boleh aja pak duda hidup tidak menikah.itu kan semuanya tergantung pada pendapat individual masing2 dan jangan samakan kebudayaan orang barat ama kebudayaan orang asia.sampai saat kebudayaan orang asia masih blom bisa menerima sek diluar nikah.kalo pak duda mau menikmati seks tanpa nikah berarti kan nantinya gak ada tanggung jawab.kalo mau kejadian begitu mending pak duda hidup di wilayah barat atau eropa aja.
gak tau ah, nikah aja belum, nanti di kira sok tau....tapi kayak enakan nikah deh...
buat aku, nikah tu kesempatan buat liat sampe dimana proses pendewasaan diri... mampu ga kita mimpin keluarga yang kita bangun sendiri.yaaa,,, termasuk kehidupan sex yang bisa di komunikasikan,,
gak asal 'tancap, keluar terus cabut'... walau itu enak.. huahahahahaha....![]()
![]()
peace akh.....![]()
Bagaimana ya, cewek atau cowok yang gak laku nikah, Bolehkan mereka nikmati sex?
Bagaimana ya yang sakit2an ayan atau sakit jiwa, Bolehkah mereka nikmati sex tanpa nikah?
Bagaimana ya janda dan duda yang tak ingin menikah lagi, Bolehkan mereka nikmati sex?
Masih banyak pertanyaan berkecamuk di hati dan pikiran tentang sex yang natural, alami, wajar, dan hak asasi setiap manusia; namun dunia memang pelangi, tetap ada saja yang mempublikan sesuatu yang privat, tetap ada saja yang mau menang2an dengan mengotrol privasi orang lain, tetap ada saja yang mengecap sex itu jahat, dosa, negatip, padahal itu nonsense!
Kata teman saya, sex di negri kita, seperti sayap dan brutu ayam, anak muda gak boleh makan, bisa kualat, itu hak orang tua... saking enaknya; demikian pula sex, anak muda gak boleh, yang boleh orang tua ...
Kapan ya, dapat make love tanpa nikah, tapi atas kehendak bebas dan kesepakatan, tanpa rasa cemas dan rasa takut di grebeg manusia lain yang sok usil ...
wah susah klo debat ma yg gelar phd, dah kelewat pinter
bro, mo tanya aja nich, sebenernya sex itu tujuan utamanya apa sich? setau gw sex itu untuk mempunyai keturunan, klo kasarnya berkembang biak untuk menciptakan generasi selanjutnya supaya tidak punah! (mungkin ada yg berpendapat beda ya monggo....)
tp emang dasar manusia mo enaknya aja, jadi mo ngesex-nya aja tanpa pake embel2 punya keturunan dng alesan repot
trus klo di tinjau lagi apa yang di dapet dari having sex??? oke.. nikmat, enak, badan pegal2 jadi ilang (kata tukang beca yg mangkal depan rumah gw), pikiran jadi plong... itu semua di kontrol oleh otak, nah sekarang ada pertanyaan selanjutnya, otak itu bagian dari manusia atau manusia bagian dari otak sehingga manusia di kontrol oleh otak!!! jika otak bagian dari tubuh manusia jadi si manusianya donk yang mengontrol otak.
semua knikmatan, sensasi adalah kosong, cinta itu hanyalah ungkapan.
mengutip:
most answers based on faith, and faith based on religion, and most religions based on holly books, and holly books are forbidden to be updated, so the answers based on "pokoke", not reason or logic
gw rasa holly books boleh di update kok, asal yang update ngerti maksudnya dan juga bukan dari kalangan manusia, masa aturan/pedoman untuk manusia, manusia jg yang update!! itu gak logik dunk, calon S1 dosennya seorang S1, klo kata gw kurang asik
jadi jika ditanya
apakah hidup harus menikah? betul seperti yang lain, itu adalah pilihan.
apakah having sex harus menikah? mang knapa ma menikah? di agama gw klo dah gak sepaham boleh kok berpisah! (bukan berpisah untuk kawin ma TTM)
hidup ini perlu aturan, pandangan hidup dan pegangan hidup. makannya gw perlu Holly book/Bible/Al Quran dlm sebuah agama dan agama adalah kepercayaan dan kepercayaan itu yang di gunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terjadi di kehidupan manusia.
Tks atas tanggapannya. Apa yang ingin saya sampaikan adalah adanya sisi lain cara pandang dari teman2 sengkatan dan pembimbing saya di negara modern sono.Mereka rasional cara pandangnya, misalnya:
- Menganggap sex adalah karunia Tuhan, yang alami dan wajar tuk dinikmati setelah 18 th, tanpa selingkuh.
- Mereka rata2 sudah tidak peduli sama agama, sebab agama dapat mengkotak-kotakan manusia dan memenjarakan Tuhan ke masa lampau saja. Sedang mereka di negeri maju beranggapan bhw seandainya Tuhan itu ada, maka Beliau itu lebih nikmat kalau dimengerti dan dirasakan masa kini dan masa depan.
- Mereka cepat berubah (change) dan kreatip.
Kita terlalu sering menyalahkan budaya asing, apakah budaya kita memang champion sih??? Mengapa kita nomor wahid dalam korupsi, mengapa termasuk top dalam kriminlitas dan kekerasan? Mengapa pengekspor pembantu? Mengapa kita terpuruk terus, mengapa:
budaya antri saja belum bisa, budaya menghargai privasi orang lain belum bisa, budaya tidak munafik belum bisa, dst.....
Kalau saya memang lemah, dan memegang kendali pemerintah, dan saya gak mau ditonjok, maka saya harus pandai cari kambing hitam...budaya asing, budaya barat, budaya Cina, budaya internet, budaya X, budaya Y, budaya Z, sementara itu kita gak pernah kritis analitis budaya kita sendiri seperti apa sih sebenarnya ... Apakah masih feodal, masih munafik, masih korupsi, masih non rasional??? Cobalah amati dengan seksama cara pemimpin kita mengalihkan perhatian dan kelemahan mereka...
maap om..kayaknya om sangat pintar sangat jenius untuk berpikir tentang merasionalkan masalah...
tapi ommm mungkin lupa ada satu hal yang sangat penting dalam hidup om...yang tanpa omm sadari itu membalikkan semua pikiran om...
hal. itu adalah karena om gagal membina perkawinan yang sakral...dengan mencari suatu pembenaran dan karena om nggak punya keturunan.senadainya anda mempunyai keturunan maka saya yakin pikiran anda tidak akan seperti itu.
pernahkah anda berfikir anda ada dari suatu hasil perkawinan bukan hasil kumpul kebo ato apalah itu...
?
apakah dg TTM anda bisa mempertanggungjawabkan keturunan anda?
pasti jawabnya tidak!
Jangan hanya karena kekurangan anda, sampe anda berpikir terlalu jauh menafikkan kehendak TUHAN
Just Smile With Your Heart
tunggu bro... indonesia baru negara berkembang, dan lihat hasilnya pada indonesia yg berkembang sekarang ini..
Negara2 yang di bilang negara maju jg dulunya negara berkembang, dan mungkin pandangan, anggapan, pemikiran dan sifat kerasionalannya seperti negara berkembang dan setelah pola pikir mereka berubah negara tersebut bisa di bilang negara berkembang.
Klo menurut gw indonesia sebagai negara berkembang dah banyak perubahan kok, mungkin lebih hebat dari di mana masa negara2 maju itu masih dalam masa berkembang.
Klo masalah pemerintahan gw gak ikutan dech, setau gw Indonesia merdeka dengan beraneka budaya, banyak pulau sehingga susah untuk di jangkau apa lagi pemerataan... masih perlu puluhan tahun untuk merapihkan
dan klo masalah korupsi kemungkinan hanya orang yg bodoh, dimana orang itu dimamfaatkan oleh org2 yg lebih pintar untuk kepentingan orang pintar tersebut dengan iming2 uang atau properti. hasilnya si bodoh ini yang tertangkap dan di penjara dengan dakwaan korupsi.
gw juga bingung knapa pemerintahan indonesia banyak orang bodoh, sedangkan orang2 pinternya tidak kepake, dan di gunakan oleh negara2 maju..
ya sebagai rakyat cuma bisa berharap semoga org2 bodoh dan yg mementingkan kelompok bisa lengser dari pemerintahan indonesia yang akan datang...
MERDEKA INDONESIAKU...
MAJULAH BANGSAKU....
![]()
Bookmarks