn secara drastis, setelah serangan demam penderita merasa lelah.
    - Serangan demam tiap 2 x 24 jam (misal: Minggu – Selasa – Kamis) maka pikirkan kemungkinan malaria tertiana
    - Serangan demam tiap 3 x 24 jam (misal: Minggu – Rabu – Sabtu) maka pikirkan kemungkinan malaria kuartana
    Malaria sekarang sudah jarang di kota-kota besar di Indonesia, hanya saja pada beberapa daerah di Indonesia, malaria masih menjadi endemis. Pada daerah endemis, pola demam malaria sudah tidak khas. Warga asli bisa saja beraktifitas seperti biasa, tapi sesungguhnya dia sudah terkena malaria.
    2. Demam naik turun
    - Remitten: demam > 7 hari, pada minggu pertama demam subfebril (kenaikan suhu tidak tinggi), puncak demam makin lama makin tinggi, siang hari suhu badan turun, tapi tidak mencapai normal dan meninggi pada malam hari, anak lesu, tidur mengigau, BAB cair; pada minggu kedua demam tinggi terus-menerus à maka pikirkan demam tifoid. Faktor resiko lingkungan yang memudahkan waterborn disease akan semakin memperkuat dugaan ke arah demam tifoid.
    - Demam beberapa hari dengan grafik seperti punggung unta Afrika, nyeri otot, rasa kaku di kuduk/punggung, anak tidak dapat mencium lututnya pada posisi duduk (biasanya bisa), maka pikirkan kemungkinan poliomielitis yaitu penyakit terkait kelumpuhan. Faktor resiko: belum pernah imunisasi polio dan adanya kasus polop di wilayah tempat tinggal semakin mendukung dugaan kita.
    - Pola demam seperti pelana kuda à demam dengue. Tap bisa juga polanya tidak khas sama sekali.
    · Demam tinggi terus menerus
    1. Berbagai infeksi akut ditandai dengan demam tinggi terus menerus, pikirkan kemungkinan demam dengue, demam berdarah dengue, malaria tropika, sepsis. Faktor resiko individual, perjalanan penyakit, adanya outbreak, dan daerah endemis menjadi penting dipertimbangkan, seperti:
    - Orang yang tinggal di daerah endemis malaria à pikirkan malaria
    - Saat outbreak dengue à pikirkan demam dengue, demam berdarah dengue, chikungunya
    - Ledakan timbul setelah banjir à pikirkan leptospirosis
    - Tinggal di daerah peternakan à pikirkan antraks, flu burung
    2. Demam dengan keluhan pada organ tertentu
    - Rasa tak enak di tenggorokan, ada nyeri menelan, dengan maupun tanpa batuk à pikirkan faringitis (radang tenggorokan)
    - Terutama pada bayi yang menderita infeksi di daerah hidung/tenggorok, demam meninggi, anak menjadi rewel, gelisah à pikirkan otitis media akut (infeksi akut pada telinga)
    - Dengan nyeri telinga terutama jika tersentuh (biasanya belum keluar cairan) à pikirkan otitis eksterna akut (ini juga infeksi telinga)
    - Nyeri pada beberapa sendi, bengkak, berpindah-pindah (migran), kambuh-kambuhan, waktu kumat gerak sendi terbatas sampai tidak dapat berjalan dan sendi kembali dapat bergerak bebas sat gejala menghilang, mungkin disertai dengan rasa tidak enak di tenggorokan, infeksi kulit, karies gigi à ada kemungkinan demam rematik
    - Sendi bengkak, nyeri dan gangguan fungsi gerak, kambuh-kambuhan atau kronik, mengenai banyak sendi, non migran, mungkin sudah ada perubahan anatomi dan fungsi sendi diluar waktu kambuh à pikirkan Juvenile Rheumatoid Arthritis (rematik yang menyerang pada usia kanak-kanak)
    - Suhu meningkat sedikit atau tinggi, nyeri saat berkemih, dapat disertai perubahan warna urin à pikirkan Infeksi Saluran Kemih (ISK). Pada anak perempuan memiliki resiko lebih tinggi dibanding anak laki-laki. Faktor resiko lain yang perlu dipikirkan adalah pada penderita batu saluran kemih, diabetes, dan orang yang suka menahan kencing.
    - Dengan/tanpa demam, nyeri perut kanan bawah, posisi membungkuk lebih enak daripada ketika berjalan atau tiduran, dapat disertai muntah à pikirkan usus buntu, infeksi daerah panggul
    - Dengan nyeri pada perut bagian kanan atas, ada sakit kuning yang nyata maupun tidak à pikirkan hepatitis, abses hati (hatinya nanahan), radang kantung saluran empedu
    - Dengan nyeri perut yang kita tidak dapat menunjuk (pointing), tapi memegang perut dengan telapak tangan terbuka, dengan/tanpa muntah à pikirkan peritonitis
    - Biasanya demam tinggi, luka/infeksi kulit yang dikelilingi warna kemerahan yang luas yang nyeri, dan nyeri jika disentuh à pikirkan erisipelas
    3. Demam tinggi dengan peningkatan denyut jantung dan peningkatan frekuensi nafas à pikirkan sepsis
    4. Demam tinggi yang timbul pada hari ketiga atau lebih setelah perawatan di rumah sakit à pikirkan telah terjadi infeksi nosokomial (infeksi yang didapat justru dari rumah sakit, karena sesungguhnya di RS kuman bertebaran)
    mortui vivos docent
    _________________
    yang hidup belajar dari yang mati

  2. #2
    Member dr_nandy's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Location
    manila
    Posts
    530
    Rep Power
    5

    Re: Mari Mengenali Demam pada Anak

    · Demam tidak tinggi
    1. Infeksi
    - Demam tidak tinggi/tidak demam, kurus, berat badan tidak naik-naik, susah tidur, sering sakit, benjolan kecil-kecil di atas tulang selangka yang tidak nyeri, dengan atau tanpa batuk-batuk, keluhan telah terjadi cukup lama (dari hitungan lebih dari 2 minggu hingga bulanan) à pikirkan tuberculosis (TBC), adanya infeksi kronis paru non spesifik, tumor pada paru-paru. Faktor resiko adanya kontak erat dengan penderita TBC sangat penting artinya untuk penegakan diagnosis
    - Demam tidak tinggi, rasa tidak enak badan, rasa tidak enak di perut atas (kanan), mual atau sampai muntah, dua atau tiga hari kemudian urin berwarna kuning tua, mata dan telapak tangan/kaki berwarna kuning à pikirkan hepatitis A yang sering bersifat wabah kecil (tapi di jogja kemarin sempat outbreak di daerah yg banyak pedagang kaki lima). Faktor resiko: tinggal di asrama, pemukiman padat, atau kontak dengan penderita, sifatnya melalui oral-fekal (higiene MCK). Hepatitis B jika terdapat faktor resiko yang berkaitan dengan parenteral (selain saluran cerna, misal tranfusi, hub sex, dll), biasanya gejala lebih ringan
    - Demam biasanya ringan dan tidak spesifik dengan/tanpa tanda-tanda dari organ tubuh dan ada faktor resiko à pikirkan TORCH (toxoplasma other rubela, citomegalovirus, herpes)
    - Demam setelah minum obat à drug induced fever (berhubungan dengan alergi obat)

    Nah, panjang sekali, ada beberapa yang perlu kita perhatikan seperti gejala-gejala Demam Berdarah, Tifus, Malaria, TBC. Yang lainnya juga tetap harus waspada. Setidaknya dengan kita mengenali tanda dan gejalanya, semakin cepat mendapat pertolongan.

    Semoga bermanfaat

    Sumber Pustaka:
    1. Standar Pelayanan Medis Ikatan Dokter Anak Indonesia
    2. Diagnosis Klinis Awal. Prof. dr. Sunarto, Sp.A(Konsultan)
    mortui vivos docent
    _________________
    yang hidup belajar dari yang mati

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0