Page 7 of 10 FirstFirst 12345678910 LastLast
Results 61 to 70 of 99
Like Tree30Likes

Thread: FPI: Gus Dur Bukan Wali, Bhatoegana Tak Perlu Minta Maaf!


  1. #61
    Senior Member
    Join Date
    Nov 2012
    Posts
    1,694
    Rep Power
    0

    Re: FPI: Gus Dur Bukan Wali, Bhatoegana Tak Perlu Minta Maaf!

    Quote Originally Posted by Latjuba
    Dari komen anda, nampaknya emosional anda sedikit terganggu,,,,sabar seharusnya pantas buat anda.....
    Sabar…..ojo dibalik balik replynya.
    Saking nggak sabarnya ente karena udah emosional ….
    postingan ane no 52 ente jawab duluan, yang no 51 nya ente belakangin.
    Lucu sekali anda.

    Quote Originally Posted by Latjuba
    btw apakah junjungan anda sedang digambarkan sebagai babi,,,tentu saja tdk dan apabila junjungan anda digambarkan sebagai babi apakah ini termasuk pengkultusan, tentu tdk karena mana mungkin orang menyembah gambar babi???
    Sabar…..
    Jangan tumpahkan emosi anda.
    Makanya, …
    kalau nggak mau diejek orang, jangan mengejek orang lain.
    Sifatnya ente ente khas banget, mau menghina dan mengejek orang lain, tapi ketika dibalas ente ente nggak terima. Itu namanya sifat yang sangat buruk, sifatnya orang yang syirik lagi pendengki.

    Saya tuh hanya kasih contoh, marah dan membalas penghinaan, bukanlah mengkultuskan, tapi adalah sebuah tindakan untuk membela harga diri dan kehormatan.

    Beda sekali dengan ente.
    Nah…kalau ente,…mengultuskannya sampe berlebihan hingga kehilangan akal kemudian menganggap si doi tuhan.

    Quote Originally Posted by Latjuba
    Kasus berlaku sama pada contoh anda, tentu anda marah,,, gambar itu tdk bermaksut untuk mengkultus, tetapi menghina,,,,pastilah saya juga akan marah...
    Nah….makanya,…marah itu bukan berarti pengkultusan. Ente saja yang salah tangkap.
    Kalau ente kan jelas, mengkultuskan ampe nganggap tuh doi sebagai tuhan, padahal jelas jelas itu hanya manusia layaknya seperti saya.

    Quote Originally Posted by Latjuba
    dan sebaliknya :
    Misalnya saya menggambarkan junjungan anda sebagai pria ganteng, dengan segala kelebihannya,,,pasti anda senyum2 bangga ataukah anda akan marah dengan alasan takut dikultuskan???
    Ya, nggak bisalah.
    Mungkin kalau ente nggak punya aturan. Aturan ente kan hanya hasil imajinasi manusia.
    Kalau ane kan udah ada aturan bakunya.

    Quote Originally Posted by Latjuba
    Orang yg memakai otaknya tentu akan sadar batas2 dalam melampiaskan kemarahan,,,,marah pada tempatnya....marah bukan lantas anda dapat melampiaskan kemarahan tdk pada tempatnya ...marah pakai otak,,,marahlah pada orang yg melakukan kesalahan....
    Marah pada tempatnya, seperti apa sih ?
    Emangnya anda yang dimarahi ?
    Tidak tho….
    Kalau anda tidak mau orang marah, anda jangan mengusik orang lain.
    Watak jelek ente ente itu nggak pernah hilang, mau menghina tapi nggak mau terima resiko dari perbuatan ente sendiri.

    Quote Originally Posted by Latjuba
    Merasa benar,,,tetapi kurang sabar dalam penyerapan makna :
    asal kata memang betul, tetapi arti katanya berbeda.....
    Nanti…kalau ente sudah tahu artinya ….baru ente nyadar, siapa sesungguhnya yang bodoh
    Nah….akhirnya anda sadar toh….asal katanya memang benar.
    Siapa sesungguhnya yang bodoh ?
    Sekali lagi, kata “tuhan” itu proper name, atau common name ?

    Quote Originally Posted by Latjuba
    Huruf kapital

    Saya bertanya balik ke anda, manakah penulisan yg benar ?
    a.Syukur kepada-Nya atau
    b.Syukur kepada-nya ( nya disini = Tuhan )
    Dua duanya jelas salah lah.

    Quote Originally Posted by Latjuba
    Semua orang yang pernah sekolah dan belajar bahasa Indonesia pasti tahu, bahwa dalam menulis nama sesuatu seperti nama orang, nama tempat, nama bulan, dan yang lainnya, terlebih nama Tuhan, harus ditulis dengan huruf awal kapital. Contoh Pekalongan, Juni, Dedy, Selasa, Suramadu, dan juga nama-nama untuk menyebut Tuhan. Jadi nama Tuhan, misal Allah, ya harus ditulis Allah pakai capital
    Nah…ini anda sudah mulai pintar.
    Masalahnya tetap sama, kata “tuhan” itu, proper name, atau common name.

    Quote Originally Posted by Latjuba
    Yg berhubungan dengan Agama, ketuhanan, filsafat, doktrin, dan penganutnya
    Nama agama, baik sebagai kata benda maupun kata sifat, serta penganutnya dimulai dengan huruf kapital. Tuhan atau dewa dimulai dengan huruf kapital: Tuhan, Allah, Mesias. Ini juga diterapkan sewaktu merujuk pada tokoh agama penting, seperti Muhammad, dengan menggunakan istilah seperti sang Rasul.
    Nah…ini nambah lagi pintarnya ente.
    Kata “tuhan” akan menggunakan huruf capital, bila ia sudah dikaitkan dengan sesuatu yang proper name.
    Nah…sekarang coba ente baca lagi postingan ane yang sebelumnya, ……
    Apakah kata “tuhan” dalam postingan saya sebelumnya mengarah pada proper noun tertentu ?
    Kalau anda merasa, itu mengarah pada proper noun tertentu, itu hak anda.
    Tapi saya tidak mengarahkan pada proper noun, tapi kepada common noun.
    Makanya, kata “tuhan” nya saya tulis dengan huruf kecil.

    Quote Originally Posted by Latjuba
    sama pula pada penulisan kata –Mu, –Ku, dan –Nya adalah hak prerogatif untuk kata ganti Tuhan. Kata ganti ini tidak dipakai untuk apapun dan siapapun di dunia kecuali untuk kata ganti Tuhan.
    Lihat konteks wordnya dong ?

    Quote Originally Posted by Latjuba
    Atau coba anda lihat arti dan penulisan kata (Tuhan ) dari : http://bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php
    Adakah penulisan Tuhan dengan huruf kecil ????

    Tuhan n 1 sesuatu yg diyakini, dipuja, dan disembah oleh manusia sbg yg Mahakuasa, Mahaperkasa, dsb: -- Yang Maha Esa; 2 sesuatu yg dianggap sbg Tuhan: pd orang-orang tertentu uanglah sbg -- nya;
    ber·tu·han v 1 percaya dan berbakti kpd Tuhan; beribadah: orang yg tidak ~ , orang yg tidak percaya akan adanya Tuhan; 2 memuja sesuatu sbg Tuhan: janganlah kita ~ kpd berhala;
    ber·tu·han·kan v bertuhan kpd: ia ~ harta benda saja;
    me·nu·han·kan v menjadikan sesuatu sbg Tuhan; mempertuhan;
    mem·per·tu·han v menganggap (memuja dsb) sesuatu sbg Tuhan; memperdewakan; menuhankan;
    mem·per·tu·han·kan v mempertuhan;
    ke·tu·han·an n 1 sifat keadaan Tuhan; 2 segala sesuatu yg berhubungan dng Tuhan: hal-hal ~ , yg berhubungan dng Tuhan; ilmu ~ , ilmu mengenai keadaan Tuhan dan agama; dasar ~ ,kepercayaan kpd Tuhan Yang Maha Esa
    Nah…kan jelas, akan menggunakan huruf capital, bila sudah diasosiasikan kepada sesuatu yang proper name.

    Saya kasih contoh ,
    Sebagai orang hindu, tentu tuhannya adalah Dewa Brahma.
    Sebagai orang hindu, tentu Tuhannya adalah Dewa Brahma.
    Yang mana yang benar menurut anda ?


    =============================================
    Quote Originally Posted by Air Mata
    Setuju. Memang nalar jeblok kalau menuhankan manusia. Juga sok pinter dan sombong kl ada manusia yang merasa ngerti Tuhan.
    Nggak pernah ketemu dan lihat tuhan, gimana mungkin bisa ngerti tuhan ?
    Ini namanya bukan sok pinter dan sombong, tapi sebuah kebodohan yang luar biasa.


    ==============================================
    Quote Originally Posted by xgamol
    Wuaowww... dasar FPI ... pengennya keributan teruss....
    Bela Bung Sutan ampe bicara seperti itu ........ bawa bawa "Setan.." segala .
    pantas FPI tidak dibubarkan ... sepertinya ada koneksitas dukungan hebat dibelakangnya ,
    sekarang FPI mencoba berbalas jasa .... wew...wew...wew.....
    Khas ente ente banget, selalu berprasangka dan menduga-duga.
    Lagian juga, kalau nggak salah, kan ente ente juga yang milih SBY dan Bdno.

    =================================================
    Quote Originally Posted by denker08
    Kemarahan Nahdliyin atas tuduhan Sutan Bhatoegana bahwa Gus Dur lengser lantaran korupsi sebetulnya adalah akumulasi kemarahan. Ini lantaran Gus Dur diperlakukan tidak adil.

    Bagaimana mungkin Gus Dur yang tidak terlibat dalam Bruneigate dan Buloggate bisa lengser dari jabatan Presiden, tapi Boediono yang disebut terlibat, setidaknya oleh tiga lembaga negara yakni KPK, BPK dan DPR belum juga terjamah hukum.

    Menurut budayawan M. Sobary, meskipun saat ini ada ketimpangan perlakuan yang diberikan ke almarhum Gus Dur dan Boediono, namun kebenaran pasti akan tegak.

    “Hukum akan menjamah (Boediono),” kata Sobary saat dihubungi, Sabtu (1/12).
    Lha….kemarin yang pilih SBY dan Bdno siapa sih ?
    Kan ente ente juga.

    ==================================================
    Quote Originally Posted by earsun
    analoginya tidak apple to apple.
    Bapak dan ibu adalah orang yg merawat, dan mengasihi kita sejak kecil.
    peran serta, dan sosoknya nyata, serta dapat kita rasakan setiap hari.
    kita dapat merasakan pelukannya, kasih sayangnya, pengorbanannya dsb.
    Jadi wajar kalau ada keterikatan emosi yg kuat...sehingga kita bisa saja emosi kalau ortu kita dihina.
    Lantas….apakah emosi tersebut sama dengan mengkultuskan ?

    Quote Originally Posted by earsun
    Tapi kalau dengan si big boss??
    ketemu... ga pernah
    dengar dia bicara.... ga pernah
    peran nyata di kehidupan kita.... ga ada
    merasakan kasih sayangnya secara langsung....ga pernah
    merasakan pengorbanannya demi kita secara langsung...ga pernah
    Emangnya anda nggak marah ?, kalau sesuatu yang berhubungan dengan keyakinan anda dihina.
    Enggak usah jauh jauh, gua bilang si doi itu cuma manusia biasa seperti saya, ente ente sudah mencak mencak. Padahal apa yang gua katakana adalah fakta.

    Quote Originally Posted by earsun
    Semuanya cuma berdasarkan cerita, dongeng fantasi menjelang tidur, kata orang, kata buku, kata para pemuka agama, kata orang yg kamu hormati.
    harap renungkan kalimat diatas baik-baik.
    Lebih parah yang ente punya.
    Cerita dongengnya blass nggak nalar banget.

    Quote Originally Posted by earsun
    Nah kok..efeknya bisa sama?..bahkan cenderung lebih destruktif.
    Banyak kasus anak membunuh orang tua, orang tua membunuh anak, saudara membunuh saudara, komunitas membantai komunitas.......karena adanya selisih pendapat mengenai ajaran si big boss yang sosoknya belum pernah mereka jumpai seumur hidup mereka.
    Apa penyebab kegilaan ini?
    Hah….kasus dalam ente malah lebih parah.

    Quote Originally Posted by earsun
    kamu bilang ini bukan gejala pengkultusan?
    Bagi saya itu adalah denial tingkat tinggi akibat indoktrinasi yg sudah merasuk ke seluruh syaraf otakmu.
    Rasa kepemilikan, pemujaan dan kemelekatan yg begitu kuat terhadap sosok big boss tidak dapat dihindari sehingga konsekuensinya, amarah begitu mudah terpicu bila ada yg bersikap tidak hormat terhadap sosok big boss ini.
    Saya percaya ada istilah kejiwaan untuk mental state seperti ini.
    Udah saya jawab di atas, emang ente nggak marah kalau gua hina apa yang ente hormati ?
    Bedanya, setinggi apapun saya menghormati, tak pernah mengkultuskannya hingga menganggap dia tuhan.
    Kalau ente kan, saking hormatnya ampe kehilangan nalar sehat, mengkultuskannya sebagai tuhan.
    Kalau sudah beginian, bukan saja sakit jiwa, tapi memang otak dan nalarnya udah nggak dipake.
    Bisa bisanya manusia dianggap tuhan.

    Quote Originally Posted by earsun
    Selanjutnya, kamu sudah tahu definisi arti kata kultus?
    saya pernah copy paste untuk Ntarluq, tapi special buat kamu, saya tidak keberatan berbagi pengetahuan lagi
    Nah berdasarkan defenisi yang anda kutip, ada nggak marah terhadap penghinaan atas apa yang dihormati adalah sebuah pengkultusan.
    Justru, berdasarkan defenisi yang anda kutip itu, andalah yang melakukan kultus, menghormati secara berlebihan, hingga menganggap si doi tuhan.



    ================================================== ===
    Quote Originally Posted by zen11
    Sudah terbukti, ini adalah salah satu contoh orang yang mengkultuskan ajaran dan pemahamannya dengan cara menghina yg lain. Sebuah contoh konkret bagaimana seseorang yang sudah buta hatinya, mengharapkan untuk dihargai tetapi tidak mau menghargai, mengharapkan untuk dihormati tetapi tidak mau menghormati.
    Khas ente banget, suka memutar balik fakta.
    Fakta yang sangat sering terjadi, adalah non muslim selalu menghina Muslim.
    Di Denmark, Inggris, dll.

    Quote Originally Posted by zen11
    Hai searcher, jauh sebelum kau mengatakan ini, pendahulumu sudah melakukannya terlebih dulu. Jauh sebelum kau mengetiknya di forum kompas ini, pendahulumu yang kau hormati itu, telah menuliskannya kedalam kitab itu. Jauh sebelum kau mengencingi junjungan org lain, junjunganmu sudah mengencingi junjungan org lain pula.
    Ada bukti ?
    Yang membakar Alquran di Amerika siapa ?
    Yang bikin kartun di Denmark, siapa ?
    Hobi ente, memang memutar dan memelintir fakta.
    Lihat aja di threat ini, dan threat threat lainnya.
    Yang biasa melakukan cemoohan terlebih dahulu itu siapa ?

    Quote Originally Posted by zen11
    Ini yang kukatakan kepadamu, selumbar dikelopak saudaramu kau bisa melihat, tetapi selumbar ke matamu sendiri kamu tidak dapat melihatnya. Keluarkan dahulu selumbar yg ada di matamu itu, supaya kamu dapat mengeluarkan selumbar yg ada di mata saudaramu.
    Lebih pantas untuk ente ente sendiri.
    Nggak usah jauh jauh, di threat ini aja, siapa yang duluan melakukan cemoohan ?
    Sorry, kalau ane bilang, ente ente itu jenis manusia tak tahu diri.
    Check lagi nih threat dari awal sampe akhir, siapa yang melakukan pencemoohan lebih dulu.
    Ente mau mencemooh, tapi ketika dibalas, ente nggak suka dan memutar balik fakta.
    Itulah cirri khas ente dkk.

    Quote Originally Posted by zen11
    Sesuai dengan topik thread ini, betapa superioritas fanatisme dipertontonkan, ketika sebuah kelompok hanya menerima kata permintaan maaf tetapi tidak mengenal kata meminta maaf, ketika sebuah kelompok hanya menerima hormat dari org lain, tetapi tidak mau menghormati org lain, ketika sebuah kelompok menjadi preman atas suatu pendapat, tetapi tidak mau dipremani oleh pendapat orang lain. Itulah dia kelompok si risik.
    Cuiiiiih.
    Ente jual obat busuk ya ?
    Sekali lagi,…ente baca nih threat dari awal, siapa yang duluan mencemooh.
    ntarluq likes this.

  2. #62
    Senior Member Air Mata's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Surabaya
    Posts
    2,176
    Rep Power
    13

    Re: FPI: Gus Dur Bukan Wali, Bhatoegana Tak Perlu Minta Maaf!

    Quote Originally Posted by Searcher View Post
    Nggak pernah ketemu dan lihat tuhan, gimana mungkin bisa ngerti tuhan ?
    Ini namanya bukan sok pinter dan sombong, tapi sebuah kebodohan yang luar biasa.
    Kalau bodoh tapi ga ngerti kalau dirinya bodoh, apalagi namanya kalau bukan sok pinter dan sombong. Btw, tuh pertanyaan anda ttg subsidi BBM di trit sebelah sudah saya jawab. Subsidi BBM harus dihapuskan. Saya tunggu tanggapannya.

  3. #63
    Senior Member denker08's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    Bekasi
    Posts
    1,485
    Rep Power
    9

    Re: FPI: Gus Dur Bukan Wali, Bhatoegana Tak Perlu Minta Maaf!

    =================================================

    Originally Posted by denker08
    Kemarahan Nahdliyin atas tuduhan Sutan Bhatoegana bahwa Gus Dur lengser lantaran korupsi sebetulnya adalah akumulasi kemarahan. Ini lantaran Gus Dur diperlakukan tidak adil.

    Bagaimana mungkin Gus Dur yang tidak terlibat dalam Bruneigate dan Buloggate bisa lengser dari jabatan Presiden, tapi Boediono yang disebut terlibat, setidaknya oleh tiga lembaga negara yakni KPK, BPK dan DPR belum juga terjamah hukum.

    Menurut budayawan M. Sobary, meskipun saat ini ada ketimpangan perlakuan yang diberikan ke almarhum Gus Dur dan Boediono, namun kebenaran pasti akan tegak.

    “Hukum akan menjamah (Boediono),” kata Sobary saat dihubungi, Sabtu (1/12).



    Lha….kemarin yang pilih SBY dan Bdno siapa sih ?
    Kan ente ente juga.

    ==================================================

    Sudah bisa ditakar "OTAKNYA", yang dikomentari apa, jawabannya apa. Gak nyambung SAMA SEKALI!
    -If You Are Soft To Yourself, Life Will Be Hard To You. But If You Are Hard To Yourself, Life Will Be Soft To You.-

  4. #64
    Senior Contributor earsun's Avatar
    Join Date
    Apr 2008
    Location
    where many malls and culinary gathered
    Posts
    7,922
    Rep Power
    33

    Re: FPI: Gus Dur Bukan Wali, Bhatoegana Tak Perlu Minta Maaf!

    Quote Originally Posted by Searcher View Post

    Lantas….apakah emosi tersebut sama dengan mengkultuskan ?


    Emangnya anda nggak marah ?, kalau sesuatu yang berhubungan dengan keyakinan anda dihina.
    Enggak usah jauh jauh, gua bilang si doi itu cuma manusia biasa seperti saya, ente ente sudah mencak mencak. Padahal apa yang gua katakana adalah fakta.
    Karena kamu quote postingan saya, maka saya asumsikan post diatas ini untuk saya.....
    Siapa yg mencak-mencak bro... kamu suka berhayal yg tidak2 deh.... kamu pasti sering mengalami gegar otak ya?

    Quote Originally Posted by Searcher View Post
    Lebih parah yang ente punya.
    Cerita dongengnya blass nggak nalar banget.


    Hah….kasus dalam ente malah lebih parah.



    Udah saya jawab di atas, emang ente nggak marah kalau gua hina apa yang ente hormati ?
    Bedanya, setinggi apapun saya menghormati, tak pernah mengkultuskannya hingga menganggap dia tuhan.
    Kalau ente kan, saking hormatnya ampe kehilangan nalar sehat, mengkultuskannya sebagai tuhan.
    Kalau sudah beginian, bukan saja sakit jiwa, tapi memang otak dan nalarnya udah nggak dipake.
    Bisa bisanya manusia dianggap tuhan.


    Nah berdasarkan defenisi yang anda kutip, ada nggak marah terhadap penghinaan atas apa yang dihormati adalah sebuah pengkultusan.
    Justru, berdasarkan defenisi yang anda kutip itu, andalah yang melakukan kultus, menghormati secara berlebihan, hingga menganggap si doi tuhan.
    Ini juga jawaban khas para fanatik.
    kalau ga bisa jawab........mereka lari membandingkan kejelekan dengan agama lain.
    "jelek" nya agama lain tidak bisa merubah kejelekan / kelemahan agama yg kita yakini menjadi benar.
    Tapi, memang hanya ini satu-satunya jalan untuk menjawab / berkelit atas fenomena cuci otak masal.
    Jadi saya dapat memakluminya.

    Mau seperti apa "pengkultusan" seseorang terhadap sesuatu...yg terpenting adalah reaksi / tindakannya terhadap objek "pengkultusan" tersebut.

    Kalau dikit2 bunuh, bakar, perkosa, hajar, rampok, robohkan, mengumpat, mengintimidasi, menyumpahi..dsb.... maka tingkat pengkultusan terhadap objek sudah dipastikan berada dalam tahap kronis sehingga mematikan nalar dan akal sehat. Bahkan rasa kemanusiaan.

    guess what:
    Semakin besar tingkat reaksimu terhadap serangan yg ditujukan kepada objek pengkultusanmu....berarti semakin tinggi kadar pengkultusanmu.
    ini yang seringkali tidak disadari ataupun diakui oleh para fanatik.

    objek pengkultusan itu tidak penting.
    bukannya objek pengkultusan suatu agama, biasanya juga dianggap lucu / ga masuk akal oleh perspektif agama lain?
    masing2 agama punya alasan tersendiri yg susah dipahami oleh perspektif agama lain.
    Dan percayalah satu hal, agamamu bukan merupakan suatu pengecualian.

    Saya rasa penjelasan sederhana ini seharusnya bisa kamu pahami, kecuali kamu memilih kembali masuk ke DENIAL MODE.

    Last edited by earsun; 04-12-12 at 03:11 PM.
    noname likes this.
    Legion of mindless zombies could even turned insolent marauder into a demigod

  5. #65
    Senior Member
    Join Date
    Nov 2012
    Posts
    1,694
    Rep Power
    0

    Re: FPI: Gus Dur Bukan Wali, Bhatoegana Tak Perlu Minta Maaf!

    Quote Originally Posted by Air Mata View Post
    Kalau bodoh tapi ga ngerti kalau dirinya bodoh, apalagi namanya kalau bukan sok pinter dan sombong. Btw, tuh pertanyaan anda ttg subsidi BBM di trit sebelah sudah saya jawab. Subsidi BBM harus dihapuskan. Saya tunggu tanggapannya.
    Sabar…..
    Nyantai aja bro……..
    Yang di thread sebelah nggak usah dibawa kemari, pasti gua tanggapi di thread sebelah juga.

    ================================================
    Quote Originally Posted by denker08 View Post
    Quote Originally Posted by Searcher
    Quote Originally Posted by denker
    Kemarahan Nahdliyin atas tuduhan Sutan Bhatoegana bahwa Gus Dur lengser lantaran korupsi sebetulnya adalah akumulasi kemarahan. Ini lantaran Gus Dur diperlakukan tidak adil.

    Bagaimana mungkin Gus Dur yang tidak terlibat dalam Bruneigate dan Buloggate bisa lengser dari jabatan Presiden, tapi Boediono yang disebut terlibat, setidaknya oleh tiga lembaga negara yakni KPK, BPK dan DPR belum juga terjamah hukum.

    Menurut budayawan M. Sobary, meskipun saat ini ada ketimpangan perlakuan yang diberikan ke almarhum Gus Dur dan Boediono, namun kebenaran pasti akan tegak.

    “Hukum akan menjamah (Boediono),” kata Sobary saat dihubungi, Sabtu (1/12).
    Lha….kemarin yang pilih SBY dan Bdno siapa sih ?
    Kan ente ente juga.
    Sudah bisa ditakar "OTAKNYA", yang dikomentari apa, jawabannya apa. Gak nyambung SAMA SEKALI!
    Lha…bukannya SBY dan Budiono juga dipilih oleh warga NU.
    Kalau masalah tersentuh hukum, Soeharto dan kroni juga ampe sekarang nggak tersentuh hukum.
    Harusnya warga NU, nggak aja mempersoalkan Budiono, tapi juga yang lainnya dong.

    ================================================
    Quote Originally Posted by earsun
    Karena kamu quote postingan saya, maka saya asumsikan post diatas ini untuk saya.....
    Terus…..apa jawaban ente ?

    Quote Originally Posted by earsun
    Siapa yg mencak-mencak bro... kamu suka berhayal yg tidak2 deh.... kamu pasti sering mengalami gegar otak ya?
    Jadi ente nggak mencak mencak,…ya sudah.

    Quote Originally Posted by earsun
    Ini juga jawaban khas para fanatik.
    kalau ga bisa jawab........mereka lari membandingkan kejelekan dengan agama lain.
    "jelek" nya agama lain tidak bisa merubah kejelekan / kelemahan agama yg kita yakini menjadi benar.
    Tapi, memang hanya ini satu-satunya jalan untuk menjawab / berkelit atas fenomena cuci otak masal.
    Jadi saya dapat memakluminya.
    Bukannya nggak bisa jawab, hanya untuk menyadarkan ente, jangan selumbar di mata orang ente bisa lihat, tapi balok di depan matamu, ente nggak lihat.
    Terus juga, ini bukan forum khusus untuk membahas agama.

    Quote Originally Posted by earsun
    Mau seperti apa "pengkultusan" seseorang terhadap sesuatu...yg terpenting adalah reaksi / tindakannya terhadap objek "pengkultusan" tersebut.
    Kan udah jelas, pengkultusan itu penghormatan yang berlebihan, hingga menganggap yang dikultuskan itu adalah manusia super bahkan tuhan.

    Quote Originally Posted by earsun
    Kalau dikit2 bunuh, bakar, perkosa, hajar, rampok, robohkan, mengumpat, mengintimidasi, menyumpahi..dsb.... maka tingkat pengkultusan terhadap objek sudah dipastikan berada dalam tahap kronis sehingga mematikan nalar dan akal sehat. Bahkan rasa kemanusiaan.
    Emang ada buktinya ?
    Ente lagi mimpi dan berimajinasi ya….? Khas ente banget.
    Yang namanya pengkultusan terhadap objek sudah dipastikan berada dalam tahap kronis sehingga mematikan nalar dan akal sehat, bahkan rasa kemanusiaan, adalah menganggap manusia biasa adalah tuhan.

    Quote Originally Posted by earsun
    guess what:
    Semakin besar tingkat reaksimu terhadap serangan yg ditujukan kepada objek pengkultusanmu....berarti semakin tinggi kadar pengkultusanmu.
    ini yang seringkali tidak disadari ataupun diakui oleh para fanatik.
    Makanya ane tanya ente,
    Kalau ane menghina orang tua ente,….
    ente marah nggak ?
    Kalau ente marah,….lantas apa bisa dibilangin ente mengkultuskan ortu ente ?
    Gua sengaja ngambil contoh or-tu ente, ….
    untuk menghindari anggapan dari rekan rekan ente …….
    bahwa ane ngelakuin penghinaan terhadap yang ente tuhankan.

    Quote Originally Posted by earsun
    objek pengkultusan itu tidak penting.
    bukannya objek pengkultusan suatu agama, biasanya juga dianggap lucu / ga masuk akal oleh perspektif agama lain?
    Sorry ya, gua nggak pernah mengkultuskan apapun dalam hidup gua.
    Gua nggak pernah menganggap ada manusia super hingga menuhankannya.

    Quote Originally Posted by earsun
    masing2 agama punya alasan tersendiri yg susah dipahami oleh perspektif agama lain.
    Dan percayalah satu hal, agamamu bukan merupakan suatu pengecualian.
    Kalau itu sih, urusan ente. Gua juga nggak nyinggung agama apapun di sini.
    Gua hanya bicara berdasarkan nalar sehat aja.
    Kalau ente merasa tersinggung, itu bukan urusan ane.
    Karena gua nggak pernah secara spesifik menyebutkan apa yang menjadi keyakinan ente.
    Apa yang gua bilang,……
    mengkultuskan manusia, …..
    hingga menganggap yang dikultuskan adalah tuhan, ……
    itu adalah sebuah perbuatan yang di luar akal sehat.
    Dan itu sudah dilakukan oleh orang orang terdahulu, misalnya di Mesir, Babilonia, Yunani, dll.

    Quote Originally Posted by earsun
    Saya rasa penjelasan sederhana ini seharusnya bisa kamu pahami, kecuali kamu memilih kembali masuk ke DENIAL MODE.
    Apa yang saya denial ?
    Marah, atas penghinaan suatu “ikon”, bukanlah pengkultusan.
    Dan sudah ada tuh yang masukin defenisi tentang pengkultusan.
    ntarluq likes this.

  6. #66
    Senior Contributor paswa's Avatar
    Join Date
    Oct 2009
    Posts
    5,025
    Rep Power
    15

    Re: FPI: Gus Dur Bukan Wali, Bhatoegana Tak Perlu Minta Maaf!

    Weh seru...lanjut dong...terharu baca komentar2 nya.....
    ntarluq likes this.

  7. #67
    Junior Member
    Join Date
    Aug 2012
    Posts
    423
    Rep Power
    6

    Re: FPI: Gus Dur Bukan Wali, Bhatoegana Tak Perlu Minta Maaf!

    Quote Originally Posted by denker08 View Post
    Kemarahan Nahdliyin atas tuduhan Sutan Bhatoegana bahwa Gus Dur lengser lantaran korupsi sebetulnya adalah akumulasi kemarahan. Ini lantaran Gus Dur diperlakukan tidak adil.

    Bagaimana mungkin Gus Dur yang tidak terlibat dalam Bruneigate dan Buloggate bisa lengser dari jabatan Presiden, tapi Boediono yang disebut terlibat, setidaknya oleh tiga lembaga negara yakni KPK, BPK dan DPR belum juga terjamah hukum.

    Menurut budayawan M. Sobary, meskipun saat ini ada ketimpangan perlakuan yang diberikan ke almarhum Gus Dur dan Boediono, namun kebenaran pasti akan tegak.

    “Hukum akan menjamah (Boediono),” kata Sobary saat dihubungi, Sabtu (1/12).
    Yang bisa menjawab kenapa Gus Dur dilengserkan adalah Amien Rais sing saat itu kebelet jadi presiden tapi ora kesampaian.

  8. #68
    Senior Member Alphe's Avatar
    Join Date
    Nov 2011
    Location
    Banggai
    Posts
    1,621
    Rep Power
    7

    Re: FPI: Gus Dur Bukan Wali, Bhatoegana Tak Perlu Minta Maaf!

    Saya melihat perdebatan di sini sudah melanggar peraturan. Mulai berbantah-bantahan tentang kepercayaan lawan diskusi. Menurut saya sangat berbahaya. Padahal inti dari permasalahan kita adalah, masalah kultus individu tentang Gus Dur. Harus diakui Gus Dur memang orang hebat. Memang pernah ada skandal Bulog dll namun sayangnya semuanya tidak jelas juntrungannya. Jadi, ketika ada yg mengungkapkan kembali kasus tersebut dengan mengaitkannya dengan Gus Dur, terjadi reaksi penolakan keras. Seakan-akan Gus Dur yg dianggap wali tidak mungkin berbuat salah dan pasti tidak bersalah. Saya tidak setuju dengan hal ini. Jika memang ada cara untuk menghormati Gus Dur, penyelidikan kasus Bulog dan Brunei adalah cara yg sangat pantas. Penyelidikan ini sulaya kebenaran terungkap dan jika tidak bersalah, nama beliau menjadi bersih. Sayangnya, saya ragu hal tersebut dapat dilakukan saat ini.

    Masalah fenomena gelar wali, saya lebih menganggap ini fenomena budaya yg masuk ke ranah agama. Tidak ada kriteria pasti ttg seorang wali dalam agama sejauh yg saya tahu dan mengerti. Wali hanya pemberian titel informal dari masyarakat dengan melihat sepak terjang seseorang yg lurus dan berani memegang tegang kepercayaannya. Terkadang pemberian wali ini bersifat anekdot, misalnya pada cerita Syekh Siti Jenar yg dianggap wali walaupun mempunyai bentuk kepercayaan yg bertentangan dengan wali songo.

    Masuk ke masalah komentar FPI, lagi-lagi keluar kontroversi yg tidak cerdas. Dengan mengeluarkan kata-kata tersebut, seolah-olah FPI mengakui ada strata: jika seseorang wali atau punya gelar yg lain, harus minta maaf. Sebaliknya, jika seseorang bukan siapa-siapa, orang biasa, tidak wajib minta maaf. Padahal, kata maaf tidak pandang bulu. Kepada siapapun jika berbuat salah, wajib minta maaf. Jadi, seharusnya FPI berkomentar seperti ini: Bhatoegana tidak berbuat salah, tidak wajib minta maaf.
    Meja kerja yang rapi adalah cerminan jiwa yang sakit

  9. #69
    Senior Member Alphe's Avatar
    Join Date
    Nov 2011
    Location
    Banggai
    Posts
    1,621
    Rep Power
    7

    Re: FPI: Gus Dur Bukan Wali, Bhatoegana Tak Perlu Minta Maaf!

    Masalah pengkultusan dalam hal agama adalah sesuatu yg lumrah. Tuhan adalah sosok yg dikultuskan, terbebas dari kesalahan dan dijadikan sosok yg sempurna. Karena itu, Dia dikultuskan. Lalu, bagaimana dengan utusan atau Nabi? Tentu otomatis sosok Nabi juga ikut dikultuskan. Tetapi, kadar dan logika ppengkultusannya berbeda. Sebagai seorang manusia, Nabi tidak luput dari kesalahan. Tetapi, sebagai manusia yg dibimbing langsung oleh Tuhan, maka otomatis, Tuhan tidak mungkin gagal membimbing dan sang Nabi, dengan bimbingan Tuhan, bisa terbebas dari kesalahan pula.

    Tentu saja, hal ini berlaku secara umum untuk semua kepercayaan dan diharapkan bisa dipakai dalam konteks yg tepat. Orang non muslim menganggap Muhammad dikultuskan karena dia memandang kepercayaan orang muslim dengan kepercayaannya dia. Begitu juga sebaliknya, Yesus dianggap dikultuskan secara tidak tepat jika dipandang dari perspektif di luar kepercayaan kekristenan. Adapun mengenai kepercayaan mana yang benar tentu hal itu terserah pada individu masing-masing. Hal ini bisa didiskusikan tetapi forum Kompas bukan tempat untuk hal tersebut.

    Menurut saya, fenomena kemarahan umat muslim ketika terjadi penghinaan terhadap Nabi Muhammad merupakan hal yg wajar. Memang seharusnya marah karena agama sering diposisikan sebagai kepentingan utama. Namun, jangan sampai kemarahan tersebut bermanifestasi dalam bentuk pengrusakan, anarkisme, bahkan sampai ada sayembara pembunuhan. Tindakan buruk seperti itu juga adalah salah satu tindak penghinaan terhadap Nabi. Mengaku fanatik namun fanatik bukan pada ajaran Nabi, tetapi fanatik terhadap emosi dan kemarahan. Agama dan Nabi dikesampingkan dengan terlebih dahulu memuaskan dahaga marah dan kebencian.
    Latjuba likes this.
    Meja kerja yang rapi adalah cerminan jiwa yang sakit

  10. #70
    Junior Member
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    346
    Rep Power
    2

    Re: FPI: Gus Dur Bukan Wali, Bhatoegana Tak Perlu Minta Maaf!

    semua penduduk Indonesia bebas mengutarakan pendapat tapi ada aturan n normanya.. jangan asal ngomong! FPI juga menurut saya terlalu mencampuri semua urusan..ingat negara Indonesia bukan negara Islam.


    Artikel Menarik, Unik, Seru dan Informatif

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0