LENSAINDONESIA.COM: Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Sutarman mengatakan, banyak kelompok bersenjata yang terlibat dalam aksi-aksi penembakan di sejumlah wilayah di Papua.
Saat ini, Polri telah mengantongi identitas jaringan kelompok yang bermain dalam setiap kekacauan yang terjadi di bumi cendrawasih itu. “Kelompoknya sebetulnya cukup banyak, kita sudah punya mappingnya (petanya), kita sudah punya network siapa-siapa saja yang ‘bermain’,” ujar Sutarman di Gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, Selasa (19/6/2012).
Menurut dia, penembakan di satu wilayah dengan lokasi lainnya dilakukan oleh kelompok berbeda. Sutarman mencontohkan, penembakan yang terjadi di sejumlah wilayah di Papua, seperti di Puncak Jaya, Paniai, Timika dan Jayapura, merupakan peristiwa yang berdiri sendiri.
“Tetapi saya tidak akan mengungkapkan (identitas kelompok itu) di sini, karena ini masih dalam proses,” katanya.
Saat ini, lanjut Sutarman, dalam menangani permasalahan Papua, polisi akan fokus pada aspek penegakan hukumnya. Polisi tidak melihat latar belakang dari kelompok mana pelaku berasal.
“Tugas kita adalah menegakan hukum terhadap siapapun yang melakukan pelanggaran hukum,” katanya.
Sejauh ini, polisi telah menetapkan empat tersangka terkait aksi penembakan di Papua. Salah satunya, yakni Wakil Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Mako Tabuni yang tewas saat melawan ketika akan ditangkap.


LinkBack URL
About LinkBacks




Reply With Quote
Bookmarks