Quote:
Originally Posted by maskarebet
"Sistem skema ContraFlow" yang diberlakukan di jam2 sibuk di lintasan tertentu jalur busway sudah diuji cobakan di jalur Ragunan - Halimun. Efektifkah?
IMHO saya katakan Efektif dan efisien, hanya saja masyarakat masih perlu edukasi (wong yang cukup edukasi ada "mbodo" apalagi yang minim edukasi he he) karena apa? masyarakat belum mempunyai sikap disiplin berkendara & menyeberang yang baik. Itu saja..jika semua itu dimiliki oleh setiap pengendara & penyeberang dalam konteks umum pengguna jalan bersikap demikian akan membantu mengurangi efek kemacetan dan kecelakaan.
Dengan Sistem contral flow diharapkan tidak ada lagi kendaraan non busway yang nyelonong lewat ke jalur busway karena berlawan arah...(biasanya ngikut dibelakan busway biar lancar he he he)..mau ga mau harus masuk jalur reguler lagi..so..lalu lintas akan lebih padat tapi lancar..tujuan busway dan penumpangnya juga tercapai.. 
|
Mungkin perlu koreksi bahwa coba di kor VI Rangunan-Halimun,
belum dilakukan/ditunda. Contra flow yang akan diuji coba juga tidak pada seluruh jalur koridor VI, hanya pada beberapa segment saja. Pada pagi hari Transjakarta Rangunan-Halimun akan menggunakan jalur busway Halimun-Rangunan(contra-flow), sedangkan Transjakarta Halimun-Rangunan akan menggunakan jalur reguler.
Menurut saya contra flow seharusnya tidak dilakukan. Contra-flow merupakan tindakan reaktif dan pesimif terhadap penyerobotan/pelanggaran. Yang seharusnya dilakukan adalah menegakkan aturan, yaitu jalur khusus busway hanya untuk Transjakarta. Kotoran jangan ditutupi. Posting saya:
http://www.suaratransjakarta.org./node/43
Salam (dc)