Results 1 to 6 of 6

Thread: JAIPONGAN: Seni Tari Jawa Barat yang Ceria


  1. #1
    Advisor r4inbou's Avatar
    Join Date
    Sep 2008
    Location
    ♥ ♥ C3LL ♥ ♥
    Posts
    18,629
    Rep Power
    30

    Talking JAIPONGAN: Seni Tari Jawa Barat yang Ceria



    Jaipongan adalah sebuah genre kesenian yang lahir dari kreativitas seorang seniman Bandung, yakni Gugum Gumbira. Perhatiannya pada kesenian rakyat yang salah satunya adalah Ketuk Tilu membuat seorang Gugum Gumbira mengetahui dan mengenal betul perbendaharaan pola-pola gerak tari tradisi yang ada pada Kiliningan/Bajidoran atau Ketuk Tilu. Gerak-gerak bukaan, Pencugan, nibakeun dan beberapa ragam gerak minced dari beberapa kesenian di atas cukup memiliki inspirasi untuk mengembangkan tari atau kesenian yang kini dikenal dengan nama Jaipongan

    Namun sebelum bentuk seni pertunjukkan itu muncul ada pengaruh yang melatar belakangi bentuk dari pergaulan tersebut. Di Jawa Barat misalnya, tari pergaulan merupakan pengaruh dari Ball Room, yang biasanya dalam pertunjukkan tari-tari pergaulan tak lepas dari keberadaan Ronggeng dan Pamogoran. Ronggeng dalam tari pergaulan tak lagi berfungsi untuk kegiatan upacara, tetapi untuk hiburan atau cara gaul. Keberadaan Ronggeng dalam seni pertunjukkan memilki daya tarik yang mengundang simpati kaum pamogoran. Misalnya pada tari Ketuk Tilu yang begitu dikenal oleh masyarakat Sunda, diperkirakan kesenian ini popular sekitar tahun 1916. Sebagai seni pertunjukkan rakyat, kesenian ini hanya didukung oleh unsur-unsur yang sederhana, seperti waditra yang meliputi rebab, kendang, dua buah kulanter, tiga buah ketuk dar goong. Demikian pula dengan gerak-gerak tarinya yang tidak memiliki pola gerak yang baku dan kostum penari yang sederhana sebagai cerminan kerakyatan.

    Seiring dengan memudarnya jenis kesenian di atas, mantan pamogorar (penonton yang berperan aktif dalam seni pertunjukkan Ketuk Tilu/Doper/Tayub), beralih perhatiannya pada seni pertunjukkan Kiliningan, yang di daerah Pantai Utara Jawa Barat (Karawang, Purwakarta, Bekasi, Indramayu dan Subang) dikenal dengan sebutan Kiliningar, Bajidoran yang pola ibingnya maupun peristiwa pertunjukkannya mempunyai kemiripan dengar kesenian sebelumnya (Ketuk Tilu/Doger/Tayub). Dalam pada itu eksistensi tari-tarian dalam Topeng Banjet cukup digemari, khususnya di Karawang, dimana beberapa pola gerak Bajidoran diambil dari tarian Topeng Banjet ini. Secara koreografi tarian itu masih menampakan pola-pola tradisi (Ketuk Tilu) dimana terdapat gerak-gerak bukaan, pencugan, nibakeun dan beberapa ragam gerak mincid yang pada gilirannya menjadi dasar penciptaan tari Jaipongan. Beberapa gerak-gerak dasar tari Jaipongan selain Ketuk Tilu, Ibing Bajidor serta Topeng Banjet adalah Tayuban dan Pencak Silat.

    Kemunculan tarian hasil karya Gugum Gumbira pada awalnya disebut Ketuk Tilu perkembangan, yang memang karena dasar tarian itu merupakan pengembangan dari Ketuk Tilu. Karya pertama Gugum Gumbira masih sangat kental dengan warna ibing Ketuk Tilu, baik dari segi koreografi maupun iringannya, yang kemudian tarian itu menjadi popular dengan sebutan Jaipongan.

    Karya Jaipongan pertama yang dikenal oleh masyarakat adalah tari Daun Pufus Keser Bojong dan tari Rendeng Bojong, yang keduanya merupakan jenis tari putri dan berpasangan (putra dan putri). Dari tarian itu muncul beberapa nama penari Jaipongan yang handal seperti Tati Saleh, Yeti Mamat, Eli Somali dan Pepen Dedi Kurnaedi. Awal kemunculan tarian tersebut sempat menjadi perbincangan, dimana isu sentralnya adalah gerakan yang erotis dan vulgar. Namun dari ekspos beberapa media cetak, nama Gugum Gumbira mulai dikenal masyarakat, apalagi setelah Tari Jaipongan pada tahun 1980 dipentaskan di TVRI Stasiun Pusat Jakarta. Dampak dari kepopuleran tersebut lebih meningkatkan frekuensi pertunjukkan, baik di media televisi, hajatan maupun perayaan-perayaan yang diselenggarakan oleh pihak swasta dan pemerintah.

    Kehadiran Tari Jaipongan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap para penggarap seni tari untuk lebih aktif lagi menggali jenis tarian rakyat yang sebelumnya kurang perhatian. Dengan munculnya Tari Jaipongan, dimanfaatkan oleh para penggiat seni tari untuk menyelenggarakan kursus-kursus tari Jaipongan dan dimanfaatkan pula oleh pengusaha-pengusaha Pub-pub malam sebagai pemikat tamu undangan, dimana perkembangan lebih lanjut peluang usaha semacam ini dibentuk oleh para penggiat tari sebagai usaha pemberdayaan ekonomi dengan nama Sanggar Tan atau grup-grup di beberapa daerah wilayah Jawa Barat, misalnya di Subang dengan Jaipongan gaya kaleran.

    Ciri khas Jaipongan gaya kaleran, yakni keceriaan, erotis, humoris, semangat, spontanitas dan kesederhanaan (alami/apa adanya). Hal itu tercermin dalam pola penyajian tari pada pertunjukkannya, ada yang diberi pola (Ibing Pola) seperti pada seni Jaipongan yang ada di Bandung, juga ada tarian yang tidak dipola (Ibing Saka), misalnya pada Seni jaipongan Subang dan Karawang. Istilah ini dapat kita temui pada Jaipongan gaya Kaleran, terutama di daerah Subang. Dalam penyajiannya, Jaipongan gaya kaleran ini sebagai berikut:

    1. Tatalu.
    2. Kembang Gadung.
    3. Buah Kawung Gopar.
    4. Tari Pembukaan (Ibing Pola), biasanya dibawakan oleh penari tunggal atau Sinden Tatandakan (seorang Sinden tetapi tidak menyanyi melainkan menarikan lagu sinden/juru kawih).
    5. Jeblokan dan Jabanan, merupakan bagian pertunjukkan ketika para penonton (Bajidor) sawer uang (Jabanan) sambil salam temple. Istilah Jeblokan diartikan sebagai pasangan yang menetap antara sinden dan penonton (bajidor).
    Perkembangan selanjutnya dari Jaipongan terjadi pada tahun 1980-1990 an, dimana Gugum Gumbira menciptakan tari lainnya seperti Toka-toka, Setra Sari, Sonteng, Pencug, Kuntul Man gut, Iring-firing Daun Puring, Rawayan dan Tari Kawung Anten. Dari taritarian tersebut muncul beberapa penari Jaipongan yang handal antara lain Iceu Effendi, Yumiati Mandiri, Miming Mintarsih, Nani, Erna, Mira Tejaningrum, Ine Dinar, Ega, Nuni, Cepi, Agah, Aa Suryabrata dan Asep Safaat.

    Dewasa ini Tari Jaipongan boleh disebut sebagai salah satu identitas kesenian Jawa Barat, hal ini nampak pada beberapa acaraacara penting yang berkenaan dengan tamu dari negara asing yang datang ke Jawa Barat, maka disambut dengan Tari Jaipongan. Demikian pula dengan misi-misi kesenian ke mancanegara senantiasa dilengkapi dengan Tari Jaipongan. Tari Jaipongan banyak mempengaruhi kesenian-kesenian lain yang ada di masyarakat Jawa Barat, baik pada seni pertunjukkan wayang, degung, genjring/terebangan. kacapi jaipong dan hampir semua pertunjukkan rakyat maupun pada musik dangdut modern yang dikolaborasikan dengan Jaipong menjadi kesenian Pong-Dut

  2. #2
    Senior Member red_devil's Avatar
    Join Date
    Nov 2008
    Posts
    2,126
    Rep Power
    8

    Re: JAIPONGAN: Seni Tari Jawa Barat yang Ceria

    tarian indah
    harus dilestarikan

  3. #3
    Contributor Ki Sunda's Avatar
    Join Date
    Aug 2008
    Location
    Bandung-Jawa Barat
    Posts
    2,554
    Rep Power
    9

    Re: JAIPONGAN: Seni Tari Jawa Barat yang Ceria

    JANGAN MAIN-MAIN DENGAN SINDEN JAIPONG, SEKALI LIRIK (KELET) LANGSUNG KEPELET. Sekali Gitek langsung......



    " Alam Padang, Poe Panjang, Jagat Kamanusaan"

  4. #4
    Advisor r4inbou's Avatar
    Join Date
    Sep 2008
    Location
    ♥ ♥ C3LL ♥ ♥
    Posts
    18,629
    Rep Power
    30

    Re: JAIPONGAN: Seni Tari Jawa Barat yang Ceria

    Quote Originally Posted by red_devil View Post
    tarian indah
    harus dilestarikan
    semoga saja bgitu
    Quote Originally Posted by Ki Sunda View Post
    JANGAN MAIN-MAIN DENGAN SINDEN JAIPONG, SEKALI LIRIK (KELET) LANGSUNG KEPELET. Sekali Gitek langsung......


    ada yg lebih berpengalaman ternyata

  5. #5
    Senior Contributor paujan,patah's Avatar
    Join Date
    Mar 2008
    Location
    202.169.62.13/member.php?u=986695
    Posts
    7,243
    Rep Power
    15

    Re: JAIPONGAN: Seni Tari Jawa Barat yang Ceria

    pokoknya biarkan gub.Jabar belajar dari kesalahan masa lalu agar tidak mencoba
    untuk ..........(isi sendiri,nanti aku di bui FK bubar deh....)
    Kucing Angop 666,you're cleared to take off

  6. #6
    Advisor r4inbou's Avatar
    Join Date
    Sep 2008
    Location
    ♥ ♥ C3LL ♥ ♥
    Posts
    18,629
    Rep Power
    30

    Re: JAIPONGAN: Seni Tari Jawa Barat yang Ceria

    Quote Originally Posted by paujan,patah View Post
    pokoknya biarkan gub.Jabar belajar dari kesalahan masa lalu agar tidak mencoba
    untuk ..........(isi sendiri,nanti aku di bui FK bubar deh....)
    mencoba untuk setiaaaa..huooo..ooo

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0