Loh? Loh? Loh?
kemana semua yg kuketik???
Ngaco!!!
(keluar aja ah, bikin puyeng nie)
Hemm....
boleh sih pilih yang berani, tapi beraninya musti bener yeee....
Jangan beraninya korupsi doang, tapi berani juga berkata tidak pada korupsi!
#mulai ga jelas
Serba serbi sekitar pemilukada DKI 2012:
Namanya juga politikus, setiap kesempatan kalo bisa dikonversi menjadi keuntungan politik. Terkait bulan ramadhan, maka Jakarta dibanjiri spanduk dan baliho para balon kandidat, yg dgn genit tebar tebar pesona di setiap sudut ibukota. Curi start? Bukan politisi kalo g bisa ngeles, "Inikan hanya bentuk kepedulian kami kpd warga DKI dgn mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa!"
Basuki Tjahya Purnama ato Ahok, anggota Komisi II DPR RI, mengajukan diri sebagai kandidat gubernur DKI dari jalur independen. Meski keturunan Tionghoa, Ahok tidak ragu utk bersaing dengan kandidat lain walaupun teman2nya mati matian menentang dengan mengatakan, "Gila lo, kan elo keturunan Tionghoa, bisa dibunuh lo!"
Sampai saat ini, setidaknya bursa cagub DKI adalah:
Jalur Independen
1. Adyaksa Dault (mantan Menpora)
2. Faisal Basrie (ekonom, mantan komisioner KPPU)
3. Firman Abadi (Dibo Piss, kandidat DPD 2009, Ketum Slankers)
4. Marzuki Usman (mantan Menteri Pariwisata era Gus Dur, Mantan Ketua Bapepam)
5. Mayjen Soeharto (Marinir)
6. Tjahya Purnama ato Ahok (anggota Komisi II DPR RI)
Partai Golkar
1. Azis Syamsudin (DPR)
2. Priya Ramadhani (Ketua DPD Golkar DKI Jakarta)
3. Tantowi Yahya (DPR)
PDI Perjuangan
1. Rano Karno (Wakil Bupati Tangerang)
2. Priyanto (Wakil Gubernur DKI Jakarta)
Partai Demokrat
1. Nachrowi Ramli (Ketua DPD Partai Demograt DKI Jakarta)
PKS
1. Nugroho Djayusman
2. Triwisaksana (Wakil ketua DPRD DKI Jakarta)
Incumbent
1. Fauzi Bowo (Gubernur DKI Jakarta)
mudah mudahan agak jelas friend, apalagi kalo km mau berbicara lebih banyak lagi...![]()
Last edited by Taiko-san; 05-08-11 at 12:44 AM.
Serba serbi sekitar pemilukada DKI 2012:
Dari sejumlah nama di atas, sepertinya akan mengkerucut menjadi 3 pasang balon. Mengigat aturan mainnya, parpol yang diperbolehkan mengajukan cagub hanya parpol yang memiliki 15 persen suara di DPRD. Dan yg memenuhi kriteria itu hanya Demokrat dan PKS. Akumulasi persentase keduanya 56 persen. Sisa yg 44 persen lagi lah yg coba dimanfaatkan Golkar dan PDI P dengan cara merangkul partai2 kecil semacam Gerindra, PAN, Hanura, PDS, PPP dan PKB.
Kabarnya, sejumlah pertemuan penting antara balon di atas sudah berlangsung intensif. Judulnya sih silaturahmi, buka puasa bersama atawa just kongko doang, terserahlah. Yang jelas, dari pertemuan yg judul aslinya tawar menawar politik itulah disepakati siapa yg akan maju sebagai calon gubernur dan siapa yg calon wakil gubernur.
Pertemuan itu sendiri terjadi setelah lempar umpan. Misalkan diadakan seminar ttg pemilukada di hotel anu yg diikuti pembicara anu dan tokoh anu. Nah, seminar itu sendiri hanya utk memancing reaksi dr kelompok2 kepentingan. Reaksi itu sendiri akan diperbincangkan dan disepakati di belakang pintu. Alhasil, beberapa pengamat politik manyun sambil ngomel, "belum apa apa sudah keliatan aslinya!" kweq..weq..wq..
saya tertarik dengan tagline dari orang2 yang ingin jadi DKI 1
(mereka belum jadi calon loh)
seru2 juga....
selain daripada itu, sebutan/panggilan untuk orang yang ingin jadi DKI 1
semuanya pake "bang"
berarti siap2 aja akan ada banyak
bang bakso
bang somay
bang roti
bang bing bung
kok ga ada nyebut mas, kakak, oom, pakde
biar makin seru, lintas gender donk..
kok gak ada mpok, bibi, tante, budhe
sorry kalo agak beda.
kalo bang paisal basri gmn yee orangnye? aye awam nih kali aje die pilihan ideman hehe
Para Balon Gubernur DKI harus berdebat satu sama lain, biar kita lihat yang mana yang benar2 serious meskipun itu masih beli kucing dalam karung. Masalah di Jakarta ini banyak sekali yang harus dibenahi, kita perlu orang2 yang berani dan menepati janjinya sewaktu kampanye, kalau perlu janji2nya ditanda tangani dan disebarkan ke warga.
trims
sebutan bang/abang ini mengacu kepada suku Betawi, yang katanya penduduk asli Jakarta.
Namun mengacu pada sistem pemilukada yg one man one vote, ada benarnya juga Maspras mengomentari ini. Sebab, dari hasil sensus, komposisi penduduk Jakarta berdasarkan suku maka mayoritas penduduk Jakarta adalah suku Jawa (35%). Kemudian diikuti suku Betawi (27%), Sunda (15%), Tionghoa (5,5%), Batak (3,6%), Padang (3,1%) dst..dst..
So, logikanya sih harusnya calon gubernur tu dipanggil....??? kweq..weq..wq..
Bookmarks