Calon Presiden berdasarkan urutan :
- Megawati : Pendapat saya tentang ibu Mega , saya tidak pernah membayangkan bagaimana ibu tetap berambisi untuk menjadi presiden kembali, walaupun menurut amanah partai. Bagi saya partai PDI adalah sebuah partai besar dibawah legenda Bapak alm. Jend.Soekarno tetapi alangkah baiknya jika perjuangan bapak besar kita diteruskan oleh anak2 bangsa yang mengerti tujuan dan makna dari perjuangan Bung Karno. Jadi tidak harus dari anak2 keturunannya langsung, jika ibu terus memaksa untuk memperjuangkan keturunan-keturunannya maka pendapat saya adalah tidak jauh dengan keluarga cendana yang selalu berambisi untuk memerintah negri ini. Maka saya berpendapat jika PDI telah menemukan sosok penerus tersebut bukan tidak mungkin 5 tahun kedepan akan jadi milik PDI.
- SBY : Pendapat saya tentang SBY pada calon priode sekarang masih milik SBY, bagaimanapun strategi kesederhanaan beliau cukup efektif untuk pemilihan presiden periode 2009. sebagai contoh kesederhanaan beliau adalah dengan memilih Boediono sebagai Wakil dari SBY, yang menurut saya bapak Boediono selalu siap mendukung Pak SBY dari segi apapun tetapi sang Wakil tidak pernah terlihat seperti orang yang berambisi kekuasaan dan kekayaan (wong sudah kaya raya) jadi sangat ideal, dan pak SBY dapat memimpin tanpa pengaruh2 sayap kiri dan sayap kanan sehingga dapat lebih cepat mengambil keputusan yang tepat untuk rakyat dan negara.
- JK : Pendapat saya tentang JK sang sepatu dari cibaduyut ini adalah seorang pemikir yang jenius dan brilian ide2nya, namun masih terlalu dini untuk menjadi seorang kepala Negara, bagaimanapun luar biasa ambisi dan terobosan2nya untuk periode pemilihan sekarang, untuk dapat dikenal dimata masyarakat tidak segan-segan untuk mengocek ratusan milyar untuk berpromosi tentang kepemimpinannya. Beliau akan menjadi lawan yang sebanding untuk 5 tahun kedepan.
Pendapat saya tentang mereka : Ibu Megawati kurang jeli mengamati keinginan Masyarakat dengan pengalaman2 sebelumnya, demikian juga dengan Pak JK. Semua mengumbar janji dan berani melakukan kontrak politik yang sia-sia. Karena saat ini Rakyat sudah tidak lagi bodoh dan dibodohi, karena kami sudah banyak belajar dari pengalaman2 pemilu tahun2 sebelumnya. Semua itu hanya sebuah keinginan saja dari seorang calon presiden. Sudah banyak korban janji mulai dari anggota dewan sampai Presiden, semua tidak terbukti. Kami perlu bukti bukan janji!!, Kenapa tidak dibuktikan dari awal kampanye
dengan membagikan 50% untuk keinginan rakyat dan 50% untuk Promosi media/TV.


Bookmarks