Page 23 of 23 FirstFirst ... 1314151617181920212223
Results 221 to 230 of 230

Thread: Apakah hidup harus menikah?

  1. #221
    Contributor Expired2's Avatar
    Join Date
    Feb 2009
    Posts
    3,142
    Rep Power
    8

    Re: Apakah hidup harus menikah?

    Quote Originally Posted by baba-atung View Post
    pertanyaan TS adalah : "apakah hidup hrs menikah?"

    jawabannya adalah : terserah yg jalani hidup lah...

    coz, PILIHAN utk menikah atau tidak, itu tergantung dr person itu sendiri...
    suka-suka dia aja laaaaah... mo nikah kek... mo kagak nikah kek..
    peduli amad !

    jd ga perlu melebarkan topik bahasan dr TS... keekeekeekh....!
    Sama kaya kawin ya, bro....terserah sama yg njalani...

  2. #222
    Senior Member baba-atung's Avatar
    Join Date
    Mar 2009
    Location
    ~ ??? ~
    Posts
    8,059
    Rep Power
    13

    Re: Apakah hidup harus menikah?

    Quote Originally Posted by Expired2 View Post
    Sama kaya kawin ya, bro....terserah sama yg njalani...

    kurang lebih bro...
    coz bedanya tipis banget... cuma s duanks....
    Last edited by baba-atung; 14-07-09 at 09:47 AM.
    sampai jumpa di lain kesempatan, itu pun klo nyawa masih nempel di raga ini..

  3. #223
    Member gamers's Avatar
    Join Date
    Feb 2009
    Posts
    426
    Rep Power
    4

    Re: Apakah hidup harus menikah?

    Quote Originally Posted by Duda View Post
    Looo salah terima. Saya tidak mengajak tidak percaya Tuhan, namun ber Tuhan kiranya lebih baik daripada beragama. Sebab, kata scientist di negara maju, Tuhan tak mungkin dimuat hanya dalam satu buku suci saja, ribuan buku suci juga tak akan muat; sedangkan agama, telah memenjarakan Tuhan pada satuuuuu bukuuuuuuuuuu saja, apakah ini mungkin? Buku Sam Harris dengan baik mencoba menguak hal ini, sayang dalam bhs Inggris. Di You Tube juga anda dapat mendengarkan pendapatnya dalam bentuk video. Hubungan sex dan agama sangat kental di Indonesia, agama sering dipakai tuk mendasari semua pendapat, dari politik, iptek, sex, dst. Sama-sama agamanya, namun cara memandang sex beda, antara negra maju dan berkembang, jadi pendidikan dan kecerdasan sangat mempengaruhi cara pandang sex, demikian pula budaya setempat.


    boleh aja pak duda hidup tidak menikah.itu kan semuanya tergantung pada pendapat individual masing2 dan jangan samakan kebudayaan orang barat ama kebudayaan orang asia.sampai saat kebudayaan orang asia masih blom bisa menerima sek diluar nikah.kalo pak duda mau menikmati seks tanpa nikah berarti kan nantinya gak ada tanggung jawab.kalo mau kejadian begitu mending pak duda hidup di wilayah barat atau eropa aja.

  4. #224
    Member
    Join Date
    Jun 2009
    Posts
    58
    Rep Power
    3

    Re: Apakah hidup harus menikah?

    gak tau ah, nikah aja belum, nanti di kira sok tau....tapi kayak enakan nikah deh...

  5. #225
    Member
    Join Date
    Jul 2009
    Location
    serang banten
    Posts
    47
    Rep Power
    0

    Re: Apakah hidup harus menikah?

    buat aku, nikah tu kesempatan buat liat sampe dimana proses pendewasaan diri... mampu ga kita mimpin keluarga yang kita bangun sendiri. yaaa,,, termasuk kehidupan sex yang bisa di komunikasikan,,

    gak asal 'tancap, keluar terus cabut'... walau itu enak.. huahahahahaha....

    peace akh.....

  6. #226
    Member
    Join Date
    Aug 2008
    Location
    Batu, Jawa Timur
    Posts
    60
    Rep Power
    4

    Re: Apakah hidup harus menikah?

    Bagaimana ya, cewek atau cowok yang gak laku nikah, Bolehkan mereka nikmati sex?
    Bagaimana ya yang sakit2an ayan atau sakit jiwa, Bolehkah mereka nikmati sex tanpa nikah?
    Bagaimana ya janda dan duda yang tak ingin menikah lagi, Bolehkan mereka nikmati sex?
    Masih banyak pertanyaan berkecamuk di hati dan pikiran tentang sex yang natural, alami, wajar, dan hak asasi setiap manusia; namun dunia memang pelangi, tetap ada saja yang mempublikan sesuatu yang privat, tetap ada saja yang mau menang2an dengan mengotrol privasi orang lain, tetap ada saja yang mengecap sex itu jahat, dosa, negatip, padahal itu nonsense!
    Kata teman saya, sex di negri kita, seperti sayap dan brutu ayam, anak muda gak boleh makan, bisa kualat, itu hak orang tua... saking enaknya; demikian pula sex, anak muda gak boleh, yang boleh orang tua ...
    Kapan ya, dapat make love tanpa nikah, tapi atas kehendak bebas dan kesepakatan, tanpa rasa cemas dan rasa takut di grebeg manusia lain yang sok usil ...

  7. #227
    Member
    Join Date
    Jul 2009
    Location
    next door
    Posts
    620
    Rep Power
    3

    Re: Apakah hidup harus menikah?

    Quote Originally Posted by Duda View Post
    Bagaimana ya, cewek atau cowok yang gak laku nikah, Bolehkan mereka nikmati sex?
    Bagaimana ya yang sakit2an ayan atau sakit jiwa, Bolehkah mereka nikmati sex tanpa nikah?
    Bagaimana ya janda dan duda yang tak ingin menikah lagi, Bolehkan mereka nikmati sex?
    Masih banyak pertanyaan berkecamuk di hati dan pikiran tentang sex yang natural, alami, wajar, dan hak asasi setiap manusia; namun dunia memang pelangi, tetap ada saja yang mempublikan sesuatu yang privat, tetap ada saja yang mau menang2an dengan mengotrol privasi orang lain, tetap ada saja yang mengecap sex itu jahat, dosa, negatip, padahal itu nonsense!
    Kata teman saya, sex di negri kita, seperti sayap dan brutu ayam, anak muda gak boleh makan, bisa kualat, itu hak orang tua... saking enaknya; demikian pula sex, anak muda gak boleh, yang boleh orang tua ...
    Kapan ya, dapat make love tanpa nikah, tapi atas kehendak bebas dan kesepakatan, tanpa rasa cemas dan rasa takut di grebeg manusia lain yang sok usil ...
    wah susah klo debat ma yg gelar phd, dah kelewat pinter

    bro, mo tanya aja nich, sebenernya sex itu tujuan utamanya apa sich? setau gw sex itu untuk mempunyai keturunan, klo kasarnya berkembang biak untuk menciptakan generasi selanjutnya supaya tidak punah! (mungkin ada yg berpendapat beda ya monggo....)
    tp emang dasar manusia mo enaknya aja, jadi mo ngesex-nya aja tanpa pake embel2 punya keturunan dng alesan repot

    trus klo di tinjau lagi apa yang di dapet dari having sex??? oke.. nikmat, enak, badan pegal2 jadi ilang (kata tukang beca yg mangkal depan rumah gw ), pikiran jadi plong... itu semua di kontrol oleh otak, nah sekarang ada pertanyaan selanjutnya, otak itu bagian dari manusia atau manusia bagian dari otak sehingga manusia di kontrol oleh otak!!! jika otak bagian dari tubuh manusia jadi si manusianya donk yang mengontrol otak.
    semua knikmatan, sensasi adalah kosong, cinta itu hanyalah ungkapan.

    mengutip:
    most answers based on faith, and faith based on religion, and most religions based on holly books, and holly books are forbidden to be updated, so the answers based on "pokoke", not reason or logic

    gw rasa holly books boleh di update kok, asal yang update ngerti maksudnya dan juga bukan dari kalangan manusia, masa aturan/pedoman untuk manusia, manusia jg yang update!! itu gak logik dunk, calon S1 dosennya seorang S1, klo kata gw kurang asik

    jadi jika ditanya
    apakah hidup harus menikah
    ? betul seperti yang lain, itu adalah pilihan.
    apakah having sex harus menikah? mang knapa ma menikah? di agama gw klo dah gak sepaham boleh kok berpisah! (bukan berpisah untuk kawin ma TTM )
    hidup ini perlu aturan, pandangan hidup dan pegangan hidup. makannya gw perlu Holly book/Bible/Al Quran dlm sebuah agama dan agama adalah kepercayaan dan kepercayaan itu yang di gunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terjadi di kehidupan manusia.

  8. #228
    Member
    Join Date
    Aug 2008
    Location
    Batu, Jawa Timur
    Posts
    60
    Rep Power
    4

    Re: Apakah hidup harus menikah?

    Tks atas tanggapannya. Apa yang ingin saya sampaikan adalah adanya sisi lain cara pandang dari teman2 sengkatan dan pembimbing saya di negara modern sono.Mereka rasional cara pandangnya, misalnya:
    - Menganggap sex adalah karunia Tuhan, yang alami dan wajar tuk dinikmati setelah 18 th, tanpa selingkuh.
    - Mereka rata2 sudah tidak peduli sama agama, sebab agama dapat mengkotak-kotakan manusia dan memenjarakan Tuhan ke masa lampau saja. Sedang mereka di negeri maju beranggapan bhw seandainya Tuhan itu ada, maka Beliau itu lebih nikmat kalau dimengerti dan dirasakan masa kini dan masa depan.
    - Mereka cepat berubah (change) dan kreatip.

    Kita terlalu sering menyalahkan budaya asing, apakah budaya kita memang champion sih??? Mengapa kita nomor wahid dalam korupsi, mengapa termasuk top dalam kriminlitas dan kekerasan? Mengapa pengekspor pembantu? Mengapa kita terpuruk terus, mengapa:
    budaya antri saja belum bisa, budaya menghargai privasi orang lain belum bisa, budaya tidak munafik belum bisa, dst.....

    Kalau saya memang lemah, dan memegang kendali pemerintah, dan saya gak mau ditonjok, maka saya harus pandai cari kambing hitam...budaya asing, budaya barat, budaya Cina, budaya internet, budaya X, budaya Y, budaya Z, sementara itu kita gak pernah kritis analitis budaya kita sendiri seperti apa sih sebenarnya ... Apakah masih feodal, masih munafik, masih korupsi, masih non rasional??? Cobalah amati dengan seksama cara pemimpin kita mengalihkan perhatian dan kelemahan mereka...

  9. #229
    Member kriezna's Avatar
    Join Date
    Mar 2009
    Location
    in deepth
    Posts
    89
    Rep Power
    4

    Re: Apakah hidup harus menikah?

    Quote Originally Posted by Duda View Post
    Saya berusia 56 tahun, duda tanpa anak, PhD dari LN. Semenjak gagal dalam perkawinan saya, saya ingin hidup single, mandiri, dan professional. Namun kebutuhan jasmani dan biologis tak bisa saya abaikan. Saya punya masalah besar, sistim kebudayaan di Indonesia tak memungkinkan memenuhi kebutuhan biologis (sex) diluar perkawinan. Saya lama tinggal di Luar Negri. Berikut ini saya kutipkan sedikit sebuah artikel dari web blog yang mencerminkan berbagai pilihan hidup dinegri modern:

    Pilihan hidup di negara maju/modern lebih banyak dan lebih bervariasi, misalnya pilihan untuk: menikah, mandiri/bachelor, dan single parent/mother (orang tua tunggal: punyak anak namun tidak mau punya suami/istri). Dengan adanya berbagai pilihan ini, hidup menjadi lebih rasional, manusiawi, dan Ilahi, dengan alasan:
    - jumlah pria-wanita didunia tidaklah persis sama; disuatu daerah: bisa lebih banyak prianya, atau bisa lebih banyak wanitanya, jadi kalau semua diwajibkan menikah satu lawan satu, pasti ada yang tidak kebagian.
    - ada yang berniat tidak menikah karena ingin lebih mementingkan professionalisme (pekerjaan), jadi ia memilih hidup single-mandiri agar dapat konsentrasi pada pekerjaannya.
    - ada yang berniat tidak menikah karena ketakutan financial, artinya takut tidak mampu membiayai pendidikan anaknya nanti.
    - ada yang tidak ingin menikah dikarenakan cacat (sumbing, pincang, juling, dst.) atau mengidap penyakit tertentu, misal ayan, diabetes, gangguan jiwa, dst.
    - ada yang tidak menikah karena takut gagal lagi dalam perkawinan kedua/ketiga/dst.
    - ada yang ingin hidup secara single parent, punya anak namun tidak mau menikah.
    - ada yang ingin hidup bersama tanpa nikah
    - bahkan ada yang hidup bersama atau menikah namun dengan jenis kelamin yang sama (homo/lesbian), hal ini disebabkan dari sifat genetik yang dimilikinya, diluar kemampuan yang bersangkutan.

    Disamping pilihan hidup yang sangat bervariasi seperti diatas, sebagian besar manusia modern yang masih beragama atau yang religius, mempunyai pandangan tentang sex sbb.:
    - kitab suci agama manapun tidak melarang hubungan sex antara manusia dewasa atas dasar suka sama suka dan bukan selingkuh (bagi yang terikat pernikahan)
    - last but not least, Tuhan mengkaruniai sex yang luar biasa nikmatnya, untuk dinikmati secara dewasa, bukan hanya untuk "menggoda manusia" (alangkah kejamnya Tuhan bila hanya bermaksud menggodai manusia).

    Dengan asumsi rasional logis seperti diatas, apakah manusia2 yang memilih tidak menikah untuk hidup profesional lalu tidak bisa atau tidak boleh menikmati sex (kawin) sama sekali? Apakah mereka itu lalu hanya sekedar menjadi bulan2an manusia munafik saja dengan menjadi objek ejekan seperti: perawan tua atau perjaka tua yang tidak laku rabi/nikah? Atau mereka harus sembunyi2 kepelacuran? Apakah setiap kali sejoli dewasa yang sedang memadu kasih harus digropyok, diperas dan dipermalukan? Tidak, bukan? Dst.

    Sebagai penutup, mohon saran: APAKAH HIDUP HARUS MENIKAH? BOLEHKAH SAYA HIDUP SINGLE TAPI MEMPUNYAI TTM? BOLEHKAH MANUSIA LAIN MENGATUR KEBUTUHAN SEX MANUSIA LAIN DENGAN ATURAN2 COMPLICATED?
    maap om..kayaknya om sangat pintar sangat jenius untuk berpikir tentang merasionalkan masalah...
    tapi ommm mungkin lupa ada satu hal yang sangat penting dalam hidup om...yang tanpa omm sadari itu membalikkan semua pikiran om...
    hal. itu adalah karena om gagal membina perkawinan yang sakral...dengan mencari suatu pembenaran dan karena om nggak punya keturunan.senadainya anda mempunyai keturunan maka saya yakin pikiran anda tidak akan seperti itu.
    pernahkah anda berfikir anda ada dari suatu hasil perkawinan bukan hasil kumpul kebo ato apalah itu...
    ?
    apakah dg TTM anda bisa mempertanggungjawabkan keturunan anda?
    pasti jawabnya tidak!

    Jangan hanya karena kekurangan anda, sampe anda berpikir terlalu jauh menafikkan kehendak TUHAN
    Just Smile With Your Heart

  10. #230
    Member
    Join Date
    Jul 2009
    Location
    next door
    Posts
    620
    Rep Power
    3

    Re: Apakah hidup harus menikah?

    Quote Originally Posted by Duda View Post
    Tks atas tanggapannya. Apa yang ingin saya sampaikan adalah adanya sisi lain cara pandang dari teman2 sengkatan dan pembimbing saya di negara modern sono.Mereka rasional cara pandangnya, misalnya:
    - Menganggap sex adalah karunia Tuhan, yang alami dan wajar tuk dinikmati setelah 18 th, tanpa selingkuh.
    - Mereka rata2 sudah tidak peduli sama agama, sebab agama dapat mengkotak-kotakan manusia dan memenjarakan Tuhan ke masa lampau saja. Sedang mereka di negeri maju beranggapan bhw seandainya Tuhan itu ada, maka Beliau itu lebih nikmat kalau dimengerti dan dirasakan masa kini dan masa depan.
    - Mereka cepat berubah (change) dan kreatip.

    Kita terlalu sering menyalahkan budaya asing, apakah budaya kita memang champion sih??? Mengapa kita nomor wahid dalam korupsi, mengapa termasuk top dalam kriminlitas dan kekerasan? Mengapa pengekspor pembantu? Mengapa kita terpuruk terus, mengapa:
    budaya antri saja belum bisa, budaya menghargai privasi orang lain belum bisa, budaya tidak munafik belum bisa, dst.....

    Kalau saya memang lemah, dan memegang kendali pemerintah, dan saya gak mau ditonjok, maka saya harus pandai cari kambing hitam...budaya asing, budaya barat, budaya Cina, budaya internet, budaya X, budaya Y, budaya Z, sementara itu kita gak pernah kritis analitis budaya kita sendiri seperti apa sih sebenarnya ... Apakah masih feodal, masih munafik, masih korupsi, masih non rasional??? Cobalah amati dengan seksama cara pemimpin kita mengalihkan perhatian dan kelemahan mereka...
    tunggu bro... indonesia baru negara berkembang, dan lihat hasilnya pada indonesia yg berkembang sekarang ini..
    Negara2 yang di bilang negara maju jg dulunya negara berkembang, dan mungkin pandangan, anggapan, pemikiran dan sifat kerasionalannya seperti negara berkembang dan setelah pola pikir mereka berubah negara tersebut bisa di bilang negara berkembang.
    Klo menurut gw indonesia sebagai negara berkembang dah banyak perubahan kok, mungkin lebih hebat dari di mana masa negara2 maju itu masih dalam masa berkembang.

    Klo masalah pemerintahan gw gak ikutan dech, setau gw Indonesia merdeka dengan beraneka budaya, banyak pulau sehingga susah untuk di jangkau apa lagi pemerataan... masih perlu puluhan tahun untuk merapihkan

    dan klo masalah korupsi kemungkinan hanya orang yg bodoh, dimana orang itu dimamfaatkan oleh org2 yg lebih pintar untuk kepentingan orang pintar tersebut dengan iming2 uang atau properti. hasilnya si bodoh ini yang tertangkap dan di penjara dengan dakwaan korupsi.

    gw juga bingung knapa pemerintahan indonesia banyak orang bodoh, sedangkan orang2 pinternya tidak kepake, dan di gunakan oleh negara2 maju..
    ya sebagai rakyat cuma bisa berharap semoga org2 bodoh dan yg mementingkan kelompok bisa lengser dari pemerintahan indonesia yang akan datang...
    MERDEKA INDONESIAKU...
    MAJULAH BANGSAKU....

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0