-elektabilitas setiap saat bisa berubah. syukur liat di TVone SBY Boediono 70%
Coba merujuk ke Kompas.... ini link-nya :
Kompas.Com - Elektabilitas JK-Win Kalahkan SBY-Boediono
Ini beritanya :
Elektabilitas JK-Win Kalahkan SBY-Boediono
Artikel Terkait:
Kamis, 14 Mei 2009
JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Lembaga Riset Informasi (LRI) Johan O Silalahi memprediksikan tingkat elektabilitas pasangan Calon Presiden Jusuf Kalla dan Calon Wakil Presiden Wiranto (JK-Win) akan mengalahkan pasangan calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan calon wakil presiden Boediono (SBY-Boediono) dalam jangka waktu satu bulan.
Menurut Johan, penurunan elektabilitas itu diakibatkan kesalahan politik terbesar yang dibuat SBY dengan memilih Boediono yang juga Gubernur Bank Indonesia sebagai pasangan calon wakil presidennya dalam Pemilu Presiden 2009.
"Penolakan Boediono ini akan bergulir semakin besar," kata Johan seusai menjadi pembicara dalam sebuah diskusi politik di Jakarta, Kamis (14/5).
Berdasarkan data LRI, pasangan capres dan cawapres SBY dan Hidayat Nur Wahid memiliki tingkat elektabilitas yang lebih tinggi, yaitu sebanyak 36,5 persen jika diperbandingkan dengan pasangan JK-Win yang hanya mampu meraih suara rakyat sebanyak 27 persen.
Namun, setelah terpilihnya Boediono sebagai cawapres untuk mendampingi SBY, tingkat elektabiltas pasangan SBY-Boediono mengalami penurunan sebanyak 2,5 persen.
"Oleh karena itu, saya yakin dalam satu bulan ke depan pasangan JK-Win akan seimbang dengan SBY-Boediono," kata pria berkacamata itu.
Hal kedua yang membuat turunnya tingkat elektabilitas pasangan SBY-Boediono adalah kebijakan pemerintah yang akan diterapkan kedua pasangan tersebut ketika menjalankan roda pemerintahan.
Pengamat politik tersebut menilai kebijakan pemerintahan SBY-Boediono kelak akan sangat pro terhadap pihak asing sehingga mereka bisa menjajah negara secara ekonomi.
Menurut Johan, kemungkinan koalisi antara PDI-P dan Gerindra yang akan menghasilkan pasangan Mega-Prabowo tidak akan banyak berpengaruh dalam ajang pemilu presiden mendatang.
"Tingkat elektabilitas pasangan ini akan turun karena ada banyak sekali permasalahan masa lalu yang akan diungkap berkaitan dengan Pak Prabowo," kata Johan.
- masa sih kita udah merdeka 60 th lebih masih meributkan jawa dg luar jawa. atau muslim dg non muslim ? kapan mo majunya kalau masih berfikiran sempit. kemampuan seorang memimpin bukan ditentukan oleh suku atau agamanya.
Coba simak Kompas, ini link-nya :
Kompas.Com - PKS dan PKB Tinggalkan Demokrat?
Ini beritanya :
PKS dan PKB Tinggalkan Demokrat?
Artikel Terkait:
Kamis, 14 Mei 2009 | JAKARTA, KOMPAS.com — Keputusan Partai Demokrat memilih Gubernur Bank Indonesia Boediono sebagai calon wakil presiden mendampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, mengubah konstelasi peta politik parpol peserta Pemilu Presiden 2009.
Selain membuat sebagian partai kembali mempertimbangkan keikutsertaannya pada gerbong koalisi Partai Demokrat, beberapa partai juga tengah mempertimbangkan kehadirannya di Deklarasi SBY-Boediono esok hari di Bandung. "Kami masih mempertimbangkannya," ujar Wakil Sekretaris Jenderal PKS Zulkieflimansyah kepada Kompas.com, Kamis (14/5) pagi di Jakarta.
Hal senada diungkapkan salah satu Ketua DPP PKB Abdul Wahid. "Masih lihat perkembangan. Perubahan bisa terjadi detik per detik," ujar Abdul ketika dihubungi Kompas.com.
Sementara itu, kedua partai "kecewa" lainnya, PAN dan PPP, belum dapat dikonfirmasi terkait kehadiran mereka esok hari
kata siapa iklan pendidikan sekolah gratis itu bayar ? iklan non komersial masuk kategori PSA (
public service announcement ) dan itu free. silahkan cek ke statiun2 yg menayangkannya
PSA itu hak tayangnya max 5 kali.... tidak tiap jam sebulan penuh..... itu bukan lagi PSA, tapi iklan politik.... ya wajib bayar ..... emang sewa satelit punya neneknya .....slot TV itu mahal bro
- poros tengah jilid 2? udah lain jaman mas... sekarang saatnya rakyat yg memilih langsung. bukan anggota2 di MPR seperti jaman duluuuu...
Suara Parpol Islam itu cukup signifikan lho ...21 % lebih dan jaringannya juga luas ... PKS, PAN, PKB, PPP itu punya pendukung fanatik lho
Sebagai perbandingan.... SBY-Boediono juga didukung oleh 21 % suara dari PD
- mendongkrak citra mega ? sampai hari ini juga belom jelas apa mega bisa maju ke pilpres atau enggak.
Tidak maju ke Pilpres ..... ya terima aja tawaran SBY .... menjadi GURU BANGSA .....seperti disampaikan oleh Mensesneg Hatta Rajasa saat ke Jl. Teuku Umar......aman kan

Bookmarks