Selamat memilih guys....
Mari gunakan hak pilih kita dengan bijak
Selamat memilih guys....
Mari gunakan hak pilih kita dengan bijak
"Negara ini TDK bs dipimpin BAIK2, mesti diajak BERANTEM"-Basuki TP-
cina.., sebuah kata multimakna dlm perjalanan sejarah bangsa ini.. kata cina bisa diartikan sbg sebuah kelompok eksklusif, suatu komunitas yg sudah berabad abad eksis di negeri ini tapi masih dianggap nonpri.. atau cina bisa berarti kekuatan perdagangan, ada pomeo ttg itu, bahwa sebuah daerah tdk akan maju kalo disana tdk ada orang cinanya.. cina jg bisa diartikan sbg orang2 yg ulet, cerdas, licik, serakah, tamak, penjudi, pemain perempuan dsb..
sepertinya semua hal diatas terdengar biasa, secara beberapa bangsa lain yg juga ada di indonesia, walaupun dengan sifat dan karakter yg berbeda, seperti arab atau india, misalnya.., sebenarnya bisa dikategorikan nonpri, tetapi, kenapa cina terasa beda dgn mereka?
apakah karena sering menjadi kambing hitam? sering menjadi sasaran atas ketidak mampuan? sasaran atas manipulasi kebijakan pemerintah? pelampiasan kecemburuan sosial? atau krn mereka adalah tumbal paling kecil kemungkinan resiko eksesnya? atau.., dari sudut ikatan bathin, mereka "paling jauh dari kita?"
tapi.., hidup berdampingan selama berabad abad kok..? aneh, ada yg aneh.. sepintas, kalo kita telusuri sejarah, sambil lalu saja.., ada missing link, ada era yg hilang, atau dihilangkan? yg membuat orang cina terasa jauh.., kapan itu???
orang bilang, rezim Orba yg mengklasifikasikan situasi ini, sehingga secara laten masyarakat memendam kecemburuan sosial terhadap cina. tapi argumen ini dgn segera bisa dibantah, sebab, di zaman penjajahan pun belanda juga mengklasifikasikan masyarakat atas ras eropa, timur, dan pribumi.., lalu apakah kita bisa menarik kesimpulan penjajah lah biang kerok situasi ini?
sebab, kalo kita tarik garis sejarah dgn lompatan yg jauh ke belakang, ada beberapa pendapat yg mengatakan bahwa 8 dari 9 walisongo adalah orang cina.. nah, lho? bahwa, selain mereka, ada laksamana ceng ho yg juga menyiarkan islam ke pulau jawa.., artinya? pada periode itu, cina mempunyai hubungan baik dan mesra dengan orang2 yg dikatakan pribumi.. bukankah hampir semua pemeluk islam yg mula mula di pulau jawa adalah pengikut walisongo?
artinya, ada suatu masa dimana assimilasi dan akulturasi antara bangsa cina yg merantau ke nusantara mampu membaur dan melebur dgn harmonis dgn suku suku bangsa lain di negeri ini? atau katakanlah di pulau jawa? lagian, kalo ditarik lebih jauh lagi, bukankah asal usul suku suku bangsa di nusantara dari asia besar, dalam hal ini yu nan di cina?
so.., secara kasar bisa disimpulkan, sejak zaman migrasi nenek moyang kita sampai kedatangan bangsa eropa yg mula mula, hubungan antara cina dgn suku bangsa lain di nusantara tidak ada masalah.. bahwa distorsi relasi sosial yg terjadi selama ini berawal dari kedatangan penjajah?
kalo ya.., bukankah penjajah itu musuh kita bersama? musuh dari semua suku bangsa yg berada di radius sabang - merauke - sanger - talaud? bukankah itu berarti bahwa kita berada dalam satu kesatuan yg sama? bahwa, kita semua berada dalam rangkuman bhinneka tunggal ika?
lalu, kalo dalam sebuah perhelatan politik ada pihak pihak yg berusaha mendistorsi kebersamaan kita yg sudah terjalin dalam rentang waktu seribuan tahun, berusaha memutus mata rantai kekerabatan, persatuan dan kesatuan kita, yg telah dengan susah payah, melalui tongkat estafet generasi demi generasi, dan kini sampai di tangan kita..
apa reaksi kita...??!!!!!![]()
Last edited by Taiko-san; 20-09-12 at 12:16 AM.
Selamat memilih bagi yang punya hak pilih....gunakan dengan sebaik-baiknya
mudah-mudahan pilkada DKI bisa jadi contoh baik untuk daerah lainnya...
siapapun nanti pemenangnya, mudah-mudahan bisa mengemban dan menjalankan amanah yang dipercayakan warga padanya dengan sebaik-baiknya....
mudah-mudahan setelah pilkada, bukan hanya slogannya saja yang berubah, tapi "isinya" juga...berubah jadi lebih baik...demi kesejahteraan bersama.
saya sebagai penonton berdoa saja hehehe....
oh ya, nambah...mudah-mudahan Gubernur terpilih diberi kesabaran, sabar dinyinyirin sama warganya.....qiqiqiqiqi *ditoyor*
The Sea is Deeper Than Your Bathtub DUDE!!!!
Akh, Lagi lagi masalah itu.
Kan udah Scor beritahukan bahwa: Origin nya orang orang Indonesia adalah dari aduk adukan antara bangsa India dan bangsa China.
Tetapi tidak dengan ras Papua ya?.
Ras Papua itu memang beda.
Oyah, Kalo kalian tidak percaya?.
Aduk aduk lagi bangsa India dan bangsa China.
Nah, Kemudian lihat!.
?.
Ingat, Bangsa India dan bangsa China itu bukanlah ikan ikan lohan lho.
Jadi harus ada persetujuan dari mereka dan kemauan dari mereka juga di dalam hal ngaduk mengaduk.
.
Just call Me Scor;
Member and Son of God,
Brother of Jesus Christ in Heaven.
Ya..bila zaman penjajahan belanda dulu sengaja(menjadi sebuah kebijakan) dikelompok2an atau diklasifikasikan antara gol eropa, timur dan pribumi dg tujuan antara lain untuk memudahkan penjajah dalam mengontrol aktivitas sosial masyrakat terutama untuk gol timur dan pribumi, maka di zaman orba kondisi demikian sekalipun bukan menjadi suatu kebijakan namun klo kita perhatikan prakteknya, istilah pri dan non pri terasa kentara sekali. Bagaimana mungkin disatu sisi warga cina keturunan yg menjadi warga negara indonesia tetapi masih mendapatkan diskriminasi dlm berkarya bidang2 tertentu seperti pns dan militer. karena bidang2 tsb hampir tertutup buat mereka tidak heran bila mereka menekuni bisnis dan perdagangan. Naifnya lagi rezim orba disatu sisi menghembuskan sentimen pri dan non pri tapi disaat bersamaan berselingkuh dg cara memberikan kemudahan2(sekalipun tidak semua mendapatkan) dlm urusan bisnis dan perdagangan. Nah kondisi seperti inilah yg tanpa sadar dilihat oleh pribumi bahwa klompok non pri adalah klompok kaya yg slalu mendapat kemudahan2 dari pemerintah yg pada akhirnya menimbulkan kecemburuan2. Padahal kondisi seperti inilah yg dikehendaki oleh rezim orba guna dimanfaatkan dalam pengalihan issu.
gw pilih yang baru dan akan memantau apa saja yang bisa dilakukan yang baru ,,, karena yang lama sudah terlihat kemampuannya ,, bukan berarti yang lama buruk ,, namun dibutuhkan yang bisa lebih baik dari yang lama itu ,,,^^
Just call Me Scor;
Member and Son of God,
Brother of Jesus Christ in Heaven.
TS Taiko.. mesti berikan pidato penutupan thread.... saat ada pengumuman resmi KPUD
hehehe...
Diriku sebegaia salah satu penggembira di thread ini..
Yang seringan post kata-kata sesuka hati...
Ingin mengucapkan TERIMA_KASIH kepada Pak NARA...
Thanks a lot ya pak
Blunder Ada pada Nachrowi Ramli - LIPSUS Jakarta1
Blunder Ada pada Nachrowi Ramli
Sandro Gatra | Glori K. Wadrianto | Jumat, 21 September 2012 | 11:53 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Calon gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo alias Foke sebenarnya dinilai sukses mendongkrak perolehan suara di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta. Hanya saja, isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang diembuskan calon wakil gubernur Nachrowi Ramli alias Nara saat mendekati pemungutan suara malah menjadi blunder politik.
Dosen Komunikasi Politik UIN Jakarta, Gun Gun Heryanto, mengatakan, jika melihat hasil hitung cepat sejumlah lembaga, Foke-Nara bisa mendapat tambahan suara hingga sekitar 13 persen di putaran kedua. Pada putaran pertama, Foke-Nara mendapat 1.476.648 suara atau 34,05 persen.
Foke, kata dia, telah mampu mengatasi beban stigma kegagalan selama menjabat sebagai gubernur periode 2007-2012. Foke mendekati para elite parpol sehingga mampu mendapat tambahan dukungan parpol di putaran kedua.
Adapun pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama hanya mampu mendapat tambahan suara sekitar 10 persen di putaran kedua. Di putaran pertama, pasangan tersebut mendapat suara sebanyak 1.847.157 atau 42,60 persen.
"Tambahan 13 persen itu tidak gampang. Kalau dilihat peta, apa yang dilakukan dia (Foke) dengan mendekati simpul-simpul suara sudah lumayan kita apresiasi. Hanya masalahnya fase mendekati pencobosan ada blunder politik, seperti isu SARA yang tidak kena pada lapis kelas menengah atas. Yang tidak merespons isu SARA itu kemudian tidak empati lalu cenderung ke Jokowi-Ahok," kata Gun Gun saat diskusi di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (21/9/2012).
Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi School Government Fadjroel Rachman menilai senada. Menurut dia, Foke sebenarnya unggul dalam dua debat resmi pilkada yang digelar KPU lantaran memegang data kondisi Jakarta yang relatif lengkap.
"Tapi Jokowi harus terima kasih kepada Nara dengan 'haiyaa' (Ahok). Itu betul-betul menghancurkan posisi persepsi," kata Fadjroel.
Seperti diberitakan, hasil hitung cepat Litbang Kompas menunjukkan pasangan Jokowi-Basuki unggul dengan total suara 52,97 persen dan pasangan Foke-Nara sebesar 47,03 persen suara. Hitung cepat Indo Barometer, Jokowi-Basuki mendapat 54,11 persen suara dan Foke-Nara mendapat 45,89 persen suara.
Selain itu, hasil hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia, Jokowi-Basuki mendapat suara 53,68 persen dan Foke-Nara sebanyak 46,32 persen. Adapun hasil hitung cepat Lembaga Survei Indonesia, pasangan Jokowi-Basuki mendapatkan suara 53,81 persen dan Foke-Nara sebesar 46,19 persen suara.
Bookmarks