“Logic and intuitions”
Logic and intuitions dua kata yang selalu menjadi perangkat pembenar cara berfikir yang kita temukan di segala sektor di kehidupan ini dengan menggunakan Horizontal Knowledge
Terlebih Indonesia yang kaya dengan Budaya serta peran Agama , maka Intuition sering menjadi alasan. Namun, kalau boleh jujur dan jika masih bisa menggunakan Logic, logiclah yang perlu menjadi acuan ukurannya . sebagai contoh “Interdependent” yang artinya “saling bergantung” di dalam logic bukan sebuah prinsip atau Idea.
Tetapi, “Interdependent” terjadi oleh karena “independent” vs “dependent” Lalu muncul “KETEGASAN” dan ketegasan lahir dari “EMOTIONS” dan Emotions melahirkan dua pilihan;
Positive emotions or those based in "joy"
Negative emotions or those based in "fear”
Jika kita memilih Negative…FEAR adalah jawabannya.
Dan jika kita memilih Positive…Joy adalah jawabannya.
Sebagai contoh:
In-Love tentunya semua mengharapkan Positive…sehingga dalam arena Cinta muncul rasa “Ingin dimiliki” vs “Ingin memiliki” disinilah akhirnya ditemukan “Interdependent” tersebut. Karena, individual dengan tegas pada prinsipnya masing-masing...Independant dan Dependent artinya: rasa ingin dimiliki akan disambut oleh rasa yang ingin memiliki.
The result “Interdependent” bukan prinsip,idea, atau pola fikir..tetapi lebih tepat kita katakan effect dari ketegasan principle.
Contoh lain:
Jika dua insan dengan prinsip,idea, atau pola fikir sama2 “Interdependent” maka pertanyaannya, Siapa yg jadi tempat BERGANTUNG? (Ilmiah,Logic,Horizontal knowledges Please) don’t spread to Vertical Knowledges
Dan satu lagi, secara Global kita tahu..bahwa Vertical bukan Horizontal, Benar bukan salah, dan Hitam bukan Putih dsbnya dstnya. Tetapi ada beberapa kata yang membuat kalimat tadi jadi luntur makna dan KETEGASAN nya karena dibungkus alibi “Intuitions”. Padahal masih dapat diselesaikan dengan logic. Dan logic sudah mengatakan bahwa “Intuitions” juga bagian dari Emotions, yaitu; “Positive Intuitions” dan Negative Intuitions”.
Actually, memang tidak segampang kita berbicara atau menulis lewat Forum ini. Tetapi, perlu kita ingat; ”Jika menjadi senang dan bahagia itu resikonya kecil, pasti orang susah akan lebih sedikit daripada orang senang dan bahagia.Tapi....karena resiko menjadi senang dan bahagia itu besar, maka orang susahlah yang lebih banyak daripada orang senang dan bahagia. Atau simply nya “Menjadi Senang itu SUSAH tapi menjadi susah itu SENANG.
Oleh sebab itu dalam berprinsip , katakanlah Benar tetap benar dan salah tetap salah. Dan tidak perlu menggunakan “Tapi”, “Tetapi”, & “But”. Karena Knowledges Vertical and Horizontal telah mengatakan “Jika benar dikatakan salah dan salah dikatakan Benar” itu bukan perbuatan HUMAN!!!
Terima kasih.
|