
Originally Posted by
Taiko-san
trims
kalo ada yg begitu mantap dong, he..he.. Sebenarnya dikotomi ahli dan berani ini hanya kerjaan koran dan partai politik. Hal itu keliatan benar ketika dibuat seminar dgn thema Pilih yg Ahli ato Berani. Panitia seminar itu? Salah satu koran harian di Jkt dan seorang aktifis yg nota bene anak buahnya Taufik, Ketua DPD Parai Gerindra DKI Jakarta, nah lho..
Waktu seminar itu sendiri themanya sdh dibantai habis2an. Namun sepertinya masyarakat kadung tersugesti dgn dikotomi ini. Ada kesan, Foke - seorang sipil - penakut, sedangkan Nachrowi - Brigjen/Mayjen? - pemberani. So, opini ini hanyalah bentukan parpol kecil yg ingin mendapat peranan lebih banyak dalam pemilukada, bahkan kalo bisa dlm percaturan politik nasional.
Fakta ini diungkapkan oleh Hamir Hamzah, seorang pengamat kebijakan Jakarta dalam sebuah obrolan santai di suatu sore sambil nunggu jalanan sedikit bersahabat. Bahkan, menurut sang pengamat, baru baru ini ada lagi seminar yg bertajuk Pepesan Kosong, merujuk pada statement SBY yg menurut banyak kalangan ditujukan kepada Foke.
Ceritanya seminar itu pembicaranya Taufik dr Gerindra dan Slamet Nurdin, ketua DPW PKS serta yg lain. Nah, pada moment ini, Taufik lagi lagi memperlihatkan gaya broker politiknya dgn cara "cari selah' ke PKS. Namun, Amir Hamzah, sang pengamat, entah dia berafilisiasi kpd salah satu calon kandidat atau mungkin 'punya cerita pribadi' dgn Taufik, kabarnya memberi sedikit tikaman catik, kweq..weq..wq..
Dengan gaya lugas dan langsung tunjuk hidung, sang pengamat mempertanyakan kredibilitas Taufik, karena pada pemilukada 2007, dia salah satu sekoci tim Fauzi Bowo. Artinya, slogan Serahkan Pada Ahlinya sedikit banyak merupakan tanggung jawabnya juga. Kenapa sekarang Taufik melakukan gerilya politik dgn mempermasalahkan apakah Foke benaran ahli atao tidak? "Dimana etika politikmu?" kira kira begitu hunjaman sang pengamat.
Tentu saja Taufik berkelit dengan mengatakan tahun 2007 belum ada Partai Gerindra. Okelah, pada saat itu belum ada, tapi ente kan aktif sbg Tim Sukses pada waktu itu, dan sekarang ente jd pimpinan partai di Jakarta, kira kira begitu deh.. Para peserta seminar membiarin aja keduanya berpalas pantun, karena sebahagian besar pada paham, nie orang berdua tadinya kan sama sama aktifis Jakarta, dan di masa lalu sering bekerja sama dlm beberapa moment, koq sekarang pada tuding tudingan?
Tanya Kenapaaaa...?????????????
salam
Bookmarks