Yups, Presiden yg menang melalui pemilihan langsung oleh rakyat akan mendapat dukungan penuh. Bagi yg tidak menang, pendukungnya masih punya kesempatan pada pemilu berikutnya.
Tetapi untuk mengakui kemenangan seseorang dalam pemilu dibutuhkan sikap kenegarawanan dan sportifitas, yg mungkin hanya dimiliki oleh segelintir orang (dan mungkin kita bisa menduga siapa yg tidak termasuk didalamnya).
Last edited by yasi; 08-04-09 at 09:33 AM.
Semoga para pendukung Megawati bisa berpikir rasional, dan paham bahwa dalam politik tidak ada lawan dan kawan yg abadi, yang ada adalah kepentingan yang abadi.
Jadi ingat pernah baca spanduk dipasang di jalan di wilayah Nganjuk-Jawa Timur beberapa tahun yang lalu, berbunyi:
"Pejah gesang nderek Mbak Mega" (hidup mati ikut Mbak Mega).
Yang lain ada yang suka melakukan cap jempol darah, ada yang sampai mau minum air bekas cucian kaki Megawati. Masak sampai segitunya! hehe...
Hi all,
Please understand, Megawati cuma seorang ibu rumah tangga. Kalau ibu rumah tangga jadi presiden? Wah, sama mahasiswapun mau perang mulut (Itu lho, waktu mega jadi presiden) saya lupa forumnya apa waktu itu. Tapi saya lihat di Televisi. Ah, benar2 tak profesional.
Seorang presiden mengata-ngatai mahasiswa yang mengkritiknya.
Smoga Megawati Bisa Jadi Dirinya Sendiri
Semoga Bijaksana dalam mengkritik
Semoga tidak membodohi rakyat lagi
Semoga menjadi seorang Mega yang tidak marah untuk di kritik rakyat
Semoga mau Legowo untuk tidak mencalonkan diri lagi di Pilpres mendatang.....
Why???? gak bakal kepilih lagi gan...
![]()
Prestasinya sudah terbukti hari ini ... menyelenggarakan Pemilu yang bagus di tahun 2004 .. bukan saja kita dapat undangan mencoblos, tapi juga dapat kartu pemilih .... sekarang, boro-boro undangan ke TPS .... nama kita aja ngga ada di DPT, kalau ada dikloning kemana-mana .... kenapa sih buta dan tuli ????
Eh, baca koran ngga sih, kenapa Kapolda Jawa Timur sebulan yang lalu mundur ??? Karena kasus DPT kan ... penggelembungan suara untuk pihak-pihak tertentu sehingga memenangi Pilkada Gubernur Jatim .... lupa atau pikun ???
Nampaknya SBY tak siap kalah, apalagi setelah ditinggalkan banyak orang
Link : http://www.jpnn.com/index.php?mib=be...etail&id=15320
Isinya :
Minggu, 01 Maret 2009 , SBY Akan Kena Karma Politik
Ditinggalkan Banyak Pendukungnya
JAKARTA - Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden RI yang juga kandidat presiden dari Partai Demokrat untuk Pemilu tahun ini, makin ditinggalkan para pendukungnya. Hal itu terjadi, karena SBY diduga telah ingkar janji. “SBY seperti kacang yang lupa kulitnya, karena telah mengingkari janji yang pernah diucapkan pada kampanye pilpres tahun lalu,” ujar pengamat politik dari Universitas Indonesia Bonni Hargens kepada wartawan, Minggu (1/3) di Jakarta.
Dia menegaskan, SBY telah lupa pada orang-orang yang membantunya saat Pemilu 2004. Mereka tidak mendapatkan posisi strategis. Di antaranya, M Yasin yang pada akhirnya memilih untuk mendirikan partai sendiri, begitu juga dengan Sys NS dan Ventje Rumangkang. Tentu masih banyak lagi.Bahkan, pendukung terbesarnya, yaitu Partai Golkar, sedang menyiapkan calon presiden sendiri. Saat ini, yang sudah ada di tangan para pengurus DPD Golkar adalah ketua umumnya, yaitu Wakil Presiden Jusuf Kalla. “Ini namanya karma politik,” ujarnya.
Sys NS yang tahun 2004 berjuang memenangkan SBY, harus keluar dari lingkaran SBY. “Saya yang meninggalkan SBY. Banyak juga kawan-kawan lain yang meninggalkan,” tuturnya.Alasan yang disampaikan Sys, lantaran dia sudah tidak sepaham lagi dengan SBY. Sayangnya, dia enggan merinci ketidakakuran itu. Dia sepakat dengan Bonni, bahwa pada Pemilu kali ini, dia dan rekan- rekannya yang telah meninggalkan SBY justru akan melakukan perlawanan. “Sudah tentu,” tegasnya.
Boleh jadi, kata Sys, ada kawan-kawannya yang dulu satu kelompok mendukung, akan memainkan peran seperti yang dilakoni SBY, yaitu bersandiwara.“Ya, seperti orang yang terzalimi lah,” kata Sys seraya mengakui bahwa cara ini digunakan agar mendapatkan simpati dari publik dan terkesan dunia politik di Indonesia memang kayak sinetron.
Bagi Sys, ini sebenarnya wajar saja dilakukan SBY, karena dia sedang banyak uang. Banyak strategi politik yang bisa dijalankan. Misalnya, kata dia, “bisa saja dengan blocking time (membeli siaran) di televisi, seperti membuat wawancara khusus dengan pertanyaan yang sudah diatur.”
Jadi, menurut Sys, uang menjadi sangat menentukan. “Bikin film juga bisa. Tapi, senietron sih lebih bagus,” katanya sambil bergurau.
Melihat perilaku yang disampaikan SBY, seperti tontonan laiknya orang terzalimi, menurut Sys akan berpengaruh negative terhadap rakyat. Maklum, katanya, rakyat akan melihat pemimpinnya yang dalam konteks itu, seperti tidak pernah bisa memberikan maaf kepada orang lain.
Bonni juga sependapat dengan Sys. Perilaku SBY di televisi memberikan dampak negatif kepada masyarakat, karena menjadi tidak mencerdaskan. Hal itu, seperti yang tampaknya diinginkan oleh SBY, bisa membius masyarakat untuk memilih presiden dengan alasan kasihan. “Ini mengkebiri rasionalitas masyarakat,” tandas dia
Setelah pemilu legislatif nanti ada pilpres. Berharap bisa lihat Megawati bertemu dengan SBY dalam debat terbuka kandidat capres dan disiarkan TV. Biar semua rakyat Indonesia tau bagaimana cara kandidat presidennya mengekspresikan pikiran2nya secara rasional dan dewasa dalam menyampaikan visinya ke depan!![]()
kayaknya hil yg mustahal.... gak mungkin mega mau debat terbuka. sejarah sudah membuktikan... lagian.... blm tentu mega akan mencalonkan diri ke pilpres. suaranya gak sampai 20%. mo gabung dg golkar... kalau suara golkar lebih gede mo gak mau mega yg jadi cawapres nya kan, kala jadi capres
Megawati sebaiknya jadi Ibu RT saja, urus suami dan anak2nya supaya ndak salah jalan buka Budha Bar lagi. Dengan perolehan PDIP 15% suara Mega hanya bisa jadi Capres atau Cawapres jika Golkar mau gabung. PKS, PKB, PPP dan PAN pasti merapat ke Demokrat. Bersama Gerindra dan Hanura belum cukup 25%.
Bookmarks