*************
Kakek tua, forum ini adalah medium untuk ngomong dan mencurahkan ide.
Kalau di dunia nyata kita tak tahu sebenarnya kita siapa. Jadi tak sepantasnya kita mengclaim paling berjasa untuk masyarakat. Saya tak perlu menceritakan pada kamu apa yang telah kulakukan untuk orang sekitarku. Karena bagiku kau cuma cyber creature yang berlainan pendapat dengan ku. Sangat aneh rasanya kalau ide baru dilontarkan kemaren sudah dituntut tindakan nyata. Perlu banyak koordinasi dengan banyak pihak terkait untuk menjadikan visi jadi suatu kenyataan.
Saya bukan orang malas. Kalau saya orang malas tentu tak akan mampu berlama lama di forum. Karena bayarnya mahal.
Tak ada larangan satupun untuk memakai bahasa asing. Keberatanmu kedengarannya lucu sekali, karena bahasa Inggris diajarkan di sekolah tapi kenapa kakek tua mempertanyakan keabsahan menggunakan bahasa tsb.
Bahasa ibu saya adalah bahasa Jawa dan sama sekali saya tak malu memakainya.
Lah mengke nek kulo ngangge basa Jawa malah sampeyan mboten mudeng mbah! Sampeyan niku tuwek elek marahi ngekek.
Raup dhisik mrika mbah!
Waduh, kalo mau nyari kepuasan mah ngga di sini. Di sby kita biasanya nyari di Dolly. Ngga tahu di tempat laen.
Tolong anda jawab, di mana "karsa" si TS?
Hanya menyampaikan gagasan di forum terbuka seperti ini? Tanpa "karsa" yang nyata? Kita harus menghargai seseorang yang hanya bisa bermimpi tanpa pernah mau mengambil tindakan nyata untuk mewujudkan impiannya itu?
Di sisi lain, siapa pun, kalau berani mengutarakan gagasan di forum terbuka seperti ini, kenapa terkejut kalau akan ada orang2 lain yang bersilang pendapat? Kalau cuma ingin dapat pujian karena berani bermimpi...pulang sajalah ke rumah orangtuamu.
Adakah yang saya sampaikan hanya luapan emosi atau kenyataan yang bisa anda atau siapa pun temui di lapangan? Atasilah kenyataan itu dulu, baru anda bisa mewujudkan impianmu. Karena justru kenyataan di lapangan itu yang menyebabkan impianmu tetap tinggal impian.
Lagipula, saya tidak mengajak siapa pun untuk mewujudkan impian siapa pun. Silahkan saja siapa pun untuk bermimpi, tapi kalau beraninya cuma bermimpi, jangan ribut kalau ada orang lain yang merendahkannya. Anda tidak mau direndahkan, tunjukkan dengan tindakan nyata.
Kata siapa? Anda sudah baca postingan orang lain yang juga menertawakan TS? Seperti dari mana uangnya?
Anda sudah memastikan bahwa impian TS tidak konyol? Seperti membangun perumahan murah di luar Jakarta, seakan perumahan murah di Jakarta hari ini ada di wilayah Menteng atau Kuningan? Menganggap penyediaan transportasi yang lancar sudah mengatasi masalah jauhnya rumah tinggal dan tempat kerja, seakan penduduk Jakarta hari ini hanya butuh berkedip sudah tiba di tempat kerjanya?
Aku berhak menyombongkan pengalamanku, karena pengalamanku sesuatu yang bisa kupertanggungjawabkan. Daripada menyombongkan impian, yang dibungkus dengan nama megah "visi" tapi tidak ada prakteknya?
Lho, jadi selama ini anda cuma bisa bermimpi? Tidak tahu cara menjadikan impian anda sendiri menjadi kenyataan? Tapi anda berani memrotes orang lain yang sudah bangun dan melihat kenyataan, dan bertahan hidup di sana? Yang benar saja, bung.
Ada yang namanya rencana induk, nak. Di mana semua tujuan akhir dijabarkan langkah demi langkah. Dan kamu tidak punya itu. Forum memang tempat untuk ngomong dan mencurahkan ide. Tapi kalau sekadar ide besar tanpa rincian pelaksanaan itu namanya impian.
Dan kalau kamu ngomong tentang impian di tempat umum, masa kaget kalau ada yang bersilang pendapat denganmu?
Bagus. Buktikan itu. Mulailah dengan menyampaikan rencana yang lebih realistis. Bagaimana "visi"mu mengatasi hambatan2 yang sekarang ada di kenyataannya.
Hehehehe...yang melarang siapa? Coba dibaca lagi postinganku. Bayangkan saja kamu mengajak orang lain untuk membangun negara ini tapi dengan menggunakan bahasa Inggris. Mengajak orang lain sadar dan membangun negara, tapi kamunya sendiri enggan memakai bahasa Indonesia.
Yen soal tuwek elek wis ket awakmu sek cilik, le. Ojo kaget, wong tuwek nang ndi seng ora elek?
cuman titip satu ide kecil saja...
mulai dari diri sendiri dan mulai sekarang.
thx.
argumentasinya yang didebat dan didiskusikan bukan orangnya.. kecuali tong kosong.
*******
Nice words, and very loaded with meanings. Thank you.
and below are words from me
Positive and innovative ideas and visions emerge in an environment of frank and honest debate that respects that all sides have important insights to contribute.
I want (we all should be part of) to be part of a community that proudly has robust debate over important issues, but in doing so encourages and respects a diversity of views. It is worth remembering that often those who engage in negative personal attacks do so because they do not have positive vision for the future. And it is positive vision that Jakarta desperately needs right now.
And it is my vision to eradicate poverty and slum area in Jakarta. It comes of course with cost but the result will be more beneficent for the larger community.
A city of 21 century must be clean of any sights of poverty. Those who live in the city must be contributing members of the community. Those who cannot contribute must be helped and rendered rehabilitation so as to become active member of the community. And while they are unable to help themselves they must adhere to the rules and regulation designed to manage them.
Hehehe, setuju maspras
Kalau cuman hakim menghakimi sih gampang.
Dalam dunia manusia ini semua ada letaknya, ada yang bisanya cuman ngomong, ada yang bisanya cuman mikir, ada yang bisanya cuman bekerja. Yah mungkin ada segelintir yang diberi anugerah untuk bisa melakukan semuanya, dari mikir, ngomong, sampai bertindak, tapi tidak semua orang bisa.
LANJUTKAN, lebih cepat lebih baik! (jadi iklan, hehe).
^masih satu bangsa tapi ngimpornya banyak banget ???
betul apa yg dikatakan bbrp anggota disisni.
Urun ide, saya melihatnya dari sisi sebaliknya (bukan untuk jakarta langsung).
Perkuat pertanian di daerah dengan memberikan insentif yg tepat, perbaiki irigasi, ketersedian pupuk dan bibit, sarana dan prasarana jalan, harga jual yg ideal, persingkat mata rantai dari petani ke pengecer, dan semua hal yg bisa meningkatkan kesejahteraan Petani, Nelayan dan Peternak di desa.
Jadi dibalik, orang (pendatang) jakarta kini tertarik kembali ke daerahnya untuk menjadi petani yang makmur.
Bila begitu, diharapkan terjadi keseimbangan penduduk di kota besar dan desa termasuk seluruh ekonomi pendukungnya.
Bookmarks