Industri musik Korea makin merajalela ke manca negara. Tahun lalu saja, industri ini mampu menghasilkan US$ 3,4 miliar atau setara dengan Rp 30,6 triliun, seperti diungkap Korea Creative Content Agency
(KOCCA), lembaga pemeirntah yang mempromosikan budaya Korea.
Beberapa nama grup musik Korea yang juga populer di Indonesia, di antaranya Girls' Generation, Big Bang dan 2NE1. Mereka tidak hanya mampu mengumpulkan penggemar jutaan, lagu-lagunya pun mampu menempati peringkat atas
tangga musik Billboard. Bahkan di negerinya sendiri, foto mereka terpampang di perangko.
Menurut Sun Jung dari National University of Singapore yang melakukan studi tentang kebudayaan Korea sejak 2003, tidak heran seandainya K-Pop - budaya pop Korea - menjadi fenomena global yang tumbuh sangat cepat. Media sosial, katanya, membuat informasi sangat mudah diakses.
"Orang dapat berbagi, mendistribusikan dan mengonsumsi budaya pop luar negeri dengan lebih mudah sekarang ini," ujar Jung kepada CNBC. "Ini memberikan pengaruh besar kepada budaya pop Korea untuk terkenal di Eropa maupun Amerika Latin. Internet dan media sosial memainkan peran penting di sini."
[Lewat Twitter, G-Dragon Big Bang Beri Sinyal Comeback]
Jejaring media sosial memang menjadi medium paling besar yang digunakan para penggemar K-Pop untuk mengikuti perkembangan kelompok musik favoritnya. Laporan YouTube menyebutkan, sepanjang tahun lalu, video klip K-Pop dilihat sebanyak 2,3 miliar kali dari 235 negara. Pengunjungnya tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan ini diakui oleh Sean Yang, CEO Soribada yang memasarkan K-Pop lewat iTune dan Amazon. "Jika Anda saksikan dalam enam bulan lalu, penjualan K-Pop mengalami kenaikan tiga kali lipat," ujarnya. "Kami menyaksikan adanya pertumbuhan yang sangat tinggi saat ini.
Choon Keun Lee, Direktur KOCCA mengungkapkan, ekspor K-pop memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekspor barang-barang konsumsi Korea. "Dari hasil riset, setiap US$ 100 ekspor K-Pop, ada peningkatan US$ 395 terhadap barang-barang teknologi informasi seperti telepon selular atau elektronik yang diekspor."
Saat ini, dia menegaskan bahwa K-Pop sudah menjadi ikon yang mewakili Korea, bersama dengan telepon bergerak dan teknologi internet.
Sumber : Industri Musik Korea Go Global


LinkBack URL
About LinkBacks





Reply With Quote


Bookmarks