Page 1 of 7 1234567 LastLast
Results 1 to 10 of 67

Thread: Buku Sintong Panjaitan


  1. #1
    Junior Member
    Join Date
    Mar 2009
    Posts
    227
    Rep Power
    6

    Buku Sintong Panjaitan

    Buku yang ditulis Sintong sudah resmi beredar kemarin, apa ada diantara anda yang sudah baca?? Saya belum sempat ke Gramedia utk membeli.
    Saya lihat di TV hari ini Prabowo dan Wiranto kebakaran jenggot sampai2 salah satu pengikut Wiranto di Hanura yg mantan menteri mengatakan Sintong dibayar. Saya pribadi lebih percaya Sintong si Prajurit sejati dan saya yakin tulisannya memang sebuah kebenaran.

  2. #2
    Contributor Fidel Castro's Avatar
    Join Date
    Feb 2008
    Location
    Cuba
    Posts
    2,810
    Rep Power
    11

    Re: Buku Sintong Panjaitan

    Quote Originally Posted by alamanda View Post
    Buku yang ditulis Sintong sudah resmi beredar kemarin, apa ada diantara anda yang sudah baca?? Saya belum sempat ke Gramedia utk membeli.
    Saya lihat di TV hari ini Prabowo dan Wiranto kebakaran jenggot sampai2 salah satu pengikut Wiranto di Hanura yg mantan menteri mengatakan Sintong dibayar. Saya pribadi lebih percaya Sintong si Prajurit sejati dan saya yakin tulisannya memang sebuah kebenaran.
    Wah saya juga lagi tunggu2x itu buku.

    Saya pribadi belum sempat untuk beli & baca. Kalo ngga salah judul bukunya "PARA KOMANDO".
    Ini salah buku rekomen bagi yg berminat untuk tahu tentang rahasia2x penting militer Indonesia pada masa lalu.

    Jika ada para mantan Jendral yg kebakaran jenggot dengan terbitnya buku ini, kelihatanya memang wajar2x saja, karena sebentar lagi Pemilu akan tiba, dan para mantan Jendral tsb kebetulan ikut dalam ajang politik pesta demokrasi ini.
    No Regrets

  3. #3
    Senior Member aza2000's Avatar
    Join Date
    Aug 2008
    Posts
    1,378
    Rep Power
    8

    Re: Buku Sintong Panjaitan

    Quote Originally Posted by alamanda View Post
    Buku yang ditulis Sintong sudah resmi beredar kemarin, apa ada diantara anda yang sudah baca?? Saya belum sempat ke Gramedia utk membeli.
    Saya lihat di TV hari ini Prabowo dan Wiranto kebakaran jenggot sampai2 salah satu pengikut Wiranto di Hanura yg mantan menteri mengatakan Sintong dibayar. Saya pribadi lebih percaya Sintong si Prajurit sejati dan saya yakin tulisannya memang sebuah kebenaran.
    kira2 ada nuansa politis menjelang pemilu gk atau memang waktunya di terbitin....??
    Happiness is when what you think, what you say, and what you do are in harmony.-matama Ghandi

  4. #4
    Junior Member madilog's Avatar
    Join Date
    Jan 2009
    Posts
    478
    Rep Power
    0

    Re: Buku Sintong Panjaitan

    Quote Originally Posted by alamanda View Post
    Buku yang ditulis Sintong sudah resmi beredar kemarin, apa ada diantara anda yang sudah baca?? Saya belum sempat ke Gramedia utk membeli.
    Saya lihat di TV hari ini Prabowo dan Wiranto kebakaran jenggot sampai2 salah satu pengikut Wiranto di Hanura yg mantan menteri mengatakan Sintong dibayar. Saya pribadi lebih percaya Sintong si Prajurit sejati dan saya yakin tulisannya memang sebuah kebenaran.
    Yaah,karena gua belon ngebaca,ente belon ngebaca,yang laen juga belon ngebaca,gimana kita bisa berdiskusi, neng......

  5. #5
    Senior Contributor dudulz's Avatar
    Join Date
    Dec 2008
    Posts
    5,648
    Rep Power
    12

    Re: Buku Sintong Panjaitan

    mungkin bisa jadi gambaran sekilas sambil nunggu yg sudah baca

    :: MediaIndonesia ePaper ::






    LAMA tidak terdengar kabarnya, mantan staf khusus Habibie saat menjabat presiden, Letjen (Purn) Sintong Panjaitan meluncurkan memoar berjudul Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando. Memoar yang ditulis Hendro Subroto itu diluncurkan di Balai Sudirman, Jakarta, tadi malam.


    Sejumlah tokoh hadir dalam peluncuran itu. Di antaranya Gus Dur, Menristek Kusmayanto Kadiman, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Wismoyo Arismunandar, TB Silalahi, Marzuki Darusman, Agum Gumelar, Luhut Pan jaitan, dan Kiki Syahnakri.

    Dalam memoarnya, Sintong menuturkan kisah sukses memimpin operasi pembebasan pembajakan pesawat Garuda Woyla di Bandara Don Muang, Bangkok. Namun, yang membuat suhu politik kian menghangat dari memoar lelaki kelahiran Tarutung, Sumatra Utara, 4 September 1941, itu soal pencopotan Prabowo Subianto dari jabatan Pangkostrad.

    Mengenai peristiwa tersebut Sintong mengisahkan, semua bermula dari laporan Panglima ABRI Jenderal Wiranto kepada BJ Habibie soal adanya gerakan pasukan Kostrad dari luar Jakarta tanpa sepengetahuan dirinya selaku Pangab. Habibie mengatakan hal itu tidak dapat ditoleransi. Dengan demikian, Prabowo diputuskan dicopot dari jabatan Panglima Kostrad.
    Sintong menganalisis pencopotan itu akibat sikap Prabowo yang sering mengatur penempatan pasukan di Ibu Kota sekalipun tanggung jawab ada di tangan Pangdam Jaya.

    Prabowo bereaksi dengan membawa 12 pengawal bersenjata lengkap mendatangi Istana. Paspampres yang me ngenal Prabowo segan menegurnya.
    Atas kegamangan itu, Sintong memerintahkan seorang pengawal meminta dengan sopan agar Prabowo menanggalkan senjata. Prabowo memenuhi permintaan itu. (*/X-10)


  6. #6
    Senior Member innocent's Avatar
    Join Date
    Jul 2008
    Location
    on my bed
    Posts
    2,187
    Rep Power
    9

    Re: Buku Sintong Panjaitan

    Ini ada cuplikan beberapa artikel berita terkait bukunya Sintong Panjaitan...

    Siapa Sintong Panjaitan?


    Karir militer Sintong dimulai secara gemilang sejak di akademi militer. Di Magelang, Sintong lulus dengan predikat terbaik yang mengantarkan karirnya menjadi 'the rising star'.

    Salah satu prestasi gemilang Sintong Panjaitan adalah ketika ia sukses memimpin operasi pembebasan pembajakan pesawat Garuda, Woyla di Bandara Don Muang, Bangkok.

    Sayangnya karier militer sintong terhenti saat dia menjabat sebagai Pangdam Udayana. Sintong dituding terkait dalam peristiwa Santa Cruz Dilli, Timor Timur, pada tahun 1991.

    Peristiwa Santa Cruz adalah terjadinya aksi penembakan terhadap pendemo di Dilli oleh oknum tak bertanggung jawab dari 'kesatuan misterius'. Setelah dikonfirmasi, 'pasukan misterius' itu ternyata di luar kendali Kodam Udayana yang saat itu dijabat Sintong Panjaitan.

    Akibat dari kejadian Santa Cruz, sebagai Pangdam, Sintong langsung dicopot karena dianggap bertanggung jawab atas insiden Santa Cruz. Setelah dicopot dari jabatan Pangdam inilah, karir militer Sintong Panjaitan pun tamat.

    Karier Sintong kembali terangkat saat Habibie mengangkat dia menjadi asisten Menristek. Pangkat Sintong pun dinaikkan menjadi letnan jenderal.
    Apa yg dikatakan oleh Sintong terkait kasus kerusuhan 1998?

    Jakarta - Mantan Panglima ABRI Jenderal (Purn) Wiranto dan mantan Panglima Kostrad Letjen (Purn) Prabowo Subianto harus bertanggung jawab atas kerusuhan Mei 1998. Demikian komentar mantan Jaksa Agung Marzuki Darusman setelah membaca buku Letjen (Purn) Sintong Panjaitan yang berjudul 'Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando' .

    "Wiranto harus bertanggungjawab atas kerusuhan Mei karena tidak dilaksanakannya perintah presiden untuk pemulihan keamanan dan Prabowo bertanggungjawab atas kasus penculikan," kata Marzuki usai bedah buku Sintong di Balai Sudirman

    Dalam buku setebal 520 halaman yang ditulis wartawan senior Hendro Soebroto tersebut, Sintong menuturkan Wiranto boleh menolak perintah Panglima Tertinggi. Namun seharusnya Wiranto mengundurkan diri selambat-lambatnya dalam jangka waktu delapan hari sejak menolak perintah.
    Bagaimana ceritanya kasus penculikan?

    Jakarta - Siapa pihak yang paling bertanggung jawab atas kasus penculikan aktivis prodemokrasi era 1997-1998 silam, mungkin bagi keluarga korban penculikan sedikit terkuak. Mantan Pangdam Udayana Letjen (Purn) Sintong Panjaitan dalam bukunya "Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando" mengakui prajurit TNI sangat profesional dan taat perintah atasan.

    Sintong merasakan peristiwa itu (kasus penculikan) merupakan pengalaman terpahit dalam sejarah TNI.

    Sintong berharap, kasus serupa jangan terulang kembali. Kasus ini menurutnya harus yang pertama dan terakhir dalam sejarah kelam Korps Baret Merah itu. "Jangan sampai anak buah kita sendiri yang melaksanakan atasan secara legal diadili," tulisnya mewanti-wanti.

    Sintong sangat terpukul atas kasus penculikan yang terungkap di era Presiden Habibie itu. Sebab dialah yang paling tahu dan paham tentang anggota Detasemen 81/Anti Teror atau Tim Mawar yang merupakan pasukan andalan di Kopassus.

    "Mereka dipilih dari pasukan infanteri terbaik untuk dididik dan dilatih menjadi Kopassus, di antaranya dipilih masuk Den 81/Anti Teror. Ternyata dalam melaksanakan tugas demi kesetiaan kepada negara dan bangsa, mereka harus masuk penjara," ungkapnya kecewa.
    Bagian mana buku yg bikin Prabowo 'panas'?

    Jakarta - Pangkostrad Letjen Prabowo Subianto bergegas. Bersama 12 pengawalnya dia tiba di Istana Presiden, untuk menemui BJ Habibie yang baru saja menerima tampuk kekuasaan dari Soeharto.

    "Pada waktu Prabowo masuk, para petugas agak tegang," tutur Letjen (Purn) Sintong Panjaitan dalam bukunya 'Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando' yang dia luncurkan di Balai Sudirman.

    Saat itu 22 Mei 1998, sehari setelah Soeharto mengundurkan diri. Habibie mengeluarkan keputusan mencopot Prabowo dari jabatannya. Hal itulah yang membuat Prabowo buru-buru ke Istana.

    Menurut prosedur yang berlaku, para tamu presiden harus menunggu dahulu di lantai dasar, di sini mereka harus diperiksa dan disterilkan. Setelah tamu mendapat persetujuan bahwa ia akan diterima presiden baru diizinkan naik lift menuju lantai 4.

    Namun Sintong, yang saat itu menjabat sebagai penasihat bidang pertahanan dan keamanan (Hankam) Presiden Habibie, mendapat laporan dari ajudan bahwa Prabowo langsung naik lift menuju lantai 4 tanpa ada seorang pun petugas yang mencegahnya.

    "Selain itu sangatlah janggal, kalau dalam situasi semacam ini BJ Habibie sebagai presiden berhadapan dengan Prabowo yang bersenjata lengkap," jelas Sintong.

    ..... Akhirnya Prabowo bertemu Habibie empat mata. Hingga setelah beberapa jam kemudian Sintong mengingatkan Prabowo untuk mengakhiri pertemuan.

    Soal pergantian jabatan Prabowo itu Sintong menulis hal itu sepenuhnya kewenangan Habibie dan dia tidak ikut terlibat dalam prosesnya.

    Sintong juga menyebut, Habibie sempat khawatir terjadi sesatu akibat pergantian itu, namun Sintong meyakinkan bila semuanya akan berjalan normal.
    IMHO, kelihatannya Sintong Panjaitan tauk banyak tentang kasus penculikan aktivis HAM oleh Tim Mawar... begitu juga bagaimana situasinya saat terjadi kerusuhan Mei 1998... tentu akan lebih seru kalo Sintong Panjaitan dan Prabowo bisa dipertemukan dlm suatu debat terbuka supaya masing2x pihak bisa membuka informasi dan memberikan argumentasinya, sehingga publik bisa mendapatkan fakta yg berimbang...

    Saya cuman berharap informasi dari Sintong Panjaitan bisa membuka kembali kasus penculikan aktivis HAM dan kerusuhan Mei 1998, sehingga orang2x yg paling bertanggung jawab atas peristiwa2x tsb bisa diadili dan dihukum sesuai dgn tingkat kesalahannya...

    Kalo fakta2x yg ada di buku ini gak ditindak lanjuti, barangkali orang2x akan melihatnya cuman salah satu cara utk menjegal Wiranto dan Prabowo dlm pencalon presiden pd pemilu mendatang... sayang sekali kalo buku yg bagus ini cuman menjadi komoditas politik...
    Enjoy while you can!

  7. #7
    Senior Member ChinXian's Avatar
    Join Date
    Sep 2008
    Posts
    2,353
    Rep Power
    10

    Re: Buku Sintong Panjaitan

    Sayangnya gw belum lihat bukunya disini, kalau sudah ada pasti gw beli

  8. #8
    Junior Member Yehuda's Avatar
    Join Date
    Jan 2009
    Location
    Surabaya
    Posts
    384
    Rep Power
    6

    Re: Buku Sintong Panjaitan

    Cuplikan:

    Jakarta - Mantan Panglima ABRI Jenderal (Purn) Wiranto dan mantan Panglima Kostrad Letjen (Purn) Prabowo Subianto harus bertanggung jawab atas kerusuhan Mei 1998. Demikian komentar mantan Jaksa Agung Marzuki Darusman setelah membaca buku Letjen (Purn) Sintong Panjaitan yang berjudul 'Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando' .

    "Wiranto harus bertanggungjawab atas kerusuhan Mei karena tidak dilaksanakannya perintah presiden untuk pemulihan keamanan dan Prabowo bertanggungjawab atas kasus penculikan," kata Marzuki usai bedah buku Sintong di Balai Sudirman

    Saya cenderung lebih percaya pada Sintong, karena kerusuhan Mei 98 sebenarnya adalah kerusuhan biasa yang dapat ditangani oleh ABRI dengan cepat (paling lambat 1 hari), pada kenyataannya kerusuhan ini berlangsung cukup lama dan tersebar di beberapa kota. Hal ini sangat aneh, mengingat ABRI biasanya sangat represif. Seolah-olah sengaja dibiarkan, aparat pun tidak diterjunkan ke lapangan.

    Sintong benar! Wiranto harus bertanggung jawab.

  9. #9
    Newbie
    Join Date
    Feb 2009
    Location
    Pekanbaru
    Posts
    24
    Rep Power
    0

    Re: Buku Sintong Panjaitan

    Menurut saya yang paling menarik tuh kupasan tentang kasus penculikan (tim mawar) serta rencana "kudeta?" tahun 1983.

    Kalau masalah Prabowo datang ke Istana bawa senjata, rasanya sudah dibahas detail di buku "Detik-detik......" tulisan Habibie. Pun, kisah tersebut bukanlah substansi yang perlu terlalu "diributkan" karena pokok persoalannya bukan masalah Prabowo bawa senjata akan tetapi masalah pencopotan dirinya oleh Habibie.

  10. #10
    Senior Contributor Flores's Avatar
    Join Date
    Jan 2008
    Posts
    6,972
    Rep Power
    14

    Re: Buku Sintong Panjaitan

    Jakarta - Mantan Panglima ABRI Jenderal (Purn) Wiranto dan mantan Panglima Kostrad Letjen (Purn) Prabowo Subianto harus bertanggung jawab atas kerusuhan Mei 1998. Demikian komentar mantan Jaksa Agung Marzuki Darusman setelah membaca buku Letjen (Purn) Sintong Panjaitan yang berjudul 'Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando' .

    "Wiranto harus bertanggungjawab atas kerusuhan Mei karena tidak dilaksanakannya perintah presiden untuk pemulihan keamanan dan Prabowo bertanggungjawab atas kasus penculikan," kata Marzuki usai bedah buku Sintong di Balai Sudirman

    Dalam buku setebal 520 halaman yang ditulis wartawan senior Hendro Soebroto tersebut, Sintong menuturkan Wiranto boleh menolak perintah Panglima Tertinggi. Namun seharusnya Wiranto mengundurkan diri selambat-lambatnya dalam jangka waktu delapan hari sejak menolak perintah
    Saya setuju

    Mosok ada kerusuhan nasional berskala besar seorang meneri pertahanan, pangab dan pembantu dekatnya seperti KSAD, Kostrad, dsb sama sekali tak bertanggungjawab dan tak ikut bersalah. Semua kesalahan hanya ada di presiden (Suharto).

    Kalau ada kerusuhan di daerah kan pangdam atau kapolda ikut bertanggungjawab, di tingkat nasional ya para bos itu harus bertanggungjawab juga atas kegagalan mereka.


    Salam!

Page 1 of 7 1234567 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0