Page 4 of 93 FirstFirst 123456789101112131454 ... LastLast
Results 31 to 40 of 924
Like Tree55Likes

Thread: Pilih yang Ahli atau Berani? Seputar Pemilukada DKI Jakarta 2012

  1. #31
    Senior Member Taiko-san's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    2,430
    Rep Power
    10

    Re: Pilih yang Ahli atau Berani? Seputar Pemilukada DKI Jakarta 2012

    Quote Originally Posted by maspras View Post
    wah yang ini saya gak sempat baca.. maaf jadi keselip.

    ketika berbicara solusi, bagi saya, tidak hanya dalam sisi potensi - draft - rencana - studi dsb dsb dsb.. tapi merupakan sebuah sinergisitas dari olah pikir, olah rasa dan tindakan.
    ketiga hal tersebut harus hadir (bersifat akumulatif) baru bisa dianggap sebagai solusi. bagi saya loh...
    tapi kalau baru dari rencana2, diskusi2 dsb dsb
    yaa itumah bukan kelasnya pejabat pemerintahan lah..
    mereka diberi kewengan loh.. masak hanya sebatas ide2 semata...

    pernah nonton NGC tentang Jakarta Megapolitan ?
    huih.. itu rencananya bagus buanget nget nget...
    tapi masih dalam tataran rencana..

    jakarta bebas macet?
    kurangi jumlah kendaraan atau batasi jumlah kendaraan yang beredar.
    **gimana bisa mengurangi la wong mobil di depan kantor gubernur banyakan mobil pribadi.

    jakarta bebas banjir?
    saluran air diperbaiki.
    resapan air perlu direhabilitasi.
    mental pembuang sampah juga dirapihkan (operasi otak maksudnya).
    **gimana bisa bersih dari sampah, la wong tong sampah di depan kantor gubernur udah hilang berminggu2..

    balik ke topik awal.

    perjalanan masih panjang.. masih ada kesempatan untuk bersolek diri..
    apalagi buat yang aktor2 baru..
    bikin sensasi dulu lah biar dikenal..
    masak mau jadi kuda hitam mulu..
    trims

    kamu benar, kalo solusi seperti yg km gambarkan adalah olah pikir, olah rasa dan tindakan, memang itulah yg seharusnya. Kalo NATO yg disana baru beberapa hari ini membombardir Libya, maka NATO yg disini sudah membuat kita termehek mehek puluhan tahun.

    Namun sebenarnya yg ingin kutekankan adalah, apakah bangsa kita kemampuannya memang baru tahap oleh rasa dan olah pikir? Apakah tataran kita benar benar belum sampai ke level tindakan?

    Dulu pernah ada perdebatan antara Mendagri, DPR, Pakar Otda dan pakar lain di salah satu stasion TV. Ternyata, kesimpulan sederhananya, dan ini mereka akui bersama, sistem pemilukada di negara kita sangat high cost, rentan dgn money politics. Ini peluang emas bagi investor menanam saham. Bila ternyata jagoannya menang, tentu saja si investor akan menagih semacam balas jasa. Hal hal semacam inilah yg membuat hampir semua kepala daerah di negeri kita seperti tak kuasa utk mengambil tindakan. Seperti ada tali yg mengikat kaki dan tangannya, sehingga mereka tidak leluasa bergerak walapun mereka notabene pilihan rakyat, kira kira begitu.

    salam

  2. #32
    Advisor maspras's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    lombok
    Posts
    14,286
    Rep Power
    21

    Re: Pilih yang Ahli atau Berani? Seputar Pemilukada DKI Jakarta 2012

    Quote Originally Posted by Taiko-san View Post
    trims

    kamu benar, kalo solusi seperti yg km gambarkan adalah olah pikir, olah rasa dan tindakan, memang itulah yg seharusnya. Kalo NATO yg disana baru beberapa hari ini membombardir Libya, maka NATO yg disini sudah membuat kita termehek mehek puluhan tahun.

    Namun sebenarnya yg ingin kutekankan adalah, apakah bangsa kita kemampuannya memang baru tahap oleh rasa dan olah pikir? Apakah tataran kita benar benar belum sampai ke level tindakan?

    Dulu pernah ada perdebatan antara Mendagri, DPR, Pakar Otda dan pakar lain di salah satu stasion TV. Ternyata, kesimpulan sederhananya, dan ini mereka akui bersama, sistem pemilukada di negara kita sangat high cost, rentan dgn money politics. Ini peluang emas bagi investor menanam saham. Bila ternyata jagoannya menang, tentu saja si investor akan menagih semacam balas jasa. Hal hal semacam inilah yg membuat hampir semua kepala daerah di negeri kita seperti tak kuasa utk mengambil tindakan. Seperti ada tali yg mengikat kaki dan tangannya, sehingga mereka tidak leluasa bergerak walapun mereka notabene pilihan rakyat, kira kira begitu.

    salam
    untuk level bangsa saya rasa terlalu luas dan gak bisa melakukan generalisir dan atau justifikasi akan hal tersebut.
    kita tetapkan saja pada level penguasa aka pemerintah wa bil khusus pemprov.
    bilakah sudah mencakup tiga hal tersebut?

    ttg pemilukada atau pilkada (gak tau dech kenapa ada istilah yang berbeda) yang besar biayanya, saya anggap itu sebagai cost of democratic system. kalau ingin menerapkan suatu sistem, yaa harus terima donk dengan konsekuensinya contohnya yaa biaya itu tadi.
    alasan biaya tinggi kemudian money politics itu udah terlalu basi (bagi saya).
    justru yang seperti itu yang melemahkan sistem demokrasi, kalau gak salah INDONESIA berkeinginan dan "berkewajiban" untuk menjadi negara demokratis. jadi yaa itulah harganya.

    sama juga lah dengan pilpres yang lalu.
    kenapa harus menggerutu pada biaya yang harus dikeluarkan jika pilpres 2 putaran.
    itulah ongkos demokrasi. mau demokratis? yaa terima donk biayanya..
    *kecuali ada usaha untuk tidak jadi demokratis atau ketakutan 2 putaran.
    mungkin ini sekedar intermezzo aja, gak perlu ditanggapi.

    kalau gak mau mahal2 ya sudah tunjuk saja batang hidungnya (bukan kumisnya) seseorang yang dianggap layak dan pantas serta mampu untuk menjadi gubernur jakarta.
    sederhana dan murah bukan?
    argumentasinya yang didebat dan didiskusikan bukan orangnya.. kecuali tong kosong.

  3. #33
    Senior Member Taiko-san's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    2,430
    Rep Power
    10

    Re: Pilih yang Ahli atau Berani? Seputar Pemilukada DKI Jakarta 2012

    Quote Originally Posted by maspras View Post
    untuk level bangsa saya rasa terlalu luas dan gak bisa melakukan generalisir dan atau justifikasi akan hal tersebut.
    kita tetapkan saja pada level penguasa aka pemerintah wa bil khusus pemprov.
    bilakah sudah mencakup tiga hal tersebut?

    ttg pemilukada atau pilkada (gak tau dech kenapa ada istilah yang berbeda) yang besar biayanya, saya anggap itu sebagai cost of democratic system. kalau ingin menerapkan suatu sistem, yaa harus terima donk dengan konsekuensinya contohnya yaa biaya itu tadi.
    alasan biaya tinggi kemudian money politics itu udah terlalu basi (bagi saya).
    justru yang seperti itu yang melemahkan sistem demokrasi, kalau gak salah INDONESIA berkeinginan dan "berkewajiban" untuk menjadi negara demokratis. jadi yaa itulah harganya.

    sama juga lah dengan pilpres yang lalu.
    kenapa harus menggerutu pada biaya yang harus dikeluarkan jika pilpres 2 putaran.
    itulah ongkos demokrasi. mau demokratis? yaa terima donk biayanya..
    *kecuali ada usaha untuk tidak jadi demokratis atau ketakutan 2 putaran.
    mungkin ini sekedar intermezzo aja, gak perlu ditanggapi.

    kalau gak mau mahal2 ya sudah tunjuk saja batang hidungnya
    (bukan kumisnya) seseorang yang dianggap layak dan pantas serta mampu untuk menjadi gubernur jakarta.
    sederhana dan murah bukan?
    trims

    ei..ei..ei.., justru ini yg diinginkan mereka lho..
    sekarang nie lg digodok gimana caranya agar Gubernur dipilih kembali oleh DPRD, selintas pintas ada kasak kusuk utk mengegolin nie rencana. Makanya ada semacam sambil wait and see diantara calon balon, nie pemilihan gimana aturannye, kira kira begitu.

    Ttg high cost, sekali lagi, memang seharusnya seperti paparanmu di atas. Namun ada semacam gerakan pengalihan asumsi, bahwa pemilukada dgn sistem yg sekarang memecah belah elemen elemen masyarakat, rentan money politics, dan berbiaya sangat tinggi, katanya ada yg smp ngabisin 300 miliar, maka ketika seseorang menjabat ada kecenderungan utk melakukan usaha balik modal.

    Oleh karena itu, nah ujung ujungnya kesini nie, perlu kita kaji ulang sistem pemilukada kita. Manuver itu mulai terasa lho, itu fakta. Tentang apakah itu baik atau tidak, silahkan maspras yg nilai.

    salam

  4. #34
    Advisor maspras's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    lombok
    Posts
    14,286
    Rep Power
    21

    Re: Pilih yang Ahli atau Berani? Seputar Pemilukada DKI Jakarta 2012

    Quote Originally Posted by Taiko-san View Post
    trims

    ei..ei..ei.., justru ini yg diinginkan mereka lho..
    sekarang nie lg digodok gimana caranya agar Gubernur dipilih kembali oleh DPRD, selintas pintas ada kasak kusuk utk mengegolin nie rencana. Makanya ada semacam sambil wait and see diantara calon balon, nie pemilihan gimana aturannye, kira kira begitu.

    Ttg high cost, sekali lagi, memang seharusnya seperti paparanmu di atas. Namun ada semacam gerakan pengalihan asumsi, bahwa pemilukada dgn sistem yg sekarang memecah belah elemen elemen masyarakat, rentan money politics, dan berbiaya sangat tinggi, katanya ada yg smp ngabisin 300 miliar, maka ketika seseorang menjabat ada kecenderungan utk melakukan usaha balik modal.

    Oleh karena itu, nah ujung ujungnya kesini nie, perlu kita kaji ulang sistem pemilukada kita. Manuver itu mulai terasa lho, itu fakta. Tentang apakah itu baik atau tidak, silahkan maspras yg nilai.

    salam
    heeheheheh
    memang seperti inginnya.. hanya saja gak terkuak di media...
    jadi ini masih bisik2 tetangga

    ttg sah atau tidak sah, yaa tergantung gmana mereka mengikuti aturan saja sih...
    siapa tau ada PERPU khusus untuk GUBERNURAN DKI Jakarta...
    siapa tau loh.....
    argumentasinya yang didebat dan didiskusikan bukan orangnya.. kecuali tong kosong.

  5. #35
    Senior Member Taiko-san's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    2,430
    Rep Power
    10

    Re: Pilih yang Ahli atau Berani? Seputar Pemilukada DKI Jakarta 2012

    Quote Originally Posted by maspras View Post
    heeheheheh
    memang seperti inginnya.. hanya saja gak terkuak di media...
    jadi ini masih bisik2 tetangga

    ttg sah atau tidak sah, yaa tergantung gmana mereka mengikuti aturan saja sih...
    siapa tau ada PERPU khusus untuk GUBERNURAN DKI Jakarta...
    siapa tau loh.....
    Trus, rasa keadilan masyarakat, apa masuk pertimbangan calon PERPU itu ya..?
    Atau, capek ah jaga imej mulu, sekarang nie gw tunjukin aslinya!!! kweq..weq..wq..
    (Ingat rancangan UU Tipikor)

    salam

  6. #36
    Advisor maspras's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    lombok
    Posts
    14,286
    Rep Power
    21

    Re: Pilih yang Ahli atau Berani? Seputar Pemilukada DKI Jakarta 2012

    Quote Originally Posted by Taiko-san View Post
    Trus, rasa keadilan masyarakat, apa masuk pertimbangan calon PERPU itu ya..?
    Atau, capek ah jaga imej mulu, sekarang nie gw tunjukin aslinya!!! kweq..weq..wq..
    (Ingat rancangan UU Tipikor)

    salam
    keadilan masyarakat?
    wah gak janji dech..
    rakyat itu hanya ada ketika menjelang pemilihan ini itu
    selebihnya hanyalah pelengkap penderita.

    RUU Tipikor?
    hauhaauhhauhahuaua
    seperti itulah kualitas dari kementerian hukum dan ham
    argumentasinya yang didebat dan didiskusikan bukan orangnya.. kecuali tong kosong.

  7. #37
    Senior Member Taiko-san's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    2,430
    Rep Power
    10

    Re: Pilih yang Ahli atau Berani? Seputar Pemilukada DKI Jakarta 2012

    Perang adalah kepanjangan politik dalam bentuk lain, ujar seseorang yg kukenal. Sehingga, memakai strategi politik dalam peperangan atau menggunakan taktik perang dalam berpolitik adalah jamak, kira kira begitu. Makanya, adalah naif kalo menarik kesimpulan dari sebuah perang yg - meminjam istilah Unyil - baru mau akan.

    Ini terkait 'perseteruan' Sawah Besar dgn Kwitang (baca : Foke dgn Nachrowi) dua duanya dr Partai Demokrat. Yang satu anggota dewan pembina yg lainnya Ketua DPD DKI Jakarta. Terkait tulisanku terdahulu ttg tdk adanya pendelegasian wewenang di partai politik, maka sangatlah naif utk segera menyimpulkan bahwa Nachrowi lah calon yg bakal diusung PD di pemilukada 2012.

    Masih fifti- fifti. Kalo istilah orang Betawi 11 - 12, orang Medan bilang Betty, artinya beda beda tipis!!! Artinya lagi, penentuan calon ini tergantung apa kata SBY. Nah, lho...

    Jadi presiden kita ini ternyata sangat piawai berpolitik. Sbg gambaran, sikapnya pasca hak angket mafia pajak, dimana sikap dan dan keputusan partai politik (PD) bukan menjadi acuan bagi SBY menentukan langkah. Bahkan sebaliknya, PD lah yg menjadi mesin politik yg bertugas melapangkan strategi dan kebijakan politiknya SBY.

    Artinya? Baik fauzi Bowo maupun Nachrowi masih ketar ketir menunggu sabda pandito ratu dari Cikeas!!! Oggelah calo begicu.., kita jg menunggu si sabda, tapi withotut ketar ketir tentunya, kweq..weq..wq..

    salam

  8. #38
    Member gerrisetia's Avatar
    Join Date
    May 2010
    Location
    Condet, Jakarta Timur
    Posts
    307
    Rep Power
    3

    Re: Pilih yang Ahli atau Berani? Seputar Pemilukada DKI Jakarta 2012

    yang berani tapi ahli...........

  9. #39
    Senior Member Taiko-san's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    2,430
    Rep Power
    10

    Re: Pilih yang Ahli atau Berani? Seputar Pemilukada DKI Jakarta 2012

    Quote Originally Posted by gerrisetia View Post
    yang berani tapi ahli...........
    trims

    kalo ada yg begitu mantap dong, he..he.. Sebenarnya dikotomi ahli dan berani ini hanya kerjaan koran dan partai politik. Hal itu keliatan benar ketika dibuat seminar dgn thema Pilih yg Ahli ato Berani. Panitia seminar itu? Salah satu koran harian di Jkt dan seorang aktifis yg nota bene anak buahnya Taufik, Ketua DPD Parai Gerindra DKI Jakarta, nah lho..

    Waktu seminar itu sendiri themanya sdh dibantai habis2an. Namun sepertinya masyarakat kadung tersugesti dgn dikotomi ini. Ada kesan, Foke - seorang sipil - penakut, sedangkan Nachrowi - Brigjen/Mayjen? - pemberani. So, opini ini hanyalah bentukan parpol kecil yg ingin mendapat peranan lebih banyak dalam pemilukada, bahkan kalo bisa dlm percaturan politik nasional.

    Fakta ini diungkapkan oleh Hamir Hamzah, seorang pengamat kebijakan Jakarta dalam sebuah obrolan santai di suatu sore sambil nunggu jalanan sedikit bersahabat. Bahkan, menurut sang pengamat, baru baru ini ada lagi seminar yg bertajuk Pepesan Kosong, merujuk pada statement SBY yg menurut banyak kalangan ditujukan kepada Foke.

    Ceritanya seminar itu pembicaranya Taufik dr Gerindra dan Slamet Nurdin, ketua DPW PKS serta yg lain. Nah, pada moment ini, Taufik lagi lagi memperlihatkan gaya broker politiknya dgn cara "cari selah' ke PKS. Namun, Amir Hamzah, sang pengamat, entah dia berafilisiasi kpd salah satu calon kandidat atau mungkin 'punya cerita pribadi' dgn Taufik, kabarnya memberi sedikit tikaman catik, kweq..weq..wq..

    Dengan gaya lugas dan langsung tunjuk hidung, sang pengamat mempertanyakan kredibilitas Taufik, karena pada pemilukada 2007, dia salah satu sekoci tim Fauzi Bowo. Artinya, slogan Serahkan Pada Ahlinya sedikit banyak merupakan tanggung jawabnya juga. Kenapa sekarang Taufik melakukan gerilya politik dgn mempermasalahkan apakah Foke benaran ahli atao tidak? "Dimana etika politikmu?" kira kira begitu hunjaman sang pengamat.

    Tentu saja Taufik berkelit dengan mengatakan tahun 2007 belum ada Partai Gerindra. Okelah, pada saat itu belum ada, tapi ente kan aktif sbg Tim Sukses pada waktu itu, dan sekarang ente jd pimpinan partai di Jakarta, kira kira begitu deh.. Para peserta seminar membiarin aja keduanya berpalas pantun, karena sebahagian besar pada paham, nie orang berdua tadinya kan sama sama aktifis Jakarta, dan di masa lalu sering bekerja sama dlm beberapa moment, koq sekarang pada tuding tudingan?

    Tanya Kenapaaaa...?????????????

    salam

  10. #40
    Member
    Join Date
    Nov 2010
    Posts
    367
    Rep Power
    3

    Thumbs up Re: Pilih yang Ahli atau Berani? Seputar Pemilukada DKI Jakarta 2012

    Quote Originally Posted by Taiko-san View Post
    trims

    kalo ada yg begitu mantap dong, he..he.. Sebenarnya dikotomi ahli dan berani ini hanya kerjaan koran dan partai politik. Hal itu keliatan benar ketika dibuat seminar dgn thema Pilih yg Ahli ato Berani. Panitia seminar itu? Salah satu koran harian di Jkt dan seorang aktifis yg nota bene anak buahnya Taufik, Ketua DPD Parai Gerindra DKI Jakarta, nah lho..

    Waktu seminar itu sendiri themanya sdh dibantai habis2an. Namun sepertinya masyarakat kadung tersugesti dgn dikotomi ini. Ada kesan, Foke - seorang sipil - penakut, sedangkan Nachrowi - Brigjen/Mayjen? - pemberani. So, opini ini hanyalah bentukan parpol kecil yg ingin mendapat peranan lebih banyak dalam pemilukada, bahkan kalo bisa dlm percaturan politik nasional.

    Fakta ini diungkapkan oleh Hamir Hamzah, seorang pengamat kebijakan Jakarta dalam sebuah obrolan santai di suatu sore sambil nunggu jalanan sedikit bersahabat. Bahkan, menurut sang pengamat, baru baru ini ada lagi seminar yg bertajuk Pepesan Kosong, merujuk pada statement SBY yg menurut banyak kalangan ditujukan kepada Foke.

    Ceritanya seminar itu pembicaranya Taufik dr Gerindra dan Slamet Nurdin, ketua DPW PKS serta yg lain. Nah, pada moment ini, Taufik lagi lagi memperlihatkan gaya broker politiknya dgn cara "cari selah' ke PKS. Namun, Amir Hamzah, sang pengamat, entah dia berafilisiasi kpd salah satu calon kandidat atau mungkin 'punya cerita pribadi' dgn Taufik, kabarnya memberi sedikit tikaman catik, kweq..weq..wq..

    Dengan gaya lugas dan langsung tunjuk hidung, sang pengamat mempertanyakan kredibilitas Taufik, karena pada pemilukada 2007, dia salah satu sekoci tim Fauzi Bowo. Artinya, slogan Serahkan Pada Ahlinya sedikit banyak merupakan tanggung jawabnya juga. Kenapa sekarang Taufik melakukan gerilya politik dgn mempermasalahkan apakah Foke benaran ahli atao tidak? "Dimana etika politikmu?" kira kira begitu hunjaman sang pengamat.

    Tentu saja Taufik berkelit dengan mengatakan tahun 2007 belum ada Partai Gerindra. Okelah, pada saat itu belum ada, tapi ente kan aktif sbg Tim Sukses pada waktu itu, dan sekarang ente jd pimpinan partai di Jakarta, kira kira begitu deh.. Para peserta seminar membiarin aja keduanya berpalas pantun, karena sebahagian besar pada paham, nie orang berdua tadinya kan sama sama aktifis Jakarta, dan di masa lalu sering bekerja sama dlm beberapa moment, koq sekarang pada tuding tudingan?

    Tanya Kenapaaaa...?????????????

    salam
    yang berani....tapi ahli.... kalau ahlinya cuman ngotak atik angka ....mark up angka....ahli cari celah unt korupsi ......gimana ....? jangan dipilih ya....
    BERJIWA PEMIMPIN DAN BERANI AMBIL TINDAKAN TEGAS,JUJUR,WIBAWA, dll
    yang penting bisa memimpin para ahli ....memberi tugas kepada insinyur, pertambangan, nuklir....dll untuk pembangunan yang bermanfaat bagi rakyat kita...

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0