Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 10 of 20
Like Tree2Likes

Thread: 26 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, Berakhir di Luar Negeri

  1. #1
    Junior Member rudicj's Avatar
    Join Date
    May 2010
    Posts
    136
    Rep Power
    3

    26 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, Berakhir di Luar Negeri

    377123_186132768145469_100002462412034_390783_21180008_n.jpg

    Yayuk Basuki sengaja tidak memenuhi penawaran PB Pelti masuk tim inti SEA Games XXVI Jakarta dengan pertimbangan memberikan kesempatan pada juniornya. Karena, olahraga harus tertanam renegerasi pemain untuk mencapai prestasi internasional. Padahal petenis peringkat 18 dunia ini berpeluang menyuguhkan medali emas bagi Merah-Putih di multi event ASEAN tahun 2011.


    Sebagai petenis terbaik tanah air Yayuk mengatakan, komitmen dan pola pikir para atlet muda masa kini perlu dibenahi secara serius mengingat hal itu berpengaruh kepada prestasi yang dicapai. Berikut petikan wawancara dengan petenis yang dijuluki oleh pers dan penonton luar negeri sebagai Jaguar of Asia ini.


    Mba Yayuk, idealisnya apakah para atlet harus selalu tergantung kepada negara atau pemerintah ?
    Pada dasarnya memang para atlet tidak bisa harus selalu tergantung akan dana yang diberikan oleh pemerintah. Sudah saatnya olahraga di Indonesia memiliki daya jual. Karena di luar negeri olahraga memiliki daya jual. Contohnya di Cina olahraganya tidak tergantung pada dana pemerintah, tapi bergantung pada sponsor. Hal itu bisa terjadi karena pemerintahnya peduli dan melihat ada potensi yang bisa di jual dari olahraga. Karena pada dasarnya olahraga ini punya value juga dan valuenya sangat tinggi Bayangin jika seorang atlet dikontrak miliran rupiah pertahunnya oleh sebuah sponsor. Tapi,ya itu tadi peran pemerintah dalam menyalurkan sponsor kepada para atlet lah yang sangat dibutuhkan.

    Apakah bonus yang diberikan oleh pemerintah sangat membantu kehidupan para atlet ?
    Pemberian bonus, bagi saya itu bukan memberikan solusi tapi bisa menjadi bumerang. Terus terang di zaman saya dulu bertanding untuk menjadi yang terbaik dan bisa melihat merah putih berkibar.

    Lalu, seperti apa peran pemerintah yang seharusnya terhadap masa depan para atlet Indonesia?
    Rata-rata para atlet kita memiliki pendidikan yang rendah. Katakanlah seorang juara Sea Games pendidikannya cuma sampai SMU. Coba Anda bayangkan dengan pendidikan yang rendah bisa dipastikan akan banyak para atlet yang nasibnya bisa sama, maaf seperti Elyas Pikal. Sudah sepatutnya saat ini pemerintah atau Negara lebih peduli akan masa depan para atlet dengan cara menyekolahkan para atlet sampai perguruan tinggi. Dengan berbekal ijazah S1 saya optimis para atlet kita bisa menentukan masa depan hidupnya sendiri dalam arti mandiri tanpa tergantung dengan pemerintah. Jadi jika si atlet seorang sarjana pada saat dia berhenti jadi atlet dia tidak akan mengemis kepada negara. Tapi dengan sendirinya dia mampu fight.

    Artinya pendidikan sampai perguruan tinggi itu lebih membantu ketimbang bonus ?
    Kalau menurut saya pendidikan sampai perguruan tinggi lebih membantu untuk masa depan atlet ketimbang bonus. Jika background pendidikan rendah bisa dipastikan si atlet ketika mendapat bonus ratusan juta, uang itu akan habis dalam sesaat. Karena si atlet tadi tidak bisa memanage dan tidak punya visi ke depan dimana jika dia sudah tidak lagi menjadi atlet. Nah, bila si atlet memiliki pendidikan yang tinggi saya optimis si atlet tersebut bisa memanage bonus yang ia terima. Semoga dengan adanya Yayasan Olahragawan Indonesia (YOI) bisa menjadi wadah dan menjembatani para atlet dan membantu kesejahteraan para mantan atlet yang kurang mampu.

    Menurut Mba Yayuk apa yang menyebabkan para atlet tidak bisa melanjutkan pendidikan sampai ke perguruan tinggi ?
    Negara kita ini sulit, karena banyak yang mengatakan faktor birokrasi yang cukup rumit sehingga si atlet pun pendidikanya hanya sampai SMU saja. Katakanlah ada catatan kerjasama dengan sekolah dan beberapa perguruan tinggi atau pemerintah memberikan subsidi pendidikan kepada para atlet.

    Menurut Mba Yayuk apakah para atlet kedepannya bisa duduk dikursi kabinet ?
    Terus terang saja, jika kita diberi kesempatan untuk duduk di kursi kabinet katakanlah menjadi Menteri olahraga, terus terang kita bisa dan mampu.

    Idealisnya atlet itu harus memiliki pola pikir yang seperti apa ?
    If you want be a champion act like a champion, work like a champion and live like a champion

    Habis manis sepah dibuang, apakah itu yang dilakukan oleh pemerintah terhadap para atlet?
    Masa depan atlet harusnya dipikirkan oleh pemerintah bukannya habis manis sepah dibuang. Setelah mereka tidak menjadi atlet lagi tidak ada lagi yang memikirkan contohnya seperti saya. Kita disini tidak dihargai. Kalo dulu saya ingin menjadi profesional sebagai pemain, kalo sekarang saya ingin menjadi profesional menjadi pelatih. Tapi, apa yang terjadi kita melatih di Negara sendiri kurang dihargai. Akhirnya saya memilih menjadi pofesional pelatih di luar negeri, seperti di Hongkong dan Amerika. Habisnya disini kita tidak dipedulikan dan pikirkan, mereka lebih memilih pelatih import. Akhirnya pelatih-pelatih Indonesia yang berkualitas memilih melatih diluar negeri. Karena di luar negeri kita lebih dihargai, nilai valuenya lebih tinggi diluar negeri ketimbang negeri sendiri. Bedanya 10 kali lipat bila dipikir.

    Sebagai petenis senior Indonesia, Mba Yayuk kan sudah merasakan menjadi atlet dari kepemimpinan almarhum Soeharto hingga SBY. Sejauh ini seperti apa peran dan program pemerintah terhadap masa depan para atlet tanah air?
    Sampai saat ini saya belum melihat pemerintah peduli terhadap masa depan para atlet, memang saat ini sudah mengarah ke perbaikan. Cuma yang saya lihat pemerintah atau Negara tidak serius untuk benar-benar memiliki atlet yang professional. Kalau pemerintah serius seharusnya mengasah para atlet dari kecil dan juga memikirkan masa depan si atlet itu sendiri, dan menghargai peran-peran atlet yang menjadi pelatih. Jadi dari 5 orang yang pernah memimpin Indonesia belum ada yang memikirkan atau menjadi wadah untuk masa depan atau kehidupan para atlet.supaya para atlet merasa secure hidupnya. Untuk urusan program pemerintah terhadap atlet sampai sekarang belum jelas, maksudnya setelah diberikan bonus si atlet akan dikemanakan lagi. Yang ada sekarang program pemerintah adalah atlet dijadikan PNS. Kalau semua dijadikan PNS maka akan banyak atlet yang menganggur, karena enggak jelas tujuannya si atlet itu dijadikan PNS untuk menjadi apa, skill yang mereka punya apa. Enggak jelas kan. kalo di luar negeri pemerintahnya sudah memiliki program-program yang jelas untuk para atletnya.

    Selama 26 tahun berdedikasi di tanah air, apa yang Mba Yayuk terima dari pemerintah & negara ?
    Saya tidak di cover sama sekali oleh negara dan tidak dipedulikan sama negara, ya mau gak mau saya harus memikirkan masa depan keluarga saya. Dedikasi saya 26 tahun saya persembahkan untuk indonesia, kurang apa. 26 tahun tanpa embel-embel memikirkan tanda jasa, atau balas budi tapi apa yang saya terima? Negara atau pemerintah tidak peduli sama sekali. Saya diperlakukan seperti pepatah ‘habis manis sepah dibuang’, itu yang saya rasakan.

    Mba Yayuk memilih menjadi pelatih pemain professional luar negeri, Apakah semangat Nasionalisme Mba Yayuk masih ada?
    Dengan menjadi profesional pelatih diluar negeri tidak ada hubungannya dengan Nasionalisme. Buktinya di Asean Games saya masih ikut berperan.
    Last edited by bemine; 11-12-11 at 12:40 PM.

  2. #2
    Junior Member
    Join Date
    Nov 2011
    Posts
    119
    Rep Power
    0

    Re: 26 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, Berakhir Di Luar Negeri

    Cuma bisa mengelus dada...T_T Memang, terlepas dr penjajah, masuk kedalam mulut penjajah lokal.
    rudicj likes this.

  3. #3
    Senior Member tamandewi's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    sukses-kerja-usaha.blogspot.com
    Posts
    2,036
    Rep Power
    0

    Re: 26 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, Berakhir Di Luar Negeri

    hmm mungkin karena pemerintah emang kurang menghargai para atlet, jadinya keluar negeri dehhh.....

  4. #4
    Newbie
    Join Date
    Dec 2011
    Location
    Karawang
    Posts
    10
    Rep Power
    0

    Re: 26 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, Berakhir Di Luar Negeri

    Hmmm... banyak orang kecil yg banting tulang agar bisa sekolah S1, dan akhirnya mereka sukses. Seharusnya lebih mudah bagi para atlet yg menerima bonus ratusan juta rupiah untuk hanya sekedar S1. Hanya tinggal kemauan saja menurut saya.
    Pemerintah kita juga aneh, lebih suka import pelatih daripada mendayagunakan pelatih lokal.

  5. #5
    Member SMARTNEWZ's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    Boyolali
    Posts
    777
    Rep Power
    0

    Re: 26 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, Berakhir Di Luar Negeri

    Quote Originally Posted by nuren View Post
    Hmmm... banyak orang kecil yg banting tulang agar bisa sekolah S1, dan akhirnya mereka sukses. Seharusnya lebih mudah bagi para atlet yg menerima bonus ratusan juta rupiah untuk hanya sekedar S1. Hanya tinggal kemauan saja menurut saya.
    Pemerintah kita juga aneh, lebih suka import pelatih daripada mendayagunakan pelatih lokal.
    Begitulah pemerintahan kita gan, mau merubah sudah susah.............................

  6. #6
    Member joko5758's Avatar
    Join Date
    Jul 2011
    Location
    disini saja
    Posts
    659
    Rep Power
    0

    Re: 26 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, Berakhir Di Luar Negeri

    emangnya mbak yayuk sekarang ngelatih di negara mana sih ?
    Spoiler for Jangan Dibuka:

  7. #7
    Junior Member
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    Jaksel
    Posts
    187
    Rep Power
    0

    Re: 26 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, Berakhir Di Luar Negeri

    Kalo di Luar kan bayarannya Dollar Boss.... bayangin aja kalo disini 1Jt Rupiah..... Nek disana 1Jt Dollar.... Wkwkwkwkwk..

  8. #8
    Junior Member
    Join Date
    Nov 2011
    Posts
    178
    Rep Power
    1

    Re: 26 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, Berakhir Di Luar Negeri

    Quote Originally Posted by tamandewi View Post
    hmm mungkin karena pemerintah emang kurang menghargai para atlet, jadinya keluar negeri dehhh.....
    semoga aja ke depan bisa begitu gan....

  9. #9
    Newbie narutobux's Avatar
    Join Date
    Dec 2011
    Location
    Indonesia Merdeka
    Posts
    2
    Rep Power
    0

    Re: 26 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, Berakhir Di Luar Negeri

    emang kagak bener nih pemerintah, banyak penduduk bertalenta di ambil negara lain dibiarin ntar kalo ada prestasi ngaku2 and sok bangga org yg dibuang org Indonesia ckckckkcckkck

  10. #10
    Newbie anyun148's Avatar
    Join Date
    Oct 2011
    Posts
    28
    Rep Power
    0

    Re: 26 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, Berakhir Di Luar Negeri

    yg paling penting mbak yayu tidak melupakan negeri tercinta indonesia!!
    buat mbak yayu sukses selalu ya

Page 1 of 2 12 LastLast

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0