Anda memang betul bahwa ketika orang meninggalkan nalarnya dia menjadi bodoh. Tetapi, dalam kasus saya pribadi, saya malah menemukan agama memerintahkan saya untuk membaca: Iqra. Selain itu, saya selalu medapat peringatan: "... bagi siapa saja yg berpikir" secara berulang-ulang. Selain itu, dilarang untuk taklid. Taklid artinya percaya buta serta ikut suatu ajaran tanpa tau makna serta dasar ajaran itu.
Dari situ, saya merasakan kontradiksi yg luar biasa. Agama mengajarkan kita untuk berpikir dan membuang tahayul. Tapi kok masyarakat beragama kita malah tumpul pikirannya dan hanyut pada tahayul. Makanya, hipotesis saya sangat berbeda dari earsun. Alih-alih mencap agama membodohkan, saya berpendapat bahwa pemahaman yg salah akan agama yg membodohkan. Tetapi, bisa jadi pemahaman saya yg salah..... Saya berusaha untuk tidak kecewa terhadap kritik. Kalau terlihat ada emosi yg berlebihan dari postingan saya, harap maklum. Namanya juga manusia biasa....
Btw, sepertinya pembahasan saya jauh melenceng dari thread yg seharusnya. Mohon maaf bagi si empunya thread dan moderator.

Bookmarks