
Originally Posted by
Duda
Yayayaya, most answers based on faith, and faith based on religion, and most religions based on holly books, and holly books are forbidden to be updated, so the answers based on "pokoke", not reason or logic. Dalam berbagai alasan disebutkan bgmna kalau ratio jumlah pria-wanita timpang, bagaimana kalau ada orang memang mau profesional, dst. Apakah semua persoalan dapat dijawab dengan keyakinan? Apakah semua manusia profesional diminta menjadi sperti Sang Budha dan Sang Yesus? (Profesional, pendeta, namun tidak menikah dan tidak kawin). Apakah kalau manusia dewasa menikmati sex atas dasar senang sama senang lalu jadi jahat? Mengapa negara modern yang hampir semua individunya kecukupan sexnya justru tidak ganas? Apakah dugaan ahli psikologi Sigmund Freud benar bhw sex adalah tmsuk kebutuhan dasar dan hak azasi serta hak alami setiap individu, jadi bagi sebagian besar manusia (ada sebagian kecil yang beda) bila tidak terpuaskan akan membuat manusia ngeres dan mesum pikirannya dan tindakannya jadi beringas? Dalam web blog yang disarankan diatas, digambarkan bagaimana kambing jantan dewasa yang sengaja tak diperkenankan melimpahkan hasratnya lalu menjadi ganas-buas dalam perilaku sosialnya. So, saya sih ingin punya TTM wanita yang sama-sama dewasa pemikirannya (profesional tidak kawin), namun, tok-tok-tok, the police will ask us our marriage certificate, and then squize (memeras) us...... Love is beautifull, isn't it? But why some people hunger to control other people's matter about love in the name of ....?
Bookmarks