Quote:
Originally Posted by rezo_lb
Menurut saya pd pemerintahan SBY, negara ini semakin mundur alias terpecah belah.
Semua poin2 yg di utarakan memang sudah seharusnya dimiliki oleh seorang pemimpin seperti tata cara berpidato, ketegasan, dll.
Kita ingin pemimpin yang terbaik, bukan berarti sempurna, rasanya pak SBY masih harus merivisi kebijakannya dan system pemerintahannya.
1. Kasus Korupsi, apakah benar kasus korupsi berkurang ato hanya sekedar main petak umpet aja? Karena selama ini bila ada pejabat yg terlibat korupsi selalu saja mudah di tangkap. Namun apakah ini efektif, melihat setiap hari kotupsi semakin marak. Bila kita ingin nuntaskan korupsi maka kita harus menankap aktor2 nya. Ibaratnya, bila kita ingin mengganti sebuah pohon lapuk/mati dengan pohon baru, maka kita harus mencabut semua nya termasuk akar2 nya kalo tdk maka pohon yg baru tdk akan tumbuh dgn baik.
Pertanyaannya sekarang adalah apakah pemerintah seperti di ibaratkan di atas hanya memotong "rating2 nya" saja ato sudah "akarnya"?
2. Keuangan&Hukum, rasanya dr dulu dlm bid. keuangan kita tdk pernah efisien. Hal ini bisa di lihat dr penggunaan busway. Kita tau bahwa busway adalah sarana transportasi yg setidaknya bs menghemat waktu, terhindar dr macet.ttp alhasilnya, sama aja dgn naik bus kota sama2 terlibat macet. jalur yg di pake oleh busway sdh mulai di gunakan oleh kendaraan lain yg semestinya di larang oleh peraturan pemda. Bukankah ini termasuk pemborosan uang bila hukum tdk di tegakkan?
Dan satu hal lg, saya masih ingat peristiwa ttng "propinsi tapanuli" sampai saat ini masih tdk jls beritanya. Jikalau propinsi tapanuli benar2 terjadi maka negara khususnya pemerintah hrs mengeluarkan dana besar utk administrasi (pembentukan&pelantikan pemda, DPRD, dll).
3. AGAMA, kita sudah lihat secara jelas bahwa tdk pernah aksi anarkis yg di lakukan oleh FPI selain di masa pem. ini. Hal Ini termasuk pemcemaran agama khususnya umat islam. Di masa soeharto, aksi anarkis dlm hal agama tdk pernah terjadi. Menurut habib, ia melalukan ini krn pemerintah kurang tanggap/tegas dlm menyelesaikan konflik.
SBY dlm mengambil tindakan ato "decision maker" sll bimbang. kalopun pak SBY bs mengambil sikap itupun atas bujukan/demo rakyat biar popularitas beliau tdk merosot. Apakah SBY masih layak di pilih sbg presiden periode berikutnya?........terserah ANDA
|
setuju bro atas tulisannya. mau nambahin :
KEJUJURAN : dapat kita lihat ketika harga minyak dunia naik,
pemerintah terpaksa menaikkan harga BBM 3o% lebih, tapi SBY tidak
berani mengumumkannya sendiri. ntah karena takut atau apa.
dan pada saat itu, citranya turun drastis bahkan di bawah Megawati
namun ketika harga minyak dunia turun, dengan berseri2 dan gagah berani
SBY mengumumkannya bukan cuman 1 kali, tapi sampai 3 kali,
yang dilakukan sama seperti konferensi pers.
yang membuat citranya naik kembali
bahkan mengklaim ,menurunkan harga minyak pertama kali dalam sejarah
sebagai keberhasilan kinerja usahanya (pemerintah).
hal ini jelas2 penipuan kepada rakyat, karena harga minyak memang harus
turun mengikuti dengan harga minyak dunia.
sama seperti ketika mengakui pemberantasan kasus korupsi yang dilakukan KPK (walaupun diketahui yang ditangkap hanya yang kecil2 saja, dan banyak yang tebang pilih), adalah keberhasilan pemerintah (SBY)
padahal KPK itu adalah lembaga independen yang lepas dari pemerintah.
namun ketika KPU dianggap gagal, ia malah lepas tangan dan malah
menyalahkan KPU,parpol, bahkan rakyat nya sendiri disalahkan olehnya.
dalam hal ini, kejujuran nya tidak ada sama sekali.
berani membohongi rakyatnya sendiri dan hanya mau enaknya saja
hanya mementingkan citra pribadi nya sendiri..