
Originally Posted by
earsun
Saya tidak bilang seluruh orang yg tinggi agamanya itu bodoh.
Selalu ada pengecualian, seperti contoh diatas dan masih banyak lagi.
Tapi orang yg sudah menerima suatu keyakinan bulat-bulat akan cenderung meninggalkan nalarnya.
sebagai contoh :
kalau kita mendengar dijalan, ada orang yg bisa membelah planet Jupiter...maka kita akan tertawa.
Tapi kalau kita membaca di buku2 keagamaan ada mahluk setengah dewa yg mampu membelah bulan atau laut merah...masihkah kita dapat tertawa?
Saya tidak berkata sebuah keyakinan itu salah.
Dalam menelaah kebenaran memang harus diawali dari suatu keyakinan.
tapi berangkat dari keyakinan tersebut, kita menggunakan nalar kita untuk menganalisanya, sehingga keyakinan tersebut dapat dibuktikan kebenarannya, atau disangkal bila terbukti salah.
Nah, proses lanjutan ini yg tidak dapat ditemukan dalam agama / keyakinan
Keyakinan harus diyakini.
Tabu untuk dikritik, dianalisa, bahkan untuk dipertanyakan.
bukan begitu?
Bookmarks