Pada awal tahun 1980 an daerah Sumut khususnya danau Toba dipromosikan jadi obyek wisata nasional dan bahkan internasional. Setelah berjalan selama lima tahun, pada awalnya banyak hotel, restoran dan shopping center di sekitaynya. Namun akhir tahun kelima, tak seorang pun wisawan asing mau datang lagi ke Danao Toba. dan pada tahun keenam wisatawan pribumi bahkan lokal asal Sumut pun enggan berkunjung. Ada apa gerangan? Saya pernah mengadakan riset kjecil-kecilan dan betapa mengagetkan, ternyata dapat disimpulkan orang Sumut (sebagian kecil tapi justru yang kecil ini ada di lokasi wisata) tidak memiliki sense of bellonging thd obyek dan subyek wisata yang ada. Disamping itu karakter masyarakat setempat tidak bersahabat dengan wisatawan yng datang ke daerah tersebut. Banyak kasus penipuan, pencopetan dan kasus lain yang sangat merugikan dan membuat kapok wisatawan setempat datang ke danau Toba. Belakangan ini Menparpostel mencoba membuka kesempatan kedua bagi danau Toba dan masyarakat sekitarnya untuk memulai lagi buka obyek wisata di danau Toba, akankah terulang lagi kasus sebelumnya? Bagaimana cara kita untuk mengajak masyarakat agar mau dan bersedia menajadi pelayan bagi tamu yang akan menginap, menghibur diri dan bersenang-senang di obyek wisata danau Toba? Masukan kawan-kawan sangat diperlukan. Kami tunggu!






LinkBack URL
About LinkBacks




Reply With Quote






Bookmarks