Page 1 of 17 1234567891011 ... LastLast
Results 1 to 10 of 163
Like Tree30Likes

Thread: Gus Dur Sama Seperti Martin Luther King Jr


  1. #1
    Junior Member
    Join Date
    Jul 2012
    Posts
    252
    Rep Power
    0

    Gus Dur Sama Seperti Martin Luther King Jr

    Gus Dur Dianggap Setara Martin Luther King Jr



    Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Scot Marciel, menilai mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid memiliki kesamaan dengan Martin Luther King Jr, sebagai pembela kaum minoritas. Kedua tokoh, kata Scot, sama-sama merupakan tokoh agama.

    "Gus Dur dan Martin Luther King Jr tidak sekadar memerankan dirinya sebagai tokoh agama, tapi lebih dari itu," kata Scot dalam diskusi bertajuk "A Tribute to: Martin Luther King Jr & KH Abdurrahman Wahid, Legacies of Pluralism, Diversity and Democracy" di Hotel Sheraton Surabaya, Jawa Timur, Selasa, 22 Januari 2013.

    Selain Scot, diskusi menghadirkan putri sulung almarhum Gus Dur, Alissa Qotrunnada Munawaroh Rahman atau Alissa Wahid, budayawan Emha Ainun Nadjib, dan Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya Joaquin Monserrate. Adik kandung Gus Dur, Lily Wahid, serta Bupati Jombang Suyanto turut hadir sebagai penanggap diskusi.

    Luther King Jr, kata Scot, memperjuangkan keadilan bagi warga keturunan Afrika di Amerika, yang tidak memiliki hak sama dengan warga-warga lainnya. King memperjuangkan toleransi dan hak-hak minoritas dengan cara-cara damai. "Gus Dur juga sama, beliau memperjuangkan keadilan bagi kaum minoritas dengan jalan damai," ujarnya.

    Emha Ainun Nadjib menyatakan, Gus Dur pergi saat Indonesia masih butuh kehadirannya minimal 20 tahun lagi. Menurutnya, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dua periode itu masih diperlukan untuk mengatasi pertengkaran-pertengkaran bangsa yang belum selesai. "Tapi Gus Dur pergi terlalu cepat," kata lelaki yang akrab disapa Cak Nun ini.

    Cak Nun kurang sependapat bila Gus Dur dibandingkan dengan Martin Luther King Jr., karena menurutnya kedua tokoh ini menghadapi masalah serta tantangan berbeda.

    Alisa Wahid menyampaikan kekhawatiran Gus Dur semasa hidupnya yang kini menimpa Indonesia. Salah satunya konflik horizontal yang dihubungkan dengan agama, seperti yang terjadi di Afganistan. "Seperti beberapa perda yang sudah tidak memperhatikan kesejahteraan rakyat. Politisasi agama dan keadilan sosial," katanya.

    sumber disini..
    Setuju?

  2. #2
    Contributor Taiko-san's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    3,408
    Rep Power
    16

    Re: Gus Dur Sama Seperti Martin Luther King Jr

    Quote Originally Posted by abyharahap View Post
    Setuju?
    Bagiku Gus Dur lebih hebat dari Martin Luther King Jr!!!

    Martin Luther membela kaumnya, kulit hitam yang tertindas. Dia juga bagian dari yang tertindas itu. Penderitaan kaum kulit hitam juga merupakan deritanya.

    Sedangkan Gus Dur, kalau dia mau, dia bisa megah dan mulia di langit kekuasaan. Secara yg tertindas sama sekali tidak punya kaitan apa apa dengan dirinya dan keluarganya. Derita minoritas bukanlah deritanya, bahkan dia orang paling elit di kalangan mayoritas pada saat itu..

    Tapi, bagaikan sang Sidharta yg meninggalkan segala kemuliaan dunia, sang Bagong menolak segala kemuliaan semu, dan berkomitmen kepada hati nuraninya, untuk memperjuangkan apa yang sudah diyakininya semenjak masa mudanya..

    yaitu kemanusiaan.....
    earsun, falz_oi and denker08 like this.

  3. #3
    Contributor falz_oi's Avatar
    Join Date
    Feb 2012
    Location
    Nusantara
    Posts
    2,528
    Rep Power
    18

    Re: Gus Dur Sama Seperti Martin Luther King Jr

    Terlepas dari segala kekurangannya, Gus Dur merupakan salah satu contoh Bapak Bangsa Indonesia.
    Syangnya, belum ada sesosok penggantinya...jadi segerombolan perusak keBhinnekaan Indonesia mlah makin menjamur...
    Kita bisa menyumbang apa pada Ibu Pertiwi?? (Soekarno - Hari Pramuka)

  4. #4
    Junior Member
    Join Date
    Jan 2013
    Posts
    324
    Rep Power
    2

    Re: Gus Dur Sama Seperti Martin Luther King Jr

    gus dur lebih hebat dari martin luther king...
    lebih pluralis, lebih humanis...
    www.lampuled.id : menyediakan aneka macam lampu LED harga murah berkualitas

  5. #5
    Senior Member
    Join Date
    Nov 2012
    Posts
    1,705
    Rep Power
    0

    Re: Gus Dur Sama Seperti Martin Luther King Jr

    Aneh dan lucu juga,
    kalau ada yang mengatakan Gusdur merupakan tokoh pembela kaum minoritas.
    Pendapat yang demikian itu sih, ok ok aja.
    Tapi apa nggak dipikir lebih jernih.
    Yang jadi pertanyaan …..
    membela kaum minoritas dari apa ?
    memperjuangkan keadilan bagi minoritas dalam hal apa ?

    Sebut saja misalnya minoritas etnis china,
    apakah mereka itu layak dikatakan sebagai kaum tertindas dan tidak diperlakukan secara adil di Indonesia yang mayoritas islam ?
    Dari dulu juga orang sudah pada tau,
    secara ekonomi, etnis cina cukup makmur di Indonesia ini,
    mereka bisa berusaha tanpa direcoki oleh mayoritas.
    Kalau dilihat lebih jauh, siapa juga sudah pada tau,
    siapa itu pengemplang BLBI yang banyak dari etnis apa.
    Belum lagi kalau dilihat HPH di Kalimantan jamannya mbah Harto,
    siapa pemiliknya yang paling banyak.
    So…tertindas dari sisi apa ?

    Kemudian …..
    sebut saja penganut agama minoritas, seperti Kristen, budha, dan hindu.
    Tertindas dari sisi apa ?
    Gereja ada hampir di setiap daerah di Indonesia.
    Mau ibadah, juga nggak ada yang larang.
    Demikian pula dengan agama lainnya.
    Masalah kesempatan berkarir, semua juga punya kesempatan yang sama.
    Bukannya tidak ada pejabat tinggi dari agama minoritas di Indonesia.

    Malah kebalikannya, islam mayoritaslah yang kadang tertindas.
    Ada peristiwa Tanjung Periuk, ada Woyla lampung, Mesuji, dll.
    Bahkan di zamannya mbah Harto,
    ada institusi pemerintah yang melarang pegawai muslimahnya mengenakan jilbab.

    Jadi pertanyaannya…..
    sebenarnya kaum minoritas di Indonesia ini (baik dari sisi agama maupun etnis) …..
    tertindas dalam hal apa ?

    Jadi sebenarnya…….
    perasaan tertindas dari kaum minoritas itu tak lebih dari rasa syirik mereka …..
    yang tidak bisa melihat fakta bahwa islam adalah mayoritas di Indonesia,….
    dan …..
    kebanyakan muslim di Indonesia tidak mau mengikuti pola fikir mereka yang …….
    sekuler, liberalis, dan pluralisme.

    Bahkan ada yang dengan mengatas-namakan Bhinneka Tunggal Ika mendiskreditkan kelompok lain.
    Padahal jelas arti Bhinneka itu artinya adalah berbeda beda.
    Jadi aneh…..
    kalau ada orang mengaku memperjuangkan bhinneka tunggal ika,….
    tapi tidak bisa melihat kelompok lain berbeda dari mereka.
    Atau apakah orang tersebut tidak paham makna bhinneka ?

    Jadi…sebenarnya apa yang dilakukan dalam seminar tersebut,….tak jelas juntrungannya, sebuah kesimpulan yang sumir dan khayali, tanpa berpijak pada fakta yang sebenarnya, niatnya hanya mau bikin sensasi dan mancing mancing reaksi aja.
    ntarluq likes this.

  6. #6
    Contributor falz_oi's Avatar
    Join Date
    Feb 2012
    Location
    Nusantara
    Posts
    2,528
    Rep Power
    18

    Re: Gus Dur Sama Seperti Martin Luther King Jr

    @searcher...
    ane malah lebih lucu lagi baca quote ente...apakah hal ini yg disebut pemikiran yg lebih jernih ??
    makanya jgn cuma bereferensi media2 sektarian doang yg mendongengkan berbagai penjual stempel halal/haram...
    bandingkan dgn media liberal menurut ente dgn di lapangan...
    masak aksi2 preman2 berjubah masih dianggagp dlam koridor bhinneka tunggal ika??
    denker08 likes this.
    Kita bisa menyumbang apa pada Ibu Pertiwi?? (Soekarno - Hari Pramuka)

  7. #7
    Junior Member
    Join Date
    Jul 2012
    Posts
    252
    Rep Power
    0

    Re: Gus Dur Sama Seperti Martin Luther King Jr

    Mau beliau disamakan dengan siapapun,tapi beliau pernah menjadi bagian dalam membangun bangsa Indonesia untuk menjadilebih baik..

    terima kasih..
    earsun likes this.

  8. #8
    Senior Member denker08's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    Bekasi
    Posts
    1,485
    Rep Power
    9

    Re: Gus Dur Sama Seperti Martin Luther King Jr

    Quote Originally Posted by falz_oi View Post
    @searcher...
    ane malah lebih lucu lagi baca quote ente...apakah hal ini yg disebut pemikiran yg lebih jernih ??
    makanya jgn cuma bereferensi media2 sektarian doang yg mendongengkan berbagai penjual stempel halal/haram...
    bandingkan dgn media liberal menurut ente dgn di lapangan...
    masak aksi2 preman2 berjubah masih dianggagp dlam koridor bhinneka tunggal ika??
    Tidak banyak yang mengetahui hal ini:

    Gus Dur kembali ke Jakarta mengharapkan bahwa ia akan pergi ke luar negeri lagi untuk belajar di Universitas McGill Kanada. Ia membuat dirinya sibuk dengan bergabung ke Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) organisasi yg terdiri dari kaum intelektual muslim progresif dan sosial demokrat. LP3ES mendirikan majalah yang disebut "Prisma" dan Gusdur menjadi salah satu kontributor utama majalah tersebut. Selain bekerja sebagai kontributor LP3ES,Gusdur juga berkeliling pesantren dan madrasah di seluruh Jawa. Pada saat itu,pesantren berusaha keras mendapatkan pendanaan dari pemerintah dengan cara mengadopsi kurikulum pemerintah. Gusdur merasa prihatin dengan kondisi itu karena nilai-nilai tradisional pesantren semakin luntur akibat perubahan ini. Gusdur juga prihatin dengan kemiskinan pesantren yang ia lihat. Pada waktu yang sama ketika mereka membujuk pesantren mengadopsi kurikulum pemerintah, pemerintah juga membujuk pesantren sebagai agen perubahan dan membantu pemerintah dalam perkembangan ekonomi Indonesia. Gusdur memilih batal belajar luar negeri dan lebih memilih mengembangkan pesantren.Abdurrahman Wahid meneruskan kariernya sebagai jurnalis,menulis untuk majalah dan surat kabar Artikelnya diterima dengan baik dan ia mulai mengembangkan reputasi sebagai komentator sosial. Dengan popularitas itu,ia mendapatkan banyak undangan untuk memberikan kuliah dan seminar, membuat dia harus pulang-pergi antara Jakarta dan Jombang, tempat Gusdur tinggal bersama keluarganya.Meskipun memiliki karier yang sukses pada saat itu, Gusdur masih merasa sulit hidup hanya dari satu sumber pencaharian dan ia bekerja untuk mendapatkan pendapatan tambahan dengan menjual kacang dan mengantarkan es. Pada tahun 1974 Gusdur mendapat pekerjaan tambahan di Jombang sebagai guru di Pesantren Tambakberas dan segera mengembangkan reputasi baik. Satu tahun kemudian Wahid menambah pekerjaannya dengan menjadi Guru Kitab Al Hikam.Pada tahun 1977, Gusdur bergabung ke Universitas Hasyim Asyari sebagai dekan Fakultas Praktek dan Kepercayaan Islam dan Universitas ingin agar Gusdur mengajar subyek tambahan seperti syariat Islam dan misiologi. Namun kelebihannya menyebabkan beberapa ketidaksenangan dari sebagian kalangan universitas.

    Penghargaan

    Pada tahun 1993, Gus Dur menerima Ramon Magsaysay Award, sebuah penghargaan yang cukup prestisius untuk kategori Community Leadership.[66]Wahid dinobatkan sebagai "Bapak Tionghoa" oleh beberapa tokoh Tionghoa Semarang di Kelenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok, yang selama ini dikenal sebagai kawasan Pecinan pada tanggal10 Maret 2004.[6]Ia mendapat penghargaan dari Simon Wiesenthal Center, sebuah yayasan yang bergerak di bidang penegakan Hak Asasi Manusia. Wahid mendapat penghargaan tersebut karena menurut mereka ia merupakan salah satu tokoh yang peduli terhadap persoalan HAM.[67][68] Gus Dur memperoleh penghargaan dari Mebal Valor yang berkantor di Los Angeles karena Wahid dinilai memiliki keberanian membela kaum minoritas, salah satunya dalam membela umat beragama Konghucu di Indonesia dalam memperoleh hak-haknya yang sempat terpasung selama era orde baru.[67] Wahid juga memperoleh penghargaan dari Universitas Temple. Namanya diabadikan sebagai nama kelompok studi Abdurrahman Wahid Chair of Islamic Study.[67] Pada 21 Juli 2010, meskipun telah meninggal, ia memperoleh Lifetime Achievement Award dalam Liputan 6 Awards 2010.[69] Penghargaan ini diserahkan langsung kepada Sinta Nuriyah, istri Gus Dur.[sunting]Tasrif Award-AJI

    Pada 11 Agustus 2006, Gadis Arivia dan Gus Dur mendapatkan Tasrif Award-AJI sebagai Pejuang Kebebasan Pers 2006.[70] Penghargaan ini diberikan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Gus Dur dan Gadis dinilai memiliki semangat, visi, dan komitmen dalam memperjuangkan kebebasan berekpresi, persamaan hak, semangat keberagaman, dan demokrasi di Indonesia. Gus Dur dan Gadis dipilih oleh dewan juri yang terdiri dari budayawan Butet Kertaradjasa, pemimpin redaksi The Jakarta Post Endy Bayuni, dan Ketua Komisi Nasional Perempuan Chandra Kirana. Mereka berhasil menyisihkan 23 kandidat lain. Penghargaan Tasrif Award bagi Gus Dur menuai protes dari para wartawan yang hadir dalam acara jumpa pers itu.[71] Seorang wartawan mengatakan bahwa hanya karena upaya Gus Dur menentang RUU Anti Pornoaksi dan Pornografi, ia menerima penghargaan tersebut. Sementara wartawan lain seperti Ati Nurbaiti, mantan Ketua Umum AJI Indonesia dan wartawan The Jakarta Post membantah dan mempertanyakan hubungan perjuangan Wahid menentang RUU APP dengan kebebasan pers.[71][sunting]Doktor kehormatan

    Gus Dur juga banyak memperoleh gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) dari berbagai lembaga pendidikan:
    • Doktor Kehormatan bidang Filsafat Hukum dari Universitas Thammasat, Bangkok, Thailand (2000)[72]
    • Doktor Kehormatan dari Asian Institute of Technology, Bangkok, Thailand (2000)[72]
    • Doktor Kehormatan bidang Ilmu Hukum dan Politik, Ilmu Ekonomi dan Manajemen, dan Ilmu Humaniora dari Pantheon Universitas Sorbonne, Paris, Perancis (2000)[72]
    • Doktor Kehormatan dari Universitas Chulalongkorn, Bangkok, Thailand (2000)
    • Doktor Kehormatan dari Universitas Twente, Belanda (2000) [73]
    • Doktor Kehormatan dari Universitas Jawaharlal Nehru, India (2000)[72]
    • Doktor Kehormatan dari Universitas Soka Gakkai, Tokyo, Jepang (2002)[72]
    • Doktor Kehormatan bidang Kemanusiaan dari Universitas Netanya, Israel (2003)[74]
    • Doktor Kehormatan bidang Hukum dari Universitas Konkuk, Seoul, Korea Selatan (2003)[72]
    • Doktor Kehormatan dari Universitas Sun Moon, Seoul, Korea Selatan (2003)

    Orang dihargai karena PERJUANGAN dan KARYA NYATA bukan karena ocehan atau sentimennya atas dasar ketidaksukaannya yang KADANG tidak JELAS!
    -If You Are Soft To Yourself, Life Will Be Hard To You. But If You Are Hard To Yourself, Life Will Be Soft To You.-

  9. #9
    Senior Member bmehk's Avatar
    Join Date
    Jul 2012
    Posts
    2,469
    Rep Power
    5

    Re: Gus Dur Sama Seperti Martin Luther King Jr

    semog segera ada penerusnya...

    Quote Originally Posted by falz_oi View Post
    Terlepas dari segala kekurangannya, Gus Dur merupakan salah satu contoh Bapak Bangsa Indonesia.
    Syangnya, belum ada sesosok penggantinya.....

  10. #10
    Senior Member
    Join Date
    Nov 2012
    Posts
    1,705
    Rep Power
    0

    Re: Gus Dur Sama Seperti Martin Luther King Jr

    Quote Originally Posted by falz_oi View Post
    @searcher...
    ane malah lebih lucu lagi baca quote ente...apakah hal ini yg disebut pemikiran yg lebih jernih ??
    makanya jgn cuma bereferensi media2 sektarian doang yg mendongengkan berbagai penjual stempel halal/haram...
    bandingkan dgn media liberal menurut ente dgn di lapangan...
    masak aksi2 preman2 berjubah masih dianggagp dlam koridor bhinneka tunggal ika??
    Lha….yang ente omongin itu apa sih ?
    Yang gua omongin apa ?
    Rasa rasanya nggak nyambung man.

    Terus….ente kalo ngomong,…yang jelas dong permasalahan dan objek/subjeknya ?
    Jangan ngambang kayak pisang anyut di sungai aja.

    Ane tanya, maksud ente “aksi2 preman2 berjubah” itu apa ?, sejak kapan ?
    Terus perasaan tertindas dari kalangan minoritas itu kapan ? dan karena apa ?
    Apa pernah ada “aksi2 preman2 berjubah” seperti yang ente tuduhkan itu gangguin golongan minoritas karena sentiment/kebencian terhadapa agama maupun etnis?
    ntarluq likes this.

Page 1 of 17 1234567891011 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO