Page 1 of 3 123 LastLast
Results 1 to 10 of 24

Thread: Perpres No. 112 tahun 2007 : Pembunuh Pedagang Tradisional


  1. #1
    Senior Member
    Join Date
    Jan 2008
    Posts
    1,289
    Rep Power
    8

    Perpres No. 112 tahun 2007 : Pembunuh Pedagang Tradisional

    Peraturan Presiden No. 112 tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern - pasal 5 ayat 4 : Mini market boleh beroperasi sampai ke desa-desa

    Padahal mini market itu (Indomaret, Alfamart, Circle K dll) itu kepunyaan peritel besar ... ya matilah pedagang tradisional kita

    Pasal 10 : Perkulakan, Hypermarket, Department Store, Supermarket dan Pengelola Jaringan Mini Market dapat menggunakan merek sendiri

    Maka matilah pedagang tradisional dan pemasok tradisional karena PT Indofood Sukses Makmur akan menggunakan merek sendiri untuk jaringan toko Indomaret - PT Unilever akan menggunakan merek sendiri untuk jaringan toko Alfamart dll - belum lagi pertalian antar mereka - matilah pedagang tradisional kita

  2. #2
    Senior Contributor paujan,patah's Avatar
    Join Date
    Mar 2008
    Location
    202.169.62.13/member.php?u=986695
    Posts
    7,243
    Rep Power
    15

    Re: Perpres No. 112 tahun 2007 : Pembunuh Pedagang Tradisional

    yg pasal 10 sy ga ngerti,
    kalo yg pasal 5 ayat 4 ya bahaya banget !!!!

  3. #3
    Junior Member
    Join Date
    Mar 2009
    Posts
    187
    Rep Power
    6

    Re: Perpres No. 112 tahun 2007 : Pembunuh Pedagang Tradisional

    Quote Originally Posted by wrazif View Post
    Peraturan Presiden No. 112 tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern - pasal 5 ayat 4 : Mini market boleh beroperasi sampai ke desa-desa

    Padahal mini market itu (Indomaret, Alfamart, Circle K dll) itu kepunyaan peritel besar ... ya matilah pedagang tradisional kita

    Pasal 10 : Perkulakan, Hypermarket, Department Store, Supermarket dan Pengelola Jaringan Mini Market dapat menggunakan merek sendiri

    Maka matilah pedagang tradisional dan pemasok tradisional karena PT Indofood Sukses Makmur akan menggunakan merek sendiri untuk jaringan toko Indomaret - PT Unilever akan menggunakan merek sendiri untuk jaringan toko Alfamart dll - belum lagi pertalian antar mereka - matilah pedagang tradisional kita

    Masih ada yang menyangkal peran (TEKANAN) World Bank dalam hal2x seperti ini?

    Akankah pak klinis dan PKS nya akan membela pedagang kecil?
    Last edited by kiamad; 06-07-09 at 01:25 PM.

  4. #4
    Senior Contributor paujan,patah's Avatar
    Join Date
    Mar 2008
    Location
    202.169.62.13/member.php?u=986695
    Posts
    7,243
    Rep Power
    15

    Re: Perpres No. 112 tahun 2007 : Pembunuh Pedagang Tradisional

    Quote Originally Posted by kiamad View Post
    Masih ada yang menyangkal peran (TEKANAN) World Bank dalam hal2x seperti ini?

    Akankah pak klinis dan PKS nya akan membela pedagang kecil?

    waduh,sudah pasti itu dari dia
    waduh,gak tau tuh

  5. #5
    Senior Member
    Join Date
    Jan 2008
    Posts
    1,289
    Rep Power
    8

    Re: Perpres No. 112 tahun 2007 : Pembunuh Pedagang Tradisional

    Quote Originally Posted by kiamad View Post
    Masih ada yang menyangkal peran (TEKANAN) World Bank dalam hal2x seperti ini?
    Saya tidak yakin ada peran "unholy trinity" (IMF, World Bank, WTO) di sini karena PT Indofood Sukses Makmur (Salim Grup) yang beroperasi lewat jaringan Indomaret itu perusahaan PMDN, lalu PT Unilever yang beroperasi lewat jaringan Alfamart itu juga sudah listing di BEI, begitu juga PT ABC lewat jaringan Circle K dll

    Biasalah ... kalau sistim ekonomi kita pro pasar ... maka liberalisasi perdagangan, pendidikan (sekolah), kesehatan (rumah sakit) dll tidak bisa dihindarkan ... anehnya semua mengusung ekonomi kerakyatan ya ...

  6. #6
    Member
    Join Date
    Jan 2008
    Posts
    650
    Rep Power
    0

    Re: Perpres No. 112 tahun 2007 : Pembunuh Pedagang Tradisional

    Tingkatkan daya saing koprasi!

  7. #7
    Member
    Join Date
    May 2009
    Posts
    563
    Rep Power
    6

    Re: Perpres No. 112 tahun 2007 : Pembunuh Pedagang Tradisional

    Quote Originally Posted by wrazif View Post
    Saya tidak yakin ada peran "unholy trinity" (IMF, World Bank, WTO) di sini karena PT Indofood Sukses Makmur (Salim Grup) yang beroperasi lewat jaringan Indomaret itu perusahaan PMDN, lalu PT Unilever yang beroperasi lewat jaringan Alfamart itu juga sudah listing di BEI, begitu juga PT ABC lewat jaringan Circle K dll

    Biasalah ... kalau sistim ekonomi kita pro pasar ... maka liberalisasi perdagangan, pendidikan (sekolah), kesehatan (rumah sakit) dll tidak bisa dihindarkan ... anehnya semua mengusung ekonomi kerakyatan ya ...
    Hi wrazif,
    Saya awam untuk masalah perekonomian dan model2nya.
    Saya mau tanya saja neh, kenapa pada alergi dengan yang namanya neoliberal, liberal, or sebangsanya?
    tak gendong....kemana-mana....

  8. #8
    Junior Member
    Join Date
    Mar 2009
    Posts
    187
    Rep Power
    6

    Re: Perpres No. 112 tahun 2007 : Pembunuh Pedagang Tradisional

    Quote Originally Posted by wrazif View Post
    Saya tidak yakin ada peran "unholy trinity" (IMF, World Bank, WTO) di sini karena PT Indofood Sukses Makmur (Salim Grup) yang beroperasi lewat jaringan Indomaret itu perusahaan PMDN, lalu PT Unilever yang beroperasi lewat jaringan Alfamart itu juga sudah listing di BEI, begitu juga PT ABC lewat jaringan Circle K dll

    Biasalah ... kalau sistim ekonomi kita pro pasar ... maka liberalisasi perdagangan, pendidikan (sekolah), kesehatan (rumah sakit) dll tidak bisa dihindarkan ... anehnya semua mengusung ekonomi kerakyatan ya ...

    Mungkin tdk secara langsung. Tapi salah satu paham Noeliberalism adalah:
    Globalisasti atau Liberalisasi Pasar (Menjadi) Bebas.

    Kalau Unilever, kita tahu betul siapa induk perusahaan tsb.

    Bagaimana dg ABC dan Salim Grup?
    Saya tdk tahu persis bagaimana komposisi Modal dan Saham mereka, cuma menduga-duga saja bahwa ada hubungan antara kondisi Utang Luar Negeri yg dilakukan oleh Pihak Swasta dg perusahaan Domestik berskala besar.

    Karena jumlah utang tsb juga lumayan besar (kalo gak salah kini telah mencapai 900-an triliun), tapi kita tdk pernah tahu siapa2x saja yg telah berutang sedemikian besarnya.

  9. #9
    Senior Member bedjo's Avatar
    Join Date
    Jan 2008
    Posts
    1,349
    Rep Power
    8

    Re: Perpres No. 112 tahun 2007 : Pembunuh Pedagang Tradisional

    Quote Originally Posted by kiamad View Post
    Mungkin tdk secara langsung. Tapi salah satu paham Noeliberalism adalah:
    Globalisasti atau Liberalisasi Pasar (Menjadi) Bebas.

    Kalau Unilever, kita tahu betul siapa induk perusahaan tsb.

    Bagaimana dg ABC dan Salim Grup?
    Saya tdk tahu persis bagaimana komposisi Modal dan Saham mereka, cuma menduga-duga saja bahwa ada hubungan antara kondisi Utang Luar Negeri yg dilakukan oleh Pihak Swasta dg perusahaan Domestik berskala besar.

    Karena jumlah utang tsb juga lumayan besar (kalo gak salah kini telah mencapai 900-an triliun), tapi kita tdk pernah tahu siapa2x saja yg telah berutang sedemikian besarnya.
    Membengkaknya Hutang Luar Negeri itu untuk pembangunan infrastruktur.
    Itu yang saya dengar dari juru bicara pemerintah dan juga partai nya.
    Tapi yang menjadi persoalan, kalau HLN jaman Soeharto pembangunan infrastruktur itu terasa walaupun sedikit, tapi untuk yang saat ini, ga tau tuh infrastruktur yang mana.
    Jangan punya negara infrastruktur swasta nasional saja carut marut, LIHAT saja infrastruktur TOL Jakarta Merak.
    Udah bayar mahal tapi kualitas jalan sama dengan jalan di kampung saya tahun 90 an, bergelombang dan menghentak bagai lewat di jalan diatas bebatuan, jauh dari nyaman bahkan keselamatan. BUMN kan ini.....?

  10. #10
    Senior Member
    Join Date
    May 2009
    Posts
    1,925
    Rep Power
    7

    Re: Perpres No. 112 tahun 2007 : Pembunuh Pedagang Tradisional

    Quote Originally Posted by bedjo View Post
    Membengkaknya Hutang Luar Negeri itu untuk pembangunan infrastruktur.
    Itu yang saya dengar dari juru bicara pemerintah dan juga partai nya.
    Tapi yang menjadi persoalan, kalau HLN jaman Soeharto pembangunan infrastruktur itu terasa walaupun sedikit, tapi untuk yang saat ini, ga tau tuh infrastruktur yang mana.
    Jangan punya negara infrastruktur swasta nasional saja carut marut, LIHAT saja infrastruktur TOL Jakarta Merak.
    Udah bayar mahal tapi kualitas jalan sama dengan jalan di kampung saya tahun 90 an, bergelombang dan menghentak bagai lewat di jalan diatas bebatuan, jauh dari nyaman bahkan keselamatan. BUMN kan ini.....?

    Kalo Utang LN Pemerintah, so pasti untuk Infrastruktur.

    Tapi kalo UTANG LN swasta apa juga untuk Infrastruktur ya?

Page 1 of 3 123 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO