Page 16 of 19 FirstFirst ... 678910111213141516171819 LastLast
Results 151 to 160 of 186

Thread: [merged] Boediono, Cawapres SBY.

  1. #151
    Member Ami_chan's Avatar
    Join Date
    Jan 2009
    Location
    Jakarta
    Posts
    433
    Rep Power
    4

    Re: [merged] Boediono, Cawapres SBY.

    Quote Originally Posted by yasi View Post
    Ini dia jawaban dari PD:
    INILAH.COM, Jakarta - PKS merasa tak diajak berembuk terkait kabar SBY memutuskan memilih Gubernur BI Boediono sebagai pendampingnya. Namun Partai Demokrat pengusung SBY mengingatkan PKS harus menerima siapapun pilihan SBY, sebab SBY yang kawin.
    "Lho! Yang kawin kan Pak SBY. Masa mesti ngajak-ngajak. Pilihannya siapa, ya harus diterima dong," cetus Ketua FPD Syarif Hasan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/5).
    Menurut Syarif, PKS boleh-boleh saja mengusulkan kriteria cawapres untuk SBY beberapa waktu lalu. Namun, bukan berarti harus dituruti.
    INILAH.COM - PD: SBY yang Kawin, SBY yang Milih

    Jadi, SBY yg mo kawin, koq PKS yg heboh?????
    Mungkin dipikirnya ini masih jaman Siti Nurbaya ...

  2. #152
    Senior Member antoderman's Avatar
    Join Date
    Feb 2008
    Location
    Retired
    Posts
    2,990
    Rep Power
    8

    Re: [merged] Boediono, Cawapres SBY.

    dobel post

    terlalu semangat
    Last edited by antoderman; 14-05-09 at 10:50 PM.
    Sangat Tersiksanya Ibu Yg Cinta & Mengabdi Utk Bangsa Adalah Bukti Rendahnya HAM Masyarakat

  3. #153
    Senior Member antoderman's Avatar
    Join Date
    Feb 2008
    Location
    Retired
    Posts
    2,990
    Rep Power
    8

    Re: [merged] Boediono, Cawapres SBY.

    Heran bettt dah sama pks

    Kok kayak cacing kepanasan saja lah nih partai, sby mau pilih pembantu dia, malah partai ini yg paling gelisah

    PKB saja sudah menyatakan mendukung penuh SBY-Boediono kalau maju sebagai kandidat capres-cawapres dari koalisi

    PKB Dukung Boediono

    KAMIS, 14 MEI 2009 | 20:30 WIB

    JOMBANG, KOMPAS.com — Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP PKB Muhaimin Iskandar, Kamis (14/5), melaporkan soal dukungan penuh DPP PKB terhadap pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono dalam pemilu presiden 8 Juli mendatang kepada Ketua Dewan Syuro DPP PKB KH Azis Manshur di Pondok Pesantren Pacul Gowang, Jombang.

    Menurut Muhaimin, soal isu aliran neoliberalisme yang diusung Boediono dan cenderung dipersepsikan sebagaimana adanya oleh sejumlah kalangan masyarakat juga harus dikaji ulang. Ia juga menyatakan bahwa isu soal perbedaan dengan aliran ekonomi kerakyatan seperti yang selama ini diusung PKB juga bukan merupakan persoalan mendasar.

    Sumber : http://nasional.kompas.com/read/xml/...ukung.Boediono.
    Ini partai yg cuma naik 1,5% suaranya doang, malah minta macem2. dikasih hati minta jantung, dikasih jantung minta apa lagi ya ?
    Sangat Tersiksanya Ibu Yg Cinta & Mengabdi Utk Bangsa Adalah Bukti Rendahnya HAM Masyarakat

  4. #154
    Member
    Join Date
    May 2008
    Posts
    347
    Rep Power
    4

    Re: [merged] Boediono, Cawapres SBY.

    Kalau kita lihat bagaimana reaksi PKS, PAN dan PPP (nota bene ngakunya PArtai Islam) atas dipilihnya Boediono oleh SBY sebagai Cawapres... sebenarnya keliatan sekali... koalisi itu seperti itu berarti kayak model Dagang Sapi... bagi bagi jatah kursi jabatan... karena Boediono memang bukan orang partai.

    Berbagai alasan antara lain.. tingkat penerimaan Boediono rendah, antek IMF, Orang Jawa, neo Liberal....
    Lantas sebenarnya siapa seh Boediono itu ?

    Simak dari pendapat orang yang telah kenal lebih lebih dekat.. yaitu Faisal Basri..

    "Saya pertama kali mengenal Pak Boed pada akhir 1970-an lewat buku-bukunya yang enak dibaca, ringkas, dan padat. Pada akhir 1970-an. Kalau tak salah, judul-judul bukunya selalu dialawali dengan kata ”sinopsis,” ada Sinopsis Makroekonomi, Sinopsis Mikroekonomi, Sinopsis Ekonomi Moneter, dan Sinopsis Ekonomi Internasional. Kita mendapatkan saripati ilmu ekonomi dari buku-bukunya yang mudah dicerna.

    Pada suatu kesempatan, Pak Boed mengutarakan pada saya niatnya untuk merevisi buku-bukunya itu. Mungkin ia berniat untuk menulis lebih serius sehingga bisa menghasilkan buku teks yang lebih utuh. Kala itu saya menangkap keinginan kuat Pak Boed untuk kembali ke kampus dan menyisihkan waktu lebih banyak menulis buku. Karena itu, ia tak lagi berminat untuk kembali masuk ke pemerintahan setelah masa tugasnya selesai sebagai Menteri Keuangan di bawah pemerintihan Ibu Megawati.

    Pak Boed dan Pak Djatun (Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Menko Perekonomian) bekerja keras memulihkan stabilitas ekonomi yang “gonjang-ganjing” di bawah pemerintahan Gus Dur. Hasilnya cukup mengesankan. Pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan terus menerus. Di tengah hingar bingar masa kampanye seperti dewasa ini, Ibu Mega ditinggalkan oleh wapresnya, dua menko, dan seorang menteri (Agum Gumelar). Ternyata perekonomian tak mengalami gangguan berarti. Kedua ekonom senior ini bekerja keras mengawal perekonomian. Hasilnya cukup menakjubkan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan keempat 2004 mencapai 6,65 persen, tertinggi sejak krisis hingga sekarang.

    Selama dua tahun pertama pemerintahan SBY-JK, perekonomian Indonesia mengalami kemunduran. Tatkala muncul gelagat Pak SBY hendak merombak kabinet, sejumlah kawan mengajak Pak Boed bertemu. Niat para kolega ini adalah membujuk Pak Boed agar mau kembali masuk ke pemerintahan seandainya Pak SBY memintanya. Agar lebih afdhol, kolega-kolega saya ini juga mengajak Ibu Boed. Mungkin di benak mereka, Ibu bisa turut luluh dengan pengharapan mereka. Akhirnya, Pak Boed menduduki jabatan Menko Perekonomian. Mungkin sahabat-sahabat saya itu masih terngiang-ngiang sinyal penolakan Pak Boed dengan selalu mengatakan bahwa ia sudah cukup tua dan sekarang giliran yang muda-muda untuk tampil. Memang, Pak Boed selalu memilih ekonom muda untuk mendampinginya: Mas Anggito, Bung Ikhsan, Bung Chatib Basri, Mas Bambang Susantono, dan banyak lagi. Semua mereka lebih atau jauh lebih muda dari saya.

    Interaksi langsung terjadi ketika Pak Boed menjadi salah seorang anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Saya ketika itu anggota Tim Asistensi Ekonomi Presiden (anggota lainnya adalah Pak Widjojo Nitisastro, Pak Alim Markus, dan Ibu Sri Mulyani Indrawati). Ibu Sri Mulyani memiliki jabatan rangkap (jadi bukan sekarang saja), selain sebagai anggota Tim Asistensi juga menjadi sekretaris DEN. Pak BOed tak pernah mau menonjolkan diri, walau ia sempat jadi menteri pada masa transisi.

    Sikap rendah hati itulah yang paling membekas pada saya. Lebih banyak mendengar ketimbang bicara. Kalau ditanya yang “nyerempet-nyerempet,” jawabannya cuma dengan tersenyum. Saya tak pernah dengar Pak Boed menjelek-jelekkan orang lain, bahkan sekedar mengkritik sekalipun.

    Tak berarti bahwa Pak Boed tidak tegas. Seorang sahabat yang membantunya di kantor Menko Perekonomian bercerita pada saya ketegasan Pak Boed ketika hendak memutuskan nasib proyek monorel di Jakarta yang sampai sekarang terkatung-katung. Suatu waktu menjelang lebaran, Pak Boed dan sejumlah staf serta, kalau tak salah, Menteri Keuangan dipanggil Wapres. Sebelum meluncur bertemu Wapres, Pak Boed wanti-wanti kepada seluruh stafnya agar kukuh pada pendirian berdasarkan hasil kajian yang mereka telah buat. Pak Boed sempat bertanya kepada jajarannya, kira-kira begini: “Tak ada yang konflik kepentingan, kan? Ayo kita jalan, Bismillah … Keesokan harinya, saya membaca di media massa bahwa sekeluarnya dari ruang pertemuan dengan Wapres, semua mereka berwajah “cemberut” tanpa komentar satu kata pun kepada wartawan.

    Adalah Pak Boed pula yang memulai tradisi tak memberikan “amplop” kalau berurusan dengan DPR. Tentang ini, saya dengar sendiri perintahnya kepada Mas Anggito.

    Ada dua lagi, setidaknya, pengalaman langsung saya berjumpa dengan Pak Boed. Pertama, satu pesawat dari Jakarta ke Yogyakarta tatkala Pak Boed masih Menteri Keuangan. Berbeda dengan pejabat pada umumnya, Pak Boed dijemput oleh Ibu. Dari kejauhan saya melihat Ibu menyetir sendiri mobil tua mereka.

    Kedua, saya dan isteri sekali waktu bertemu Pak Boed dan Ibu di Supermarket dekat kediaman kami. Dengan santai, Pak Boed mendorong keranjang belanja. Rasanya, hampir semua orang di sana tak sadar bahwa si pendorong keranjang itu adalah seorang Menko.

    Banyak lagi cerita lain yang saya dapatkan dari berbagai kalangan. Kemarin di bandara Soekarno Hatta setidaknya dua orang (pramugara dan staf ruang tunggu) bercerita pada saya pengalaman mengesankan mereka ketika bertemu Pak Boed. Seperti kebanyakan yang lain, kesan paling mendalam keduanya adalah sikap rendah hati dan kesederhanaannya.

    Dua hari lalu saya dapat cerita lain dari pensiunan pejabat tinggi BI. Ia mengalami sendiri bagaimana Pak Boed memangkas berbagai fasilitas yang memang terkesan serba “wah.” Dengan tak banyak cingcong, ia mencoret banyak item di senarai fasilitas. Kalau tak salah, Pak Boed juga menolak mobil dinas baru BI sesuai standar yang berlaku sebelumnya. Entah apa yang terjadi, jangan-jangan mobil para deputi dan deputi senior lebh mewah dari mobil dinas gubernur.

    Kalau mau tahu rumah pribadi Pak Boed di Jakarta, datang saja ke kawasan Mampang Prapatan, dekat Hotel Citra II. Kebetulan kantor kami, Pergerakan Indonesia, persis berbelakangan dengan rumah Pak Boed. Rumah itu tergolong sederhana. Bung Ikhsan pernah bercerita pada saya, ia menyaksikan sendiri kursi di rumah itu sudah banyak yang bolong dan lusuh.

    Bagaimana sosok seperti itu dituduh sebagai antek-antek IMF, simbol Neoliberalisme yang bakal merugikan bangsa, dan segala tuduhan miring lainnya. Lain kesempatan kita bahas tentang sikap dan falsafah ekonomi Pak Boed. Kali ini saya hanya sanggup bercerita sisi lain dari sosok Pak Boed yang kian terasa langka di negeri ini.""

    http://faisalbasri.kompasiana.com/20...ng-saya-kenal/
    __________________


  5. #155
    Senior Member antoderman's Avatar
    Join Date
    Feb 2008
    Location
    Retired
    Posts
    2,990
    Rep Power
    8

    Re: [merged] Boediono, Cawapres SBY.

    Yah, saya sudah tahu kok karakter Pak Boediono seperti itu dan juga juga percaya dengan integritas dari Pak Faisal Basri untuk setiap komentar kritisnya bagi rakyat Indonesia

    Karena saya sudah tahu karakter Pak Boedionolah maka saya berani membelanya, bukan karena saya sok kenal atau sok akrab
    Dan juga saya sudah tidak tertarik lagi kerja di BI, saya hanya membela siapa saja orang baik yang dipojokin sejak dulu.

    Memang Pak Boediono sudah membawa arah perubahan yang jelas dan sejuk di BI dan di Indonesia. Senang rasanya bisa mengenal beliau lebih jauh
    Last edited by antoderman; 15-05-09 at 12:19 AM.
    Sangat Tersiksanya Ibu Yg Cinta & Mengabdi Utk Bangsa Adalah Bukti Rendahnya HAM Masyarakat

  6. #156
    Member
    Join Date
    May 2008
    Posts
    347
    Rep Power
    4

    Re: [merged] Boediono, Cawapres SBY.

    Quote Originally Posted by antoderman View Post
    yah, saya sudah tahu kok karakter pak boediono seperti itu dan juga juga percaya dengan integritas dari pak faisal basri untuk setiap komentar kritisnya bagi rakyat indonesia

    karena saya sudah tahu karakter pak boedionolah maka saya berani membelanya, bukan karena saya sok kenal atau sok akrab :d
    dan juga saya sudah tidak tertarik lagi kerja di bi, saya hanya membela siapa saja orang baik yang dipojokin sejak dulu.

    memang pak boediono sudah membawa arah perubahan yang jelas dan sejuk di bi dan di indonesia. Senang rasanya bisa mengenal beliau lebih jauh
    setuju boss
    __________________


  7. #157
    Senior Member gueIshit's Avatar
    Join Date
    Jan 2009
    Location
    Jogja
    Posts
    1,480
    Rep Power
    5

    Re: [merged] Boediono, Cawapres SBY.

    bener ni, Pak Boed mau memperbaiki perekonomian negara.....?
    AMD dech! (sok tau)
    Yang benar-benar benar... ya Intel! (makin sok tau)

  8. #158
    Member yentori's Avatar
    Join Date
    Sep 2008
    Posts
    51
    Rep Power
    4

    Re: [merged] Boediono, Cawapres SBY.

    untuk masalah ekonomi/keuangan pak budiono memang bagus... cuma sayangnya tugas wapres bukanlah masalah ekonomi...
    tapi lebih banyak ke masalah sosial kemasyarakatan dan koordinasi... yang akan mengakomodir kelompok2 yg ada dalam masyarakt termasuk masalah keamanan dan keutuhan NKRI.

    Apa pak budiono bisa ..? apalagi dia ngak punya masa pendukung..? seperti parpol..
    Akan banyak tantangan yg dilalui nantinya.. dan semakin banyak masalah sosial/komunikasi yg dihadapinya semakin jauh dia dari urusan ekonomi.

    Sangat riskan bagi bangsa yg majemuk ini !!!

  9. #159
    Senior Member antoderman's Avatar
    Join Date
    Feb 2008
    Location
    Retired
    Posts
    2,990
    Rep Power
    8

    Re: [merged] Boediono, Cawapres SBY.

    Quote Originally Posted by yentori View Post
    untuk masalah ekonomi/keuangan pak budiono memang bagus... cuma sayangnya tugas wapres bukanlah masalah ekonomi...
    tapi lebih banyak ke masalah sosial kemasyarakatan dan koordinasi... yang akan mengakomodir kelompok2 yg ada dalam masyarakt termasuk masalah keamanan dan keutuhan NKRI.

    Apa pak budiono bisa ..? apalagi dia ngak punya masa pendukung..? seperti parpol..
    Akan banyak tantangan yg dilalui nantinya.. dan semakin banyak masalah sosial/komunikasi yg dihadapinya semakin jauh dia dari urusan ekonomi.

    Sangat riskan bagi bangsa yg majemuk ini !!!
    Bukannya Pak Jusuf Kalla sebelumnya berlatar belakang ekonomi atau pengusaha?

    Malah karena Indonesia memiliiki banyak kemajemukan di tambah dengan krisis ekonomi asia atau krisis ekonomi gelombang kedua yg lebih hebat lg akan datang, sehingga sebaiknya tim ekonomi harus lebih kuat lagi.
    Sangat Tersiksanya Ibu Yg Cinta & Mengabdi Utk Bangsa Adalah Bukti Rendahnya HAM Masyarakat

  10. #160
    Member yehia's Avatar
    Join Date
    Apr 2009
    Posts
    204
    Rep Power
    4

    Re: Jika Boediono menjadi cawapes SBY.

    gw setuju kalau pks keluar dari koalisi..

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0