
Originally Posted by
bussere
Hi nanapeko,
panggil saya buss bukan buzz
gmn yah mereka? mereka sama jg manusia, cuma mereka ga suka dengan kondisi terikat, misalnya kerja yg sifatnya terikat mesti berangkat pulang jam segini, mereka maunya ada kebebasan.
profesi mereka yg sehari2 mencopet menurut mereka wajar atau sah sah saja, dan malah dianjurkan, alasannya jg ribet klo saya ceritakan. Pernah saya tanyakan bukankah itu berdosa, maklum jg kan mereka sering ibadah. Menurut mereka yah mencopet itu juga ibadah, sasaran mereka cuma kaum2 tertentu, mereka pergunakan istilah kafir. Menurut mereka, kafir harus dicopet biar mereka ga sadar, jadi tugas merekalah yang menegakkan akidah kebenaran ini dengan mencopet buat menyadarkan kafir-kafir itu.
Mereka gak sembarang copet, misalnya hanya orang2 yang takut dicopet yg akan dicopet. Karena menurut mereka orang2 yang takut dicopet sebenarnya minta dicopet, dengan alasan bahwa mereka belum kuat menerima rezeki dari Allah, jadi mereka takut2, klo mereka dah kuat menerima rezeki dari Allah mereka gak akan takut. Jadi istilah kafir itu sebenarnya buat yang menerima uang yang besar tetapi penuh menyimpan rasa takut, sehingga harus dirampok atau dicopet.
Buat yang memperkosa misalnya, karena mereka mengundang diperkosa juga. Misalnya berpakaian sexy, dan lain2 yang sifatnya mengundang untuk diperkosa, dan justru sebenarnya dengan memperkosa mereka, mereka akan senang, begitu pendapat dan keyakinan mereka.
Sehari2 mereka rajin ibadah, dan bergaul bebas ria, hidup ga pernah memikirkan uang, waktu membutuhkan uang tinggal copet, waktu mau makan tinggal minta, karena hidup ini pemberian Allah SWT jadi Allah pula yang memberi rezeki semuanya baik dengan copet, rampok atau menjajah, dan kalau dilakukan pada kafir semua itu adalah halal.
Bahkan pernah satu teman saya yang sangat garang mencopet dikenal dengan yang paling rajin ibadah diantara teman-teman, walau gak sempat berpakaian putih2 tp sifat lugas, terus terang, dan tidak munafik adalah sifat mereka, mau ngewe tinggal ngewe, klo ga ada pasangan tinggal cari yg mancing2 di jalan.
Intinya agar terhindar dari perkosa dan rampok, berhentilah menjadi kafir, ibadah hanya kepada Allah SWT, dan sering beribadah diantara kerumunan orang agar masyarakat tahu, dengan begitu anda akan lebih dikenal dan akan dijauhi dari petaka kriminal.
Kedua jangan takut atau gentar, dengan begitu polisi pun gentar dan takut pada anda. Polisi dan militer bukan apa2 dimata para preman, bahkan banyak pula kaum mereka yang punya koneksi ke atas, jadi mengandalkan polisi gak berlaku di Indonesia. Justru takut dirampok akan dirampok, karena begitu anda mintanya dengan bahasa tubuh dan gerak gerik ketakutan.
Ketiga, jangan memandang pencopet/perampok/pemerkosa sebagai penjahat, sesungguhnya mereka orang beriman, karena mereka ga menumpuk harta seperti anda, mereka hidup bebas di jalan raya karena pilihan mereka. Mereka merampok demi kebenaran dan penegakan akidah, kalau anda memandang mereka sebagai orang buruk dan malah mendukung koruptor, ibarat anda lebih menjelekkan orang yang mengambil duit 10000 dibanding orang yang mengambil duit miliaran.
Bookmarks