Page 4 of 12 FirstFirst 123456789101112 LastLast
Results 31 to 40 of 113
Like Tree35Likes

Thread: "Saya Katolik, Saya Dukung FPI"

  1. #31
    Junior Member kucluk01's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    Dekat anda
    Posts
    224
    Rep Power
    5

    Re: "Saya Katolik, Saya Dukung FPI"

    Quote Originally Posted by bulan View Post
    ada berita kalo fpi sudah menumpahkan darah sesama?
    Coba di google dulu... katanya beritanya tidak jelas... jadi jangan tanya dong... coba tanya pemilik warung makan yang dirazia cocomeyo anda...
    NO SIGNATURE JUST WISH YOU ALL THE BEST THROUGHOUT YOUR DAYS

  2. #32
    Beginner
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    india, Ahmedabad
    Posts
    67
    Rep Power
    0

    Re: "Saya Katolik, Saya Dukung FPI"

    Quote Originally Posted by lolipop View Post
    Hai teman-teman...

    Membaca komentar-komentar di sini dan di forum-forum lain, hati saya hancur. Banyak kekecewaan, kebencian, kesinisan, perpecahan di antara kita semua.
    Mungkin tulisan saya ini terlihat naif. Tapi sejujurnya, saya ingin suatu saat nanti bangsa Indonesia bersatu, kompak, tanpa menghiraukan agama, suku, ras, warna kulit, strata sosial, denominasi politik, dll.

    Saya mau ajak kita semua untuk jadi manusia yang spesial, bukan manusia 'pada umumnya' yang mudah membenci, menghujat, menghakimi. Saya yakin kita ada di bumi sebagai manusia & di negara ini sebagai bangsa Indonesia bukanlah suatu kebetulan. Pencipta kita pasti mau kita hidup damai. Hidup kita singkat, teman. Kenapa tidak kita bersihkan hati kita dari kebencian dan mulai menghargai satu sama lain?

    Mungkin teman-teman juga pernah punya kerinduan yang sama seperti saya, lalu bertanya-tanya. Bagaimana saya bisa menjadi manusia spesial itu? Berikut yang bisa saya sarankan:
    -Jika kamu orangtua : jangan turunkan fanatisme, sentimen, maupun kebencian kepada anak-anakmu. Ajaklah mereka untuk
    mencintai semua suku bangsa, agama, warna kulit yang berbeda.
    - Jika kamu guru, dosen, tutor, motivator, pembimbing atau apapun sejenisnya : Jadilah panutan bagi anak didikmu dan didiklah
    mereka agar mereka pun menjadi murid yang siap menghargai perbedaan, dan kelak menyebarkan semangat yang sama.
    - Jika kamu murid, mahasiswa : Bergaulah dengan baik, gunakan ilmu yang kamu dapat untuk memajukan bangsa ini, dan
    bersikaplah seperti statusmu seharusnya : manusia yang berpendidikan.
    - Jika kamu anak dan orangtuamu mewarisimu dengan semangat perpecahan: Tinggalkanlah itu dan jadilah pribadi yang damai.
    - Jika kamu bagian dari dunia profesional : Bekerjalah dengan tulus, hargailah semua rekan kerjamu tanpa pandang SARA maupun
    tinggi rendahnya kedudukan mereka.
    - Jika kamu pengguna internet : Jangan mudah dipecahbelah dengan isu SARA yang kian marak. Berkomentarlah dengan baik
    ketika kamu bergabung di milis, forum, dll. Jangan mudah tersinggung. Anggaplah segala komentar negatif dan tendensius
    merupakan usaha untuk memecahbelah kita sebagai bangsa Indonesia. Jadilah pengguna internet yang pintar, tidak hanya dalam
    berteori tapi juga mengendalikan diri.

    Di tengah negara yang sudah terlanjur bobrok karena korupsi dan kemerosotan moral, yuk kita jadi cahaya bagi mereka yang masih gelap.
    Terima kasih untuk perhatian kamu semua.

    Setuju...

  3. #33
    Newbie
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    2
    Rep Power
    0

    Re: "Saya Katolik, Saya Dukung FPI"

    Quote Originally Posted by normi View Post
    Seorang penganut agama Katolik bernama Lia Christine mengatakan mendukung keberadaan Front Pembela Islam (FPI). Kepada itoday, Christine mengatakan, kehadiran FPI adalah untuk memberantas kejahatan. Soal FPI yang kerap bersengketa dengan umat nonmuslim, Christine mengatakan hal itu tergantung umat yang dikorbankan. "Itu tergantung umat yang ‘dikorbankan’. Di daerah markas FPI ada 4 gereja berdiri dengan tenang dan damai. Itu hanya umat lain yang memang memancing. Saya tidak menutupi fakta yang ada di lapangan," tegas Christine, Senin (20/2). Menurut Christine apa yang sudah dilakukan FPI untuk memberantas kejahatan tepat. " Hanya saja, mungkin lebih indah jika diiringi dengan aksi yang penuh kasih sehingga masyarakat tidak membuat kesalahan persepsi terhadap FPI," katanya. Christine juga menyatakan sikapnya itu melalui jejaring sosial kompasiana.com. Berikut catatan Christine, yang berjudul “Saya, seorang Kristian Mendukung FPI”: Siapa tak yang tak mengenal FPI? Tiga huruf itu adalah singkatan dari Front Pembela Islam. Ormas Islam yang sering dikait-kaitkan dengan ‘tradisi’ kekerasan. Pada dasarnya prinsip utama FPI adalah menegakkan Amar Maruf Nahi Mungkar [mengajak kebaikan dan memerangi kejahatan] tapi apa boleh buat, media sudah ‘berhasil’ mengekspos FPi dengan ‘budaya’ kekerasannya dan (kebanyakan) orang Indonesia sudah memberi nilai buruk terhadap FPI. Saya sebagai seorang Kristiani (penganut Katholik) sedikit miris ketika media memberitakan kekerasan-kekerasan yang dilakukan FPI. Dan saya pun sempat merasa tidak suka dengan keberadaan FPI di Indonesia. Mulai dari tragedi Monas, penutupan bar, demo anti miras, dll. Saya merasa bosan dengan kekerasan-kekerasan yang dilakukan FPI. Dan masyarakat pun seakan juga tak setuju jika FPI memakai ‘embel-embel’ Islam. Karena menurut mereka, Islam itu damai, mencintai perbedaan dan bukan kekerasan. Seiring berjalannya waktu, tak terdengar berita tentang FPI. Tiba-tiba Indonesia dikejutkan dengan berita ‘Penolakan FPI di Palangkaraya’. Sejenak saya tercengang. Seketika itu pula saya mulai penasaran dengan FPI. Mengapa FPI sampai ditolak di Palangkaraya?. Saya mencari info-info. Hingga saya mulai merenung, mengapa masyarakat tidak berpikir ‘apa yang melatarbelakangi FPI untuk melakukan kekerasan’. Sejak itu saya menyimpulkan, bahwa pasti ada sebab yang membuat FPI beraksi. Contohnya, saat FPI melabrak belasan anggota PDIP bertemu dengan mantan anggota PKI di Blitar. Menurut saya, FPI telah berusaha menghilangkan keberadaan PKI sampai pada akar-akarnya. Dan itu saya setuju. Walaupun hanya bertemu ‘mantan’ anggota PKI, jika pertemuan itu terjadi berkala bisa memungkinkan PKI tumbuh kembali di Indonesia. Kemudian soal Demo Miras, itupun saya juga setuju. Pemerintah macam apa yang berani mencabut UU larangan Miras? itupun FPI masih disalahkan. Padahal jika langkah yang digagas pemerintah untuk mencabut UU larangan miras, mau jadi apa negeri ini? jadi negeri yang menghalalkan miras?. Itu saja dua contoh yang ‘me-miris-kan’. Tidakkah media memberitakan ketika anggota FPI membantu mengevakuasi 70.000 korban tsunami Aceh? Tidakkah media memberitakan ketika FPI mendirikan posko bencana gunung Merapi?, sungguh aneh. Dan pencarian info tentang FPI terus saya lanjutkan. Saya singgah di sebuah forum di internet yang notabene menghujat dan menolak FPI. Tapi ada satu komentar yang menarik menurut saya untuk dibagikan kepada member Kompasiana. User itu bernama adiet87smg, dia menulis: “hidup d jman skrg emang aneh. kbodohan udh ada dmana2, orang mau berbuat baek aja susah. jadi inget tuh pas jamanx nabi. nabi aja pas dakwah n ngajak manusia kpd kebaikan, mlh beliau dilempar pke kotoran. gile bgt kand? sama kyak skrg, ngajak orng brbuat baik eh malah dimusuhin, dikutuk, n disuruh bubar. bner2 jman edan kali yak!” Saya jadi teringat ketika ada demo penolakan FPI di bundaran HI. Kebanyakan dari peserta demo adalah kamum gay, lesbian, tuna susila, dan semacamnya. Wajar jika mereka menolak FPI, karena memang status mereka bertentangan dengan agama. Dan kagetnya lagi, saya mendapat info bahwa penggerak demo Penolakan FPI adalah Ulil Abshar Abdalla, fungsionaris partai Demokrat yang sedang terjerat kasus korupsi dan disebut-sebut juga sebagai anggota JIL [Jaringan Islam liberal]. Wow. Pantas saja Ulil Abshar Abdalla menggerakkan massa untuk menolak keberadaan FPI, karena FPI telah mencatut namanya sebagai salah satu oknum yang bersembunyi di Partai yang kebanyakan anggotanya sedang terjerat kasus korupsi. Tentang berita penolakan FPI di Palangkaraya, itu juga disebut-sebut sebagai upaya Ulil Abshar Abdalla untuk ‘memusnahkan’ FPI dari dunia ini. Padahal warga Dayak sendiri yang meminta FPI berdiri di KaltengSaya sebagai penganut Katholik, mendukung upaya FPI untuk memerangi kejahatan. Penulis: Lia Christine Indonesia Today | 'Saya Katolik, Saya Dukung FPI' komentar ane : nah kaaann!!!!

  4. #34
    Newbie
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    2
    Rep Power
    0

    Re: "Saya Katolik, Saya Dukung FPI"

    Lia ini Katholik tapi IDIOT, di Indonesia ini ga perlu ada ormas semacam FPI, GA PENTING!!!, yang seharusnya POLRI dan aparat Pemerintah tegas menegakkan PERATURAN dan HUKUM di INDONESIA. MEMEGANG TEGUH PANCASILA DAN UUD 45 ANDA TUH JANGAN SOK MENGUTARAKAN PENDAPAT CUMA UNTUK CARI SIMPATK!!!!!!

  5. #35
    Newbie
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    1
    Rep Power
    0

    Re: "Saya Katolik, Saya Dukung FPI"

    Saya garis bawahi kutipan Lia "Saya sebagai penganut Katholik, mendukung upaya FPI untuk memerangi kejahatan."
    yang menjadi pertanyaan saya adalah apakah menudukung FPI jika terbukti sebaliknya?

  6. #36
    Beginner ANDRE_M3A1's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Posts
    62
    Rep Power
    4

    Re: "Saya Katolik, Saya Dukung FPI"

    Dengan kapasitas apa si narasumber untuk berpendapat dengan membawa-bawa “agamanya”. Kalau memang simpati cukup urusan pribadi, pendapat pribadi. Begitu dangkalnya pemikiran dan begitu MENDASAR KEBENCIAN.

    Nara sumber hanya berkata ““Saya, seorang Kristian Mendukung FPI” untuk menunjukkan “imannya” (ralat : saya seorang Kristen atau saya seorang nasrani bukan kristian), tetapi setelah itu hampir semua omongannya menyangkal :

    1. Contohnya, saat FPI
    melabrak belasan anggota PDIP bertemu dengan mantan anggota PKI di Blitar. Menurut saya, FPI telah berusaha menghilangkan keberadaan PKI sampai pada akar-akarnya. Dan itu saya setuju. Walaupun hanya bertemu ‘mantan’ anggota PKI, jika pertemuan itu terjadi berkala bisa memungkinkan PKI tumbuh kembali di Indonesia.


    Melabrak konotasi dengan kekerasan, kemudian apa hak seseorang melarang orang lain bertemu dengan orang lain, ada Negara yang mengatur/mengawasi. Siapa melanggar hukum harus bersedia dihukum, dan itu hak Negara. Kalau kita sering bertemu “mantan” pelacur apa akan disimpulkan kita akan terpengaruh untuk melacur? Mungkin untuk orang2 yg diliputi ketakutan karena tidak memiliki pendirian dan kecerdasan berpikir, sehingga mudah dipengaruhi, jadi kalau seseorang nyata2nya “idiot” jangan arogan memaksa orang lain untuk menjadi “idiot”, kalau memang lebih bodoh belajarlah sama yang pintar atau belajarlah jadi pintar jangan memaksa orang lain yang lebih pintar menjadi bodoh sama dengan kebodohannya atau harus lebih bodoh.

    2. Tidakkah media memberitakan ketika anggota FPI membantu mengevakuasi 70.000 korban tsunami Aceh? Tidakkah media memberitakan ketika FPI mendirikan posko bencana gunung Merapi?, sungguh aneh.


    Kalau itu klaim evakuasi 70.000 korban itu benar, terus meminta balas budi untuk dipublikasikan dengan special dengan tinta emas dalam sejarah Negara ini? Terus dijadikan pembenaran untuk anarkis? Berbuat baik itu harus iklas, tanpa pamrih. Bangsa2 lain maupun warga Negara ini banyak yang berbuat sesuatu di bencana2 dinegara ini, tapi bukan sesuatu untuk diungkit-ungkit atau dijadikan pembicaraan malah bukan terbatas sekedar evakuasi, tapi membangun kembali sarana dan prasarana, bantuan dana, makanan dan lain2. Biarlah perbuatan baik kita dicatat yang Diatas sebagai kebajikan bagi sesama bukan untuk digembar gemborkan.

    3. “hidup d jman skrg emang aneh. kbodohan udh ada dmana2, orang mau berbuat baek aja susah. jadi inget tuh pas jamanx nabi. nabi aja pas dakwah n ngajak manusia kpd kebaikan, mlh beliau dilempar pke kotoran. gile bgt kand? sama kyak skrg, ngajak orng brbuat baik eh malah dimusuhin, dikutuk, n disuruh bubar. bner2 jman edan kali yak!”

    Apa korelasi kekaguman si nara sumber akan ini? haruskah?

    4. Saya jadi teringat ketika ada demo penolakan FPI di bundaran HI. Kebanyakan dari peserta demo adalah kamum gay, lesbian, tuna susila, dan semacamnya. Wajar jika mereka menolak FPI, karena memang status mereka bertentangan dengan agama.


    Gay, lesbian, tuna susila dan semacamnya…dan si Pembela Kebenaran FPI…
    Seorang yang merasa dirinya paling tidak berdosa biarlah dia yang melempar duluan (menghukum). Ini tentunya diingat oleh nara sumber kalau memang pemahamannya sampai akan hal tersebut.

    5. Dan kagetnya lagi, saya mendapat info bahwa penggerak demo Penolakan FPI adalah Ulil Abshar Abdalla, fungsionaris partai Demokrat yang sedang terjerat kasus korupsi dan disebut-sebut juga sebagai anggota JIL [Jaringan Islam liberal].


    Pemikiran yang asing dan ganjil, “menduga, berprasangka buruk” bukan kebiasaan, apalagi mengkaitkan sesuatu untuk pembenaran kekerasan. Seorang tokoh malah memaafkan orang yang menembaknya, orang yang berusaha membunuhnya, bagaimana berkata “Kristen” kalau dipenuhi kecurigaan, permusuhan untuk membenarkan kekerasan. Suatu kelakuan yg menyimpang, ditimpali kelakuan meyimpang lain untuk membenarkan kelakuan menyimpang berikutnya. Jauh sekali panggang dari api, wah tentunya si nara sumber tahu betul arti nama “Cristine”, Cristian, Cristopher…..

    6. Tentang berita penolakan FPI di Palangkaraya, itu juga disebut-sebut sebagai upaya Ulil Abshar Abdalla untuk ‘memusnahkan’ FPI dari dunia ini.


    Semoga imanmu menyelamatkanmu.

    Salam
    Last edited by ANDRE_M3A1; 24-06-12 at 12:54 AM. Reason: penomoran
    denker08 and friedman like this.

  7. #37
    Newbie
    Join Date
    Dec 2011
    Posts
    7
    Rep Power
    0

    Re: "Saya Katolik, Saya Dukung FPI"

    Hati2 dengan opini gantung begini.
    Coba selidiki dahulu siapa itu Lia Christine, dan kenapa, ada siapa sehingga dia menyatakan opini ini. Banyak strategy cerdas yg bisa dijalankan oleh orang2 yg ingin menguasai massa.

    Lia Christine:
    Pemerintah macam apa yang berani mencabut UU larangan Miras? itupun FPI masih disalahkan. Padahal jika langkah yang digagas pemerintah untuk mencabut UU larangan miras, mau jadi apa negeri ini? jadi negeri yang menghalalkan miras?

    Lia Christine KATHOLIK
    kan? Jika misa apa tidak minum anggur merah? apa anggur merah yg melambangkan darah Yesus bukan kategori Miras?


    Apa yg diperjuangkan FPI itu adalah hal yang perlu untuk sekarang. Namun cara2nya dan tempat serta tindakannya kurang sesuai dengan situasi dan kondisi tempat domisili mereka. Dan bahkan mungkin kurang tepat secara kesadaran batin terdalam dari kualitas manusia.
    Buat apa memperjuangkan ketidakabadian dengan dahlih untuk mencapai keabadian?

  8. #38
    Newbie
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    1
    Rep Power
    0

    Re: "Saya Katolik, Saya Dukung FPI"

    tinggal baca sini aja kale [Investigasi] Kebohongan Lia Christine, Sang “Katolik” yang Mendukung FPI

    sering kali karena sentimen agama, kita mudah percaya sama suatu berita yg belum tentu benar beritanya
    perbuatan seperti itu sangat memalukan..

    plis gunakan pikiran jernih, jangan mau diadu domba
    kebenaran yg saat ini kita agung2kan, sebenarnya semu
    kebenaran itu baru kita lihat saat kita mati nanti
    ~mamamia~ likes this.

  9. #39
    Junior Member
    Join Date
    Apr 2012
    Posts
    255
    Rep Power
    2

    Re: "Saya Katolik, Saya Dukung FPI"

    curiga kalo Lia Christine ini fiktif alias ga betul2 ada, ini artikel cuma direkayasa
    lagipula di mana markas fpi? saya betul2 ga tau, lalu apa betul ada 4 gereja yg deket markas fpi? kalo iya, gereja apa? karena agama kristen ada banyak aliran, biasanya fpi nyerang gereja2 aliran tertentu dan dipilih

    Soal FPI yang kerap bersengketa dengan umat nonmuslim, Christine mengatakan hal itu tergantung umat yang dikorbankan. "Itu tergantung umat yang ‘dikorbankan’. Di daerah markas FPI ada 4 gereja berdiri dengan tenang dan damai. Itu hanya umat lain yang memang memancing. Saya tidak menutupi fakta yang ada di lapangan," tegas Christine, Senin (20/2).


    apa maksudnya tergantung umat yg dikorbankan? jadi maksudnya dikorbankan utk diserang fpi? karena kata 'dikorbankan' artinya 'sengaja dijadikan korban' atau 'sudah direncanakan dan diniatkan utk dijadikan korban'

  10. #40
    Newbie
    Join Date
    May 2012
    Posts
    1
    Rep Power
    0

    Re: "Saya Katolik, Saya Dukung FPI"

    Kalau semua elemen bangsa sudah sadar hukum, dimana hukum menjadi panglima, maka tidak akan ada lagi faksi2 bangsa atau individu yang melakukan tindakan tindakan yang bertentangan dengan hukum itu sendiri, pertanyaannya kapankah bangsa dan semua elemen bangsa benar benar akan taat kepada hukumnya sendiri? Ini pasti berjangka sangat panjang, dimulai dari suatu keinginan yang sangat amat kuat untuk menciptakan atau untuk merubah keadaan suatu generasi bangsa akan "sadar hukum", ini adalah dimana suatu generasi benar2 berniat untuk memulainya mereformasi sistem pendidikan sejak "Taman kanak2" sehingga akan tercipta atau lahir suatu generasi baru yang sejalan dengan lahirnya suatu budaya bangsa yang juga baru yaitu "Bangsa yang beradab" sebab akan sangat mustahil jika ingin merubah suatu bangsa dari keadaan yang berbudaya hukum seperti sekarang ini "dirubah" hanya dengan di tambal sulam oleh suatu produk hukum atau himbauan begitu saja.
    Pertanyaan berikutnya adakah presiden (yang akan datang) atau elemen bangsa (yang akan datang juga) berkeinginan untuk itu?
    Kita tunggu anak cucu kita yang mungkin akan melakukan itu..
    adakajak likes this.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0