Page 1 of 23 1234567891011 ... LastLast
Results 1 to 10 of 230
  1. #1
    Member
    Join Date
    Aug 2008
    Location
    Batu, Jawa Timur
    Posts
    60
    Rep Power
    4

    Apakah hidup harus menikah?

    Saya berusia 56 tahun, duda tanpa anak, PhD dari LN. Semenjak gagal dalam perkawinan saya, saya ingin hidup single, mandiri, dan professional. Namun kebutuhan jasmani dan biologis tak bisa saya abaikan. Saya punya masalah besar, sistim kebudayaan di Indonesia tak memungkinkan memenuhi kebutuhan biologis (sex) diluar perkawinan. Saya lama tinggal di Luar Negri. Berikut ini saya kutipkan sedikit sebuah artikel dari web blog yang mencerminkan berbagai pilihan hidup dinegri modern:

    Pilihan hidup di negara maju/modern lebih banyak dan lebih bervariasi, misalnya pilihan untuk: menikah, mandiri/bachelor, dan single parent/mother (orang tua tunggal: punyak anak namun tidak mau punya suami/istri). Dengan adanya berbagai pilihan ini, hidup menjadi lebih rasional, manusiawi, dan Ilahi, dengan alasan:
    - jumlah pria-wanita didunia tidaklah persis sama; disuatu daerah: bisa lebih banyak prianya, atau bisa lebih banyak wanitanya, jadi kalau semua diwajibkan menikah satu lawan satu, pasti ada yang tidak kebagian.
    - ada yang berniat tidak menikah karena ingin lebih mementingkan professionalisme (pekerjaan), jadi ia memilih hidup single-mandiri agar dapat konsentrasi pada pekerjaannya.
    - ada yang berniat tidak menikah karena ketakutan financial, artinya takut tidak mampu membiayai pendidikan anaknya nanti.
    - ada yang tidak ingin menikah dikarenakan cacat (sumbing, pincang, juling, dst.) atau mengidap penyakit tertentu, misal ayan, diabetes, gangguan jiwa, dst.
    - ada yang tidak menikah karena takut gagal lagi dalam perkawinan kedua/ketiga/dst.
    - ada yang ingin hidup secara single parent, punya anak namun tidak mau menikah.
    - ada yang ingin hidup bersama tanpa nikah
    - bahkan ada yang hidup bersama atau menikah namun dengan jenis kelamin yang sama (homo/lesbian), hal ini disebabkan dari sifat genetik yang dimilikinya, diluar kemampuan yang bersangkutan.

    Disamping pilihan hidup yang sangat bervariasi seperti diatas, sebagian besar manusia modern yang masih beragama atau yang religius, mempunyai pandangan tentang sex sbb.:
    - kitab suci agama manapun tidak melarang hubungan sex antara manusia dewasa atas dasar suka sama suka dan bukan selingkuh (bagi yang terikat pernikahan)
    - last but not least, Tuhan mengkaruniai sex yang luar biasa nikmatnya, untuk dinikmati secara dewasa, bukan hanya untuk "menggoda manusia" (alangkah kejamnya Tuhan bila hanya bermaksud menggodai manusia).

    Dengan asumsi rasional logis seperti diatas, apakah manusia2 yang memilih tidak menikah untuk hidup profesional lalu tidak bisa atau tidak boleh menikmati sex (kawin) sama sekali? Apakah mereka itu lalu hanya sekedar menjadi bulan2an manusia munafik saja dengan menjadi objek ejekan seperti: perawan tua atau perjaka tua yang tidak laku rabi/nikah? Atau mereka harus sembunyi2 kepelacuran? Apakah setiap kali sejoli dewasa yang sedang memadu kasih harus digropyok, diperas dan dipermalukan? Tidak, bukan? Dst.

    Sebagai penutup, mohon saran: APAKAH HIDUP HARUS MENIKAH? BOLEHKAH SAYA HIDUP SINGLE TAPI MEMPUNYAI TTM? BOLEHKAH MANUSIA LAIN MENGATUR KEBUTUHAN SEX MANUSIA LAIN DENGAN ATURAN2 COMPLICATED?

  2. #2
    Senior Contributor ~mamamia~'s Avatar
    Join Date
    Mar 2008
    Location
    in my cozy home (:
    Posts
    5,017
    Rep Power
    11

    Re: Apakah hidup harus menikah?

    Pak Duda,

    Kalau menurut Kitab Suci dari agama saya, seks itu karunia Tuhan dan untuk dinikmati. Namun untuk menikmati seks itu harus dalam institusi yang namanya perkawinan. Di luar institusi perkawinan melakukan seks adalah dosa.

    Mengenai pertanyaan pak Duda apakah kita harus menikah. Setiap orang punya pilihan untuk menikah ato tidak. Bagi yang merasa punya hasrat biologis yang kuat sebaiknya menikah pak, supaya tidak berdosa dengan melakukan TTM atau juga seks di luar nikah.

    Mengenai aturan yang bapak maksud itu, saya sendiri mengikuti aturan dari Kitab Suci saya pak, dan aturan di dalamnya diberikan untuk kebaikan, bukan untuk mencelakakan. Salah satu contoh praktis ya seperti yang saya sebutkan di atas.

    Salam kenal pak Duda... all the best for you!


    "Character is not formed, nor are rewards earned in the absence of options"
    ~ Bill Johnson ~

  3. #3
    Senior Member 4bn0rm4l's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    deketlah...
    Posts
    1,033
    Rep Power
    5

    Re: Apakah hidup harus menikah?

    pertanyaan pak duda adalah "Apakah hidup harus menikah?"
    jawaban saya adalah tidak harus, tapi menikah adalah ibadah yang akan mendapat pahala bagi yang menjalankannya. itu pilihan hidup.

    tapi klo yang dimaksud dari pertanyaan tersebuat adalah "apakah melakukan seks itu harus menikah?" [menurut saya ini yang sbenarnya maksud dari pertanyaan pa' duda]
    jawaban saya adalah iya! tanpa ada alasan lain.

    mungkin pertanyaannya yang lebih tepat adalah "mengapa kita harus menikah terlebih dahulu untuk bisa melakukan seks?", "mengapa melakukan seks hanya dengan istri kita saja? yang mungkin hanya satu kali (punya istri) dalam seumur hidup"

    pertanyaan seperti ini lah yang harus kita pikirkan dan mencari jawabannya... baik dilihat dari segi Agama kemudian Ilmu Pengetahuan, Pendidikan Sosial, Nalar & Rasional dan segi Kehidupan.

    kayanya ini perlu bikin trit baru untuk menjawab ini deh... hehehee...

    saya coba menjawabnya (Bissmillahirohmanirrohiim)
    seks harus dengan istri kita sendiri.. itu harus dan wajib berdasarkan ajaran agama yang saya yakini saya yaitu Islam. tak ada keraguan sedikitpun untuk menjawab dan menjalankannya.

    dilihat dari segi selain agama...
    klo kita melakukan seks diluar nikah, bagaimana bapak memandang wanita yang melahirkan anak tanpa nikah? apakah ada sedikit rasa itu wanita rendah??? sedikit hilang rasa hormat kepada wanita tersebut??? klo tidak, apakah hati nurani bapak juga setuju??? walaupun sekarang jaman sudah sangat maju.
    jika jaman sudah berubah, misal kita bayangkan, seks sangat bebas, tak perlu menikah untuk mendapatkan seks... bagaimana anda melihat bila ibu anda melakukannya??? istri anda atau kakak/adik perempuan anda melakukannya??? apakah ada rasa tidak nyaman membayangkannya??? atau ada sedikit rasa marah??? melihat atau membayangkannya sekarang ini melakukan seks begitu mudahnya.. datang dan pergi begitu saja tanpa beban.
    klo saya, saya sangat marah! tidak setuju...!
    mengapa demikian? itulah agama yang mengaturnya pak... memberikan apa yang boleh dan tidak boleh demi kebaikan manusia sendiri...

    sebagai contoh... bila saya seorang tukang kayu, saya membuat meja, kursi, lemari, saya berhak dan tahu pasti memberi petunjuk kepada orang yang membelinya apa fungsinya, berapa kekuatan bebannya, bagaimana cara merawatnya.

    atau, bila saya pembuat pesawat, saya akan mengirimkan orang kepercayaan saya dan memberikan buku manual cara penggunaan pesawat tersebut. anggap saja sekarang tidak ada pesawat atau ilmu pengetahuan tentang pesawat. orang2 tidak tahu bagaimana cara menjalankannya... apakah didorong? apakah dijalankan dilaut? apakah sebagai rumah? mungkin saja kan...

    nah, orang kepercayaan saya akan menjelaskan dan memberikan contoh kepada yang membelinya bagaimana cara menjalankannya... mana yang boleh dan tidak boleh. dan buku manual tersebut akan diberikan untuk pedomannya hingga habis masa waktunya.

    nah itulah Tuhan beserta para Nabi dan Rasulnya dan juga Kitab Sucinya...
    Allah SWT menciptakan manusia beserta isinya, mengetahui pasti seberapa besar kemampuan makhluk2nya. apa yang boleh dan tidak boleh. Mengutus para Nabi dan Rasul2Nya sebagai orang kepercayaannya dan untuk memberikan contoh. dan menurunkan buku petunjuk dan pedoman seumur hidup yaitu Al-Quran.
    bila sekarang jaman telah maju dan berfikir sudah lewat masa nya... sama aja dengan orang yang membeli meja atau pesawat yang dimodif untuk dijalankan dengan cara yang berbeda... hasil akhirnya akan hancur.

    ini hanya sedikit gambaran aja pak duda... mohon maaf bila ada kata yang tidak berkenan, menguliahi dan sebagainya ataupun keluar dari pertanyaan anda sebenarnya... cuma mo bantu aja pak... hhiihihiii...
    wassalamualaikum...
    adrenaline junkies...

  4. #4
    Member
    Join Date
    Aug 2008
    Location
    Batu, Jawa Timur
    Posts
    60
    Rep Power
    4

    Re: Apakah hidup harus menikah?

    Terimakasih atas saran anda, namun anda tidak menjawab kemungkinan yang realistis diatas. Mungkin ada baiknya anda search di Google artikel berjudul: SEX, MANUSIA, AGAMA, DAN TUHAN
    Dengan:
    Abstrak - Dua kutub filosofi tentang sex eksis didunia ini: yang satu memandang sex secara positip, indah, penuh seni, mensyukuri dan menikmatinya; yang lain memandang sex secara negatip, mentabukan namun munafik (suka menikmati sex lewat pintu belakang), atau pasrah untuk tidak menikmati sepanjang hidupnya. Bagaimana pendapat anda?

    lalu ada paragraph:
    Memang ada perbedaan yang sangat mendasar antara negara maju dan berkembang dalam pemahaman sex. Di negara modern/maju, sex itu dipandang karunia Tuhan yang maha nikmat, maka sex seyogyanya dinikmati, tidak diingkari atau ditabukan. Pada umur 18 tahunan, pemuda-pemudi sudah pisah dengan orang tua dan tinggal di apartemen tersendiri. Sex atas dasar suka sama suka diantara bachelor/duda/janda yang sudah dewasa adalah wajar, karena merupakan ekspresi kasih sayang dan seni, serta tidak melanggar hukum dan bukan dosa, asal bukan selingkuh (bagi yang menikah). Bagi yang menikah, suami-istri diharapkan untuk menepati janji setia mereka. Dengan pandangan sex yang seperti ini, terbentuk sistem budaya yang membuat semua manusia seolah-olah dapat/kebagian menikmati sex; permasalahan seperti: tidak ingin menikah, jumlah pria-wanita yang timpang, yang memilih hidup sendiri-mandiri, yang tidak laku menikah, lalu menjadi tidak masalah lagi dalam pemenuhan kebutuhan alami yang disebut sex, karena manusia bebas melakukan hubungan sex secara wajar, asal sudah dewasa dan bukan selingkuh. Namun untuk menjaga berbagai kemungkinan buruk hasil hubungan sex seperti penyakit kelamin dan peningkatan jumlah penduduk (kehamilan), maka pendidikan sex semenjak SMP keatas yang bersifat amat dalam dan menjurus ke save sex (pemahaman biologi organ sex dan kontrasepsi) adalah keharusan di negara modern.
    ////
    Nah seperti itulah, yang terjadi di Jepang, Singapore, Korea, Eropa, USA, Inggris, dst. Ada kecendrungan yang tinggi untuk tidak menikah, namun sex yang dewasa bertanggung jawab (ala mereka) adalah wajar, normal, positip. Akibat negatip bagi negara maju: jumlah penduduknya justru menurun! Karena pemahaman kontrasepsi dan level pendidikan sudah tinggi sekali. Dinegri berkembang, sex itu tabu dan negatip, level pendidikan masih rendah dan tak paham kontrasepsi, jml penduduknya meroket tajam, remaja pacaran sembunyi - banyak yang kebablasan, beranak pinak.

    Tentang alasan dari sisi agama, aduh agak sulit ya,peka sekali dan sangat individu! Disana (manusia modern) sudah tidak peduli lagi dgn agama, namun budi pekerti dan etika tinggi sekali, rasa malu tinggi sekali; sebaliknya di negri berkembang masih sangat kental sekali dengan agama dan mistik. Sekali lagi, pandangan mereka yang modern: memandang sex secara positip, indah, penuh seni, mensyukuri dan menikmatinya, jadi tak ada kaitan dengan agama. Sex seperti agama adalah privacy, sangat individu, dihormati, jadi tidak di gropyok dan dipermalukan.

    Nah, saya hidup di dua dunia saat ini, maka saya harus pilih ...


  5. #5
    Junior Member
    Join Date
    Aug 2008
    Posts
    8
    Rep Power
    0

    Re: Apakah hidup harus menikah?

    Tergantung hati nurani anda aja kalau begitu... Bagaimanapun juga, enggak selamanya seorang wanita mau ber-TTM. Lihat aja di luar negeri, kecenderungan untuk naik kelas (baca: menikah) justru tinggi di kalangan wanita. Dan kalau untuk hal ini, wanita biasanya lebih rasional ketimbang pria yang lebih cenderung memikirkan kebutuhan biologis di masa "perkasa" ketimbang kebutuhan hati di hari tua nanti.

    By the way, serial Sex In The City sudah cukup untuk menggambarkan kegamangan wanita karier usia 30 keatas yang menjalani hidup bersama tanpa menikah. Jadi tetap saja pada akhirnya para wanita yang digambarkan sebagai "fun fearless female" oleh majalah Cosmopolitan tersebut pada akhirnya merasa jauh lebih bahagia dan lebih mencintai pasangan setelah menikah.
    Last edited by tupique; 09-08-08 at 02:27 PM.

  6. #6
    Member kawaii_imoet's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    tidak tahu,,,
    Posts
    469
    Rep Power
    4

    Re: Apakah hidup harus menikah?

    Sapa c yang mengharuskan ??? Agama ???? Iya c ,,,
    Klo di perbolehkan untuk memilih, selama belum menemukan seseorang yang bener2 sreg banget untuk nikah kenapa harus memaksakan diri untuk menikah ??? Tapi masalahnya, agama yang saya anut, menikah adalah suatu ibadah, di tambah lagi pandangan dari masyarakat yang menilai negatif terhadap seseorang yang hidup sendiri,,, kenapa c ???
    Klo menikah itu cuma akan menambah beban hidup, kenapa harus menikah???
    Jadi, jUzt beLieve in yoUrseLf,,,
    aQ mo isTiraHat,,,
    aQ caPe,,,

  7. #7
    Senior Member imobil's Avatar
    Join Date
    May 2008
    Location
    Perbatasan
    Posts
    2,108
    Rep Power
    6

    Re: Apakah hidup harus menikah?

    Hubungan intim diluar pernikahan adalah terlarang........

    Bagi saya pilihannya ngampang......

    Kalau anda mampu untuk menahan godaan seks silahkan pilih tak usah menikah dan jika tidak sebaiknya menikah aja........

    Biarpun dikota besar dan modern tetap aja orang akan menilai seseorang (cewek cowok) yang sering gonta ganti pasangan itu tak baik.......

    just my opini.....
    unique wine racks reviews... Memory Foam Pillow

  8. #8
    Senior Member
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    Sacramento, CA
    Posts
    1,014
    Rep Power
    5

    Re: Apakah hidup harus menikah?

    Apakah Hidup harus menikah??????????

    Well, it depends on ur self. Kalau sudah menemukan pasangan sejati, sehati, seiman, dan bukan sejenis...ooooopsss (im so sorry for u guys,no hard feeling plz, but kalo mau sejenis juga its ok ) Apa lagi yang mau ditunggu??????? Mau sampai punya anak dulu baru mau married?
    halahhhh.
    Jangan kasih thread : Apakah menikah harus punya anak??????
    A Million Little Pieces -

  9. #9
    Member
    Join Date
    Aug 2008
    Location
    Batu, Jawa Timur
    Posts
    60
    Rep Power
    4

    Re: Apakah hidup harus menikah?

    Yayayaya, most answers based on faith, and faith based on religion, and most religions based on holly books, and holly books are forbidden to be updated, so the answers based on "pokoke", not reason or logic. Dalam berbagai alasan disebutkan bgmna kalau ratio jumlah pria-wanita timpang, bagaimana kalau ada orang memang mau profesional, dst. Apakah semua persoalan dapat dijawab dengan keyakinan? Apakah semua manusia profesional diminta menjadi sperti Sang Budha dan Sang Yesus? (Profesional, pendeta, namun tidak menikah dan tidak kawin). Apakah kalau manusia dewasa menikmati sex atas dasar senang sama senang lalu jadi jahat? Mengapa negara modern yang hampir semua individunya kecukupan sexnya justru tidak ganas? Apakah dugaan ahli psikologi Sigmund Freud benar bhw sex adalah tmsuk kebutuhan dasar dan hak azasi serta hak alami setiap individu, jadi bagi sebagian besar manusia (ada sebagian kecil yang beda) bila tidak terpuaskan akan membuat manusia ngeres dan mesum pikirannya dan tindakannya jadi beringas? Dalam web blog yang disarankan diatas, digambarkan bagaimana kambing jantan dewasa yang sengaja tak diperkenankan melimpahkan hasratnya lalu menjadi ganas-buas dalam perilaku sosialnya. So, saya sih ingin punya TTM wanita yang sama-sama dewasa pemikirannya (profesional tidak kawin), namun, tok-tok-tok, the police will ask us our marriage certificate, and then squize (memeras) us...... Love is beautifull, isn't it? But why some people hunger to control other people's matter about love in the name of ....?

  10. #10
    Senior Member techan's Avatar
    Join Date
    Mar 2008
    Location
    Jkt
    Posts
    2,215
    Rep Power
    6

    Re: Apakah hidup harus menikah?

    Kayaknya balik ke personal deh, itu adalah pilihan hidup masing2 individu. Kurasa karna perbedaan budaya, lebih baik anda jangan samakan ketika di LN dgn di Indonesia, karena bagaimanapun sebagian besar orang di negara berkembang ini akan lebih memilih menikah sebelum having sex, karena melakukan dgn pasangan sendiri tentu akan lebih aman.
    Last edited by techan; 11-08-08 at 07:34 AM.
    Our mind is like a garden; if no good seeds are sown, nothing good will grow from it.

Page 1 of 23 1234567891011 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •