Results 1 to 6 of 6

Thread: Candrasengkala


  1. #1
    Senior Contributor dudulz's Avatar
    Join Date
    Dec 2008
    Posts
    5,657
    Rep Power
    12

    Candrasengkala

    tadi waktu cari2 ttg majapahit ketemu sengkalan "sirna ilang kertaning bhumi" jadi keterusan baca2 ttg sengakalan

    berikut adalah tulisan di UNEG-UNEG: SENGKALAN

    Candrasengkala adalah sengkalan yang menunjukkan angka tahun berdasarkan peraturan bulan. Sengkalan Candrasengkala digunakan setelah masa Islam dengan memakai tahun Jawa. Tahun Jawa ditetapkan oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma sejak 1 Suro 1555 Jawa, bertepatan 1 Muharam 1043 Hijriah, atau 1 Srawana 1555 Saka, atau 8 Juli 1633 Masehi. Tahun Jawa merupakan perpaduan antara Tahun Hijriah dengan tahun Saka. Pada zaman sekarang sengkalan dapat menggunakan tahun Jawa, Saka, Hijriah atau Masehi tergantung pada sengkalan yang diperlukannya.

    Candrasengkala Gancaran, Serat.
    Buku sastra disusun oleh Panitia Kapujanggan Keraton Yogyakarta. Buku ini hanya membahas mengenai masalah nilai kata dengan menyertakan cara membuat sengkalan.

    Gurudasanama.
    Ketentuan dalam penggunaan kata-kata pada sengkalan dengan cara menggunakan sinonim atau dasar padanan kata. Hal ini dimaksudkan karena kata-kata dalam yang bernilai kata sering menyimpang dari kata pokok (mengalami perubahan).

    Gurusastra.
    Cara menentukan perubahan atau penurunan kata yang digunakan pada sengkalan dengan memakai homograf atau dasar penulisan yang sama. Ketentuan ini ada, katena kata-kata di dalam sengkalan yang bernilai kata sering menyimpang dari kata pokok sehingga mengalami perubahan arti.

    Guruwanda.
    Cara menentukan perubahan atau penurunan kata yang digunakan pada sengkalan dengan memakai dasar sesuku kata. Ketentuan ini dibuat untuk memberi dasar penggunaan kata-kata dalam sengkalan, karena kata-kata di dalam sengkalan yang bernilai kata sering menyimpang dari kata pokok sehingga mengalami perubahan arti.

    Guruwarga.
    Cara menentukan perubahan atau pernurunan kata yang digunakan pada sengkalan dengan memakai dasar sekaum. Ketentuan ini dibuat untuk memberi dasar penggunaan kata-kata dalam sengkalan, karena kata-kata di dalam sengkalan yang bernilai kata sering menyimpang dari kata pokok sehingga mengalami perubahan arti.

    Gurukarya.
    Cara menentukan perubahan atau penurunan kata yang digunakan dengan memakai dasar sekerja. Ketentuan ini dibuat untuk memberi dasar penggunaan kata-kata dalam sengkalan, karena kata-kata di dalma sengkalan yang bernilai sering menyimpang dari kata pokok sehingga mengalami perubahan arti.

    Gurusarana.
    Cara menentukan perubahan atau penurunan kata yang digunakan pada sengkalan dengan memakai dasar sealat. Ketentuan ini dibuat untuk memberi dasar penggunaan kata-kata dalam sengkalan, karena kata-kata di dalam sengkalan yang bernilai kata sering menyimpang dari kata pokok sehingga mengalami perubahan arti.

    Gurudarwa.
    Cara menentukan perubahan atau penurunan kata yang digunakan pada sengkalan dengan memakai dasar sekeadaan atau dalam satu keadaan yang sama. Ketentuan ini dibuat untuk meberi dasar penggunaan kata-kata dalam sengkalan, karena kata-kata di dalam sengkalan yang bernilai kata, sering menyimpang dari kata pokok sehingga mengalami perubahan arti.

    Gurujarwa.
    Cara menentukan perubahan atau penurunan kata yang digunakan pada sengkalan dengan memakai dasar searti atau arti yang sama. Ketentuan ini dibuat untuk memberi dasar penggunaan kata-kata dalam sengkalan karena kata-kata di dalam sengkalan yang bernilai kata, sering menyimpang dari kata pokok sehingga mengalami perubahan arti.

    sengkalan untuk masing2 angka

    Sengkalan Angka Nol.
    Angka nol dalam sengkalan disimbolkan dengan kata-kata yang berarti hilang atau segala sesuatu yang tidak ada. Pada sengkalan hanya ada satu kata yang bernilai nol atau kosong, yaitu kata umbul (melesat ke atas) karena segala sesuatu yang telah hilang bernilai nol. Misalnya sengkalan tentang pelaksanaan sekaten tahun 1990, “umbuling puspa gapuranin praja”.

    Sengkalan Angka Satu.
    Angka satu di dalam sengkalan disimbolkan dengan kata-kata yang bermakna satu, kata-kata yang bermakna jumlahnya hanya satu, benda yang bentuknya bulat, kata-kata yang berarti manusia, kata-kata yang berarti hidup dan nyata. Kata-kata pada sengkalan yang bernilai satu adalah jalma, jalmi, janma, kenya, putra, aji, ratu, raja, nata, narpati, narendra, pangeran, gusti, Allah, hyang, maha, bathara, bumi, jagat, budi, buda, budaya, ron, lata, wani, semedi, luwih, nabi, lajer, wiji, witana, praja, bangsa, swarga, puji, piji, harja dan peksi. Kata peksi bernilai satu, namun sebenarnya bernilai dua, karena peksi berasal dari kata peksi (sansekerta) yang berarti burung atau binatang yang bersayap.

    Sengkalan Angka Dua.
    Angka dua di dalam sengkalan disimbolkan dengan kata-kata yang mempunyai makna berjumlah dua, atau berpasangan dan bentuk-bentuk turunannya, serta kata-kata yang bermanka gandheng. Kata-kata pada sengkalan yang bernilai dua, biasanya digunakan kata asta, dwi, kembar, ngelmi, aksa, samya, sembah dan supit.

    Sengkalan Angka Tiga.
    Angka tiga dalam sengkalan disimbolkan dengan kata-kata yang mempunyai makna berjumlah tiga, dan bentuk-bentuk turunannya. Kata-kata pada sengkalan yang bernilai tiga, biasanya digunakan kata guna, katon, saut, sunar, trima, trisula, ujwala, dan wredu.

    Sengkalan Angka Empat.
    Angkat empat dalam sengkalan disimbolkan dengan kata-kata yang berarti air dan kata-kata yang berarti kerja, serta segala sesuatu yang berjumlah empat. Kata-kata pada sengkalan yang bernilai empat ialah kata papat, catur, keblat (arah mata angin), warna (kasta dalam agama Hindu), toya (air), suci dan pakarti.

    Sengkalan Angka Lima.
    Angka lima dalam sengkalan disimbolkan dengan kata-kata yang mempunyai makna berjumlah lima, golongan raksasa, segala macam senjata, kata-kata yang berarti angin, tajam, ilham atau bisikan, perangkap, serta kata-kata yang mempergunakan kata panca. Kata-kata pada sengkalan yang bernilai lima ialah driya (indra), wisaya (cerapan indra), cakra, warayang, tinulup, ati, linungit, yaksa, mangkara, marganing, pasarean, tinata, gati dan pirantining.

    Sengkalan Angka Enam.
    Angka enam dalam sengkalan disimbolkan dengan kata-kata yang berarti rasa, hewan berkaki enam, dan segala sesuatu yang bergerak. Kata-kata pada sengkalan yang bernilai enam ialah kat gana, hangga-hangga, (laba-laba), rasa, sinesep, nikmat, kayu, winayang (digerakkan), rebah (runtuh) dan wisik (pesan).

    Sengkalan Angka Tujuh.
    Angka tujuh dalam sengkalan disimbolkan dengan kata-kata yang mempunyai arti golongan pertapa atau pendeta, gunung, suara, serta binatang yang biasa dipergunakan untuk kendaraan. Kata-kata pada sengkalan yang bernilai tujuh ialah kata pandhita, resi, swara, sabda, muji (pujian, restu, ajar) dan giri (gunung).

    Sengkalan Angka Delapan.
    Angka delapan dalam sengkalan disimbolkan dengan kata-kata yang berarti gajah, binatang melata, dan brahmana. Kata-kata pada sengkalan yang bernilai delapan adalah kata ngesti (memikirkan), madya (tengah), basuki, naga, brahmana, manggala, murti, salira, sarining, dan kata-kata turunan dari kata-kata tersebut.

    Sengkalan Angka Sembilan.
    Angka sembilan dalam sengkalan disimbolkan dengan kata-kata yang mempunyai arti dewa, bunga dan benda-benda yang berlubang atau terbuka. Kata-kata pada sengkalan yang biasanya digunakan untuk menyatakan angka sembilan ialah : kata, trus, trustaning, wiwara, anggatra, gapura, ambuka, makaring, umanjing, sekaring, puspa, kusuma, kembang, dan ngarumake (mengharumkan).


  2. #2
    Senior Contributor bantal's Avatar
    Join Date
    Dec 2008
    Posts
    9,486
    Rep Power
    18

    Re: Candrasengkala

    Pu... gw pusing bacanya... napa yah??
    asli g ngerti... apa kerna mual gara2 tempur ma maling tadi??

    ntar dibaca abis buka deh... ribeth bacanya


  3. #3
    Senior Contributor dudulz's Avatar
    Join Date
    Dec 2008
    Posts
    5,657
    Rep Power
    12

    Re: Candrasengkala

    Quote Originally Posted by bantal View Post
    Pu... gw pusing bacanya... napa yah??
    asli g ngerti... apa kerna mual gara2 tempur ma maling tadi??

    ntar dibaca abis buka deh... ribeth bacanya
    emang agak ribet tante makan banyak tenaga nih memahaminya. tapi demi nguri-uri (melestarikan) budaya nih, jangan sampe dicaplok lagi..

    btw, ayo tebak
    klo sirna ilang kertaning bhumi itu sengkalan untuk angka tahun 1400

    gapuro rusak ewahing jagad
    itu angka taun berapa? (ga bole google yak )

    btw no 2
    klo ada yg bisa dan paham bikinn buat tahun lair gw dung, tp yg bagus ya

    ni gw coba sndiri: sinesep esti puspaning gusti

    bener gak?


  4. #4
    Senior Member Slump's Avatar
    Join Date
    May 2008
    Location
    few click away
    Posts
    2,099
    Rep Power
    8

    Re: Candrasengkala

    maksudnya angka 0-9 itu diganti menggunakan kata2 tersebut ya dulz?

  5. #5
    Senior Contributor dudulz's Avatar
    Join Date
    Dec 2008
    Posts
    5,657
    Rep Power
    12

    Re: Candrasengkala

    Quote Originally Posted by Slump View Post
    maksudnya angka 0-9 itu diganti menggunakan kata2 tersebut ya dulz?
    kind like, keknya hlo ya gw jg masi berusaha memahami

    klo dari baca2 ga gampang hlo bikin sengkalan, sengkalan yg dibikin bener2 ahli

    1. artinya dapet
    2. katanya dapet, maksudnya bisa berdiri sebagai frasa/kalimat utuh yg punya keindahan dan arti sendiri
    3. konteksnya dapet, berhubungan ma kejadian atau orang atau apapun lah konteks dimana tahun itu muncul
    benr ga sih? ada member yg tau soal ini lebih lanjut? penasaran ni gw


  6. #6
    Contributor HDDStudio's Avatar
    Join Date
    Jan 2009
    Location
    Jakarta - Indonesia
    Posts
    4,402
    Rep Power
    12

    Re: Candrasengkala

    Gw cuma ingetnya kalimatnya terbalik untuk mewakili angka tahun

    sirna ilang kertaning bumi

    0041 (sirna = 0, ilang = 0, kerta = 4, bumi = 1)

    1400 Tahun Jawa (=1478 Tahun Masehi -- Majapahit musnah ?)

    Kelihatannya sih ada syarat lainnya. Artinya kata yang sama tidak diulang 2 atau 3 kali. Misalnya tidak ada thn 1000 Jawa = sirna ilang sirna bumi. Mungkin susunannya beda lagi.
    Last edited by HDDStudio; 01-09-09 at 03:39 PM.
    The Board of Directors.....

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0