BANDUNG, KOMPAS.com — Sekitar 30 juta penumpang diketahui menggunakan jasa kereta api (KA) tanpa membeli tiket atau menjadi penumpang gelap sepanjang 2008.
"Secara umum, persentase kebocoran kasus penumpang tanpa tiket terus menurun, meski dari sisi jumlah masih cukup besar," kata Kepala Humas PT KA Adhi Sudyatmini di sela-sela peringatan Hari Buruh bersama Serikat Pekerja Kereta Api (SPKA) di Bandung, Selasa (12/5).
Ia menyebutkan, jumlah penumpang tanpa tiket pada tahun 2008 mencapai 15 persen dari total sekitar 194,08 juta penumpang kereta api sepanjang tahun lalu. Sebagian kasus penumpang gelap tersebut terjadi di KA ekonomi dan komuter dalam kota. Adapun jumlah penumpang gelap di KA komersial, yakni kelas bisnis dan eksekutif, relatif kecil.
Meski demikian, ia melanjutkan, jumlah penumpang gelap di atas kereta api lebih kecil dibandingkan dengan tingkat kasus penumpang gelap yang terjadi pada 2007 yang mencapai 20 persen. "Penurunan ini merupakan hasil dari upaya yang dilakukan selama ini melalui razia penumpang dan sterilisasi di stasiun pemberangkatan," kata Adhi.
Masih tingginya penumpang gelap mengakibatkan potensi kehilangan pendapatan cukup signifikan, sekitar Rp 200 miliar. Pada 2008, total pendapatan PT KA mencapai Rp 2,3 triliun. "Bila semua penumpang bayar tiket, mungkin revenue PT KA bisa mencapai Rp 2,5 triliun," kata Adhi.
Komentar saya gini aja. Selama ini penumpang gelap itu tak ada yang bertambah kaya, sebaliknya oknum petugas PJKA dan oknum Dephub tambah kaya dan punya vila di mana-mana. Dari sini kan perlu diketahui apa benar kerugian tsb akibat ulah penumpang atau ulah oknum pejabat? Maaf bukan skeptis, namun itu lah kenyataannya. Ada komentar anggota FK?






LinkBack URL
About LinkBacks




Reply With Quote

Bookmarks