Lia ini Katholik tapi IDIOT, di Indonesia ini ga perlu ada ormas semacam FPI, GA PENTING!!!, yang seharusnya POLRI dan aparat Pemerintah tegas menegakkan PERATURAN dan HUKUM di INDONESIA. MEMEGANG TEGUH PANCASILA DAN UUD 45 ANDA TUH JANGAN SOK MENGUTARAKAN PENDAPAT CUMA UNTUK CARI SIMPATK!!!!!!
Saya garis bawahi kutipan Lia "Saya sebagai penganut Katholik, mendukung upaya FPI untuk memerangi kejahatan."
yang menjadi pertanyaan saya adalah apakah menudukung FPI jika terbukti sebaliknya?
Dengan kapasitas apa si narasumber untuk berpendapat dengan membawa-bawa “agamanya”. Kalau memang simpati cukup urusan pribadi, pendapat pribadi. Begitu dangkalnya pemikiran dan begitu MENDASAR KEBENCIAN.
Nara sumber hanya berkata ““Saya, seorang Kristian Mendukung FPI” untuk menunjukkan “imannya” (ralat : saya seorang Kristen atau saya seorang nasrani bukan kristian), tetapi setelah itu hampir semua omongannya menyangkal :
1. Contohnya, saat FPI melabrak belasan anggota PDIP bertemu dengan mantan anggota PKI di Blitar. Menurut saya, FPI telah berusaha menghilangkan keberadaan PKI sampai pada akar-akarnya. Dan itu saya setuju. Walaupun hanya bertemu ‘mantan’ anggota PKI, jika pertemuan itu terjadi berkala bisa memungkinkan PKI tumbuh kembali di Indonesia.
Melabrak konotasi dengan kekerasan, kemudian apa hak seseorang melarang orang lain bertemu dengan orang lain, ada Negara yang mengatur/mengawasi. Siapa melanggar hukum harus bersedia dihukum, dan itu hak Negara. Kalau kita sering bertemu “mantan” pelacur apa akan disimpulkan kita akan terpengaruh untuk melacur? Mungkin untuk orang2 yg diliputi ketakutan karena tidak memiliki pendirian dan kecerdasan berpikir, sehingga mudah dipengaruhi, jadi kalau seseorang nyata2nya “idiot” jangan arogan memaksa orang lain untuk menjadi “idiot”, kalau memang lebih bodoh belajarlah sama yang pintar atau belajarlah jadi pintar jangan memaksa orang lain yang lebih pintar menjadi bodoh sama dengan kebodohannya atau harus lebih bodoh.
2. Tidakkah media memberitakan ketika anggota FPI membantu mengevakuasi 70.000 korban tsunami Aceh? Tidakkah media memberitakan ketika FPI mendirikan posko bencana gunung Merapi?, sungguh aneh.
Kalau itu klaim evakuasi 70.000 korban itu benar, terus meminta balas budi untuk dipublikasikan dengan special dengan tinta emas dalam sejarah Negara ini? Terus dijadikan pembenaran untuk anarkis? Berbuat baik itu harus iklas, tanpa pamrih. Bangsa2 lain maupun warga Negara ini banyak yang berbuat sesuatu di bencana2 dinegara ini, tapi bukan sesuatu untuk diungkit-ungkit atau dijadikan pembicaraan malah bukan terbatas sekedar evakuasi, tapi membangun kembali sarana dan prasarana, bantuan dana, makanan dan lain2. Biarlah perbuatan baik kita dicatat yang Diatas sebagai kebajikan bagi sesama bukan untuk digembar gemborkan.
3. “hidup d jman skrg emang aneh. kbodohan udh ada dmana2, orang mau berbuat baek aja susah. jadi inget tuh pas jamanx nabi. nabi aja pas dakwah n ngajak manusia kpd kebaikan, mlh beliau dilempar pke kotoran. gile bgt kand? sama kyak skrg, ngajak orng brbuat baik eh malah dimusuhin, dikutuk, n disuruh bubar. bner2 jman edan kali yak!”
Apa korelasi kekaguman si nara sumber akan ini? haruskah?
4. Saya jadi teringat ketika ada demo penolakan FPI di bundaran HI. Kebanyakan dari peserta demo adalah kamum gay, lesbian, tuna susila, dan semacamnya. Wajar jika mereka menolak FPI, karena memang status mereka bertentangan dengan agama.
Gay, lesbian, tuna susila dan semacamnya…dan si Pembela Kebenaran FPI…
Seorang yang merasa dirinya paling tidak berdosa biarlah dia yang melempar duluan (menghukum). Ini tentunya diingat oleh nara sumber kalau memang pemahamannya sampai akan hal tersebut.
5. Dan kagetnya lagi, saya mendapat info bahwa penggerak demo Penolakan FPI adalah Ulil Abshar Abdalla, fungsionaris partai Demokrat yang sedang terjerat kasus korupsi dan disebut-sebut juga sebagai anggota JIL [Jaringan Islam liberal].
Pemikiran yang asing dan ganjil, “menduga, berprasangka buruk” bukan kebiasaan, apalagi mengkaitkan sesuatu untuk pembenaran kekerasan. Seorang tokoh malah memaafkan orang yang menembaknya, orang yang berusaha membunuhnya, bagaimana berkata “Kristen” kalau dipenuhi kecurigaan, permusuhan untuk membenarkan kekerasan. Suatu kelakuan yg menyimpang, ditimpali kelakuan meyimpang lain untuk membenarkan kelakuan menyimpang berikutnya. Jauh sekali panggang dari api, wah tentunya si nara sumber tahu betul arti nama “Cristine”, Cristian, Cristopher…..
6. Tentang berita penolakan FPI di Palangkaraya, itu juga disebut-sebut sebagai upaya Ulil Abshar Abdalla untuk ‘memusnahkan’ FPI dari dunia ini.
Semoga imanmu menyelamatkanmu.
Salam
Last edited by ANDRE_M3A1; 24-06-12 at 12:54 AM. Reason: penomoran
Hati2 dengan opini gantung begini.
Coba selidiki dahulu siapa itu Lia Christine, dan kenapa, ada siapa sehingga dia menyatakan opini ini. Banyak strategy cerdas yg bisa dijalankan oleh orang2 yg ingin menguasai massa.
Lia Christine: Pemerintah macam apa yang berani mencabut UU larangan Miras? itupun FPI masih disalahkan. Padahal jika langkah yang digagas pemerintah untuk mencabut UU larangan miras, mau jadi apa negeri ini? jadi negeri yang menghalalkan miras?
Lia Christine KATHOLIK kan? Jika misa apa tidak minum anggur merah? apa anggur merah yg melambangkan darah Yesus bukan kategori Miras?
Apa yg diperjuangkan FPI itu adalah hal yang perlu untuk sekarang. Namun cara2nya dan tempat serta tindakannya kurang sesuai dengan situasi dan kondisi tempat domisili mereka. Dan bahkan mungkin kurang tepat secara kesadaran batin terdalam dari kualitas manusia.
Buat apa memperjuangkan ketidakabadian dengan dahlih untuk mencapai keabadian?
tinggal baca sini aja kale [Investigasi] Kebohongan Lia Christine, Sang “Katolik” yang Mendukung FPI
sering kali karena sentimen agama, kita mudah percaya sama suatu berita yg belum tentu benar beritanya
perbuatan seperti itu sangat memalukan..
plis gunakan pikiran jernih, jangan mau diadu domba
kebenaran yg saat ini kita agung2kan, sebenarnya semu
kebenaran itu baru kita lihat saat kita mati nanti
curiga kalo Lia Christine ini fiktif alias ga betul2 ada, ini artikel cuma direkayasa
lagipula di mana markas fpi? saya betul2 ga tau, lalu apa betul ada 4 gereja yg deket markas fpi? kalo iya, gereja apa? karena agama kristen ada banyak aliran, biasanya fpi nyerang gereja2 aliran tertentu dan dipilih
Soal FPI yang kerap bersengketa dengan umat nonmuslim, Christine mengatakan hal itu tergantung umat yang dikorbankan. "Itu tergantung umat yang ‘dikorbankan’. Di daerah markas FPI ada 4 gereja berdiri dengan tenang dan damai. Itu hanya umat lain yang memang memancing. Saya tidak menutupi fakta yang ada di lapangan," tegas Christine, Senin (20/2).
apa maksudnya tergantung umat yg dikorbankan? jadi maksudnya dikorbankan utk diserang fpi? karena kata 'dikorbankan' artinya 'sengaja dijadikan korban' atau 'sudah direncanakan dan diniatkan utk dijadikan korban'
Kalau semua elemen bangsa sudah sadar hukum, dimana hukum menjadi panglima, maka tidak akan ada lagi faksi2 bangsa atau individu yang melakukan tindakan tindakan yang bertentangan dengan hukum itu sendiri, pertanyaannya kapankah bangsa dan semua elemen bangsa benar benar akan taat kepada hukumnya sendiri? Ini pasti berjangka sangat panjang, dimulai dari suatu keinginan yang sangat amat kuat untuk menciptakan atau untuk merubah keadaan suatu generasi bangsa akan "sadar hukum", ini adalah dimana suatu generasi benar2 berniat untuk memulainya mereformasi sistem pendidikan sejak "Taman kanak2" sehingga akan tercipta atau lahir suatu generasi baru yang sejalan dengan lahirnya suatu budaya bangsa yang juga baru yaitu "Bangsa yang beradab" sebab akan sangat mustahil jika ingin merubah suatu bangsa dari keadaan yang berbudaya hukum seperti sekarang ini "dirubah" hanya dengan di tambal sulam oleh suatu produk hukum atau himbauan begitu saja.
Pertanyaan berikutnya adakah presiden (yang akan datang) atau elemen bangsa (yang akan datang juga) berkeinginan untuk itu?
Kita tunggu anak cucu kita yang mungkin akan melakukan itu..
Bookmarks