Re: Siap-siap, Listrik Jakarta Padam Mulai 11 Juli
Berikut ini informasi terbaru tentang pemadaman tsb,
Besok, Penentuan Daerah Pemadaman Begilir
JAKARTA,RABU - PLN Distribusi Jakarta dan Tangerang, baru akan memutuskan Kamis (10/7) besok, mengenai daerah mana saja yang akan mengalami pemadaman bergilir, terkait pemeliharaan rutin fasilitas Pembangkit Muara Karang dan Pembangkit Tanjung Priok.
"Wilayah pemadamannya sendiri akan diputuskan besok pagi, dengan catatan, ini adalah kondisi terburuk. Kalau ternyata daerah itu tidak memerlukan pemadaman maka daerah itu tidak akan dipadamkan, tergantung kondisi di lapangan," jelas General Manager PT PLN Distribusi Jakarta dan Tangerang, Purnomo Willy di Jakarta, Rabu (9/7).
Pemadaman ini terpaksa dilakukan karena adanya pemeliharaan rutin di beberapa fasilitas, serta pemasangan low pressure flare pada kedua pembangkit tersebut, mulai 11 hingga 25 Juli ini. Hal ini menyebabkan pasokan gas ke dua pembangkit terhenti dan untuk sementara digantikan dengan minyak. Akibatnya kemampuan pembangkit itu tidak optimal, sehigga terjadi kekurangan daya sebesar 150 mega watt dari total beban sebesar 5.000 mega watt untuk daerah DKI Jakarta.
PLN Disjaya sendiri telah menyiapkan skenario daerah-daerah yang terkena pemadaman bergilir mulai 11 sampai 16 Juli, kecuali hari Sabtu dan Minggu. Pemadaman dilakukan secara bergilir pada pukul 08.00 WIB - 15.00 WIB serta 15.00 WIB - 22.00 WIB. (M11-08)
Listrik Padam, Lalu Lintas Bakal Makin Semrawut
JAKARTA, RABU - Rencana PLN memadamkan listrik secara bergilir di Jakarta diperkirakan bakal menyebabkan kesemrawutan lalu lintas. Pemadaman itu akan mematikan lampu pengatur lalu lintas dan menyebabkan kemacetan di setiap perempatan.
Menurut Manajer Umum PT PLN Distribusi Jaya Purnomo Willy, Rabu (9/7) di Jakarta Pusat, jalur listrik bagi lampu lalu lintas mengikuti jalur umum. Oleh karena itu, jika terjadi pemadaman listrik, lampu lintas juga akan mati. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta M Tauchid mengatakan, pihaknya menyiapkan puluhan petugas untuk mengatur lalu lintas di setiap perempatan yang lampu lalu lintasnya mati.
Dishub juga berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk membantu mengatur lalu lintas. "Kami juga menyediakan generator untuk menghidupkan lampu lalu lintas. Namun, jumlah generatornya tidak bakal cukup untuk mengatasi pemadaman listrik ini," kata Tauchid. (ECA)
Listrik Padam, KRL Terancam
Rabu, 9 Juli 2008 | 16:08 WIB
Laporan Wartawan Kompas, Stefanus Osa Triyatna
JAKARTA, RABU - Rencana pemadaman listrik di wilayah Jakarta dan Tangerang yang akan dilakukan PT Perusahaan Listrik Negara berpotensi membuat operasional kereta rel listrik terganggu.
"Kalau pemadaman listrik terjadi, KRL tidak akan bisa berjalan. Kami mengimbau PLN untuk tetap memprioritaskan suplai listrik ke KRL," kata Kepala Hubungan Masyarakat PT Kereta Api Daerah Operasional 1 dan Jabotabek Ahmad Sujadi di Jakarta, Rabu (9/7).
Sujadi menjelaskan, sistem penerimaan aliran listrik dari PLN ke PT KA ada 21 gardu induk. Ini semua tersebar di seluruh Jabotabek. Dari gardu-gardu inilah listrik bisa dilakukan tindakan saling menyuplai. Karena itulah, ujar Sujadi, kalau salah satu gardu mati, KRL masih bisa beroperasi.
Namun, besaran tenaga listrik berkurang. Pengaruh yang sangat merugikan adalah jarak antar-KRL menjadi lama dan jauh. Tidak bisa lagi beruntun atau berurutan dalam selang waktu yang singkat seperti selama ini beroperasi.
Sujadi menegaskan, PLN sudah mau memprioritaskan pelayanan publik KRL ini. Persoalannya saat ini, PT KA belum memiliki genset atau sumber listrik sendiri.
|