KompasForum
  

Go Back   KompasForum > POLITIK, PERISTIWA, SOSIAL BUDAYA > Megapolitan
PORTAL FORUM RULES Register FAQ Members List Calendar ARCADE Search Today's Posts Mark Forums Read

Megapolitan Untuk warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan sekitarnya.


Selamat Datang di KompasForum!

Saat ini Anda masih berstatus tamu di KompasForum dan hanya mendapatkan akses terbatas pada diskusi, fasilitas serta layanan yang ada. Dengan menjadi anggota KompasForum, Anda dapat berinteraksi dan berpartisipasi secara aktif, serta memanfaatkan seluruh fitur yang ada. Proses registrasinya mudah, cepat, dan gratis. Jadi tunggu apalagi, klik disini untuk daftar menjadi member KompasForum!.
Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1 (permalink)  
Old 02-09-2008, 10:40 AM
wrazif wrazif is offline
Member
 

Join Date: Jan 2008
Posts: 204
Thanks: 0
Thanked 5 Times in 1 Post
wrazif is on a distinguished road
Default SAS,sistim informasi gegabah yang menindas otonomi sekolah

Setelah buku paket ditiadakan (buku pelajaran tak lagi boleh diproyekkan), maka Dinas Pendidikan seperti lesu darah, lalu cari-cari proyek apa saja, asal bisa menghasilkan duit. Di Prov. DKI Jakarta, Suku Dinas Dikmenti Dinas Pendidikan Prov. DKI Jakarta, telah memaksa semua SMA untuk menggunakan SAS (sistim administrasi sekolah)(yang tidak gratis) - akibatnya begitu banyak data terkumpul sehingga server kerap "hang". Bayangkan ada 420 SMA di DKI x 200 siswa x 12 mata pelajaran - Data base jadi kacau, lalu jam akses sekolah dibatasi hari dan jamnya ! Sudah terjadi, nilai yang di-entry 6, keluar di print out 3,3 dan lucunya kesalahan tak bisa diperbaiki. Kalau begitu caranya, kan lebih baik kalau data itu disimpan saja di TU masing-masing sekolah - hemat, praktis , efisien dan tak ada celah untuk kesalahan memasukkan nilai.
Ada hal yang lebih serius :
1. SAS telah melanggar azas otonomi sekolah dan otonomi guru - penyeragaman sistim dan kendali satu tangan telah merusak jiwa dari reformasi yang telah digulirkan melalui UU Sisdiknas
2. SAS telah menurunkan derajat guru menjadi sekedar petugas administrasi bahkan lebih buruk lagi, guru diturunkan derajatnya menjadi hanya sekedar petugas data entry. Padahal dalam KTSP, guru adalah konseptor dan inisiator yang pangkatnya hendak diangkat sederajat dengan dosen melalui UU Guru dan Dosen. Akibatnya bila guru menekuni SAS, dapat dipastikan guru yang bersangkutan tak akan lolos dalam program sertifikasi guru yang mengharuskan guru menjadi seorang pendidik, seorang yang terus menimba ilmu, seorang pengabdi masyarakat dan seorang seseorang yang secara psikologis matang (mampu membimbing siswa)
3. SAS menabrak aturan diatasnya, yaitu KTSP (yang disusun berdasarkan Permen no. 22, 23 dan 24 tahun 2006) dan MBS (manajemen berbasis sekolah - yang dikukuhkan lewat PP no. 19 tahun 2007) serta program Sekolah Mandiri (yang diluncurkan bersamaan dengan program PADU)
4. SAS telah merusak jiwa KTSP, dimana guru dituntut untuk bisa membuat kurikulum sendiri seperti dosen, karena SAS memungkinkan guru untuk menyalin (copy paste) peta konsep, indikator dan silabus (bahkan soal-soal) dari penerbit Yudhistira atau beli dari toko buku - tak ada mekanisme kontrol, seperti halnya kalau seorang guru menyusun KTSP yang terdiri dari Dokumen I dan Dokumen II (lihat website Depdiknas : http://www.depdiknas.go.id lalu klik KTSP
5. SAS dipaksakan dengan cara-cara preman - Sekolah yang tak ikut SAS, tak boleh ikut UN atau Sekolah yang tak mau ikut SAS, akan dikeluarkan dari sistim. Preman bener !
6. SAS merupakan copy paste dari SSCI (sistim sekolah cerdas Indonesia) yang telah gagal diterapkan 10 tahun yang lalu. Dikmenti DKI Jakarta menganggap semua guru itu sudah pikun
7. SAS telah merusak harga diri guru, karena guru diperlakukan sebagai buruh, yang tak punya hak suara. Banyak guru telah menempuh pendidikan sampai S-2 dan telah banyak ikut penataran di luar negeri (terutama guru-guru yang mengajar di sekolah-sekolah bertaraf internasional (SBI), tapi dihadapan Dikmenti - mereka semua dianggap katrok dan gaptek
8. KTSP itu memerlukan program komputer yang canggih, terutama untuk langkah ke 15 (Penilaian Berbasis Kelas) dan langkah ke 16 (Catatan Kompetensi) - SAS itu menggampangkan masalah
9. Bravo untuk SMA Kanisius, SMA Santa Ursula, SMA Sang Timur dan SMA N 13 Jakarta yang telah berani menolak SAS. Ini bukan masalah komputerisasi, tapi masalah visi, mau dibawa kemana sekolah kita? Setelah ada UU Guru dan Dosen yang mewujud dalam Program Sertifikasi Guru, lalu ada MBS yang mengacu pada pola Sekolah Mandiri dan menjamurnya sekolah-sekolah bertaraf internasional (SBI), dan kemudian ada uji coba SKS (sistim kredit semester) di SMA N 78 dan SMA Santa Ursula - untuk apa SAS yang membodohi guru dan publik? Mahal lagi !

Best regards,
Wendie
Reply With Quote
  #2 (permalink)  
Old 02-09-2008, 12:29 PM
danang danang is offline
Member
 

Join Date: Feb 2008
Location: Jogja
Posts: 189
Thanks: 0
Thanked 1 Time in 1 Post
danang is on a distinguished road
Default Re: SAS,sistim informasi gegabah yang menindas otonomi sekolah

@ts

saya juga menolak sas, lebih baik saat ini pemerintah lebih fokus pada kesejahteraan guru
Reply With Quote
  #3 (permalink)  
Old 02-09-2008, 02:19 PM
david chyn david chyn is offline
Member
 

Join Date: Jan 2008
Posts: 78
Thanks: 0
Thanked 0 Times in 0 Posts
david chyn is on a distinguished road
Default Re: SAS,sistim informasi gegabah yang menindas otonomi sekolah

Ini seperti isu sentralisasi vs desentralisasi dalam system informasi.
Ada yang vital tapi tidak urgent,
ada yang tidak vital tapi urgent,
ada yang vital dan urgent, dan
ada yang tidak vital dan tidak urgent.
Urgent bisa setara dengan frequenly use, tapi juga bisa tidak.
Jadi dengan memahami mana yang harus dikelola oleh lokal sekolah atau terpusat akan didapat system yang tepat. Menurut saya, hal ini harus dilihat secara bijak, secara makro, karena sudut pandang dan kepentingan bisa berbeda.
Salam (dc)
Reply With Quote
  #4 (permalink)  
Old 02-12-2008, 02:11 AM
alindri's Avatar
alindri alindri is offline
Moderator
 

Join Date: Jan 2008
Location: di rumah......
Posts: 9,160
Thanks: 0
Thanked 23 Times in 6 Posts
alindri will become famous soon enough
Default Re: SAS,sistim informasi gegabah yang menindas otonomi sekolah

ini bukti bahwa orang indonesia itu sangat kreativ sekali...terutama menciptakan celah2 yang sekiranya bermanfaat untuk kepetingan segelintir pihak saja..he he he

kasian ya nasib para guru....
__________________
c yau
Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On
Forum Jump

Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Sistim Pendidikan di Indonesia The HEB Nasional 33 10-27-2008 03:23 PM
Artis2 Korban Perjudian modern ala era Informasi Amathevs Gosip 43 08-15-2008 02:49 AM
Sistim Pendidikan di Finlandia, Terbaik di Dunia bagman Sekolah & Pendidikan 13 07-25-2008 10:21 AM
sekolah ambruk ceklapceklap Nasional 1 03-31-2008 10:25 AM
SAS, Belenggu lain dari Otonomi Sekolah wrazif Nasional 4 02-26-2008 01:02 AM


All times are GMT +7. The time now is 06:57 PM.



Copyright © 2008 KOMPAS.com. All rights reserved

Content Relevant URLs by vBSEO 3.2.0