KompasForum
  

Go Back   KompasForum > POLITIK, PERISTIWA, SOSIAL BUDAYA > Megapolitan
PORTAL FORUM RULES Register FAQ Members List Calendar ARCADE Search Today's Posts Mark Forums Read

Megapolitan Untuk warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan sekitarnya.


Selamat Datang di KompasForum!

Saat ini Anda masih berstatus tamu di KompasForum dan hanya mendapatkan akses terbatas pada diskusi, fasilitas serta layanan yang ada. Dengan menjadi anggota KompasForum, Anda dapat berinteraksi dan berpartisipasi secara aktif, serta memanfaatkan seluruh fitur yang ada. Proses registrasinya mudah, cepat, dan gratis. Jadi tunggu apalagi, klik disini untuk daftar menjadi member KompasForum!.
Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1 (permalink)  
Old 02-02-2008, 01:33 PM
david chyn david chyn is offline
Member
 

Join Date: Jan 2008
Posts: 78
Thanks: 0
Thanked 0 Times in 0 Posts
david chyn is on a distinguished road
Question Masyarakat kita kurang belajar dari pengalaman (apakah benar ?)

Banjir yang terjadi karena hujan di Jakarta kemarin (dan mungkin akan terjadi lagi) pernah terjadi tepat setahun yang lalu. (Saya sempat mencatatnya di
http://www.suaratransjakarta.org./node/102 ). Tetapi mengapa saat ini terjadi lagi? Pembiaran pelanggaran tataruang mulai kakilima sampai Mall hanya diributkan pada saat musibah terjadi. Masalah keselamatan di jalan, transportasi umum dan fasilitas umum baru di persoalkan saat terjadi kecelakaan. Apaka ini contoh dari masyarakat kita kurang belajar ? Bagaimana pendapat anda?
Salam (dc)
Reply With Quote
  #2 (permalink)  
Old 02-04-2008, 05:05 AM
alindri's Avatar
alindri alindri is offline
Moderator
 

Join Date: Jan 2008
Location: di rumah......
Posts: 9,160
Thanks: 0
Thanked 23 Times in 6 Posts
alindri will become famous soon enough
Default Re: Masyarakat kita kurang belajar dari pengalaman (apakah benar ?)

kayaknya banjir bukan jakarta memerlukan penanganan tidak hanya dari satu sisi saja ya....soalnya banyak faktor penyebabnya, kurangnya lahan penampungan air hujan, kali yang semakin menyempit (gue ingat dulu kali waktu gue masih ingusan kali krukutitu lebar banget tapi sekarang cuma beberapa jengkal doang kata engkong gue, dulu dalam sekarang dangkal banget) mana banyak sampah.....depan rumah gue kalau tukang sayur lewat sampahnya dia buang seenaknya aja ke kali, terus ibu2 sekitar RT gue juga tempat sampahnya ya dikali, pernah ech sering dech gue kasi tau, meski dengan sangat hati2 sekali ech malah gue yang dikatain sok ngatur,wong pak lurah aja gak ngelarang koq gue yang bukan siapa2 ikutan ngelarang? nach kalau begini gimana dong?
Mungkin ada benarnya bahwa pendidikan itu harus dimulai dari akar rumput masyarakat dulu.....disamping aparat terkait juga harus mengantisipasi, penyerobotan lahan penampungan air/waduk2 dikembalikan kefungsinya.....jadi kalau hujan airnya bisa diserap tanah tidak kembali kepermukaan yang menyebabkan banjir, belum salurannya pada mampet....

setuju gak setuju kalau dibilang masyarakat kita gak mau belajar dari pengalaman...........atau mungkin juga karena kurangnya pengetahuan dan gak ada penyuluhan kali ya....
__________________
c yau
Reply With Quote
  #3 (permalink)  
Old 02-04-2008, 09:25 AM
david chyn david chyn is offline
Member
 

Join Date: Jan 2008
Posts: 78
Thanks: 0
Thanked 0 Times in 0 Posts
david chyn is on a distinguished road
Default Re: Masyarakat kita kurang belajar dari pengalaman (apakah benar ?)

Quote:
Originally Posted by alindri View Post
mana banyak sampah.....depan rumah gue kalau tukang sayur lewat sampahnya dia buang seenaknya aja ke kali, terus ibu2 sekitar RT gue juga tempat sampahnya ya dikali, pernah ech sering dech gue kasi tau, meski dengan sangat hati2 sekali ech malah gue yang dikatain sok ngatur,wong pak lurah aja gak ngelarang koq gue yang bukan siapa2 ikutan ngelarang? nach kalau begini gimana dong?
Mungkin ada benarnya bahwa pendidikan itu harus dimulai dari akar rumput masyarakat dulu.....disamping aparat terkait juga harus mengantisipasi, penyerobotan lahan penampungan air/waduk2 dikembalikan kefungsinya.....jadi kalau hujan airnya bisa diserap tanah tidak kembali kepermukaan yang menyebabkan banjir, belum salurannya pada mampet....

karena kurangnya pengetahuan dan gak ada penyuluhan kali ya....
Apakah benar karena kurang pengetahuan ? Bukankah masyarakat (termasuk aparat pemerintahan) tahu bahwa setiap pelanggaran sangat berpotensi menimbulkan bencana (banjir, kekeringan, polusi, kecelakaan, kebakaran etc), tapi mengapa masyarakat tetap saja melanggarnya? Mengapa mereka tetap melakukannya?
Salam (dc)
Reply With Quote
  #4 (permalink)  
Old 02-04-2008, 12:29 PM
initial_b's Avatar
initial_b initial_b is offline
Member
 

Join Date: Jan 2008
Posts: 242
Thanks: 0
Thanked 0 Times in 0 Posts
initial_b is on a distinguished road
Default Re: Masyarakat kita kurang belajar dari pengalaman (apakah benar ?)

Masyarakat kalangan atas, seperti kontraktor, ga perduli sama masyarakat sekitar. Seperti bangun apartmen, mall di daerah resapan air ato menguruk pantai.
Masyarakat kecil anggap banjir sebagai rutinitas, kebakaran sebagai nasib, kekeringan sebagai cobaan Tuhan YME.
Pemerintah (daerah dan Pusat): EGP, yang ptg dapet proyek, dapet duit. Masa bodo lingkungan ancur ato kiamat sekalian. Malah untung kl ada bencana, bisa dikorupsi sumbangan yg mengalir.
Reply With Quote
  #5 (permalink)  
Old 02-05-2008, 02:39 AM
alindri's Avatar
alindri alindri is offline
Moderator
 

Join Date: Jan 2008
Location: di rumah......
Posts: 9,160
Thanks: 0
Thanked 23 Times in 6 Posts
alindri will become famous soon enough
Default Re: Masyarakat kita kurang belajar dari pengalaman (apakah benar ?)

Quote:
Originally Posted by david chyn View Post
Apakah benar karena kurang pengetahuan ? Bukankah masyarakat (termasuk aparat pemerintahan) tahu bahwa setiap pelanggaran sangat berpotensi menimbulkan bencana (banjir, kekeringan, polusi, kecelakaan, kebakaran etc), tapi mengapa masyarakat tetap saja melanggarnya? Mengapa mereka tetap melakukannya?
Salam (dc)
nach kalau pertanyaan nya seperti ini, siapa yangbisa jawab ya, soalnya itu kenyataan sehari2, itu orang se RT pasti tau dan lihat berita di TV bahwa banjir dach jadi langganan, tapi tetap aja buang sampah sembarangan.

coba lihat daerah hulu kali krukut.....hampir semua orang buang sampah dikali,nyapu halaman......tujuan akhirnya kekali.
mungkin karena mereka gak pernah mengalami banjir, entah kalau suatu saat tempat mereka kebanjiran baru kesadaran itu muncul.......barangkali.....
kita ngomong benok2 juga gak bakalan diperdulikan malah diketawain mas, dibilang sok jadi pahlawan....he he he
Reply With Quote
  #6 (permalink)  
Old 02-05-2008, 07:49 AM
david chyn david chyn is offline
Member
 

Join Date: Jan 2008
Posts: 78
Thanks: 0
Thanked 0 Times in 0 Posts
david chyn is on a distinguished road
Default Re: Masyarakat kita kurang belajar dari pengalaman (apakah benar ?)

Quote:
Originally Posted by initial_b View Post
Masyarakat kalangan atas, seperti kontraktor, ga perduli sama masyarakat sekitar........
Masyarakat kecil anggap banjir sebagai rutinitas, kebakaran sebagai nasib, kekeringan sebagai cobaan Tuhan YME.
Pemerintah (daerah dan Pusat): EGP, yang ptg dapet proyek, dapet duit......
Apakah ini berarti masyarakat tidak peduli dan tidak perlu belajar dari pengalaman (eg. kalangan atas)? Apakah masyarakat hanya pasrah diri/nrimo atas segala kejadian yang menimpanya? Bahkan tanpa usaha samasekali untuk mencegah terulangnya kembali bencana/kecelakaan tsb? Ataukah masyarakat, terutama aparat, hanya belajar untuk memikirkan kepentingan sendiri, tanpa melihatnya secara luas?
Ataukah kita belajar hanya pada saat terjadi bencana; dan kemudian melupakan pelajaran yang didapat dan melanjutkan kehidupan dengan kebiasaan lama kita?
Kasihan bangsa kita ini. Kapankah kita bisa bangkit dari keterpurukan (ekonomi, sosial, budaya, moral etc) ?.
Kalau ada yang punya pendapat lain silahkan..
Salam (dc)
Reply With Quote
  #7 (permalink)  
Old 02-05-2008, 09:09 AM
^oca^ ^oca^ is offline
Member
 

Join Date: Feb 2008
Posts: 199
Thanks: 0
Thanked 0 Times in 0 Posts
^oca^ is on a distinguished road
Default Re: Masyarakat kita kurang belajar dari pengalaman (apakah benar ?)

padahal pengalaman adalah guru yg baik, kata pepatah
Reply With Quote
  #8 (permalink)  
Old 02-05-2008, 12:26 PM
wirdan's Avatar
wirdan wirdan is offline
Member
 

Join Date: Jan 2008
Location: Cikarang
Posts: 30
Thanks: 0
Thanked 0 Times in 0 Posts
wirdan is on a distinguished road
Default Re: Masyarakat kita kurang belajar dari pengalaman (apakah benar ?)

Kalo diliat2 kebanyakan dari kita menganggap masalah kebersihan, keamanan, keselamatan dijalan adalah masalah/tanggungjawab orang lain. Tidak ada kesadaran diri atau tanggungjawab pribadi terhadap lingkungan atau membantu meringankan beban orang lain.
Misalnya kalau kita tanya kenapa buang sampah sembarangan pasti jawabnya ntar juga ada yang nyapu (lebih telaknya lagi jawabannya "ntar tukang sapu ga ada kerjaan") ini menunjukkan sifat egois padahal kalo kita nyampah dirumahnya pasti ngamuk.
salah satu solusinya menurut saya kita berikan pendidikan ke anak2 kita baik disekolah maupun dilingkungan keluarga. Yang paling efektif melalui media2 yang disukai anak, buku, film kartun, sinetron anak-anak, atau permainan di sekolah.
Mudah2an 10~15 tahun lagi Indonesia bisa berhasil
Reply With Quote
  #9 (permalink)  
Old 02-06-2008, 05:11 PM
david chyn david chyn is offline
Member
 

Join Date: Jan 2008
Posts: 78
Thanks: 0
Thanked 0 Times in 0 Posts
david chyn is on a distinguished road
Default Re: Masyarakat kita kurang belajar dari pengalaman (apakah benar ?)

Quote:
Originally Posted by ^oca^ View Post
padahal pengalaman adalah guru yg baik, kata pepatah
Quote:
Originally Posted by wirdan View Post
.....
salah satu solusinya menurut saya kita berikan pendidikan ke anak2 kita baik disekolah maupun dilingkungan keluarga. Yang paling efektif melalui media2 yang disukai anak, buku, film kartun, sinetron anak-anak, atau permainan di sekolah.
Mudah2an 10~15 tahun lagi Indonesia bisa berhasil
Setuju dengan pendekatan yang bisa dilakukan. Budaya belajar (dari pengalaman) harus di mulai sejak dini dan dilakukan secara terus menerus. Di mulai dari diri kita, lingkungan keluarga, lingkungan sosial sekeliling kita.
Punya ide bagaimana cara menularkannya?
Salam (dc)
Reply With Quote
  #10 (permalink)  
Old 02-07-2008, 10:09 AM
danang danang is offline
Member
 

Join Date: Feb 2008
Location: Jogja
Posts: 189
Thanks: 0
Thanked 1 Time in 1 Post
danang is on a distinguished road
Default Re: Masyarakat kita kurang belajar dari pengalaman (apakah benar ?)

@ts

menurut saya ada kemungkinan, sebenarnya masyarakat telah banyak belajar, hanya saja masyarakat tidak memiliki kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuannya... Karena masyarakat terpenjara oleh sebagian masyakat lainnya yang masa bodoh di tambah dengan pemerintahan yang lemah dalam masalah tata ruang

dan lagi pula sepertinya ada sebagian masyarakat yang sudah terbiasa dengan banjir dan mulai bisa "menerima" banjir

tapi dari dalam hati, saya tidak mengambing hitamkan siapa siapa, karena toh saya sendiripun adalah bagian dari masyarakat...
Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On
Forum Jump

Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
apakah kita seorang pemimpi????apakah bener hidup berawal dari mimpi??? guardian_angel KoKiers Forum 16 10-14-2008 08:51 AM
Memperbaiki Indonesia: Mulai Dari Diri Kita Sendiri Pram Nasional 55 08-07-2008 11:07 AM
kita mendambakan klub dari negeri kita berlaga di liga internasional andir Sepakbola 5 07-24-2008 09:05 AM
Apakah Benar PIN ATM di balik tanda pertolongan diam-diam?? dhani firstson Nasional 13 04-23-2008 05:01 PM
Apakah kita masih mempertanyakan Supersemar, kalau ya.., kenapa ? trembelane Nasional 6 03-26-2008 10:42 AM


All times are GMT +7. The time now is 06:12 PM.



Copyright © 2008 KOMPAS.com. All rights reserved

Content Relevant URLs by vBSEO 3.2.0