itukan dulu....
sekarang kan ngakk lagi buktinya saya udah berkali-kali kae danau Toba BAek-2 ja
bahkan, warganyapun welcome sama saya....
Salam Kenal,
Maaf saya bukan bermaksud membela karena saya berdomisili di Medan, menurut saya dimana tempat pun pasti ada tindakan kriminalitasnya jadi hal ini perlu ada perhatian yang khsusus dari Pemerintah dan kita semua untuk dapat lebih perduli kepada keadaan dan situasi di sekelilingnya, bukankah keamanan dan kenyamanan itu tercipta berkat kita saling menghormati, memelihara termasuk memelihara keamanan dan kenyamanannya lingkungannya. :-D :-D ;-)
Salam Persaudaraan
Achir
begitu ya, dah ada riset ilmiah ga..bahwa orang BA itu memang demikian semu...!!
salah besar lah,, setauku banyak hidden paradise in sumatera utara,, sperti tangkahan, danau toba, gunung sinabung, bukit lawang, pantai poncat sibolga, lagundry dan sorake beach di nias, dan masih banyak lagi,, kalau di kembangkan tempat ini kurasa mampu bersaing di taraf internasional![]()
ga benar itu
saya sebagai orang sumatra selalu melihat dan merasakan keramahan orang-orang didaerah tempat wisata.
kalau masalah copet dan sejenisnya saya rasa disetiap tempat pasti ada. jangankan dimedan, dijakarta aja saya pernah dipukuli copet.
bukan tabiat orang medan yg keras yg membuat tidak nyaman, tapi (maaf) watak sipencopet yg bikin ga nyaman.
tetap optimis dan selalu berkata BISA
Melihat dari initial namanya Wijay bisa jadi kawan ini orang keling (org india kasta terendah) atau bisa jadi cuma pengemar film india dan dari analisa ane bisa jadi kalo org seperti ini pengetahuannya sangat dangkal dan cupek . . . atawa ceuk uing jeulma ieu rada bolot . . .wakakakkkkkkkkkkkkkkkk,
Wijay . . . ente belum bisa membedakan mana orang batak mana yang namanya orang medan . . . . biar ente tau . . . di kota medan jumlah penduduknya paling banyak orang jawa bukan orang batak . . . dan penduduk asli kota medan adalah Melayu Deli . . . di medan juga banyak etnis india , cina , arab dsb . . . dan termasuk yg terbanyak juga orang minang. . . kalo mo koment . . .cobalah tingkatkan pengetahuan anda.
Ente dan rekan lainnya keliatan punya pengalaman buruk dengan orang medan / batak . . jadi ketika memberi komentar dan ga pake akal . . . .awak jadi curiga jangan2 . . . yg koment ga ngerti budaya batak . . . asal ngejeblak aje .
Ente-2 terlalu terpengaruh dengan anekdot tentang perilaku suku-suku tertentu di indonesia . . . kebanyakan nonto film warkop kale..........
Agar parawisata Danau Toba kembali bisa diminati maka beberapa hal ini perlu dipikirkan :
1. Akses jalan dari Medan ditingkatkan, Jalan Tol dari Medan bisa tembus sampai Pematang Siantar.
2. Sarana transportasi yang berkualitas (Bus ber AC layaknya bus spt di Jawa) khusus menuju Parapat.
3. Pusat pendidikan/sekolah parawisata di perbanyak di Medan dan P.Siantar yang kualitasnya setara dengan yg di Bandung (dulunya namanya NHI)
4. Perhatian dan kontribusi Pemda Sumut perlu ditingkatkan.
5. Memberikan pelatihan kepada masyarakat sekitar untuk mengali potensi alam dan budayanya
6. Yang tidak kalah penting adalah keberadaan PT.Toba Pulp Lestari yang memberikan konstribusi kerusakan ekologi di Danau Toba perlu menjadi perhatian semua pihak dimana sebaiknya keberadaan perusahaan tsb kembali di tutup.
Bookmarks