Results 1 to 4 of 4

Thread: Stroke, Penyakit yang Dipandang Sebelah Mata

  1. #1
    Senior Member Alphe's Avatar
    Join Date
    Nov 2011
    Location
    Banggai
    Posts
    1,321
    Rep Power
    5

    Stroke, Penyakit yang Dipandang Sebelah Mata

    Stroke merupakan penyakit yang disebabkan gangguan pembuluh darah (pendarahan atau penyumbatan) di otak. Penyakit ini berbahaya selain mematikan, juga menyebabkan kecacatan yg menghilangkan tingkat produktivitas penyandang stroke.

    Risiko kematian dan kecacatan ini sebenarnya dapat dibatasi jika penderita ditangani dalam waktu singkat (3-6 jam setelah serangan). Selain itu, diperlukan penanganan yang baik pasca stroke untuk mencegah berulangnya stroke.

    Tetapi pada kenyataannya, banyak pasien stroke di negara kita tidak dapat tertangani optimal. Sedih melihat pasien stroke baru datang satu atau dua hari setelah serangan. Jarang sekali pasien datang dalam waktu kurang dari 6 jam. Selain keadaan sarana dan prasarana yg kurang, tingkat pemahaman masyarakat akan penyakit ini juga rendah.

    Selain keterlambatan pengobatan, banyak pasien setelah stroke putus berobat karena menganggap tidak sembuh saat ditangani dokter. Di sini terlihat bahwa pemahaman akan stroke juga kurang. Kerusakan akibat stroke hampir pasti tidak dapat kembali secara sempurna. Namun, tubuh biasanya secara alami mencoba mengatasi kerusakan dan mengoptimalkan bagian otak yang masih baik. Asalkan tidak terjadi stroke ulangan dan rehabilitasi yang baik, gangguan fungsi pasien stroke bisa diminimalisir. Tetapi, membutuhkan waktu yg cukup lama. Hal inilah yg kurang dipahami masyarakat yg mengeluh tidak sembuh oleh dokter dan akhirnya pergi ke pengobatan alternatif. Setelah lama pasca stroke, tanpa diberi obat pun pasien bisa pulih dengan sendirinya. Hal inilah yg kemudian didapati pasien. Setelah berobat alternatif pasien merasa lebih baik padahal proses kesembuhan itu tidak terlalu berkaitan dengan upaya pengobatan alternatif yg diberikan.

    Namun sekali lagi, pemulihan pasca stroke akan baik jika tidak terjadi stroke ulangan. Sayangnya, sebagian besar pasien stroke yg selamat, akan mengalami stroke ulangan selama faktor risiko stroke seperti darah tinggi, diabetes, atau kolesterol tinggi tidak ditangani. Selain itu, adapula pasien yg perlu di operasi pembuluh darah lehernya untuk menghilangkan sumber bekuan darah yg sewaktu-waktu bisa lepas dan menyebabkan stroke berulang.

  2. #2
    Junior Member
    Join Date
    Sep 2011
    Posts
    202
    Rep Power
    0

    Re: Stroke, Penyakit yang Dipandang Sebelah Mata

    tetapi kalo tubuh kelebihan asupan obat"an tetep ga bagus juga...
    makanya kebanyakan orang memilih pengobatan secara alternatif...

  3. #3
    Senior Member Alphe's Avatar
    Join Date
    Nov 2011
    Location
    Banggai
    Posts
    1,321
    Rep Power
    5

    Re: Stroke, Penyakit yang Dipandang Sebelah Mata

    Obat itu kan sudah diteliti kadar keamanannya beserta dosisnya. Itu juga pemahaman yg kurang tepat di masyarakat kita. Takut "ketergantungan" dan memandang buruk minum obat walaupun dosis dan pemakaiannya sudah benar. Ketergantungan yg ditakutkan tentu jika terus minum obat karena sensasi padahal sebenarnya tubuh tidak perlu. Dalam kondisi sakit, khususnya stroke jelas ada perlunya minum obat... Sama kayak makan nasi. Kita perlu makan nasi. Apa itu berarti ketergantungan yang buruk?

    Sebenarnya bukan menyudutkan metode alternatif, namun sebaiknya dipadukan. Walaupun banyak kelemahan di sana-sini, namun dunia kedokteran setidaknya lebih unggul dalam hal penelitian. Selain itu, tidak sedikit juga ditemukan penderita sakit stroke setelah sekian lama diobati secara alternatif terjadi stroke berulang baru dibawa ke dokter. Tentu dokter pun hanya bisa geleng-geleng kepala.

  4. #4
    Member dr_nandy's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Location
    manila
    Posts
    530
    Rep Power
    5

    Re: Stroke, Penyakit yang Dipandang Sebelah Mata

    stroke yang penting kejar - kejaran waktu, ada golden periodnya, baik karena perdarahan maupun iskemik, kalau kelamaan tanpa penanganan ketika serangan, maka prosesnya ireversibel, alias nggak bisa dikembalikan seperti semula, makanya ada yang lumpuh dan cacat, tergantung bagian otak yang kena, dan yang gawat berujung kematian.

    Tapi kembali kepada pilihan seseorang, bagaimana dia ingin menikmati hidupnya. Mungkin sudah banyak rekan-rekan FK yang tau kalau stroke lebih ke penyakit yang berkaitan dengan gaya hidup seperti asupan makanan dan aktivitas fisik yang tidak berimbang. Memuja makanan tetapi aktivitas fisik kurang, perokok berat, dan lain lain yang tidak sehat. So kalau saya ya kembali ke pertanyaan dasar yang harus dijawab sendiri, yaitu bagaimana kita menginginkan kualitas hidup kita.

    Saya punya contoh, meskipun saya pastinya masih akan berusaha untuk promote pola hidup berimbang, tetapi saya juga tidak terlalu ngoyo melarang kakek saya almarhum yang menderita diabetes untuk tidak makan enak dan manis-manis di usianya yang senja, yang akhirnya beliau meninggal karena stroke, tapi saya cukup bangga beliau meninggal di usia 76 tahun, jauh di atas harapan hidup orang indonesia, sekitar 69-70 tahun. Begitu juga dengan mantan dosen saya, yang jadi rekan kerja saya sekarang, beliau masih asik saja makan kepiting bakar, hobi pizza anti pecel atau gado-gado, umur hampir 70, tetap cuek dengan selera makannya, tapi yang salut tetap rutin berenang, bersepeda dan secara umum masih sehat meski punya asam urat. So..... hidup kita milik kita, kita jaga sendiri kualitas hidupnya, tentunya membutuhkan dukungan dari orang-orang yang kita sayangi.

    Betulkan saudara TS?
    mortui vivos docent
    _________________
    yang hidup belajar dari yang mati

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0