wass... ati-ati....
ini buat sangu 2014 nii.....
wass... ati-ati....
ini buat sangu 2014 nii.....
kalo preman etnis, ya namanya aja depannya ada "preman" ya di berantas lah, kalo etnis saja ya tidak masalah hahaha
kalo penggemar nazi itu penggemar paham nazi? ato penggemar aksesori nazi?
Kalo aksesori nazi kan keren-keren, seragamnya, senjatanya, kendaraan perang nya, penggemar militer biasanya punya mainan / replika berbau nazi.
Kalo penggemar paham nazi tidak bisa diterapkan, soalnya org indonesia bukan suku arya yang dijago-jagokan nazi, paham nazi hanya berlaku utk org bule kulit putih (kasus white supremacist / skin head di amerika dan eropa). Akhirnya jadi cuma menggemari saja, tidak ada pelaksanaannya.
The reason that communism has been harsh to Christianity (and other religions) is because a communist government must prevent as much free thinking and global communication as possible. Take the former communist part of Germany, they weren’t allowed to see the free side of Germany. The people were not allowed to go over to the other side or their government would punish them. Why? Because they’d see the potential of free people. In a recent TV documentary on former communist Germany a German man say that if someone went to the free side of Germany (on the other side of the wall) and came back that he would be miserable because he would realize what he was missing.Communism is usually extremely hostel and intolerant of all religion. That means Christianity, Buddism, Islam and other religions that recognize a higher power. A communist government has to have the people looking at them as a god or as diety. After all, a communist government basically decides what people do in terms of career, in terms of where they live, what choices they have for food, clothing, medical care and how much money they “live on.” Allowing the people to have a “god” places the government at number two in terms of authority and prominence in a citizen’s life and might lead to a rebelion.
Karl Marx, the father of communism, said, “Communism begins from the outset with atheism.” (He said this in Introduction to A Contribution to the Critique of Hegel’s Philosophy of Right).
Vladimir Lenin similarly wrote: “A Marxist must be a materialist, i. e., an enemy of religion, but a dialectical materialist, i. e., one who treats the struggle against religion not in an abstract way, not on the basis of remote, purely theoretical, never varying preaching, but in a concrete way, on the basis of the class struggle which is going on in practice and is educating the masses more and better than anything else could”(He said this in his book, Private Property and Communism).
In 1955, Chinese communist leader Chou En-lai declared, “We Communists are atheists” (He was quoted by Lenin, Vladimir Ilyich, Proletary, No. 45,).
The atheism in communist regimes has been and continues to be militant atheism and various acts of repression including the razing of thousands of religious buildings and the killing, imprisoning, and oppression of religious leaders and believers.
Marxists justification for its persecution of the Russian Orthodox Church was based upon the claim that the Church was a “willing tool of Tsarism (Source).
Lenin proclaimed that a communist regime must show itself to be merciless toward the question of religion. There was no place for the church in Lenin’s regime. This led to anti-religious decrees and propaganda. All church property was expropriated by the new Soviet government.
The Founding Fathers of the United States wanted the people to be free. In a communist government, the people have no say so and no representation. Religion would be outlawed as history has shown and even to this day communist countries by large outlaw all religion because of the points mentioned above.
Tidak boleh ada satupun butir Pancasila yang diubah lagi. Jika satu diubah, besoknya yang lain akan diubah lagi. Communis dan atheis mempunyai akar yang sama.
Soekarno hanya menjalankan politik bebas aktif saja. Sebab saat itu Amerika sudah diatas angin dari negara komunis. Saya pun akan melakukan hal yang sama tapi bukan untuk mendukung komunis tetapi untuk membatasi pengaruh ideologi Amerika yang ditanamkan di Indonesia.
Sekarang Ideologi Indonesia sudah kuat dan jelas Pancasilais. Jangan lagi di ubah. Posd melihat ini adalah ulah segelintir oknum penghianat bangsa yang ingin menjual bangsa ini.
Yang ini saya setuju..
Tapi saya tidak setuju dengan yang ini Posd..
Justru sekarang ideologi Indonesia sedang mengalami cobaan..
Ada kelompok yang mencoba merubah Pancasila menjadi seperti sebelum dimodifikasi..
Dan metode "musyawarah untuk mencapai mufakat" itu sudah tidak ada lagi, digantikan oleh sistem demokrasi..
Cuma memang sistem demokrasi lebih efektif untuk menghadapi masyarakat yang beragam dan (mayoritas) cuma mementingkan perut sendiri, seperti di Indonesia..
Terkait komunis dan atheis, saya setuju mengenai sikap Mahfud MD yang memperbolehkan kebebasan berpendapat tapi sepanjang sesuai dengan Pancasila..
Mengenai apakah komunis dan atheis sesuai dengan Pancasila atau tidak, saya kira saya membutuhkan penjelasan lebih lanjut dari Bapak Mahfud MD..
Saya (masih) percaya dengan kredibilitas beliau sebagai ketua MK, dan oleh karenanya beliau tidak mungkin membuat statement seperti ini tanpa dipikir terlebih dahulu..
The Heart of Mathematics is Its Problems (Paul Halmos)
Embel-embel apanya Posd?
Indonesia memang negara Pancasila, tapi menurut saya cara berpikir kita juga harus di-upgrade sesuai perkembangan zaman..
Cara berpikir berlandaskan Pancasila tahun 45 tentu memiliki perbedaan dengan cara pikir berlandaskan Pancasila tahun 2012..
Jadi menurut saya, Pancasila sendiri sebagai sebuah ideologi bangsa haruslah mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan arti yang sebenarnya..
(buktinya butir-butir Pancasila sempat diubah melalui Tap MPR no .1/MPR/2003)
Klo menurut Posd Pancasila tidak boleh mengikuti perkembangan zaman, maka seharusnya Posd melarang penerapan demokrasi di Indonesia dan mengharuskan musyawarah..
Tapi apa bisa dibayangkan waktu yang dihabiskan apabila kita melakukan musyawarah saja?
Jadi konsep "musyawarah untuk mencapai mufakat" itu sebenarnya sudah tidak relevan sekarang ini (terutama di kalangan atas), konsep yang lebih relevan (dan sering digunakan) adalah "musyawarah yang dilanjutkan dengan demokrasi"..
Begitu juga dengan sila ke 4 butir ke 10 yang saya yakin banyak yang tidak melaksanakan (termasuk Posd)
"Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan"
Dan sila ke 1 butir ke 5
"Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa."
yang jelas-jelas dilanggar oleh pemerintah sendiri melalui kebijakan-kebijakannya..
Seperti keharusan mempublikasikan agama di dokumen-dokumen resmi dan membatasi pilihan agama yang boleh dianut hanya 6..
Itu beberapa contoh butir Pancasila yang TIDAK dilaksanakan oleh pemerintah ataupun mayoritas rakyat Indonesia..
Jadi sebenarnya Indonesia memiliki dasar negara Pancasila hanya sebagai FORMALITAS..
Setuju kan Posd?
Sebenarnya saya sendiri sih masih bingung mengenai Pancasila, soalnya tidak ada sosok negarawan yang bisa saya contoh sikap ber-Pancasila nya..
The Heart of Mathematics is Its Problems (Paul Halmos)
Khusus untuk sila ke 1 butir ke 5, seharusnya pemerintah memperbolehkan semua kepercayaan dan agama tumbuh bebas di Indonesia selama tidak mengganggu yang lain dan mempercayai konsep "adanya Tuhan yang Esa"..
Dan apabila ini dikombinasikan dengan sila ke 2 butir ke 2 yang berbunyi
"Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya."
maka seharusnya semua agama yang mempercayai konsep "adanya Tuhan yang Esa" harus memiliki hak yang sama di Indonesia, termasuk keterwakilannya di Kementrian Agama..
Tapi mengingat banyaknya variasi agama yang mungkin ada di Indonesia nantinya, saya tidak menjamin Kementrian Agama dapat memfasilitasi semua agama tersebut..
Jadi sebaiknya Kementrian Agama dibubarkan saja..
Yah inilah salah satu akibat yang seharusnya terjadi apabila kita mau berpegang teguh terhadap ideologi Pancasila..
The Heart of Mathematics is Its Problems (Paul Halmos)
Dari pengertian di atas, bukankah musyawarah mufakat pada dasarnya adalah salah satu bentuk dari demokrasi?Democracy is an egalitarian form of government in which all the citizens of a nation together determine public policy, the laws and the actions of their state, requiring that all citizens (meeting certain qualifications) have an equal opportunity to express their opinion.
Meja kerja yang rapi adalah cerminan jiwa yang sakit
Bookmarks