LENSAINDONESIA.COM: Rekomendasi Sidang Tanwir Muhammadiyah bahwa Indonesia butuh pemimpin bukan sekedar presiden sungguh tepat.
Pujian itu disampaikan Koordinator Petisi 28, Haris Rusli Moty, Minggu (24/06).
“Pemimpin adalah soal fungsi sosial seseorang utk bertanggungjawab, bertindak dan berkorban dengan penuh ketulusan untuk rakyat dan bangsa,” katanya.
Jabatan Presiden, sambungnya, hanyalah sebuah posisi, yang pada kenyataannya saat dijabat oleh SBY justru sangat tidak bertanggungjawab dan berfungsi sosial.
“Jabatan presiden selalu diincar oleh para pemburu jabatan untuk menipu rakyat,” sambungnya.
Dalam sidang penutupan sidang Tanwir Muhammdiyah, Muhammadiyah 2012, di Bandung, Jawa Barat,Ormas Muhammadiyah melihat kepemimpinan bangsa Indonesia selama ini sering absen ketika diperlukan, lamban, bimbang dan galau dalam mengambil sebuah keputusan.
“Hal tersebut disebabkan oleh perilaku politik transaksional penggunaan uang dalam mengejar jabatan dan kegagalan parpol dalam
melakukan perkaderan dan rekrutmen pemimpin bangsa,” kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Agung Danarto.
“Lemahnya kepemimpinan nasional ini berakibat pada buruknya kualitas SDM sebagaimana terindikasi dan peringkat IPM yang dikeluarkan oleh PBB. Terlebih Indeks Negara Gagal 2012 semakin menegaskan bahwa Indonesia menjadi sangat berisiko jadi negara gagal,” katanya.
Dikatakan, Muhammadiyah memandang perlunya langkah-langkah penyelamatan bangsa melalui penguatan kepemimpinan.
Untuk itu, kata Agung, bangsa Indonesia memerlukan pemimpin yang memenuhi tujuh syarat.
“Tujuh syarat tersebut pertama adalah visioner artinya yang memiliki visi yang sesuai dengan cita-cita bangsa nasional para pendiri
bangsa,” ujarnya.
Kriteria kedua, kata dia, adalah pemimpin itu harus nasionalis dan humanis yakni yang berkomitmen kebangsaan yang kuat dan kemanusian yang luhur.
Kriteria ketiga ialah harus mampu membangun solidaritas bangsa yang majemuk.
“Keempat ialah risk taker atau berani ambil risiko.
Kelima decisive atau mampu mengambil keputusan yang cepat, tepat dan tegas,” katanya.
Dikatakannya, kRITERIA keenam adalah pemecah masalah atau problem solver dan kriteria pemimpin menurut Muhammadiyah ialah morally committed yakni pemimpin yang memiliki integritas moral yang tinggi sehingga tidak korup.


LinkBack URL
About LinkBacks





Reply With Quote


Bookmarks