Hari-hari belakangan ini adalah hari-hari yang mendebarkan bagi para murid yang baru lulus, khususnya yang lulus SMP dan mau masuk SMA.
Namun para calon siswa tersebut tidak bisa senang dulu walau namanya ada di daftar siswa yang diterima di SMA idaman, sebab ada tes-tes lain sperti misalnya tes masuk seperti yang diadakan di SMA 70 Bulungan, Jakarta Selatan.
Nah, di Kota Batu (kampungya Kris Dayanti dan Yuni Shara nih) malah perlu diadakan tes narkoba dan kehamilan bagi calon siswanya yang dilakukan oleh salah satu SMA unggulan disana (SMA 1 Kota Batu).
Saya jadi tanya-tanya..itu tes alasannya sebenarnya apa? soalnya tes tersebut kudu bayar yang tidak sedikit dan membebani (orang tua) calon siswa.
Calon siswa tes kehamilan di sekolah
Alasan yang dikemukakan adalah karena agar "memudahkan pembinaan" dan instruksi dari Kementerian Pendidikan. Lho?
Heran banget ya. Disini kalau siswi SMA hamil (bahkan yg nikah muda sekalipun) langsung dikeluarkan dari sekolah. Alasan apapun tidak bakalan di terima. Bagaimana dengan siswi korban pemerkosaan dan hamil? Bukankah mereka juga berhak mendapatkan pendidikan?
Saya jadi curiga ada "udah dibalik batu" dari kebijakan ini. Apakah anda juga merasakan kecurigaan yang sama seperti saya? Pasti UUD banget dan betapa keblingernya pembuat kebijakan negeri ini.
Sumber: Pendidikan di RI Memang Selalu Keblinger
Akademi Ini Khusus Bagi Remaja Yang Kecanduan Pornografi
Inilah Pria Kelahiran Kediri Yang Jadi Founder Fokker Aircraft Holland
David Beckham Tertangkap Basah Istrinya Karena Mata Keranjang (Foto)


17Likes
LinkBack URL
About LinkBacks





Reply With Quote





Bookmarks