Page 2 of 3 FirstFirst 123 LastLast
Results 11 to 20 of 23

Thread: Bu Guru SD Mengajar di dalam Kelasnya, Dituduh Cemarkan Nama Baik Capres MEGAWATI


  1. #11
    Senior Contributor earsun's Avatar
    Join Date
    Apr 2008
    Location
    where many malls and culinary gathered
    Posts
    7,893
    Rep Power
    33

    Re: Bu Guru SD Mengajar di dalam Kelasnya, Dituduh Cemarkan Nama Baik Capres MEGAWATI

    Saya setuju kalau tidak pantas seorang guru melakukan kampanye politik di kelasnya. Apalagi yg isinya anak2 dibawah umur

    Tapi tuduhan mencemarkan nama baik rasanya terlalu berlebihan.... masih lebih cocok tuduhan meng-eksploitasi anak dibawah umur.

    Hal ini kurang lebih sama dengan pelanggaran peserta kampanye yg membawa anak2 dibawah umur untuk mengikuti kampanye
    Legion of mindless zombies could even turned insolent marauder into a demigod

  2. #12
    Contributor wilf's Avatar
    Join Date
    Mar 2009
    Posts
    3,835
    Rep Power
    10

    Re: Bu Guru SD Mengajar di dalam Kelasnya, Dituduh Cemarkan Nama Baik Capres MEGAWATI

    ah, paling juga ga diapa2in ibu guru nya....
    sama aja dengan orang yang nuduh mega terima duit
    berhubungan dengan kasus rajawali pada saat kampanye 2004
    toh orangnya gak di apa2in kok...
    salahnya ibu guru ini adalah, dia menyebut2 nama pdip, dan sudah menjudge
    seseorang tanpa memberikan fakta yang berimbang.
    apalagi hal ini diajarkan kepada anak sd yang menerima segala sesuatunya
    tanpa ada penyaringan dari diri sendiri...
    jadi sepertinya hal ini akan berlalu dengan baik2 aja kok.
    " kebenaran akan membenarkan kebenaran itu sendiri"

  3. #13
    Junior Member gtr data's Avatar
    Join Date
    Jan 2008
    Location
    jakarta
    Posts
    418
    Rep Power
    7

    Re: Bu Guru SD Mengajar di dalam Kelasnya, Dituduh Cemarkan Nama Baik Capres MEGAWATI

    walau saya bukan pendukung mega setau saya lepasnya sipadan ligitan itu karena keputusan badan arbritase internasional , jadi bukan karena bu mega (lagi apes aja tuh menjabat disaat yg tdk tepat), seharusnya bu guru itu tidak usah membanding bandingkan antara calon yg sipil dgn yang militer
    SIAPAKAH SAYA ???????????????????????????

  4. #14
    Contributor winona571's Avatar
    Join Date
    May 2008
    Location
    Batam
    Posts
    3,128
    Rep Power
    11

    Re: Bu Guru SD Mengajar di dalam Kelasnya, Dituduh Cemarkan Nama Baik Capres MEGAWATI

    Quote Originally Posted by sharifah View Post
    FAKTA yang disampaikan oleh Bu DINI, sejarah menunjukkan memang benar adanya. Dia ngomong di mata pelajaran PKn/CIVICS atau 'Kewarga-negaraan' ... yang memang dalam pelajaran itu, umumnya banyak peristiwa politik dan bahasa politik disampaikan guru untuk pengayaan materi kepada muridnya. Tak ada yang salah dengan profesionalismenya sebagai guru, kecuali dia guru AGAMA yang sedang mengajarkan ilmu agama, bolehlah dipermasalahkan.

    Tentang anak usia SD kelas 5, sekarang anda pergi saja ke WARNET, iseng-iseng-iseng intip situs apa yang mereka akses. Rata-rata mereka main 'Facebooks' ... bahkan kadang mereka ngerumpi masalah Manohara dan Ibu Prita ... jangan lecehkan 'kedewasaan' dan 'pengetahuan' anak-anak SD sekarang, kecuali anda termasuk orang yang gaptek dan kuper ....
    Nah, kalau dia guru kewarga negaraan yang baik, mestinya dia mengajarkan pada muridnya untuk menghargai mantan Presidennya....Bukannya menjelek - jelekan....... seburuk apapun Megawati, dia pernah jadi Presiden loh..... Dan diantara warga Indonesia, jarang - jarang yang bisa jadi Presiden.....
    Justru mengajar dengan memburukkan salah satu mantan Presidennya itu adalah bukti pelecehan pada anak SD.....

  5. #15
    Senior Member
    Join Date
    Jan 2008
    Posts
    1,286
    Rep Power
    8

    Re: Bu Guru SD Mengajar di dalam Kelasnya, Dituduh Cemarkan Nama Baik Capres MEGAWATI

    Sebenarnya ada aturan resmi ....sekolah, tempat ibadah, dan PNS (Korpri) serta TNI-Polri harus netral ... tidak boleh dipakai sebagai ajang kampanye mendukung salah satu parpol atau salah satu calon

    SD kan termasuk sekolah .... ya harus netral ... dan kalau ibu guru itu adalah PNS .... ya harus netral

    Nih contohnya :
    Sekolah Bebas Kampanye

    (Palembang, 16 Maret 2009) PALEMBANG(SINDO) – Dinas Pendidikan Nasional Palembang melarang segala bentuk kampanye untuk Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April mendatang di sekolah.

    Kepala Dinas Pendidikan,Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang H Hatta Wazol mengatakan,larangan tersebut disampaikan melalui Surat Edaran (SE) No 800/0904/26.8/PN/2009 kepada semua sekolah, mulai tingkat SD–SMA/sederajat. “Sekolah tidak boleh dimanfaatkan untuk arena kampanye caleg parpol atau calon anggota DPD, baik dengan alat peraga maupun lainnya,” ujarnya kemarin.

    Apabila ditemui peserta pileg ada yang melanggar,pihak sekolah diminta berkoordinasi dengan Panwas dan trantib kecamatan untuk melakukan penertiban. “Kami ingin sekolah sebagai institusi pendidikan tetap menjadi wilayah netral,”ujarnya. Hatta menerangkan, peraturan ini juga berlaku bagi guru sebagai PNS agar tetap bersikap netral saat kampanye. Namun,guru PNS saat pileg nanti dipersilakan menggunakan hak pilihnya untuk berpolitik dalam kehidupan bernegara.

    “Bila ada sekolah yang melanggar,pihak Disdik Kota Palembang akan memberikan teguran sesuai aturan yang berlaku. Kami ingin pemilu berjalan damai netral dan tidak dinodai,”ujarnya. Sedangkan mengenai kampanye yang dilakukan di luar jadwal dan di luar sekolah yang melibatkan anak sekolah, dia menegaskan, bukan wewenangnya untuk mencegah dan melarang. Namun, kegiatan tersebut harus dilakukan tanpa seragam sekolah.“ Kami tidak bisa melarangnya, itu bukan kewenangan Disdik lagi. Setiap orang punya hak untuk bersikap,” imbuhnya.

    Dihubungi terpisah,Kepala Kantor Departemen Agama (Kandepag) Kota Palembang H Rosyidin Hasan menyatakan sepakat dengan edaran Disdikpora tersebut agar sekolah tidak dimanfaatkan sebagai ajang kampanye.“ Sekolah sebagai tempat pendidikan harus tetap netral dan tidak boleh dicampur urusan politik,” imbuhnya. Bahkan, dia mengimbau kepada caleg dan parpol yang berkampanye agar tidak menggunakan simbol agama sebagai bahan kampanye, seperti menghubungkan lambang partai dengan ajaran agama.

    “Saya tidak ingin timbul permasalahan terkait agama akibat kegiatan kampanye,” ujarnya. Untuk memastikan institusinya tetap netral pada pileg mendatang,dirinya sudah beberapa hari melakukan kunjungan ke KUA dan mengumpulkan P3N. “Di sana kami tegaskan,mereka sebagai pelayan masyarakat agar tetap netral pada pelaksanaan kampanye ini,”ujarnya

    Nih link-nya :
    :: Berita :: Sekolah Bebas Kampanye

    Bisa ambil contoh dari daerah lain juga


  6. #16
    Junior Member Cantrik Jo's Avatar
    Join Date
    Nov 2008
    Posts
    367
    Rep Power
    6

    Re: Bu Guru SD Mengajar di dalam Kelasnya, Dituduh Cemarkan Nama Baik Capres MEGAWATI

    Quote Originally Posted by sharifah View Post
    dari thread tetangga sebelah:


    Saat Mengajar, Condong ke SBY , Guru SD Diduga Lecehkan Mega


    Senin, 8 Juni 2009 | 8:26 WIB
    PAKISAJI - SURYA-SDN Gelanggang 02, Kecamatan Pakisaji, Senin (8/6) siang ini, bakal jadi sasaran demo yang digelar massa DPC PDIP Kabupaten Malang. Itu terkait dugaan pelecehan nama baik Cepres Megawati Soekarno Putri oleh salah seorang guru SDN itu, Dini Asri.

    Dugaan pencemaran nama itu berlangsung di ruang kelas 5 SDN Gelanggang 02, Jumat (5/6) siang lalu.

    Saat itu, Dini yang sebagai guru kelas 5 sedang mengajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Di tengah-tengah memberikan pelajaran, Dini menyinggung profil para mantan Presiden RI, mulai Ir Soekarno sampai SBY-JK. Dia juga memaparkan calon Presiden RI mendatang yang layak dipilih kembali.

    “Siapa yang anaknya orang PDIP, angkat tangan?” tanya Dini ditirukan Hari Utomo, anggota DPRD Kabupaten Malang. Hari meniru laporan dari salah satu walimurid yang diminta angkat tangan itu. Hari juga yang akhirnya mengadu kasus dugaan pencemaran nama baik Mega ke DPC PDIP, Minggu (7/6).

    Setelah ada dua siswanya mengangkat tangan, papar Hari yang Ketua PAC PDIP Kecamatan Pakisaji ini, Dini Asri menjelaskan, bahwa presiden yang layak dipilih kembali adalah tetap figur TNI, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebab, papar Hari yang menirukan Dini, Megawati sudah pernah jadi presiden. Hasilnya, Mega malah telah menjual dua pulau, yakni Sipadan dan Ligitan. “Kasus ini sudah kami laporkan ke Panwaslu, namun belum ada tindakan. Karena itu, kami minta petunjuk ke DPC bagaimana menyikapi dugaan pencemaran nama baik Bu Mega itu,” ujar Hari.

    Rapat DPC PDIP yang berlangsung di kantornya, Jl Raya Kepanjen, Minggu (7/6) siang itu, dihadiri banyak pengurus. Hari ini, pengurus PDIP akan melakukan demo ke SDN Gelanggang 02, Senin (7/6).

    Ketua DPRD Kabupaten Malang, Suhadi SE, berharap masalah tersebut cepat diselesaikan. Dia minta Bupati Sujud agar menegur guru tersebut. Terkait itu pula, Suhadi mendesak Suwandi, Kadiknas Kabupaten Malang, agar memanggil Dini Asri, karena telah memberi materi politik dengan mengarahkan mendukung salah satu capres. Dijelaskan Suhadi, apa yang dilakukan Dini Asri itu bukan masalah kecil. Apa yang dia ajarkan itu membahayakan pola pikir generasi muda.

    Ali Wahyudin SH, Ketua Panwaslu Kabupaten Malang, mengatakan, Panwas telah menerima laporan dari orang PDIP terkait dugaan pencemaran nama baik Megawati. Bersamaan itu pula, Dini Asri sudah dipanggil Panwas. Dia sudah minta maaf pada orang PDIP atas ucapakannya itu, yang mengaku tak ada unsur kesengajaan untuk menjelekan Mega.

    “Besuk (hari ini) Panwas akan menggelar pleno terkait kasus itu,” kata Ali.
    Drs Suwandi, Kadiknas Kabupaten Malang, ketika ditelepon tidak diangkat. Namun, lewat SMS, dia mengaku belum memahami persoalan tersebut. Dia pun berjanji akan menyelidiki dan menyelesaikan masalah ini di tingkat internal.
    SURYA Online | » Saat Mengajar, Condong ke SBY , Guru SD Diduga Lecehkan Mega

    ------------------

    wah BAHAYA ... hak kebebasan akedemik seorang guru yang sedang mengajar di depan muridnya di dalam kelas, kalau bisa dijadikan materi dakwaan melakukan pencemaran nama baik. Bisa hancur pendidikan negeri ini, kalau GURU jadi takut menyampaikan kebenaran di depan muridnya kalau begini ....

    SELAMATKAN Ibu Guru Dini dari Arogansi Kekuasaan Politik dan TIRANI GOLONGAN
    Jangan teriak2 !
    Kenapa mesti harus pake huruf besar dan merah lagi ..../ Sebagai TS anda tidak mampu mengambil intisari persoalan cuma asal melihat guru didemo trus teriak2 minta dibantu. Tapi apakah sudah sepatutnya ia mengajar dengan cara demikian?
    Ingat sebagai seorang guru saat didepan kelas harus bisa menjadi seorang panutan bagi semua muridnya. Tidak sepantasnya bahwa ia bersikap spt tsb! Ingat Kasus Sipadan dan Ligitan adalah kesalahan pemerintah sebelumnya yang membawa kasus tsb ke Mahkamah Internasional. Lepas dari itu tidak sepatutnya seorang guru berkampanye didepan kelas ... kalau ini dibolehkan bisa berabe .. apalagi para guru SLA dimana muridnya menjadi pemilih pemula! Tempatkanlah ruang kelas menjadi tempat netral yang menjadi ajang akademis bukan ajang kampanye!
    Jangan KFer dibelokkan untuk menggalang pembelaan pada orang yang berbuat salah/melanggar hukum ! tidak pada tempatnya ....

  7. #17
    Beginner ryan flyer's Avatar
    Join Date
    Dec 2008
    Posts
    82
    Rep Power
    6

    Re: Bu Guru SD Mengajar di dalam Kelasnya, Dituduh Cemarkan Nama Baik Capres MEGAWATI

    Quote Originally Posted by gtr data View Post
    walau saya bukan pendukung mega setau saya lepasnya sipadan ligitan itu karena keputusan badan arbritase internasional , jadi bukan karena bu mega (lagi apes aja tuh menjabat disaat yg tdk tepat), seharusnya bu guru itu tidak usah membanding bandingkan antara calon yg sipil dgn yang militer
    Berarti,, sekarang Ibu Guru yang ketiban apes tuh, mengajar disaat yg tidak tepat.
    If you believe everything you read, will be better if you not read

  8. #18
    Junior Member
    Join Date
    Jan 2009
    Posts
    182
    Rep Power
    6

    Re: Bu Guru SD Mengajar di dalam Kelasnya, Dituduh Cemarkan Nama Baik Capres MEGAWATI

    Quote Originally Posted by sharifah View Post
    dari thread tetangga sebelah:


    Saat Mengajar, Condong ke SBY , Guru SD Diduga Lecehkan Mega

    Senin, 8 Juni 2009 | 8:26 WIB
    PAKISAJI - SURYA-SDN Gelanggang 02, Kecamatan Pakisaji, Senin (8/6) siang ini, bakal jadi sasaran demo yang digelar massa DPC PDIP Kabupaten Malang. Itu terkait dugaan pelecehan nama baik Cepres Megawati Soekarno Putri oleh salah seorang guru SDN itu, Dini Asri.

    Dugaan pencemaran nama itu berlangsung di ruang kelas 5 SDN Gelanggang 02, Jumat (5/6) siang lalu.

    Saat itu, Dini yang sebagai guru kelas 5 sedang mengajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Di tengah-tengah memberikan pelajaran, Dini menyinggung profil para mantan Presiden RI, mulai Ir Soekarno sampai SBY-JK. Dia juga memaparkan calon Presiden RI mendatang yang layak dipilih kembali.

    “Siapa yang anaknya orang PDIP, angkat tangan?” tanya Dini ditirukan Hari Utomo, anggota DPRD Kabupaten Malang. Hari meniru laporan dari salah satu walimurid yang diminta angkat tangan itu. Hari juga yang akhirnya mengadu kasus dugaan pencemaran nama baik Mega ke DPC PDIP, Minggu (7/6).

    Setelah ada dua siswanya mengangkat tangan, papar Hari yang Ketua PAC PDIP Kecamatan Pakisaji ini, Dini Asri menjelaskan, bahwa presiden yang layak dipilih kembali adalah tetap figur TNI, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebab, papar Hari yang menirukan Dini, Megawati sudah pernah jadi presiden. Hasilnya, Mega malah telah menjual dua pulau, yakni Sipadan dan Ligitan. “Kasus ini sudah kami laporkan ke Panwaslu, namun belum ada tindakan. Karena itu, kami minta petunjuk ke DPC bagaimana menyikapi dugaan pencemaran nama baik Bu Mega itu,” ujar Hari.

    Rapat DPC PDIP yang berlangsung di kantornya, Jl Raya Kepanjen, Minggu (7/6) siang itu, dihadiri banyak pengurus. Hari ini, pengurus PDIP akan melakukan demo ke SDN Gelanggang 02, Senin (7/6).

    Ketua DPRD Kabupaten Malang, Suhadi SE, berharap masalah tersebut cepat diselesaikan. Dia minta Bupati Sujud agar menegur guru tersebut. Terkait itu pula, Suhadi mendesak Suwandi, Kadiknas Kabupaten Malang, agar memanggil Dini Asri, karena telah memberi materi politik dengan mengarahkan mendukung salah satu capres. Dijelaskan Suhadi, apa yang dilakukan Dini Asri itu bukan masalah kecil. Apa yang dia ajarkan itu membahayakan pola pikir generasi muda.

    Ali Wahyudin SH, Ketua Panwaslu Kabupaten Malang, mengatakan, Panwas telah menerima laporan dari orang PDIP terkait dugaan pencemaran nama baik Megawati. Bersamaan itu pula, Dini Asri sudah dipanggil Panwas. Dia sudah minta maaf pada orang PDIP atas ucapakannya itu, yang mengaku tak ada unsur kesengajaan untuk menjelekan Mega.

    “Besuk (hari ini) Panwas akan menggelar pleno terkait kasus itu,” kata Ali.
    Drs Suwandi, Kadiknas Kabupaten Malang, ketika ditelepon tidak diangkat. Namun, lewat SMS, dia mengaku belum memahami persoalan tersebut. Dia pun berjanji akan menyelidiki dan menyelesaikan masalah ini di tingkat internal.
    SURYA Online | » Saat Mengajar, Condong ke SBY , Guru SD Diduga Lecehkan Mega

    ------------------

    wah BAHAYA ... hak kebebasan akedemik seorang guru yang sedang mengajar di depan muridnya di dalam kelas, kalau bisa dijadikan materi dakwaan melakukan pencemaran nama baik. Bisa hancur pendidikan negeri ini, kalau GURU jadi takut menyampaikan kebenaran di depan muridnya kalau begini ....

    SELAMATKAN Ibu Guru Dini dari Arogansi Kekuasaan Politik dan TIRANI GOLONGAN
    SELAMATKAN MUKA MU.....TUH SELAMATKAN.
    Nulis koq gede-gede ga karuan juntrung nya.
    Ini kan masalah etika dan moral pendidik yang sedang di bicarakan bukan tokoh yang di sebutkan.
    Saya juga belum tentu tidak suka dengan peristiwa itu tapi esensi ada pada tempat kejadian itu yang harus kita cermati.
    Betapa TOLOL nya kita, jika selalu tendensius kepada orang tanpa melihat persoalan dasar nya.
    Berpikir untuk menaggapi persoalan jangan dari judulnya tapi dari latar belakang kejadiannya.
    Meskipun beliau adalah GURU lalu harus kita bela, jawabanya BELUM TENTU.
    Kita liat dulu atas kejadian apa harus di BANTU.
    Sebagai seorang PENDIDIK apa lagi di lingkungan sekolah dasar, harusnya dapat membatasi diri dalam memberikan materi yang berbau politik tidak terlalu menjurus. cukup pengetahuan umum saja karna di sesuaikan dengan umurnya anak didik.

  9. #19
    Junior Member
    Join Date
    Jan 2009
    Posts
    182
    Rep Power
    6

    Re: Bu Guru SD Mengajar di dalam Kelasnya, Dituduh Cemarkan Nama Baik Capres MEGAWATI

    Quote Originally Posted by vervalency View Post
    saya tidak bisa banyak berkomentar mengenai berita di atas, yang jelas janganlah menjadikan anak2 didik tersbut sebagai media penyampaian pesan politik..mereka masih sangat labil, bisa berakibat sangat fatal terhadap mainstream mereka, yang seharusnya mendapatkan pendidikan dan penganyoman dari tenaga2 pendidik yang bertanggung jawab..semoga hal tersebut tidak terjadi di lain tmp.
    TS nya mana neh..............lempar batu sembunyi LEMPER neh

  10. #20
    Junior Member
    Join Date
    Jan 2009
    Posts
    182
    Rep Power
    6

    Re: Bu Guru SD Mengajar di dalam Kelasnya, Dituduh Cemarkan Nama Baik Capres MEGAWATI

    Quote Originally Posted by wrazif View Post
    Sebenarnya ada aturan resmi ....sekolah, tempat ibadah, dan PNS (Korpri) serta TNI-Polri harus netral ... tidak boleh dipakai sebagai ajang kampanye mendukung salah satu parpol atau salah satu calon

    SD kan termasuk sekolah .... ya harus netral ... dan kalau ibu guru itu adalah PNS .... ya harus netral

    Nih contohnya :
    Sekolah Bebas Kampanye

    (Palembang, 16 Maret 2009) PALEMBANG(SINDO) – Dinas Pendidikan Nasional Palembang melarang segala bentuk kampanye untuk Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April mendatang di sekolah.

    Kepala Dinas Pendidikan,Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang H Hatta Wazol mengatakan,larangan tersebut disampaikan melalui Surat Edaran (SE) No 800/0904/26.8/PN/2009 kepada semua sekolah, mulai tingkat SD–SMA/sederajat. “Sekolah tidak boleh dimanfaatkan untuk arena kampanye caleg parpol atau calon anggota DPD, baik dengan alat peraga maupun lainnya,” ujarnya kemarin.

    Apabila ditemui peserta pileg ada yang melanggar,pihak sekolah diminta berkoordinasi dengan Panwas dan trantib kecamatan untuk melakukan penertiban. “Kami ingin sekolah sebagai institusi pendidikan tetap menjadi wilayah netral,”ujarnya. Hatta menerangkan, peraturan ini juga berlaku bagi guru sebagai PNS agar tetap bersikap netral saat kampanye. Namun,guru PNS saat pileg nanti dipersilakan menggunakan hak pilihnya untuk berpolitik dalam kehidupan bernegara.

    “Bila ada sekolah yang melanggar,pihak Disdik Kota Palembang akan memberikan teguran sesuai aturan yang berlaku. Kami ingin pemilu berjalan damai netral dan tidak dinodai,”ujarnya. Sedangkan mengenai kampanye yang dilakukan di luar jadwal dan di luar sekolah yang melibatkan anak sekolah, dia menegaskan, bukan wewenangnya untuk mencegah dan melarang. Namun, kegiatan tersebut harus dilakukan tanpa seragam sekolah.“ Kami tidak bisa melarangnya, itu bukan kewenangan Disdik lagi. Setiap orang punya hak untuk bersikap,” imbuhnya.

    Dihubungi terpisah,Kepala Kantor Departemen Agama (Kandepag) Kota Palembang H Rosyidin Hasan menyatakan sepakat dengan edaran Disdikpora tersebut agar sekolah tidak dimanfaatkan sebagai ajang kampanye.“ Sekolah sebagai tempat pendidikan harus tetap netral dan tidak boleh dicampur urusan politik,” imbuhnya. Bahkan, dia mengimbau kepada caleg dan parpol yang berkampanye agar tidak menggunakan simbol agama sebagai bahan kampanye, seperti menghubungkan lambang partai dengan ajaran agama.

    “Saya tidak ingin timbul permasalahan terkait agama akibat kegiatan kampanye,” ujarnya. Untuk memastikan institusinya tetap netral pada pileg mendatang,dirinya sudah beberapa hari melakukan kunjungan ke KUA dan mengumpulkan P3N. “Di sana kami tegaskan,mereka sebagai pelayan masyarakat agar tetap netral pada pelaksanaan kampanye ini,”ujarnya

    Nih link-nya :
    :: Berita :: Sekolah Bebas Kampanye

    Bisa ambil contoh dari daerah lain juga
    Ini daerah yang wajib... di contoh oleh daerah laen.
    Berobat GRATIS bisa di temuin di daerah ini dan memang berawal dari daerah ini.
    SALUTE................ untuk PAK ALEX NURDIN.............!

Page 2 of 3 FirstFirst 123 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0