|
|
|
|||||||
| PORTAL | FORUM | RULES | Register | FAQ | Members List | Calendar | ARCADE | Search | Today's Posts | Mark Forums Read |
| KoKiers Forum Forum khusus untuk anggota KompasCommunity (http://community.kompas.com). |
|
Selamat Datang di KompasForum! Saat ini Anda masih berstatus tamu di KompasForum dan hanya mendapatkan akses terbatas pada diskusi, fasilitas serta layanan yang ada. Dengan menjadi anggota KompasForum, Anda dapat berinteraksi dan berpartisipasi secara aktif, serta memanfaatkan seluruh fitur yang ada. Proses registrasinya mudah, cepat, dan gratis. Jadi tunggu apalagi, klik disini untuk daftar menjadi member KompasForum!. |
![]() |
|
|
LinkBack | Thread Tools | Display Modes |
|
|||
|
salam persahabatan
Banyak orang berkomentar kenapa sich kalo sakit biasa saja harus ke negara tetangga. Aduch ternyata orang Indonesia banyak yang kaya yach cuma sakit biasa keluar negeri. Komentar lain aduchh jaga kesehatan dech sekarang di Indonesia kalo sakit mahal biayanya, dokternya susah dicari praktek sana sini dan obat yang dikasih belum tentu bagus karena ada main sama sponsor alamak.... Urusan sakit memang sensitif namanya pengen sehat semua dilakonin dari makan obat biasa,kepuskesmas, keklinik, kerumah sakit hingga melakukan pengobatan alternatif bahkan kedukun minta dijompa jampi. Jujur saja saya dan keluarga besar sudah trauma urusan sama dokter dan rumah sakit Indonesia makannya kami setuju jika sakit lebih baik keluar negeri berobatnya jika ada rejeki. Tulisan pertama saya dikoki mengenai meninggalnya adik saya yang terkecil SONI diusia 17,5 tahun, disekolah mendadak lumpuh, kedokter syaraf disuruh test hasilnya kaliumnya rendah dan dikirim ke RSPAD kebetulan papa tentara. Sialnya adikku masuk rumah sakit diakhir pekan cuma diurus dokter jaga dan diperiksa sekedarnya "TUNGGU HARI SENIN" dokternya baru pada ada, diminggu sore ADIK SAYA MENINGGAL DUNIA. Luar biasa dokter dan rumah sakit tersebut pasien sekarat disuruh nunggu. Saya sangat marah karena menurut dokter2 lain adik saya bisa ditolong jika ditangani dengan tepat,pihak rumah sakit cuma minta maaf dan sedihnya ibu saya menolak menuntut padahal seandainya kami menuntut juga banyak orang yang mengalami nasip yang sama maka diharapkan rumah sakit dan dokter Indonesia jadi lebih perhatian. Kasus lain paman saya meninggal dunia karena infeksi usus seminggu kemudian nenek saya yang stress jantungnya kumat lalu keluarga memilih membawa nenek kePenang karena biayanya lebih murah daripada kejakarta luar biasa kaget ketemu keluarga teman sekamar paman saya dan mereka cerita ketika mereka membawa pasien kepenang ditemukan bahwa peralatan kedokteran di Medan tidak steril sehingga infeksinya semakin parah, seluruh keluarga menangis seandainya pamanku juga dibawa ke Penang mungkin hidup seperti teman sekamarnya. Saya sendiri pernah sariawan besar dilidah pergi kedokter THT katanya harus operasi kecil ambil contoh takutnya kanker, kaget dan stress saya coba tanya saudara yg juga ahli tht ternyata cuman infeksi dikasih salep seminggu sembuh jelaslah dokter Indonesia tersebut cari duit..alamak. Keluarga saya yang lain kebetulan berusia lanjut dua kali operasi hernia di Indonesia jebol dibawa kepenang sudah beberapa tahun baik2 saja. Dikompas hari ini saya baca bapak Presiden yang khawatir karena jumlah anak kecil yang meninggal setiap tahunnya mencapai puluhan juta, ada apa dengan dunia medis kita kenapa begitu banyak anak meninggal. Soal ngelahirin juga sudah banyak cerita dokter buat beragam alasan agar melakukan operasi caesar, bayar mahal tanpa mikir sipasien mampu tidak bayarnya, kalo dirussia dokter tidak akan melakukan operasi walau kita minta termasuk adik suami yang kategori berbahaya melahirkan karena darah tinggi dibiarkan melahirkan normal ketika dianggap aman dan dalam pengawasan ketat. Dirussia kalo kita panas diatas 38, alergi atau keluhan lumayan berat tinggal telepon emergency maka ambulance dokter dan perawat datang memeriksa dan semua gratis. Saat hamil, melahirkan, hingga anak lahir dan wajib tinggal seminggu dirumah sakit semua gratis bahkan dapat uang dari pemerintah. Saya sekarat dan masuk rumah sakit sebulan diperiksa banyak dokter dan peralatan, semua gratis ALAMAK ...kapan yach pemerintah Indonesia, rumah sakit Indonesia dan para dokternya mengutamakan pasien daripada uang.... Walau tidak semua rumah sakit dan dokter Indonesia buruk masih ada kok yang punya hati nurani, angkat jempol buat mereka yang mengabdi didaerah terpencil Bagaimana dengan para pembaca ? Apa pengalaman anda dengan dunia medis INDONESIA ? Untuk mereka yang merasa dirugikan dan punya pengalaman buruk seperti saya yang kehilangan adik kesayanganku mari berbagi cerita semoga tidak ada lagi yang senasip seperti kita... Jaga kesehatan anda.... |
![]() |
| Bookmarks |
| Tags |
| kesehatan sedih |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|