Page 1 of 3 123 LastLast
Results 1 to 10 of 25
Like Tree2Likes

Thread: Tutur Tinular


  1. #1
    syx
    syx is offline
    Senior Member syx's Avatar
    Join Date
    Mar 2008
    Posts
    1,718
    Rep Power
    9

    Tutur Tinular

    dulu sandiwara radio ini sangat populer dan ditunggu-tunggu tiap harinya. saat indosiar menayangkan iklan tayangannya edisi terbaru saya senang juga. rupanya ada yang meniru sineas asia seperti taiwan, hongkong, cina daratan, hingga singapura, yang gemar membuat versi terbaru cerita-cerita silat terkenal. tetapi setelah melihat seri pertama, kontan saya kecewa. akting yang berlebihan sangat mengganggu. belum lagi busana yang tidak sesuai dengan masanya, era hindu majapahit tetapi busana seperti era kerajaan islam. emang sih era hindu majapahit tidak mungkin ditampilkan setepat mungkin karena masa itu banyak wanita yang tidak menutup bagian atasannya. tetapi bisa dibuat lebih sopan tanpa mengganggu dengan pemandangan seperti era yang berbeda.
    lebih parah lagi perhiasan yang digunakan terlalu berlebihan. biasanya pendekar menggunakan pakaian seringkas mungkin untuk memudahkan pergerakan. nah ini kepala sampai dibebani perhiasan mengkilap sebanyak-banyaknya...
    semoga aja masih ada yang berminat bikin versi yang lebih baru dan lebih baik lagi. juga dengan sandiwara radio lainnya seperti saur sepuh, misteri gunung merapi.
    arloji likes this.

  2. #2
    Moderator Fikri.hidayat's Avatar
    Join Date
    Jul 2010
    Location
    Indonesia
    Posts
    702
    Rep Power
    8

    Re: Tutur Tinular

    Kebesaran cerita Tutur Tinular karya S Tijab dirusak oleh FTV versi 2011. Melupakan alur sejarah, kebanyakan ngawur dan sangat fiktif, cuma kejar tayang gak pakai riset

    Berharap ada sutradara yang mengembalikan kebesaran cerita (film) tutur tinular yg kolosal, memadukan cerita laga, roman dengan sejarah nusantara
    kekasihima likes this.



    "Leave nothing but footprints, Kill nothing but time, Take nothing but pictures"

  3. #3
    Newbie
    Join Date
    Jan 2012
    Location
    Bekasi
    Posts
    1
    Rep Power
    0

    Re: Tutur Tinular

    Setuju, Bro. Padahal gue nunggu nunggu ceritanya apakah ada progress dalam tehnik beladiri dan dialognya. Sebab ada beberapa hal yang mulai kacau dari cerita aslinya. Tutur tinular lebih bercerita ketika masa kepemimpinan Raja Majapahit dimana ada Lembu Suro yg merupakan hulubalang istana yang dilibatkan minimal diharapkan dapat memberikan pelajaran sejarah tentang pemberontakan yg terjadi di Majapahit tapi malah ceritanya ngawur dan tehnik beladirinyapun ter konsep kungfu bukanlah Silat. Jelek dan perangkat properti adegan beladirinyapun keliatan cukup jelas.
    Hah... kecewa..

  4. #4
    Contributor djunbd's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Posts
    3,824
    Rep Power
    13

    Re: Tutur Tinular

    kok belum ada produsen film yang berminat mengangkat cerita Senopati Pamungkas-nya Arswendo Atmowiloto...padahal terasa potensial juga tuh kayaknya...mungkin pengarang cerita yang ga setuju lantaran tahu kualitas sutradara kurang layak untuk bisa dipercaya untuk jadi sebagus cerita aseli...belajar dari kasus2 yang ada, banyak cerita setelah diangkat ke layar lebar jadi kesannya cuman untuk memenuhi selera pasar belaka...

  5. #5
    Contributor agatha's Avatar
    Join Date
    Jan 2008
    Posts
    4,986
    Rep Power
    22

    Re: Tutur Tinular

    Quote Originally Posted by syx View Post
    dulu sandiwara radio ini sangat populer dan ditunggu-tunggu tiap harinya. saat indosiar menayangkan iklan tayangannya edisi terbaru saya senang juga. rupanya ada yang meniru sineas asia seperti taiwan, hongkong, cina daratan, hingga singapura, yang gemar membuat versi terbaru cerita-cerita silat terkenal. tetapi setelah melihat seri pertama, kontan saya kecewa. akting yang berlebihan sangat mengganggu. belum lagi busana yang tidak sesuai dengan masanya, era hindu majapahit tetapi busana seperti era kerajaan islam. emang sih era hindu majapahit tidak mungkin ditampilkan setepat mungkin karena masa itu banyak wanita yang tidak menutup bagian atasannya. tetapi bisa dibuat lebih sopan tanpa mengganggu dengan pemandangan seperti era yang berbeda.
    lebih parah lagi perhiasan yang digunakan terlalu berlebihan. biasanya pendekar menggunakan pakaian seringkas mungkin untuk memudahkan pergerakan. nah ini kepala sampai dibebani perhiasan mengkilap sebanyak-banyaknya...
    semoga aja masih ada yang berminat bikin versi yang lebih baru dan lebih baik lagi. juga dengan sandiwara radio lainnya seperti saur sepuh, misteri gunung merapi.
    Bajunya mesti gimana?
    Era Sebelum Majapahit? Era Hindu ya?
    Kira-kira mirip busana Thailand jaman kerajaan kuno?





  6. #6
    Contributor agatha's Avatar
    Join Date
    Jan 2008
    Posts
    4,986
    Rep Power
    22

    Re: Tutur Tinular

    Quote Originally Posted by Fikri.hidayat View Post
    Kebesaran cerita Tutur Tinular karya S Tijab dirusak oleh FTV versi 2011. Melupakan alur sejarah, kebanyakan ngawur dan sangat fiktif, cuma kejar tayang gak pakai riset

    Berharap ada sutradara yang mengembalikan kebesaran cerita (film) tutur tinular yg kolosal, memadukan cerita laga, roman dengan sejarah nusantara
    Cerita aslinya bagaimana?
    Ada buku aslinya?

    Wuaah.....
    Bagi yang ngak pernah tahu versi aslinya... Tutur Tinular 2011 bagus looh...
    Sangat mendingan dibanding sinetron ngak jelas ttg anugrah yang bikin makin gerah... ...untung anak tertukar udh tamat riwayatnya penayangannya....
    Last edited by agatha; 06-01-12 at 11:22 AM.

  7. #7
    Moderator Fikri.hidayat's Avatar
    Join Date
    Jul 2010
    Location
    Indonesia
    Posts
    702
    Rep Power
    8

    Re: Tutur Tinular

    Quote Originally Posted by agatha View Post
    Bajunya mesti gimana?
    Era Sebelum Majapahit? Era Hindu ya?
    Kira-kira mirip busana Thailand jaman kerajaan kuno?




    Kira2 mungkin mirip seperti foto di atas Kalangan rakyat kecil untuk laki-laki bahkan tidak berbaju dan yg perempuan seperti foto pertama. Tapi kalau kalangan keraton, seperti catatan misionaris Itali yang ke Majapahit sekitar abad 13-14 (maaf kalau salah) sudah bergelimang emas, bisa jadi perhiasan di tubuh juga kinclong, dan kainnya berasal dari sutera China.

    Tapi, ada tapinya...apakah kalangan prajurit bhayangkara atau pendekar keraton berkelahi mesti diganduli banyak perhiasan?



    "Leave nothing but footprints, Kill nothing but time, Take nothing but pictures"

  8. #8
    Contributor artemis's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Posts
    4,182
    Rep Power
    17

    Re: Tutur Tinular

    Quote Originally Posted by agatha View Post
    Cerita aslinya bagaimana?
    Ada buku aslinya?

    Wuaah.....
    Bagi yang ngak pernah tahu versi aslinya... Tutur Tinular 2011 bagus looh...
    Sangat mendingan dibanding sinetron ngak jelas ttg anugrah yang bikin makin gerah... ...untung anak tertukar udh tamat riwayatnya penayangannya....
    Tutur Tinular itu Serial Drama Radio tenar tahun 1990-an (kira-kira) menyambung ketenaran Saur Sepuh pada dekade sebelumnya...
    Jaman itu stasiun tv belum banyak, cuma ada TVRI dan radio doang... Ngga ada buku-nya... mungkin minta S tijab sebagai pengarangnya untuk menulis skrip drama itu jadi buku cerita.

    Kalau Saur Sepuh cerita lebih mengenai kebudayaan Pasundan dan kerajaan kecil di tanah parahyangan itu... maka tutur tinular lebih kepada era pendirian Majapahit di akhir kekuasaan kerajaan Singasari --- dengan kedatangan utusan Kubilai Khan dan berakhir penculikan empu pandai besi di bawa ke China serta kesulitan negara baru (Majapahit) berjuang untuk konsolidasi setelah berdiri...

    Kalau nonton sinetron tutur tinular yang sekarang malah bingung... kenapa banyak makhluk jejadian atau istilahnya WERE-ANIMALS yak? Manusia bisa jadi burung, sapi, uler dan sebagainya... pusing deh.

    Tapi untuk serial drama radio yang agak favorit dulu itu justru Api di Bukit Menoreh... atau mungkin drama radio yang didenger sambil diketawain karena sedikit pusing dengerinnya -Butir-butir pasir di laut- di jamin ngakak plus nyebelin...
    This is not a black and white world; you can't afford to believe in your side

  9. #9
    Moderator Fikri.hidayat's Avatar
    Join Date
    Jul 2010
    Location
    Indonesia
    Posts
    702
    Rep Power
    8

    Re: Tutur Tinular

    Quote Originally Posted by djunbd View Post
    kok belum ada produsen film yang berminat mengangkat cerita Senopati Pamungkas-nya Arswendo Atmowiloto...padahal terasa potensial juga tuh kayaknya...mungkin pengarang cerita yang ga setuju lantaran tahu kualitas sutradara kurang layak untuk bisa dipercaya untuk jadi sebagus cerita aseli...belajar dari kasus2 yang ada, banyak cerita setelah diangkat ke layar lebar jadi kesannya cuman untuk memenuhi selera pasar belaka...
    Apalagi cerita Senopati Pamungkas masa akhir Singasari dan awal Majapahit, butuh riset mendalam tuh kayaknya kalau mau bikin film. Tapi novel Arswendo itu memang dahsyat.

    Kita tahu sendiri, bagaimana China dengan industri filmnya? mereka banyak memproduksi film drama terkini tapi juga tidak meninggalkan film2 cerita sejarah kolosal kedinastian mereka yang dahsyat.


    Quote Originally Posted by agatha View Post
    Cerita aslinya bagaimana?
    Ada buku aslinya?

    Wuaah.....
    Bagi yang ngak pernah tahu versi aslinya... Tutur Tinular 2011 bagus looh...
    Sangat mendingan dibanding sinetron ngak jelas ttg anugrah yang bikin makin gerah... ...untung anak tertukar udh tamat riwayatnya penayangannya....

    Yg dimaksud cerita asli, mungkin di cerita radio karya S Tijab. Tutur Tinular versi FTP 2011 memang masih mending dibanding sinetron "berurai air mata dan mata melotot" . Cuma yg versi 2011 banyak dikritik dari sisi alur sejarahnya serta teknik sinemanya.

    Maaf kalau salah



    "Leave nothing but footprints, Kill nothing but time, Take nothing but pictures"

  10. #10
    Contributor artemis's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Posts
    4,182
    Rep Power
    17

    Re: Tutur Tinular

    Quote Originally Posted by Fikri.hidayat View Post
    Kira2 mungkin mirip seperti foto di atas Kalangan rakyat kecil untuk laki-laki bahkan tidak berbaju dan yg perempuan seperti foto pertama. Tapi kalau kalangan keraton, seperti catatan misionaris Itali yang ke Majapahit sekitar abad 13-14 (maaf kalau salah) sudah bergelimang emas, bisa jadi perhiasan di tubuh juga kinclong, dan kainnya berasal dari sutera China.

    Tapi, ada tapinya...apakah kalangan prajurit bhayangkara atau pendekar keraton berkelahi mesti diganduli banyak perhiasan?
    Boleh dibilang overdressed... serta warna baju yang terlalu menyolok serta norak warnanya.
    perencana panggung dan wardrobenya mungkin hobi pake baju menyolok...
    This is not a black and white world; you can't afford to believe in your side

Page 1 of 3 123 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0