LENSAINDONESIA.COM: Unggulnya pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) pada hasil perhitungan cepat (quick count) sejumlah lembaga survei pada Rabu (11/7/12) kemarin dalam pemilihan Gubernur-wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017 diyakini memiliki peluang menuntaskan persaingan pada putaran kedua.
Hingga kini, meski kedua pasangan belum sepenuhnya meraih 50 persen angka kemenangan mutlak. Seminggu mendatang, siapapun pemenangnya akan dihadapkan dengan ribuan persoalan sulit.
Ditegaskan Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, gubernur DKI yang akan datang wajib tiga masalah, yakni kumuh, macet dan banjir.
Pendapat JK juga sama dengan Indonesia Media Monitoring Center (IMMC). Menurut Farid, peneliti senior dari IMMC, macet dan banjir merupakan isu lama tapi tetap menjadi isu utama pada pilkada DKI saat ini.
Berdasarkan monitoring, semua media massa seolah berlomba menyajikan berita mengenai tema ini dan mengaitkannya dengan visi dan misi setiap calon.
“Sebenarnya sudah bisa ditebak, bahwa setiap kali Pemilukada DKI mendekat, semua elemen, terutama figur yang akan mengajukan diri sebagai calon gubernur DKI, seolah memiliki kesadaran reflektif tentang problem akut yang diidap Ibu Kota ini. Dua isu utama masih tetap mendominasi, yaitu banjir dan kemacetan. Ini problem lama, tapi tetap menjadi yang utama,” katanya, Kamis (12/7/12) di Jakarta.
Padahal, isu seputar masalah Jakarta yang digulirkan media sebenarnya sangat banyak dan beragam. Pengangguran, kemiskinan, korupsi birokrasi, kesehatan, pendidikan, keamanan, dan lain-lain. Namun yang paling dominan dari semua itu adalah banjir dan kemacetan.
Ibarat penyakit kronis, kedua isu yang disebut terakhir ini memiliki porsi pemberitaan yang merata di semua media. Kini, warga Jakarta bak pasien yang harus segera disembuhkan dari deraan penyakit ini.
SUMBER


LinkBack URL
About LinkBacks





Reply With Quote


Bookmarks