Page 9 of 23 FirstFirst 12345678910111213141516171819 ... LastLast
Results 81 to 90 of 230

Thread: Apakah hidup harus menikah?

  1. #81
    Member
    Join Date
    Sep 2008
    Posts
    47
    Rep Power
    0

    Re: Apakah hidup harus menikah?

    Semakin menarik saja untuk mengikuti "debate" atau pertukaran pendapat atau asih-asuh pengetahuan. Kita lalu lebih paham bahwa dunia bukan hanya milik Indonesia, dan posisi kitapun semakin nampak justru "tidak jelas", mengapa? Karena diantara dua pertempuran budaya, ternyata budaya kita tidak semakin kokoh dan maju, namun semakin menjiplak ke budaya tertentu.
    Kerinduan akan tokoh pemimpin yang mampu "change" , evolusi, dan mempertegas kebudayaan nasional semakin tinggi. Dominasi Barat dan Timur Tengah sama2 menakutkan, semoga kita tidak lengah, kedua-duanya menginginkan isi perut bumi kita, dan ingin kita menjadi sekedar market saja. Yang satu menguasai IT , informasi, dan teknologi, yang satu bersenjatakan agama. Kita mabok terombang-ambing, politisi Jakarta sering dapat dibeli mereka, dan lupa akan cita2 Bung Karno, tuk berdikari, seperti RRC dan India.
    Topik sex ternyata mampu mengungkapkan lebih dalam lagi, yitu kebudayaan suatu bangsa; bagaimana bangsa itu memandang sex ternyata mencerminkan level perkembangan peradaban bangsa itu. Semoga makin banyak yang menanggapi topik ini, saya ingin berguru pada anda, maka tulislah sebaik dan sedalam mungkin. Untuk bung Duda, apa sudah dapat TTM atau calon istri yang siiippppp???

  2. #82
    Senior Member agungajade's Avatar
    Join Date
    Aug 2008
    Location
    jak
    Posts
    1,001
    Rep Power
    5

    Re: Apakah hidup harus menikah?

    klo dunia ktr/kerja: jika qta ditawari promosi untuk menjabat posisi baru (sbg suami/istri) yg lebih tinggi. tp dengan posisi baru itu qta harus kerjasama berpasangan dengan orang laen (istri/suami). dengan posisi baru itu gaji n pendapatan qta bertambah (rejeki nambah setelah menikah, mungkin pendapatan yg bertambah ato pendapatan jd pny sumber dari 2 pihak). posisi baru itu qta dapat menghasilkan karya dan merawatnya yg nantinya jd kebanggaan n qta mendapat pertolongan darinya (anak yg soleh akan sangat membantu orang tuanya, baik di dunia maupun di akhirat nanti). apakah qta menolak penawaran promosi itu?


    cek post ini
    numpang naro file2 email dari teman yah FK. biar inbox gw ga penuh

    semoga ga ada yg nanya knp gw nulis yg di atas tp sampe saat ini gw blm nikah. repot jawabnya

  3. #83
    Member
    Join Date
    May 2008
    Location
    Ergens
    Posts
    37
    Rep Power
    0

    Re: Apakah hidup harus menikah?

    .......
    Dengan asumsi rasional logis seperti diatas, apakah manusia2 yang memilih tidak menikah untuk hidup profesional lalu tidak bisa atau tidak boleh menikmati sex (kawin) sama sekali? Apakah mereka itu lalu hanya sekedar menjadi bulan2an manusia munafik saja dengan menjadi objek ejekan seperti: perawan tua atau perjaka tua yang tidak laku rabi/nikah? Atau mereka harus sembunyi2 kepelacuran? Apakah setiap kali sejoli dewasa yang sedang memadu kasih harus digropyok, diperas dan dipermalukan? Tidak, bukan? Dst.

    Sebagai penutup, mohon saran: APAKAH HIDUP HARUS MENIKAH? BOLEHKAH SAYA HIDUP SINGLE TAPI MEMPUNYAI TTM? BOLEHKAH MANUSIA LAIN MENGATUR KEBUTUHAN SEX MANUSIA LAIN DENGAN ATURAN2 COMPLICATED?


    Kalau anda seseorang yang religius, anda coba saja mengikuti aturan/saran menurut agama anda itu. Kalau tidak, anda bisa lihat ke lingkungan sekitar anda, cara pandang masyarakat di sekitar anda itu tentang TTM, dsb. Kalo anda siap di pandang agak miring oleh masyarakat karena cara hidup anda yang nggak sesuai dengan agama dan atau nilai masyarakat, ya ikuti saja pilihan anda itu (ber-TTM ria, misalnya). Kalau anda tidak setuju dengan aturan2 negara yang ada ttg hal ini, anda bisa juga emigrasi.
    Tentang boleh-tidaknya sesuatu itu, tergantung dari sisi mana anda memandang "sesuatu" itu.
    Pada akhirnya, you make the choice, kata orang..
    (Uhh...kok jadi nggak nyambung to...)

  4. #84
    Senior Member agungajade's Avatar
    Join Date
    Aug 2008
    Location
    jak
    Posts
    1,001
    Rep Power
    5

    Re: Apakah hidup harus menikah?

    Quote Originally Posted by popi View Post
    .......
    Dengan asumsi rasional logis seperti diatas, apakah manusia2 yang .......
    menikah lebih enak, nyaman, aman

    klo u ttm an, maen perempuan malem, maen di panti pijat ++, maen di damri kemayoran, maen di prumpung, maen di boker ciracas, di mangga 2, di puncak bogor yg nyari selimut, kumpul kebo
    ga asik de

    suka kumpul kebo yah?
    btw popi laki ato cewe?

    gw suka hubungan akrab ama cewe lho

  5. #85
    Senior Member Itachi's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Location
    Konohagakure
    Posts
    4,709
    Rep Power
    8

    Re: Apakah hidup harus menikah?

    Quote Originally Posted by Duda View Post
    Saya berusia 56 tahun, duda tanpa anak, PhD dari LN. Semenjak gagal dalam perkawinan saya, saya ingin hidup single, mandiri, dan professional. Namun kebutuhan jasmani dan biologis tak bisa saya abaikan. Saya punya masalah besar, sistim kebudayaan di Indonesia tak memungkinkan memenuhi kebutuhan biologis (sex) diluar perkawinan. Saya lama tinggal di Luar Negri. Berikut ini saya kutipkan sedikit sebuah artikel dari web blog yang mencerminkan berbagai pilihan hidup dinegri modern:

    Pilihan hidup di negara maju/modern lebih banyak dan lebih bervariasi, misalnya pilihan untuk: menikah, mandiri/bachelor, dan single parent/mother (orang tua tunggal: punyak anak namun tidak mau punya suami/istri). Dengan adanya berbagai pilihan ini, hidup menjadi lebih rasional, manusiawi, dan Ilahi, dengan alasan:
    - jumlah pria-wanita didunia tidaklah persis sama; disuatu daerah: bisa lebih banyak prianya, atau bisa lebih banyak wanitanya, jadi kalau semua diwajibkan menikah satu lawan satu, pasti ada yang tidak kebagian.
    - ada yang berniat tidak menikah karena ingin lebih mementingkan professionalisme (pekerjaan), jadi ia memilih hidup single-mandiri agar dapat konsentrasi pada pekerjaannya.
    - ada yang berniat tidak menikah karena ketakutan financial, artinya takut tidak mampu membiayai pendidikan anaknya nanti.
    - ada yang tidak ingin menikah dikarenakan cacat (sumbing, pincang, juling, dst.) atau mengidap penyakit tertentu, misal ayan, diabetes, gangguan jiwa, dst.
    - ada yang tidak menikah karena takut gagal lagi dalam perkawinan kedua/ketiga/dst.
    - ada yang ingin hidup secara single parent, punya anak namun tidak mau menikah.
    - ada yang ingin hidup bersama tanpa nikah
    - bahkan ada yang hidup bersama atau menikah namun dengan jenis kelamin yang sama (homo/lesbian), hal ini disebabkan dari sifat genetik yang dimilikinya, diluar kemampuan yang bersangkutan.

    Disamping pilihan hidup yang sangat bervariasi seperti diatas, sebagian besar manusia modern yang masih beragama atau yang religius, mempunyai pandangan tentang sex sbb.:
    - kitab suci agama manapun tidak melarang hubungan sex antara manusia dewasa atas dasar suka sama suka dan bukan selingkuh (bagi yang terikat pernikahan)
    - last but not least, Tuhan mengkaruniai sex yang luar biasa nikmatnya, untuk dinikmati secara dewasa, bukan hanya untuk "menggoda manusia" (alangkah kejamnya Tuhan bila hanya bermaksud menggodai manusia).

    Dengan asumsi rasional logis seperti diatas, apakah manusia2 yang memilih tidak menikah untuk hidup profesional lalu tidak bisa atau tidak boleh menikmati sex (kawin) sama sekali? Apakah mereka itu lalu hanya sekedar menjadi bulan2an manusia munafik saja dengan menjadi objek ejekan seperti: perawan tua atau perjaka tua yang tidak laku rabi/nikah? Atau mereka harus sembunyi2 kepelacuran? Apakah setiap kali sejoli dewasa yang sedang memadu kasih harus digropyok, diperas dan dipermalukan? Tidak, bukan? Dst.

    Sebagai penutup, mohon saran: APAKAH HIDUP HARUS MENIKAH? BOLEHKAH SAYA HIDUP SINGLE TAPI MEMPUNYAI TTM? BOLEHKAH MANUSIA LAIN MENGATUR KEBUTUHAN SEX MANUSIA LAIN DENGAN ATURAN2 COMPLICATED?
    Klo mw sex ya nikah donk... klo mw bebas jangan di Indonesia... LN aja...

    Got killed by human? Thats not a god, but 'CENCORED' acting like God.

  6. #86
    Member
    Join Date
    May 2008
    Location
    Ergens
    Posts
    37
    Rep Power
    0

    Re: Apakah hidup harus menikah?

    agungajade
    Member


    Join Date: Aug 2008
    Location: jak
    Posts: 769
    Thanks: 7
    Thanked 2 Times in 2 Posts



    Re: Apakah hidup harus menikah?
    permalink
    Quote:
    Originally Posted by popi
    .......
    Dengan asumsi rasional logis seperti diatas, apakah manusia2 yang .......


    menikah lebih enak, nyaman, aman

    klo u ttm an, maen perempuan malem, maen di panti pijat ++, maen di damri kemayoran, maen di prumpung, maen di boker ciracas, di mangga 2, di puncak bogor yg nyari selimut, kumpul kebo
    ga asik de

    suka kumpul kebo yah?
    btw popi laki ato cewe?

    gw suka hubungan akrab ama cewe lho



    Ehh...bang Agungajade, itu yang ijo itu tak copy/paste dari thread aslinya lo... (check sendiri..)
    Semuanya kan terserah sama si "DUDA" sendiri, gimana beliaunya itu memandang isu ini seperti aku dibilang sebelumnya.
    Kumpul sama kebo siapa yang mau?!? Memangnya kebonya mau kumpul sama kita? Tak tanya kebonya dulu ya...

  7. #87
    Member
    Join Date
    Sep 2008
    Posts
    97
    Rep Power
    4

    Re: Apakah hidup harus menikah?

    gak harus...
    tapi dalam agama tertentu memang di wajibkan,,,
    sebagian org merasa nyaman hidup sendiri...
    tapi sebagian orang merasa nyaman hidup bersuami / beristri,,,
    tapi lebih baik menikah dari pada tanpa nikah tapi jajan sana sini

  8. #88
    Member ALEXRUE's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Location
    area of 632.26 km˛ at 6° 10′ 30″ S, 106° 49′ 42″ E
    Posts
    486
    Rep Power
    4

    Re: Apakah hidup harus menikah?

    Sebagai penutup, mohon saran: APAKAH HIDUP HARUS MENIKAH? BOLEHKAH SAYA HIDUP SINGLE TAPI MEMPUNYAI TTM? BOLEHKAH MANUSIA LAIN MENGATUR KEBUTUHAN SEX MANUSIA LAIN DENGAN ATURAN2 COMPLICATED?


    TOO MANY QUESTIONS
    TOO LITTLE TIMES TO ANS....



    HIDUP GAK HARUS MENIKAH...tapi menikah lah ketika Dia telah datang dan berlabuh di hati mu...eniwe...menikah itu compliketed dan sangat2 personal...
    jadi sebenarnya saran mengenai pernikahan sangat semu. hanya dirimu sendiri yang mengerti arti pernikahan...arti gagalnya pernikahan...arti terbinanya pernikahan...
    SINGLE tentu no problem...TTM really a problem...mau TTM for how long?the rest of your life? FACE it!
    BOLEHKAH MANUSIA LAIN MENGATUR KEBUTUHAN SEX MANUSIA LAIN DENGAN ATURAN2 COMPLICATED?...nah YANG SATU INI BINGUNG CARA JAWABNYA...TAPI ESSENCE NYA...DIMANA LANGIT DI PIJAK DI SITU BUMI DIJUNJUNG(dunia sudah kebalik ok guys and gals) KALO KITA TINGGAL DI KOMUNITAS A,maka sebaiknya respect aturan A,jangan mengharapkan sebagai individu akan direspek komunitas A, Anderstan?

  9. #89
    Senior Member agungajade's Avatar
    Join Date
    Aug 2008
    Location
    jak
    Posts
    1,001
    Rep Power
    5

    Re: Apakah hidup harus menikah?

    Quote Originally Posted by popi View Post
    Ehh...bang Agungajade, itu yang ijo itu tak copy/paste dari thread aslinya lo... (check sendiri..)
    Semuanya kan terserah sama si "DUDA" sendiri, gimana beliaunya itu memandang isu ini seperti aku dibilang sebelumnya.
    Kumpul sama kebo siapa yang mau?!? Memangnya kebonya mau kumpul sama kita? Tak tanya kebonya dulu ya...
    ups, maaf popi
    ga baca tanggapan u, baru baca sekilas yg ijo
    abis ga di quote ajade sih

    btw popi blm jawab
    cewe ato cowo

    mang bisa bahasa kebo yah? popi isengajade mo nanya si kebo mo dikumpukeboin ga

  10. #90
    Member
    Join Date
    Sep 2008
    Posts
    47
    Rep Power
    0

    Re: Apakah hidup harus menikah?

    Membaca tanggapan2 terakhir, agak kurang berbobot ya. Ada unsur debat berbasis "pokoke", tanpa mempertimbangkan kemajuan pemikiran di negara maju dan modern. Dan benar sinyalemen bahwa bangsa ini sedang dalam kondisi "katak dalam tempurung", kurang kritis, kurang pandai, kurang berpikir secara alternatip. Dan benar bahwa bangsa ini tidak merasa sakit parah dalam kebudayaan, padahal rasa malu sudah sangat tipis, budaya antri saja belum mampu, budaya menrima kekalahan belum mampu, budaya kebersihan belum mampu, budaya memelihara belum bisa, dst. Maka krisis terus membelit Indonesia. Krisis yang berkelanjutan, mencerminkan level nalar suatu bangsa. Forum kompas dianggap penuh orang berpendidikan baik, namun dari isi tanggapan yang ada, kelihatan tahapan pemikiran sebagian besar forum yang masih terbelakang. Kita harus terus bercermin, kita harus sadar bhw kita sedang sakit parah, janganlah kita menuding ke dunia luar terus, arahkan telunjuk kita ke diri kita dulu...

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0