Perhelatan olimpiade Juli mendatang tidak hanya menjadi ajang kompetisi para atlet untuk meraih medali emas. Para produsen peralatan dan perlengkapan olah raga pun turut meramaikan untuk mendulang emas.
Nike, produsen perlengkapan olah raga asal Amerika Serikat dan pesaingnya Adidas, perusahaan asal Jerman menjalankan olimpiadenya sendiri untuk bersaing menjadi pemasok perlengkapan olah raga bagi para atlet.
Mereka berlomba menawarkan dan memamerkan keunggulan produk masing-masing yang diklaim bisa menunjang prestasi para atlet.
Perhelatan olah raga terbesar sejagad yang digelar empat tahunan itu seolah menjadi ajang pamer antara perusahaan perlengkapan olah raga atas teknologi terkini yang mereka ciptakan. Sehingga ditargetkan bisa mendorong penjualan mereka ditengah ketidakpastian ekonomi global saat ini.
Tidak seperti World Cup, Olimpiade tidak memiliki parameter iklan tertentu. Dengan begitu, memberi kesempatan bagi produsen peralatan olah raga menjadi sangat mencolok ketika mata dunia sedang menonton olimpiade.
“Ini akan menguntungkan bagi Nike, Adidas, dan Puma karena menjadi kesempatan bagi mereka ikut menjadi perhatian dunia,” ujar Presiden EMEA and South Asia, Danny Townsend seperti dikutip Reuters, Rabu.
Townsend mengatakan pada olimpiade Beijing tahun lalu diestimasikan ditonton oleh 3,6 miliar orang di seluruh dunia. Level paparan periklanan ini adalah kekuatan besar untuk mendorong angka penjualan.
Mengejar profit
Adidas sudah menanamkan investasi cukup besar untuk menjadi mitra resmi penyelenggaraan olimpiade, dengan lebih dari 10 ribu relawan dan petugas olimpiade mengenakan perlengkapan Adidas.
“Kami telah menyediakan perlengkapan bagi 5.000 atlet dan 84 ribu relawan dengan 3 juta helai pakaian,”ujar Kepala Olimpiade Adidas, Simon Cartwright.
Adidas mengestimasi bisa meraih pendapatan dari ajang olimpiade sebesar 100 juta poundsterling atau setara dengan US$ 157 juta untuk penjualan di Inggris sehingga mereka optimistis mampu mengungguli kompetitor, Nike sebagai pemimpin pasar di sana.
Cartwright mengatakan situasinya sama dengan olimpiade Beijing empat tahun lalu, ketika pesta olah raga tersebut membantu Adidas menguasai pasar.
“Adidas telah mendapatkan akselerasi. Sebab mereka ingin menjadi pemimpin pasar di Inggris sementara Nike fokus pada olimpiade di Rio Dejaneiro, Brazil pada 2016,” ujar Manajer di perusahaan sponsor olah raga.
Berbasis di Portland, Oregon, Nike saat ini masih mengklaim sebagai pemimpin pasar dunia dengan total penjualan tahunan mencapai US$ 21 miliar dibandingkan pendapatan tahunan Adidas sebesar US$ 17 miliar. Sementara Puma memiliki angka pendapatan jauh dibawahnya sekitar US$ 3,8 miliar per tahun.
Penjualan Nike melonjak 15 persen pada kuartal yang berakhir Februari, sementara Adidas naik 14 persen untuk penjualan tiga bulan pertama tahun ini. Puma masih mempertahankan angka pertumbuhannya 6 persen.
Nike yang mensposori tim olimpiade Amerika Serikat menargetkan bisa meraih pertumbuhan penjualan besar dari olimpiade ini.
“Ini seperti model konsep sebuah mobil. Kami mendapatkan debut untuk memamerkan inovasi terbaik bagi para atlet kemudian mengkomersialkan dengan menyediakan teknologi tersebut bagi semua atlet di penjuru dunia,” ujar Kepala Hubungan Masyarakat Nike Inggris, Ryan Greenwood.
Konsep produk berbeda
Untuk kompetisi ini, Adidas telah menyediakan 41 jenis produk sepatu yang berbeda yang akan dipakai oleh para atlet dari 25 cabang olah raga yang berbeda.
Salah satu inovasi yang paling umum adalah dengan mengurangi berat sepatu, yakni diklaim 25% lebih ringan dibandingkan sepatu yang dipakai dalam olimpiade Beijing.
“Setiap 100 gram pengurangan berat adalah setara dengan 1 persen performa atlet yang lebih baik,” ujar Cartwright.
Nike juga menciptakan sepatu lari yang diklaim sebagai paling ringan yang pernah diciptakan yakni 99 gram. Nike mempromosikan sepatu super ringan ini dan seragam dengan desain khusus yang mengurangi hambatan aerodinamika bagi para atlet.
Sumber : Olimpiade London: Medan Perang Nike dan Adidas


LinkBack URL
About LinkBacks





Reply With Quote

Bookmarks